Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SASTRA

Wabup Suiasa Beri Pengarahan kepada Duta Badung yang akan Wakili Utsawa Dharma Gita Nasional 2021

BALIILU Tayang

:

de
BERI ARAHAN: Wabup Suiasa saat memberikan pengarahan kepada duta Badung yang mewakili Provinsi Bali pada Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional 2021 di Padangsambian Kaja Denpasar, Senin (7/6)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa memberikan pengarahan kepada duta Utsawa Dharma Gita Badung yang mewakili Provinsi Bali dalam pelaksanaan lomba Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional 2021. Acara yang dilaksanakan di Kediaman Ketua Widya Sabha Kabupaten Badung I Wayan Sudiasa, Padangsambian Kaja Denpasar, Senin (7/6) ini turut dihadiri Widya Sabha Provinsi Bali Prof. Dr. I Made Surada, M.Ag, Kadis Kebudayaan I Gede Eka Sudarwitha, Widyasahba Kabupaten Badung I Wayan Sudiasa, pembina dari Widya Sabha Provinsi dan Widya Sabha Kabupaten Badung serta duta Utsawa Dharma Gita Kabupaten Badung.

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan sloka oleh I Gusti Agung Ayu Sibang Ishyana Putri dan dharma wacana dengan bahasa Inggris oleh Ida Ayu Regina Cahyani.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Suiasa menyampaikan Pemerintah Kabupaten Badung akan terus mendorong dan memberikan ruang bagi anak bangsa di Kabupaten Badung untuk terus berkarya di bidang apa saja. Apalagi kegiatan seperti ini yang secara langsung dan tidak langsung dapat menghidupkan serta menumbuhkembangkan nilai-nilai sastra seni dan budaya.

“Mari secara Bersama-sama kita terus mendorong anak-anak dan generasi muda untuk terus menggaungkan dan mengambil makna baik itu sloka, sastra dan pesan pesan moral yang terkandung dalam dharma wacana yang disampaikan dengan manis dan lugas yang penuh dengan nilai-nilai religius Hindu. Selamat dan sukses bagi duta Utsawa Dharma Gita Kabupaten Badung yang akan mengikuti lomba nanti di tingkat Nasional 2021. Lakukan yang terbaik untuk Badung dan Bali, yang tidak kalah penting, ajang ini diharapkan dapat memperkokoh rasa saling asah, asih, dan asuh masyarakat dan insan se-dharma dalam menghadapi dampak negatif globalisasi dan teknologi informasi,” ujar Wabup. 

Lebih lanjut dikatakan, Utsawa Dharma Gita merupakan upaya mengajegkan sastra budaya dan agama, dimana arus global yang terus merangsek dengan budayanya yang begitu kuat. Kalau ini tidak cepat dan dilakukan secara Bersama-sama untuk melestarikan, ditakutkan generasi muda nanti melupakan Dharma Gita ini. “Saya berharap Utsawa Dharma Gita menjadi bagian yang tidak terpisahkan di masyarakat untuk bisa bersaing hari ini dan di masa mendatang dalam partisipasinya membangun negeri NKRI yang kita cintai ini,” imbuh Wabup.

Sementara itu Ketua Widya Sabha Badung I Wayan Sudiasa menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Badung serta bimbingan dari Dinas Kebudayaan Badung yang tidak henti-hentinya memberikan semangat, baik support serta ruang dan waktu bagi Widyasabha Badung.

Pihaknya melaporkan bahwa Lomba Utsawa Dharma Gita tingkat Nasional 2021 perwakilan anak-anak dari 6 kecamatan se-Badung, dimana nantinya akan dilaksanakan secara virtual mengingat pandemi Covid-19, namun tidak mengurangi makna dan arti dari lomba Utsawa Dharma Gita.

 “Dengan apa yang telah diraih selama ini oleh duta Kabupaten Badung akan terus menjadi napas dan semangat kami seperti puputan Badung dengan wirang dan jengah untuk nindihin Gumi Badung untuk Bali. Tuntunan restu baik moril dan penyemangat sangat berarti bagi kami beserta para duta Badung yang akan melakukan lomba nantinya,” ujarnya.

Ditambahkan Ketua Widya Sabha Provinsi Bali Prof. Dr.  I Made Surada. M.Ag. bahwa sekalipun lomba Utsawa Dharma Gita dilakukan dengan virtual pihaknya berharap adik-adik dari Badung yang menjadi duta untuk Provinsi Bali tetap melakukan yang terbaik. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para pembina Pemerintah Kabupaten Badung dan semua yang terlibat di dalamnya yang bahu-membahu memberikan dorongan kepada adik-adik yang mewakili Bali di tingkat Nasional,” katanya.

Dikatakan dalam lomba nanti yang menjadi materi utama diantaranya pembacaan sloka, palawakya, kakawin, kidung, geguritan, dharma wacana berbahasa Bali, dharma wacana berbahasa Inggris, dharma widya, dan menghafal sloka. “Kami yakin dan percaya prestasi Duta Bali dari Kabupaten Badung sudah tidak diragukan lagi, dengan apa yang telah diraih dan ditunjukkan selama ini,” imbuhnya.

Untuk memberikan semangat dan motivasi, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa secara pribadi menyerahkan dana motivasi sebesar 5 juta yang diterima langsung oleh Ketua Widya Sabha Kabupaten Badung I Wayan Sudiasa. (bt)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SASTRA

Putri Koster Kunjungi Teater Angin di SMAN 1 Denpasar, Dukung Penuh Semangat Seni Generasi Muda

Published

on

By

Putri Koster
TINJAU LATIHAN: Ibu Putri Suastini Koster, saat secara langsung meninjau latihan kelompok Teater Angin di SMA Negeri 1 Denpasar, Selasa (8/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Komitmen kuat terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali kembali ditunjukkan oleh Ibu Putri Suastini Koster, yang secara langsung meninjau latihan kelompok Teater Angin di SMA Negeri 1 Denpasar, Selasa (8/7). Kehadiran Ibu Putri tidak sekadar sebagai istri Gubernur Bali, tetapi juga sebagai pendiri Teater Angin, bersama salah satu pendiri lainnya, Ibu Ayu Rasmini.

Dalam suasana hangat yang berlangsung di Aula SMAN 1 Denpasar, Ibu Putri mengungkapkan rasa bangganya melihat semangat berkesenian yang terus tumbuh di kalangan pelajar. Ia mengenang masa-masa aktifnya di dunia teater sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

“Dulu saya diberi ruang untuk belajar dan berproses di dunia teater. Sekarang, saya ingin memberi ruang dan menjadi contoh. Teater telah memberikan saya pengalaman lahir dan batin,” ungkapnya dengan penuh emosi.

Lebih dari sekadar seni pertunjukan, menurut Ibu Putri, teater merupakan media ampuh untuk membentuk karakter, melatih kepekaan sosial, mengenali berbagai sisi kemanusiaan, dan mengasah ingatan serta keberanian. Ia juga mendorong para siswa untuk melangkah lebih jauh dengan menulis naskah sendiri dan mengembangkan kreativitas pertunjukan secara menyeluruh.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Ibu Putri bersama Gubernur Bali memberikan bantuan apresiasi senilai Rp 65 juta kepada kelompok Teater Angin. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi, memperluas wawasan seni, dan membangun kolaborasi lebih luas, termasuk dengan stasiun TVRI yang direncanakan akan menjadi mitra tayang bagi komunitas teater lokal.

“Saya ingin bisa berkolaborasi dengan anak-anak muda. Selain mengisi diri dengan ilmu, pengalaman dalam seni juga penting untuk membentuk karakter dan jati diri,” tutupnya, sebelum menyaksikan langsung latihan anak-anak Teater Angin.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen apresiasi, tetapi juga menjadi simbol harapan bahwa dunia seni di Bali akan terus hidup melalui generasi muda yang tekun, kreatif, dan penuh semangat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Jaga Tradisi Keaksaraan, Ny. Putri Koster Apresiasi Buku “Semua Karena Nirankara?”

Published

on

By

Semua Karena Nirankara
PELUNCURAN BUKU: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri peluncuran buku "Semua Karena Nirankara?" karya Andre Syahreza di Sutasoma Lounge, The Meru Sanur, pada Jumat (21/3/2025). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri peluncuran buku “Semua Karena Nirankara?” karya Andre Syahreza di Sutasoma Lounge, The Meru Sanur, pada Jumat (21/3/2025). Peluncuran karya ber-genre fiksi ini ditandai dengan penyerahan hard cover buku “Semua Karena Nirankara?” dari Andre Syahreza kepada Ny. Putri Koster.

Ny. Putri Koster, yang juga dikenal sebagai penggiat sastra, menyambut baik karya yang terinspirasi dari novel fenomenal “Sukreni Gadis Bali” karya Anak Agung Pandji Tisna. “Ini menarik, karena Ibu juga mengikuti proses syuting di Lovina saat Sukreni Gadis Bali difilmkan,” ucapnya.

Ia merasa bangga melihat anak muda yang menekuni dunia sastra. “Benang merah dari peluncuran buku ini adalah memastikan bahwa penulisan konvensional tidak terhenti, sehingga tradisi keaksaraan di Bali tetap terjaga,” terangnya. Perempuan yang juga dikenal sebagai penekun puisi ini berpesan agar para penulis tidak berhenti berkarya. “Masih banyak hal yang bisa digali dari budaya Bali untuk diangkat dalam karya sastra,” ungkapnya.

Secara khusus, Putri Koster berpendapat bahwa buku “Semua Karena Nirankara?” patut diapresiasi karena mengusung tema perempuan. Ia berharap adaptasi Sukreni ke Nirankara mampu mengharmoniskan ruang tradisi dan modernitas. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya menggambarkan perempuan secara autentik. “Bukan bermaksud menjelekkan, tetapi perempuan masa kini harus belajar memahami apa yang seharusnya ia lakukan,” tandasnya sembari menambahkan bahwa perempuan adalah kekuatan (power) atau sakti bagi laki-laki.

Pada kesempatan itu, perempuan yang dikenal sebagai penyair ini juga mendorong kemunculan talenta baru di bidang sastra yang mengikuti jejak Andre Syahreza. Untuk mewadahi karya sastra, ia menyampaikan bahwa Pemprov Bali memiliki ajang Festival Bali Jani, yang telah berjalan selama lima tahun. “Melalui ajang ini, kita mendorong anak muda untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan perkembangan zaman. Selanjutnya, jika Pusat Kebudayaan Bali telah rampung, akan digelar Bali International Book Fair. Karena kita sebagai tuan rumah, harus ada karya dari penulis lokal,” sebutnya.

Mengakhiri sambutannya, Putri Koster menyampaikan selamat atas terbitnya karya Andre Syahreza. Ia juga memuji sikap terbuka Andre yang secara jelas mencantumkan bahwa karyanya terinspirasi dari Sukreni Gadis Bali. “Teruslah berkarya dan berikan pencerahan bagi masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Andre mengungkapkan bahwa novel pertamanya ini ia rancang untuk Generasi Z. “Dari segi kebahasaan, ringan. Ini memang bukan karya untuk sastrawan, tetapi bagi mereka yang baru memasuki dunia sastra,” tambahnya. Dengan demikian, sastra tidak lagi terkesan berat dan menakutkan. “Agar bisa berkembang, karya sastra harus terasa lebih ringan,” ujarnya.

Sebagai informasi, novel “Semua Karena Nirankara?” merefleksikan interaksi sosial yang dipengaruhi oleh motif ekonomi, dorongan nafsu, dan relasi kuasa. Cerita bermula dari kehidupan Ni Made Ayu Nirankara, seorang wanita muda pemilik Kafe Bara. Bersama suaminya yang telah berumur, ia menyusun skenario tak lazim demi menarik lebih banyak pengunjung ke kafe mereka yang sepi di Bali Utara. Rencana mereka pun mengundang berbagai persoalan terkait asmara. Cerita semakin penuh teka-teki dengan kehadiran Tala, seorang gadis lugu nan cantik, yang direkrut menjadi pramusaji di Kafe Bara. Keberadaannya membuat eskalasi cerita semakin dramatis dan membara.

Peluncuran novel “Semua Karena Nirankara?” dihadiri oleh sejumlah penulis nasional, termasuk Dee Lestari dan Henry Manampiring. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Lestarikan Naskah Kuno, Disbud Badung Gelar Konservasi Lontar

Published

on

By

adv
PELESTARIAN: Disbud Badung bersama tim saat melaksanakan kegiatan pelestarian naskah kuno (lontar) di Griya Semara Kencana, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (19/7/2024). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan menggelar Konservasi Lontar di Griya Semara Kencana, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (19/7/2024). Kegiatan pelestarian dan perlindungan terhadap keberadaan naskah-naskah kuno atau lontar ini dilakukan agar kekayaan budaya tersebut tetap lestari dan terlindungi secara fisik dari kerusakan.

Kepala Bidang Sejarah Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ni Nyoman Indrawati menjelaskan, program tersebut sudah terlaksana sejak tahun 2012 hingga kini. Menurutnya, naskah kuno atau sering disebut manuskrip merupakan salah satu objek Pemajuan Kebudayaan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Dijelaskan lebih lanjut kegiatan pelestarian naskah kuno tersebut menyasar sepuluh lokasi yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Badung. Pihaknya mengatakan sejak tahun 2012 sampai akhir tahun 2023 jumlah lontar yang terdata sebanyak 3.200 cakepan lontar. Pihaknya menyebut lontar dalam kondisi baik berjumlah 2.462 cakepan lontar, dan dalam kondisi kurang baik berjumlah 736 cakepan lontar.

Terkait ada beberapa lontar yang kondisinya kurang baik ia turut prihatin. “Kondisi kurang baik ini cukup memprihatinkan, lontar yang ada di masyarakat perlu kita gali, perlu kita lestarikan. Karena lontar ini merupakan salah satu sumber sejarah, sumber ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu tidak bisa kita nilai dengan rupiah, dan bila itu sampai hilang akan banyak ilmu pengetahuan akan lenyap tidak turun ke generasi berikutnya. Melalui kegiatan ini, kami berharap sosialisasi kami ini bisa sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung berkolaborasi dengan Penyuluh Bahasa Bali seperti, membersihkan lembaran lontar dengan menggunakan cairan alami yang terbuat dari tanaman sereh, kemudian konservasi serta penyusunan katalog lontar.

Disinggung mengenai penyelamatan naskah kuno atau lontar, Dinas Kebudayaan telah melakukan berbagai upaya seperti mereproduksi atau menyalin ulang terhadap beberapa lontar yang dinilai layak untuk dikoleksi oleh Dinas Kebudayaan. Dari hasil reproduksi, lontar-lontar tersebut selanjutnya didigitalisasi agar masyarakat luas menjadi lebih mudah untuk mengakses informasi yang tersimpan dalam lontar melalui perangkat teknologi.

Ke depan pihaknya menekankan agar masyarakat lebih terbuka dalam memberikan informasi dan data-data kepada Pemerintah Kabupaten Badung melaui Dinas Kebudayaan, jika di wilayahnya ada tersimpan naskah kuno atau lontar. Selain itu, jika ada masyarakat yang ingin naskah kuno atau lontarnya dirawat agar dapat menghubungi Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung.

“Kegiatan ini akan berkelanjutan dengan menyasar lokus-lokus baru. Jika kami tidak menemukan lokus baru, kami akan menyempurnakan kembali ataupun kita mengkonservasi secara berkala lontar-lontar yang ada di masyarakat. Sehingga akan terus menambah data dan informasi sejarah yang kita miliki di Kabupaten Badung,‘‘ imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca