Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wabup Suiasa Mendem Pedagingan di Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar Kerobokan

BALIILU Tayang

:

de
HADIRI UPACARA: Wabup Suiasa bersama Ketua DPRD Putu Parwata saat menghadiri Upacara Melaspas, Mendem Pedagingan di Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar Desa Adat Kerobokan, Kamis (15/4).

Badung, baliilu.com – Seiring rampungnya perbaikan pelinggih di Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar Desa Adat Kerobokan, bertepatan dengan rahina Weraspati Umanis Wuku Dungulang atau Umanis Galungan, Kamis (15/4), dilaksanakan Upacara Melapas, Mendem Pedagingan, Karya Ngenteg Linggih Mapedudusan Agung Menawa Ratna Tawur Balik Sumpah lan Nyurud Ayu dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Upacara yang di-puput oleh Ida Pedanda Gede Tarukan Manuaba dari Griya Dalung ini juga dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang sekaligus mendapat kehormatan melakukan prosesi mendem pedagingan di Pelinggih Pepelik disertai menyerahkan punia sebesar Rp 25 juta dan dari Ketua DPRD I Putu Parwata Rp 5 juta kepada Manggala Karya I Ketut Kardiasa.  

Dalam kesempatan tersebut Wabup Suiasa merasa senang dan bahagia serta mengapresiasi pelaksanan Upacara Melapas, Mendem Pedagingan, Karya Ngenteg Linggih yang sudah berjalan dengan baik sebagai bukti bakti yadnya kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan harapan agar masyarakat menemukan keselamatan dan kerahayuan terlebih dalam suasana hari suci Galungan.

”Saya selaku pemerintah merasa senang masyarakat pengempon Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar Kerobokan ini tetap mampu melaksanakan yadnya walaupun dalam situasi Covid-19. Dengan terlaksananya upacara ini kami berharap masyarakat tetap bersatu mendoakan agar wilayah Bali khususnya di wilayah Badung, wabah Covid-19 segera berlalu dan kehidupan kembali normal,” harapnya.

Di samping itu pejabat asal Pecatu ini juga mengajak seluruh masyarakat di Badung agar tetap menaati protokol kesehatan serta mengikuti vaksinasi Covid-19 di masing-masing desa. Karena hanya dengan disiplin dalam penerapan prokes, wabah Covid-19 ini dicegah. “Saat ini selain mengimbau disiplin menerapkan prokes, Pemerintah Kabupaten Badung juga sedang gencar memberikan vaksinasi kepada masyarakat. Untuk itu saya harap masyarakat ikut mensukseskan program vaksinasi dalam upaya mempercepet terwujudnya zona hijau di Kabupaten Badung,” katanya.

Baca Juga  Wabup Suiasa Buka Bimtek Enumerator Penggunaan Aplikasi SIDT

Sementara itu, Manggala Karya I Ketut Kardiasa mewakili krama pengempon Banjar Anyar Desa Adat Kerobokan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung khususnya kepada Bupati Badung yang sudah membantu perbaikan pelinggih di Pura Dalem Kahyangan ini. Di samping itu, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati dan Ketua DPRD Badung yang sudah berkenan hadir sekaligus mendoakan upacara berjalan dengan lancar.

“Kami krama pengempon pura bersatu untuk memperbaiki bangunan parahyangan Ida Bhatara di Pura Dalem Kahyangan yang sebelumnya sudah mendapatkan bantuan dari Bapak Bupati Badung sebesar Rp 1,5 M,” ujarnya seraya menambahkan pengempon terdiri dari 2 banjar dengan jumlah KK kurang lebih ada 450 KK ditambah dari Banjar Silayukti kurang lebih 11 KK.

Ditambahkan serangkaian pelaksanaan Upacara Melapas, Mendem Pedagingan Karya Ngenteg Linggih Mapedudusan Agung Menawa Ratna Tawur Balik Sumpah lan Nyurud Ayu ini sudah dimulai dari bulan Desember lalu yakni atur piuning tanggal 29 Desember 2020, Nuasin Karya tanggal 18 Januari 2021 dan puncak karya pada tanggal 16 April 2021.

Upacara turut dihadiri Ketua DPRD I Putu Parwarta bersama Anggota DPRD AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Kadis Kebudayaan I Gede Eka Sudarwitha, Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan I Wayan Wirya, Direktur PDAM I Wayan Suyasa, Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana, Bendesa Adat Kerobokan A.A.Putu Sutarja, Lurah Kerobokan AA Oka Wiranata beserta pengempon pura. (bt)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Upacara ‘‘Caru Balik Sumpah‘‘ dan ‘‘Nawa Gempang‘‘ di Desa Sibanggede

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Pemkab Badung Konsen Majukan UMKM Melalui Pemanfaatan Digitalisasi Usaha

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  ‘‘Karya Ngenteg Linggih‘‘ di Gedung Mako Polres Bandara Ngurah Rai

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca