Universitas Udayana melalui Biro Kemahasiswaan secara maraton di hari yang sama Rabu (20/7/2022) menyelenggarakan 2 (dua) kali sosialisasi terkait Program Wirausaha Merdeka Kemdikbudristek di Universitas Udayana. (Foto: Ist)
Denpasar, baliilu.com – Universitas Udayana melalui Biro Kemahasiswaan secara maraton di hari yang sama Rabu (20/7/2022) menyelenggarakan 2 (dua) kali sosialisasi terkait Program Wirausaha Merdeka Kemdikbudristek di Universitas Udayana Tahun 2022 secara daring melalui aplikasi Cisco Webex.
Sosialisasi pertama mengundang para Dekan, para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, para Koordinator Program Studi, calon Dosen Pendamping Lapangan (DPL), serta mahasiswa di lingkungan Universitas Udayana. Berselang satu jam dilaksanakan sosialisasi kedua dengan mengundang para pimpinan PTN/PTS se-Bali.
Kegiatan sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unud. Menghadirkan narasumber Ketua Tim Pokja MBKM Dr. I Ketut Sardiana dan Ketua Unit Pengembangan Kewirausahaan Dr. Sagung Chandra Yowani.
Program Wirausaha Merdeka merupakan salah satu dari delapan bentuk Program Kampus Merdeka Kemdikbudristek yang mana program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri menjadi calon wirausahawan melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Program wirausaha merdeka berkolaborasi dengan perguruan tinggi pelaksana mengembangkan pembelajaran wirausaha yang mampu mengasah jiwa kewirausahaan, mendorong peningkatan pengalaman wirausaha dan peningkatan kemampuan daya kerja mahasiswa. Berbeda dari Program MBKM lainnya program ini tidak mensyaratkan IPK minimum.
Ketua Unit Pengembangan Kewirausahaan Unud Dr. Sagung Chandra Yowani. (Foto: Ist)
Ketua Unit Pengembangan Kewirausahaan Unud Dr. Sagung Chandra Yowani melaporkan bahwa kegiatan ini ditangani oleh Tim Pokja MBKM berkerja sama dengan EDC Unud untuk membangun atau mengajarkan mahasiswa untuk memahami karakter dalam kewirausahaan.
Kegiatan ini yang akan diselenggarakan selama 1 semester di semester ganjil tahun 2022 ini dan dalam pelaksanaannya dimohon support dari para pimpinan fakultas agar nantinya kegiatan ini dapat direkognisi menjadi kegiatan akademik sehingga dapat dikonversi dan diakui 20 SKS. Program ini akan lebih banyak proses pembelajaran dalam kewirausahaan daripada menjual produk. Sejalan dengan hashtag yang digaungkan yaitu ‘’Mari Bergabung Bersama Universitas Udayana, Membangun Mainset Bukan Sekedar Omzet’’.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana Prof. Ngakan Putu Gede Suardana. (Foto: Ist)
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana Prof. Ngakan Putu Gede Suardana dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Ketua Pokja MBKM dan Ketua EDC Unud yang telah berjuang berkompetisi sehingga Universitas Udayana dipercaya menjadi salah satu dari 17 perguruan tinggi sebagai Penyelenggara Program Wirausaha Merdeka dan merangkul perguruan tinggi di sekitarnya utamanya wilayah Bali, NTT, NTB. Sasaran program ini sebanyak 750 orang mahasiswa dengan sebaran 450 orang mahasiswa Unud dan 300 orang mahasiswa di luar Unud, didampingi oleh 75 orang dosen pendamping lapangan, 35 UKM dan mentor serta 35 konsultan bisnis.
Wakil Rektor dalam kesempatan ini juga mengajak para pimpinan PTN/S di Bali serta para Dekan di lingkungan Unud untuk mendorong para mahasiswa masing-masing yang memenuhi syarat untuk ikut bergabung dalam program ini. Sehingga, dapat menciptakan wirausaha muda yang berkarakter, tangguh dan tentunya hal ini dapat menunjang Indikator Kinerja Utama masing-masing Perguruan Tinggi. Baik Unud sendiri sebagai penyelenggara maupun perguruan tinggi asal mahasiswa. Dimana dalam IKU 1 perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang mendapatkan pekerjaan yang layak salah satu caranya dengan berwirausaha.
Demikian juga pada IKU 2 yaitu mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus. Maka itu Wakil Rektor mengimbau khususnya bagi para dekan dan koprodi di lingkungan Unud agar dapat menghargai effort dari mahasiswa dengan merekognisi program ini sebanyak 20 SKS.
“Terlebih itu Bapak Rektor telah banyak memfasilitasi dan mensupport kegiatan MBKM, ibaratkan mobil beliau sudah tancap gas, maka dari itu diharapkan kita semua dapat mengimbangi jangan sampai ada roda yang kempes sehingga menghambat perjalanan,” ungkap Wakil Rektor.
“Untuk itu dimohon support dan kerja samanya agar program ini tidak terkendala hanya karena masalah pendataan seperti mahasiswa yang belum terdaftar dalam PD Dikti maupun masalah administrasi seperti nilai yang tidak bisa dikonversi,” tambahnya.
KERJA SAMA: Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul menyaksikan penunjukkan sejumlah dokumen kerja sama antara Indonesia dan Tailan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul menyaksikan penunjukkan sejumlah dokumen kerja sama antara Indonesia dan Thailand di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026. Penunjukan dokumen tersebut menjadi salah satu hasil konkret dari kunjungan resmi PM Anutin ke Indonesia sekaligus menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang.
Dokumen pertama yang ditunjukan di hadapan Presiden Prabowo dan PM Anutin adalah Roadmap on Strategic Partnership Between Indonesia and Thailand 2026–2030 oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dan Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Kerajaan Thailand Sihasak Phuangketkeow. Dokumen tersebut menjadi panduan bersama bagi kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis selama lima tahun ke depan.
Selanjutnya, ditunjukkan Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Kerajaan Thailand tentang Kerja Sama dalam bidang Pendidikan, oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti bersama Menteri Pendidikan Kerajaan Thailand Prasert Jantararuangtong. Kesepahaman tersebut menjadi landasan kerja sama kedua negara dalam pengembangan sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam keterangan pers bersama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertemuan bilateral tersebut menghasilkan sejumlah capaian nyata yang akan memperkuat hubungan kedua negara di masa mendatang. Selain kerja sama antarpemerintah, Presiden Prabowo juga menyambut baik komitmen sektor swasta yang turut memperluas kolaborasi kedua negara.
“Kami juga menyambut baik komitmen kerja sama dan investasi dari sektor swasta yaitu MoU antara Tourism Authority of Thailand dan TransNusa di bidang pariwisata dan konektivitas. MoU antara Bio-Axel dan Pro-Konsilium terkait proyek pengolahan sampah organik,” ungkap Presiden.
Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi atas kunjungan resmi PM Anutin serta optimistis terhadap masa depan hubungan Indonesia dan Thailand yang semakin erat.
“Yang Mulia Perdana Menteri Anutin, sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kunjungan Yang Mulia, atas komitmen kita bersama untuk memperkuat hubungan kedua negara kita. Saya yakin Indonesia dan Thailand akan terus memastikan kemitraan strategis ini akan membawa manfaat nyata bagi kemakmuran rakyat kedua negara kita,” tutur Presiden.
Pertukaran sejumlah nota kesepahaman tersebut menjadi simbol penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Tailan yang tidak hanya berfokus pada hubungan antarpemerintah, tetapi juga mendorong kolaborasi di bidang pendidikan, investasi, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan demi memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat kedua negara. (gs/bi)
KETERANGAN PERS: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran terkait untuk segera mengambil langkah-langkah penyelesaian atas pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 4 Agustus 2026.
“Kami harus akui di beberapa wilayah, khususnya di Kalimantan, masih ada pemadaman-pemadaman beberapa titik. Dan karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik,” jelas Menteri Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa pemadaman listrik tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan energi. Bahlil memastikan Kementerian ESDM bersama PLN akan segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Menurut informasi dari PLN, itu terkait dengan pemeliharaan. Bukan persoalan energinya, energinya nggak ada masalah,” tuturnya.
Terkait harga bahan bakar minyak (BBM) nasional, Menteri Bahlil mengatakan bahwa Presiden Prabowo mengarahkan agar stabilitas harga BBM, khususnya BBM bersubsidi, tetap terjaga. Menurutnya, pemerintah juga akan mempertimbangkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dengan memperhatikan perkembangan harga minyak mentah dunia.
“Arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM dengan subsidi untuk tidak boleh dinaikan. Tetapi kalau memang harga ICP dunia menurun, kita juga yang non-subsidinya juga dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan harga pasar. Kalau turun ya turun, jangan dinaikan, kira-kira begitu,” tuturnya.
Sementara itu, terkait program hilirisasi, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan seluruh perusahaan nasional yang memperoleh perpanjangan PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) menjalankan komitmen hilirisasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Arahan Bapak Presiden harus betul-betul dijalankan sesuai dengan aturan dan kalau ada yang tidak menjalankan sesuai dengan aturan, segera dilakukan langkah-langkah yang terukur untuk kemudian bisa menjalankan sesuai dengan Pasal 33 undang-undang dasar 1945,” pungkasnya. (gs/bi)
Kecelakaan lalin di simpang empat. (Foto: Hms Polri)
Jakarta, baliilu.com – Menerobos lampu merah masih menjadi salah satu pelanggaran lalu lintas yang kerap dilakukan sebagian pengendara. Tindakan tersebut bukan hanya melanggar aturan tapi juga dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun pengendara lainnya.
Lampu lalu lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) berfungsi untuk mengatur pergantian kendaraan dari setiap arahnya. Ketika ada pengendara yang menerobos lampu merah, risiko tabrakan dengan kendaraan lain sangat tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan korban mengalami luka berat hingga meninggal dunia.
Selain membahayakan keselamatan, pelanggaran tersebut juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Berdasarkan data Korlantas Polri per Mei 2026, sepanjang Januari hingga April 2026 tercatat 56.510 kejadian kecelakaan lalu lintas di berbagai wilayah Indonesia. Tingginya angka tersebut menjadi pengingat bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus terus ditingkatkan untuk menekan angka kecelakaan.
Sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib mematuhi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 287 ayat (2), yakni pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.
Mematuhi lampu lalu lintas hanya membutuhkan kesabaran beberapa detik sehingga dapat menyelamatkan nyawa. Karena itu, setiap pengguna jalan diharapkan selalu disiplin berhenti saat lampu merah demi menciptakan Kamseltibcarlantas. (gs/bi)