Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid -19 (25/8) di Denpasar, Kasus Sembuh dan Positif kembali Tunjukkan Tren Fluktuatif

BALIILU Tayang

:

de
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai

Denpasar, baliilu.com – Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Denpasar kembali menunjukkan tren yang fluktuatif. Pada hari Selasa (25/8) tercatat penambahan kasus sembuh sebanyak 6 orang, sedangkan penambahan kasus positif melampaui kasus sembuh harian, yakni sebanyak 9 orang. Dimana, penambahan kasus positif ini tersebar di 9 desa/kelurahan.

“Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Denpasar menunjukkan penambahan kasus positif sebanyak 9 orang yang tersebar di 9 desa/kelurahan, artinya masing-masing dari 9 desa/kelurahan mencatatkan penambahan 1 orang pasien positif, yakni Desa Dangin Puri Kangin, Kelurahan Tonja, Desa Kesiman Kertalangu, Kelurahan Kesiman, Desa Dauh Puri Kaja, Desa Peguyangan Kaja, Desa Ubung Kaja, Desa Tegal Harum dan Desa Sanur Jauh. Sementara kasus sembuh juga bertambah 6 orang, masyarakat harus lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar di ruang Press Room Kantor Walikota, Selasa (25/8).

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif Covid-19 masih fluktuatif di Kota Denpasar. Dimana, di tengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif Covid-19. Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak. Terlebih saat ini kita bersama-sama sedang bersiap untuk pemulihan ekonomi daerah dan nasional.

Dewa Rai menambahkan walaupun saat ini kita sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru dengan aktivitas masyarakat yang mulai kembali ke rutinitasnya, namun kasus positif baru di internal keluarga, tempat kerja dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah  masih menunjukkan peningkatan. Klaster baru inilah yang patut kita waspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

Baca Juga  Tinjau TOSS Karangdadi, bila Seluruh Desa Miliki TOSS, Ny. Putri Koster Optimis Persoalan Sampah akan Teratasi di Bali

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih  mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai.

Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.  Karena dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini terdapat dua cara. Yakni tracing masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan.

Secara kumulatif kasus positif tercatat sebanyak 1.546 kasus, sementara itu, jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar menjadi 1.445  (93,45 persen), 15 (0,97 persen) orang meninggal dunia, dan  86  (5,58 persen) orang masih dalam perawatan. 

Kasus Positif : Desa Dangin Puri Kangin seorang laki-laki usia 29 tahun, Kelurahan Tonja seorang laki-laki usia 75 tahun, Desa Kesiman Kertalangu seorang laki-laki usia 63 tahun, Kelurahan Kesiman seorang laki-laki usia 44 tahun, Desa Dauh Puri Kaja seorang laki-laki usia 67 tahun, Desa Peguyangan Kaja seorang perempuan usia 22 tahun, Desa Ubung Kaja seorang laki-laki usia 51 tahun, Desa Tegal Harum seorang perempuan usia 32 tahun, Desa Sanur Kauh seorang perempuan usia 64 tahun. (*/eka)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Verifikasi Faktual Mangupura Award 2026 di Sekretariat Daerah Kabupaten Badung

Published

on

By

Tim Verifikasi Mangupura Award 2026 melakukan verifikasi faktual di Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung.
VERIFIKASI: Tim Verifikasi saat memverifikasi Sekretariat Daerah Kabupaten Badung di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (27/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Masuk nominasi 10 besar, Sekretariat Daerah Kabupaten Badung mengikuti Verifikasi Faktual Mangupura Award Tahun 2026, Kamis (27/8). Tim Verifikasi diterima di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung. Penilaian kali ini masuk pada tahap presentasi dan verifikasi lapangan. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian dokumen dan implementasi kinerja Sekretariat Daerah berdasarkan kriteria penilaian. Ada tujuh instrumen penilaian di tingkat perangkat daerah, meliputi; penatausahaan aset, tata kelola keuangan, tata kelola arsip, tata kelola sumber daya manusia, tata kelola pelayanan publik, program inovasi, serta administrasi akuntabilitas kinerja.

Tim Juri Mangupura Award Tahun 2026 yang dipimpin Putri Ayu Wijayanti dari STIKOM Bali beserta anggota tim juri, diterima Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana. Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Luh Suryaniti, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan serta para Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Badung.

Mangupura Award merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Badung kepada Perangkat Daerah yang menunjukkan kinerja unggul, tata kelola pemerintahan yang baik, serta komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan inovasi. Penghargaan ini sekaligus menjadi instrumen strategis dalam mendorong penguatan reformasi birokrasi, peningkatan akuntabilitas kinerja, serta terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi hasil.

Asisten Bidang Administrasi Umum, Wayan Wijana menyampaikan apresiasi kehadiran tim penilai Mangupura Award 2026 di Sekretariat Daerah Kabupaten Badung. Menurutnya keberhasilan masuk nominasi 10 besar merupakan kerja keras, kerja sama, dan komitmen dari seluruh Bagian di Sekretariat Daerah Kabupaten Badung. Melalui verifikasi dari Tim Juri diharapkan seluruh jajaran Sekretariat Daerah dapat memberikan gambaran yang utuh kepada tim juri bahwa dokumen yang telah diunggah benar-benar dapat dibuktikan sesuai pelaksanaan di lapangan. Selain verifikasi dokumen, tim juri juga diharapkan memperoleh informasi secara lengkap mengenai pelaksanaan pelayanan publik, berbagai inovasi yang telah dilakukan, serta capaian-capaian yang diraih Sekretariat Daerah Kabupaten Badung.

Baca Juga  Tinjau TOSS Karangdadi, bila Seluruh Desa Miliki TOSS, Ny. Putri Koster Optimis Persoalan Sampah akan Teratasi di Bali

Sementara Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agus Aryawan menjelaskan, keberadaan Mangupura Award menjadi instrumen penting dalam mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan kinerja perangkat daerah. Karena itu, Sekretariat Daerah Kabupaten Badung memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Mangupura Award.

Ia menilai indikator penilaian yang digunakan dalam Mangupura Award memiliki keterkaitan erat dengan berbagai aspek evaluasi dan pemeriksaan eksternal yang harus dipersiapkan oleh pemerintah daerah.

“Verifikasi faktual Mangupura Award tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum bagi Sekretariat Daerah untuk memastikan seluruh tata kelola, administrasi, pelayanan, inovasi, dan akuntabilitas kinerja berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

“Pamikukuh“ Prajuru Desa Adat Pecatu Periode 2026-2031

Bupati Adi Arnawa Tekankan Sinergi Pemerintah dan Desa Adat Jaga Masa Depan Pecatu

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Upacara Pamikukuh miwah Pajaya-jayaan Prajuru Desa Adat Pecatu masa ayahan 2026-2031 di Pecatu, Kuta Selatan.
HADIRI PAMIKUKUH: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Upacara “Pamikukuh miwah Pajaya-jayaan” Prajuru Desa Adat Pecatu, masa ayahan Isaka Warsa 1948-1953 atau 2026-2031, di Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis (27/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pesatnya perkembangan Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi masyarakat setempat. Di tengah geliat pariwisata dan investasi yang kian masif, sinergi pemerintah dengan desa adat dinilai menjadi kunci agar pertumbuhan kawasan tetap sejalan dengan daya dukung lingkungan, sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Upacara Pamikukuh miwah Pajaya-jayaan Prajuru Desa Adat Pecatu, masa ayahan Isaka Warsa 1948-1953 atau 2026-2031, Kamis (27/8).

Dalam kesempatan itu, Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan selamat kepada Bendesa Adat Pecatu terpilih I Made Sutama beserta jajaran prajuru yang dikukuhkan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada prajuru sebelumnya yang telah menuntaskan masa ayahan dan meletakkan fondasi bagi keberlanjutan tata kelola Desa Adat Pecatu. Ia berpesan agar kepemimpinan baru tetap berpegang pada awig-awig dengan mengedepankan tata kelola yang transparan, terbuka, serta dilandasi semangat mengayomi dan merangkul seluruh krama.

“Dalam menjalankan awig sekaligus tata kelola agar tetap satu. Dalam pengambilan keputusan harus transparan, terbuka dan harus ada semangat mengayomi, merangkul,” tegasnya.

Ia menilai Bendesa Adat Pecatu yang baru memiliki pengalaman birokrasi yang tidak perlu diragukan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi modal dalam mengelola desa adat yang kini menghadapi perkembangan wilayah cukup pesat. Menurut Adi Arnawa, Pecatu merupakan salah satu kawasan strategis di Badung Selatan yang tengah berkembang menjadi destinasi pariwisata unggulan. Perkembangan tersebut turut mendorong pertumbuhan investasi dan populasi, sehingga membutuhkan tata kelola yang semakin matang. Karena itu, ia meminta Bendesa Adat bersama seluruh prajuru dapat menyikapi perkembangan tersebut dengan cermat. Terlebih Desa Adat Pecatu bersama Puri Agung Jro Kuta merupakan pengempon Pura Luhur Uluwatu, salah satu Pura Sad Kahyangan di Bali.

Baca Juga  Gugah Tingkatkan Disiplin Prokes, Kelurahan Dangin Puri Gelar Patroli Wilayah, Sosialisasi dan Edukasi Rutin

Bupati Adi Arnawa juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang dalam melihat perkembangan Pecatu. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah, menurutnya, harus mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat lokal.

“Mulai hari ini diharapkan merubah mindset. Dengan pembangunan yang semakin masif ke Pecatu, terutama pembangunan infrastruktur, saya meyakini ekonomi masyarakat di Pecatu akan semakin meningkat. Tentunya tantangannya juga akan semakin meningkat,” katanya.

Sebagai kawasan yang menjadi salah satu pusat akomodasi wisata, pemerintah dan desa adat seyogyanya berjalan beriringan dalam menjaga geliat pariwisata Pecatu agar tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan karakter dan keberlanjutan kawasan. Ia pun mengajak Desa Adat Pecatu tidak hanya menjadi penerima dampak pembangunan, tetapi turut mengambil peran dalam penataan pariwisata.

“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Ayo membangun sinergi antara pemerintah dengan desa adat,” ajaknya sembari mengajak masyarakat agar banyak belajar juga dari desa adat lainnya dalam membangun sinergi yang baik antara desa adat dengan pemerintah.

Ia berharap kepemimpinan baru Desa Adat Pecatu mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan nilai-nilai adat. Dengan demikian, perkembangan pariwisata tidak hanya dinikmati generasi sekarang, tetapi juga tetap menjadi warisan bagi anak cucu.

“Tantangan bagi Bendesa Adat dan prajuru sekalian, mari menjaga bersama agar pariwisata ini bisa dinikmati anak cucu kita ke depan,” pungkasnya.

Bendesa Adat Pecatu terpilih I Made Sutama mengatakan, jajaran prajuru baru mulai menjalankan tugas setelah prosesi pengukuhan. Sebanyak 28 orang prajuru akan mengemban tanggung jawab dalam masa ayahan 2026-2031. Ia menyampaikan terima kasih kepada panitia pemilihan yang telah menyelesaikan seluruh tahapan hingga terpilihnya Bendesa Adat Pecatu yang baru.

Pihaknya akan melanjutkan program kerja yang telah disusun prajuru sebelumnya dan masih tersisa sekitar empat bulan. Selanjutnya, program kerja untuk 2027 akan mulai disusun pada November mendatang berdasarkan visi dan misi yang dibawa saat pencalonan, dengan tetap melakukan evaluasi terhadap program sebelumnya.

Baca Juga  KUA PPAS Perubahan APBD 2020, Bupati Giri Prasta Komit Prioritaskan untuk Ringankan Beban Masyarakat

“Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada prajuru sebelumnya yang telah meletakkan pondasi landasan yang bagus untuk kami lanjutkan. Kalau ada yang belum dilaksanakan, kami akan laksanakan. Kalau perlu ada yang kami evaluasi, kami akan evaluasi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah selesai tugasnya dan berhasil menghasilkan serta mewujudkan Kelian Desa Adat yang baru,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan krama Desa Adat Pecatu agar pelaksanaan swadarma sebagai Bendesa Adat dapat berjalan baik dan membawa Pecatu ke arah yang lebih baik. Ia menegaskan penguatan tata kelola menjadi salah satu perhatian awal kepengurusan baru. Koordinasi akan dilakukan dengan staf desa adat dan seluruh prajuru untuk memastikan tugas pokok dan fungsi masing-masing berjalan jelas.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD Badung I Made Tommy Martana Putra, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya, Bendesa Adat Pecatu sebelumnya I Made Sumerta, Penglingsir Puri Jero Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, serta beberapa tokoh puri lainnya, Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung Ida Bagus Gede Widnyana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wujudkan Generasi Emas, Bunda PAUD Badung Apresiasi Gelar Kreativitas Anak PAUD/TK Se-Badung

Published

on

By

Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri Gelar Kreativitas Lomba PAUD/TK Se-Kabupaten Badung di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala.
GELAR KREATIVITAS: Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat acara Gelar Kreativitas Lomba PAUD/TK Se-Kabupaten Badung di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, kompleks Puspem Badung, Kamis (27/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengapresiasi acara Gelar Kreativitas Lomba PAUD/TK se-Kabupaten Badung, yang berlangsung di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, kompleks Puspem Badung, Kamis (27/8).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah ekspresi dan pengembangan potensi anak usia dini di seluruh wilayah Kabupaten Badung, dengan mengusung semangat pendidikan yang menyenangkan, edukatif, dan berbasis kearifan lokal.

Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung beserta jajaran, Pengawas TK se-Kabupaten Badung, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Badung, Ketua Himpunan Penyelenggara PAUD Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Badung, serta para dewan juri.

Gelar kreativitas ini diselenggarakan dengan tujuan utama memberikan wadah yang luas bagi anak usia dini untuk mengekspresikan diri secara bebas dan positif, meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan bakat dan minat sejak dini, serta menumbuhkan semangat belajar melalui konsep bermain yang mendidik. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memastikan tumbuh kembang anak Badung secara optimal, sebagai fondasi terwujudnya Generasi Emas Badung.

Berbagai cabang lomba telah disiapkan dan diikuti oleh ratusan peserta PAUD/TK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Badung, meliputi: Lomba Mewarnai diikuti 60 peserta dari TK se-Kabupaten Badung, Lomba Kolase diikuti 60 peserta, Lomba Finger Painting diikuti 60 peserta, Lomba Meronce diikuti 60 peserta, Lomba Memasukkan Bola ke dalam Keranjang diikuti 60 peserta, dengan 10 tim di setiap kecamatan se-Kabupaten Badung, Lomba Tari Baris Tunggal diikuti 6 peserta se-Kabupaten Badung, Lomba Pakaian Adat ke Pura diikuti 6 peserta, Lomba Celoteh Anak dan Lomba Dolanan (permainan tradisional anak).

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, guru, pengawas, serta orang tua yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. “Anak-anak adalah harta paling berharga dan harapan masa depan Kabupaten Badung. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya mengasah kreativitas dan bakat mereka, tetapi juga menanamkan kepercayaan diri, keberanian tampil, serta rasa cinta terhadap budaya dan kearifan lokal kita sejak usia dini. Semangat bermain sambil belajar adalah kunci utama tumbuh kembang anak yang sehat dan bahagia,” ujarnya.

Baca Juga  Tinjau TOSS Karangdadi, bila Seluruh Desa Miliki TOSS, Ny. Putri Koster Optimis Persoalan Sampah akan Teratasi di Bali

Bunda PAUD juga berharap agar semangat kreativitas ini terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga setiap anak di Badung dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Ia juga mengapresiasi keikutsertaan anak-anak dalam lomba bernuansa budaya seperti pakaian adat dan dolanan, yang merupakan langkah luar biasa dalam melestarikan warisan leluhur. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca