Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Upaya Menghadapi Bencana Alam, Sekda Dewa Indra Tekankan Pejabat Terkait Lakukan Contigency Plan

BALIILU Tayang

:

de
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra

Denpasar, baliilu.com – Untuk melakukan penanganan sebuah bencana, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang notabene sempat menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali tahun 2017 tepatnya saat terjadi erupsi Gunung Agung mengatakan bahwa tidak setiap bencana alam membutuhkan strategi yang sama dalam penanganannya.

“Setiap erupsi memiliki penanganan yang berbeda karena terdapat karakteristik bencana baik itu lokasi dan masyarakat yang ada di sekitarnya,” hal ini disampaikannya saat didaulat sebagai narasumber knowledge sharing Rakornas PB 2021 dengan tema “Bencana Geologi Gempa Bumi, Tsunami, Erupsi Gunung Api melalui virtual, di ruang Pressroom Kantor Gubernur Bali, Kamis (4/3).

Sekda Bali Dewa Indra menambahkan sesuai catatan yang pernah beliau catat sesuai penanganan bencana, bahwa seorang pemimpin yang bertanggung jawab (dalam hal ini Kalaksa BPBD dan Basarnas) harus ada di lokasi bencana, terutama saat masa kritis berlangsung, karena seorang pemimpin harus mengetahui perkembangan perubahan terjadinya erupsi detik per detik dan harus cepat mengambil langkah atau memberi respons, sehingga tidak akan terlambat dalam mengambil keputusan dalam posisi urgent.

Setiap kondisi di lapangan tentu saja akan sangat berbeda karakteristiknya, terutama saat praerupsi, saat erupsi terjadi dan pascaerupsi. Selain itu sangat penting bagi seorang pemimpin dan teamnya untuk membuka catatan erupsi sebelumnya (semisal erupsi Gunung Agung sempat terjadi juga pada tahun 1963). Hal ini dilakukan untuk mengetahui dan memahami karakteristik erupsi yg akan terjadi, sehingga akan diketahui langkah-langkah yang akan diambil sesuai gejala awal yang ditunjukkan oleh kondisi terkini. Setelah itu pemahaman untuk langkah-langkah bagi masyarakat lokal yang ada di sekitar lokasi erupsi akan secara cepat dapat dilakukan karena sudah mengetahui petunjuk awal.

Yang lebih penting dari itu adalah membangun rantai komunikasi dari otoritas terdepan dalam hal ini adalah BPBD yang bertugas melakukan pengamatan. Karena rantai komunikasi penting dilakukan untuk mendetiminasi atau menyampaikan kepada masyarakat terdekat dengan lokasi erupsi, sehingga dapat memberikan arahan kepada masyarakat yang lebih luas (dari hulu ke hilir) dalam mengambil tindakan tercepat apabila erupsi terjadi dan membahayakan keselamatan orang banyak. Karena dalam keadaan seperti ini tidak ada institusi yang mampu bekerja sendiri, sehingga kerjasama antara instansi terkait (TNI-Polri dan relawan) menjadi sangat penting untuk berbagi peran agar lebih kuat dalam penanganan bencana.

Mengutamakan kekuatan peran serta lokal (masyarakat setempat) salah satunya membentuk relawan dari masyarakat setempat menjadi sangat penting untuk mengetahui dan menentukan tempat atau jalur evakuasi sebagai kekuatan terdepan, karena tentunya masyarakat sekitar akan lebih mengetahui terkait jalur evakuasi teraman untuk warga sekitar Gunung yang sedang mengalami erupsi.

Dengan berbagi beban bersama relawan yang merupakan warga setempat tentu saja akan mempermudah penanganan, termasuk mulai menyiapkan posko pengungsian, jalur evakuasi, penyiapan konsumsi dan alat-alat.

Selain beberapa hal penting yang terurai di atas sesuai kumpulan catatan dari Sekretaris Daerah Dewa Indra yang sempat secara langsung menangani sejumlah bencana di Bali salah satunya erupsi Gunung Agung, beliau juga menyampaikan bahwa membuat rencana cadangan (contigency plan) sehingga kita tidak gagap dalam menangani dan menghadapi bencana-bencana yang kemungkinan akan berulang dengan jangka waktu yang belum pernah kita ketahui terjadinya, yang kemudian dilanjutkan dengan gladi lapangan bersama TNI-Polri. “Sehingga ketika terjadi lagi bencana selanjutnya kita akan aiap untuk melakukan operasional plan,” tegas Sekda Dewa Indra.

Persoalan bandara juga menjadi penting karena saat erupsi Gunung Agung menyebabkan terganggunya penerbangan yang menyebabkan tertutupnya bandara, sehingga penting dilakukan pintu masuk terutama bandara atau jalur komunikasi alternatif, sehingga jika terjadi bencana kita semua memiliki bandara alternatif. “Pentingnya memiliki jalur komunikasi alternatif agar masih memiliki sumber mengalirkan daya pertolongan bencana tetapi untuk tetap menghidupkan perekonomian. Karena bandara tertutup, arus kedatangan tertutup, wisatawan tertutup maka kami akan mengalami bencana dan tidak ada perputaran ekonomi yang menyebabkan kami mengalami dua kali hantaman, hal ini menjadi pelajaran bagi Bali untuk mengambil langkah alternatif dalam menghadapi bencana ke depan,” tegas Sekda Dewa Made Indra. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Pingsan di Gunung Agung

Published

on

By

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pendaki yang pingsan di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.

Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.

“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.

Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.

Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.

Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Proyek Strategis Pengendali Banjir di Kuta

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pengendali banjir di Kecamatan Kuta
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).

Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.

“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.

Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.

Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.

“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati dan Wabup Badung Tinjau Proyek Jalan Lingkar Barat

Percepat Solusi Kemacetan Badung Selatan dan Tengah

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Badung
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.

Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.

Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.

Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.

“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.

“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca