Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Unud Gelar Pengambilan Sumpah PNS, 8 PNS Baru Siap Majukan FMIPA Unud

BALIILU Tayang

:

pns Fmipa Unud
Sebanyak 8 PNS FMIPA Unud yang telah diambil sumpah oleh Rektor Unud Prof. Gde Antara. (Foto: ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana pada Selasa, 2 Mei 2023 menyelenggarakan pengambilan sumpah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di lingkungan Unud yang dipimpin oleh Rektor Universitas Udayana Prof. I Nyoman Gde Antara bertempat di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran.

Acara yang dihadiri pula oleh Pimpinan Universitas dan Pimpinan Fakultas tempat home base PNS ini diawali dengan upacara Mejaya-jaya di Pura Maha Widya Saraswati bagi PNS yang beragama Hindu. Selanjutnya dengan didampingi oleh rohaniawan sesuai agama masing-masing seluruh PNS baru melaksanakan acara pengambilan sumpah dan penandatanganan berita acara secara simbolis yang dilakukan oleh perwakilan masing-masing agama.

Sebanyak 102 PNS yang diambil sumpah/janjinya, terdiri dari 1 orang tenaga kependidikan di Biro Umum, 5 orang Tenaga Pendidik (Dosen) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 10 orang Dosen di Fakultas Hukum, 43 orang Dosen di Fakultas Kedokteran, 8 orang di Fakultas MIPA, 4 orang dosen di Fakultas Pariwisata, 6 orang Dosen di Fakultas Pertanian, 23 orang dari Fakultas Teknik, dan 2 orang dosen di Fakultas Teknologi Pertanian.

Rektor Prof. Gde Antara dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada PNS yang telah bergabung di Unud dan berharap kehadirannya memperkuat barisan untuk memajukan Universitas Udayana yang sama-sama kita cintai. Proses yang begitu panjang telah dilalui dalam persaingan yang begitu ketat, terlebih lagi masa kekinian dimana pemerintah jelas-jelas membutuhkan PNS dalam jumlah yang sangat kecil. Maka dari itu dengan persaingan yang begitu ketat dari awal sampai akhir maka para PNS ini telah berhasil melalui tahapan-tahapan dengan baik sehingga diterima sebagai pegawai negeri sipil yang pada akhirnya sekarang mengucapkan janji/sumpah sebagaimana persyaratan yang diberlakukan.

Baca Juga  Bahas Capaian ‘’Tracer Study’’, Kelolaan Kerja Sama dan Humas, Unud Terima Kunjungan ISI Surakarta
fmpa
Sebanyak 102 PNS Unud yang dilantik dan diambil sumpah, 8 di antaranya dari FMIPA Unud. (Foto: ist)

“Mudah-mudahan bergabungnya saudara di keluarga besar Universitas Udayana memberikan dampak yang siginifikan untuk kemajuan Universitas Udayana yang sama-sama kita cintai,” ujar Rektor Unud. Lebih lanjut Antara menyampaikan tugas dan tanggung jawab sebagai pegawai negeri sipil itu adalah tanggung jawab kita kepada bangsa dan negara sehingga PNS pada hahekatnya adalah pengabdian. Marilah kita sama-sama memajukan Universitas Udayana dimana pun ditugaskan sebagai aparatur sipil negara dan agar dapat selalu bersinergi. 

Pada kesempatan tersebut Rektor juga menjelaskan sekilas tentang Unud yang saat ini masih berstatus BLU (Badan Layanan Umum) dan akan segera menapak menjadi PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum). Dalam masa transformasi ini sungguh banyak yang harus dilakukan, keberhasilannya kita sebagian besar tentunya akan ditentukan oleh kesiapan SDM baik itu tenaga pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa dan termasuk alumni. Untuk rektor berharap agar civitas akademika Universitas Udayana dapat bekerja dengan sungguh-sungguh karena tantangan ke depan menjadi PTN BH luar biasa beratnya. Harapan kita setelah menjadi PTN BH pilar-pilar universitas seperti profesionalisme, efisiensi dan lainnya otomatis dapat tercipta, karena pada prinsipnya PTN BH berarti peningkatan layanan kepada masyarakat di bidang pendidikan dengan mengusung efisiensi yang setinggi-tingginya. Melalui pengucapan sumpah atau janji ini, para PNS menjadi insan-insan PNS yang bertanggung jawab terhadap apa yang mesti dilakukan.

Adapun ke delapan orang PNS baru di lingkungan FMIPA adalah: Gst. Ayu Vida Mastrika Giri, S.Kom, M.Cs; Ida Ayu Gde Suwiprabayanti Putra, S.Kom, M.T; I Gede Surya Rahayuda, M.Kom; Ni Putu Yuni Nurmalasari, M.Si; Putu Veri Swastika, M.Si; I K Putra Juliantara, M.Si; Ni Made Widi Astuti, S.Farm, M.Si; dan Anggun Yuliarum Qur’ani, S.Si, M.Sc. 

Baca Juga  PPK Ormawa HMTI Unud Gelar Pelatihan Pemasaran Produk Bath Bomb Salt dan Aromatic

Saat dihubungi terpisah, salah satu PNS di lingkungan FMIPA yaitu Gst. Vida Mastrika Giri, S.Kom, M.Cs yang merupakan salah satu alumni S1 PS. Ilmu Komputer Universitas Udayana dan juga alumni S2 PS. Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada menyampaikan, “Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi dosen PNS di Universitas Udayana. Selama menjadi CPNS, saya mempelajari bahwa suasana kerja di Fakultas MIPA sangat baik, semua komponen saling mendukung sehingga saya dan semua dosen CPNS bisa beradaptasi dan menjalankan tugas dengan baik. Sebagai dosen PNS baru, saya berharap semoga kami dapat menjunjung tinggi nama baik diri kami sendiri dan institusi, serta menepati semua sumpah yang kami ucapkan tadi.”

Sementara itu IK Putra Juliantara, M.Si, PNS dari Program Studi Biologi menyampaikan, “Pengambilan sumpah/janji PNS merupakan momen sakral tak terlupakan karena di setiap janji yang terucap harus kita pertanggungjawabkan secara moral kepada diri sendiri, institusi, dan negara. Semoga setelah 100% menjadi PNS, menjadi motivasi lebih untuk memajukan FMIPA khususnya, dan Universitas Udayana umumnya, serta dapat melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi lebih optimal.” Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2900-8-PNS-baru-siap-majukan-FMIPA-UNUD.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pangdam IX/Udayana Pimpin Panen Raya TNI di Tabanan

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Tabanan.
PANEN RAYA: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026). (Foto: Pendam IX)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui Panen Raya Bersama TNI yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang dipimpin secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Panen raya dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai bentuk sinergi nasional dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

Secara nasional, panen raya meliputi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan lokasi, panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, serta panen kedelai yang didampingi TNI Angkatan Laut di empat lokasi. Kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi nyata seluruh matra TNI dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan sektor pangan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan kepada petani, hingga hilirisasi hasil pertanian agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan merupakan hasil kerja gotong royong seluruh komponen bangsa. Pelibatan TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan bahwa kedua institusi tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat serta memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Bali, kegiatan Panen Raya Kodam IX/Udayana dihadiri Forkopimda Provinsi Bali, Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam, LO TNI AL, LO TNI AU, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Tabanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kelompok tani.

Baca Juga  Bahas Capaian ‘’Tracer Study’’, Kelolaan Kerja Sama dan Humas, Unud Terima Kunjungan ISI Surakarta

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga panen raya dapat terlaksana dengan baik.

“Keberhasilan panen hari ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi semua pihak. Untuk itu saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkomitmen menjaga produktivitas sektor pertanian,” ujar Pangdam.

Pangdam menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan produktif guna meningkatkan hasil pertanian.

Lebih lanjut, Pangdam mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi modern.

“Kedepan kita harus berani berinovasi. Optimalisasi teknologi pertanian, penggunaan benih unggul seperti Merah Cendana, pengelolaan irigasi yang baik, hingga manajemen pascapanen yang tepat harus terus kita dorong agar hasil pertanian semakin meningkat, berkualitas, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi petani,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap Panen Raya Bersama TNI tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong-royong dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
BERIKAN PIDATO: Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Presiden bahkan menyatakan bahwa apabila diperlukan, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Presiden menyampaikan bahwa langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya besar mempersiapkan masa depan Indonesia di mana Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara terbesar di dunia pada 2045–2050. Menurut Presiden, cita-cita Indonesia menjadi negara maju hanya dapat terwujud apabila generasi muda saat ini benar-benar dipersiapkan dengan baik.

“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh pertahanan dan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat. Menurut Presiden, rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.

Baca Juga  BPU Unud Gelar Pelatihan Bisnis dan Manajemen "Aspek Pajak dalam Bisnis"

Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap peran TNI dan Polri yang telah membantu masyarakat melalui berbagai program nyata, termasuk pembangunan jembatan dan penyediaan titik air. Menurut Presiden, kesulitan rakyat harus menjadi perhatian bersama seluruh unsur negara.

“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan milik rakyat, sehingga keberadaannya harus selalu diarahkan untuk membantu rakyat dan mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak Tiga Komoditas, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
PANEN RAYA: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat.

Setibanya di lokasi, Kepala Negara meninjau insinerator atau alat pembakar sampah, serta melihat berbagai hasil dan inisiatif hilirisasi yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat industri nasional. Kedatangan Kepala Negara disambut dengan pertunjukan Tari Beskalan Putri, sebelum kemudian meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan.

Presiden Prabowo kemudian menyaksikan secara langsung proses panen raya tebu yang dilaksanakan di Lanud Abdulrachman Saleh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan secara nasional sebagai wujud kolaborasi TNI dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu oleh seluruh matra TNI.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.

Secara khusus, Panglima TNI menjelaskan bahwa panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton.

Baca Juga  FK Unud Gelar Sosialisasi SIMAK dan Feeder PDDikti

“Luas siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton. Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” lanjutnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat. Kepala Negara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca