Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wabup Suiasa Tandatangani Kesepakatan Bersama Gubernur Bali, Terkait Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

BALIILU Tayang

:

de
KOMITMEN PENGELOLAAN SAMPAH: Wabup Suiasa menandatangani kesepakatan bersama Gubernur Bali dalam rangka komitmen bersama pengelolaan sampah berbasis sumber di wilayah desa dan desa adat, Selasa (1/6), di Gedung Jaya Sabha Denpasar.

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menghadiri rapat pengarahan sekaligus menandatangani kesepakatan bersama Gubernur Bali dalam rangka komitmen bersama pengelolaan sampah berbasis sumber di wilayah desa dan desa adat sebagai implementasi Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019, Selasa (1/6), bertempat di Gedung Jaya Sabha Denpasar.

Turut mendampingi Wabup, Kadis LHK I Wayan Puja, perwakilan dari Bappeda, PMD, PUPR, Perindustrian dan Perdagangan, Ketua Forum Perbekel/Lurah Kabupaten Badung Kadek Sukarma, Ketua Majelis Desa Adat Madya A.A. Putu Sutarja serta seluruh perbekel/lurah dan bendesa adat se-Kabupaten Badung.

Wabup Suiasa menyampaikan pihaknya sangat siap untuk menerima arahan dari Gubernur berkaitan dengan pengelolaan sampah berbasis sumber yang menjadi kebijakan Gubernur dan tentunya nanti akan sampai kebijakan bersama di seluruh Kabupaten Badung dari tingkat desa adat sampai desa/kelurahan. “Nantinya apa pun yang menjadi arahan Gubernur, terlebih kebijakan ini sudah menjadi kebijakan strategis. Ini merupakan bagian integral dari kita bersama-sama dalam penyelenggaraan pemerintah, masyarakat dan pembangunan di Provinsi Bali,” ujar Wabup.

Wabup menjelaskan, terkait penanganan sampah di Badung, pihaknya telah melakukan penanganan sampah di TPST Mengwitani dengan prinsip dari hulu ke hilir, sampah diolah menggunakan mesin pengolahan sampah dan dipilah, selanjutnya untuk sampah organiknya dijadikan pupuk. Untuk skema pengelola sampah di Kabupaten Badung, sampah itu dapat dikategorikan dari sampah rumah tangga, sampah upakara, sampah dari publik area. Dari sampah rumah tangga ini diharapkan bisa dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat untuk dikelola serta dimanfaatkan sendiri misalnya untuk pupuk ataupun dimanfaatkan secara ekonomi untuk kompos rumah tangga, bisa untuk biopori, sumur resapan maupun bisa digunakan biogas organik.

“Di tingkat rumah tangga, sebisa mungkin sampah sudah terpilah, mana sampah yang bisa diolah jadi kompos dan mana yang tidak bisa diolah, dengan begitu, memudahkan pemilahannya saat diangkut ke TPST 3R desa/kelurahan,“ kata Wabup Suiasa.

 Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan, implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 ini harus dilaksanakan percepatan dari tingkat desa/kelurahan dan desa adat. “Harus lebih digalakkan lagi program ini, yang nantinya sangat berperan dalam mengembalikan dan menjaga alam Bali agar tetap bersih dan indah dengan cara melaksanakan pengelolaan sampah berbasis sumber di desa-desa, sesuai dengan pedoman yang kita berikan. Ia berharap adanya sinergi antara desa/kelurahan dan desa adat setempat beserta seluruh komponen masyarakat untuk mengampanyekan dan menyosialisasikan slogan Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain,” jelasnya.

Gubernur menyatakan semua kegiatan harus dilaksanakan pada tahun 2021 atau paling lambat 2022 untuk semua desa/kelurahan serta desa adat di Pulau Dewata. Ditargetkan di tahun 2023 sudah bisa dideklarasikan bersih dari berbagai jenis sampah. Guna memperkuat pergub dengan menerbitkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 381/03-P/HK/2021 dan diterbitkannya instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat. Di sana secara rinci berisi pengaturan warga dengan membatasi perilaku yang menghasilkan banyak sampah, mewajibkan melakukan pemilahan sampah di rumah tangga, melarang warga membuang sampah ke desa dan desa adat lain, melarang warga membuang sampah tidak pada tempatnya, membatasi penggunaan bahan plastik sekali pakai sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai, melarang warga membuang sampah di danau, mata air, sungai dan laut sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai dan Laut. (bt)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Puluhan Ribu Pelajar Bali Mengenal Demokrasi dan Pemilu Sejak Dini Melalui “KPU Goes to School”

Published

on

By

Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan saat acara KPU Goes to School.
Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan saat acara KPU Goes to School. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota se-Bali berhasil menjangkau sebanyak 45.399 pelajar melalui program KPU Goes to School. Kegiatan yang dilaksanakan di bulan Juli 2026 ini merupakan bagian dari sosialisasi pendidikan pemilih dan literasi demokrasi yang menyasar pemilih pemula di jenjang SMA, SMK dan SLB, serta banyak dilaksanakan dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme para pelajar terlihat sangat tinggi. Generasi Z menunjukkan rasa ingin tahu yang besar terhadap demokrasi, penyelenggaraan pemilu, serta peran mereka sebagai pemilih pemula. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, para siswa didorong untuk memahami pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi dan mengenal proses kepemiluan sejak dini.

Melalui program ini, KPU juga berharap para pelajar memiliki kesiapan dalam menentukan pilihan ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Selain memberikan pemahaman mengenai demokrasi dan pemilu, kegiatan ini mengajak generasi muda untuk berani menyampaikan pendapat, peduli terhadap lingkungan sekitarnya, serta menanamkan semangat bahwa demokrasi dimulai dari diri sendiri.

Berdasarkan pelaksanaan KPU Goes to School oleh KPU Kabupaten/Kota se-Bali, jumlah peserta yang berhasil dijangkau meliputi KPU Kota Denpasar sebanyak 8.841 peserta, Kabupaten Badung 2.711, Kabupaten Tabanan 9.045, Kabupaten Jembrana 3.628, Kabupaten Buleleng 3.824, Kabupaten Bangli 3.301, Kabupaten Karangasem 5.250, Kabupaten Klungkung 3.768, dan Kabupaten Gianyar 5.031 peserta.

Hingga saat ini, Program KPU Goes To School di bulan juli telah menjangkau 45.399 siswa, atau 23,93% dari total 189.682 siswa SMA/SMK Negeri dan Swasta di Provinsi Bali. Capaian ini menunjukkan perluasan pendidikan pemilih kepada pemilih pemula yang akan terus dilaksanakan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Bali.

Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyambut baik capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan KPU Goes to School menunjukkan tingginya komitmen jajaran KPU Kabupaten/Kota dalam memberikan pendidikan pemilih kepada generasi muda, meskipun kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa dukungan anggaran khusus. Ia berharap program ini terus berlanjut sebagai investasi demokrasi untuk mencetak pemilih muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyongsong pemilu maupun pemilihan di masa mendatang. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Respons Cepat Bencana, Kodam IX/Udayana Gelar Latihan Operasi Gabungan TNI Bersama Lintas Instansi

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyambut kunjungan kerja Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Muzafar di Makodam IX/Udayana.
KUNKER: Kunjungan kerja Pangkogabwilhan II di Makodam IX/Udayana, Selasa (4/8/2026), disambut langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto didampingi para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Kodam IX/Udayana menerima kunjungan kerja Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II, Marsekal Madya TNI Muzafar, S.Sos., M.M., beserta rombongan pejabat Kodiklat TNI dan Danpuslat TNI, dalam rangka pelaksanaan Latihan Kesiapsiagaan Operasi (LKO) Bencana Alam Tahun 2026 yang dipusatkan di wilayah Bali dan Jawa Timur.

Kedatangan Pangkogabwilhan II di Makodam IX/Udayana, Jalan Udayana Nomor 1 Denpasar, Selasa (4/8/2026), disambut langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto didampingi para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana.

Latihan Kesiapsiagaan Operasi yang diselenggarakan oleh Kodiklat TNI berlangsung pada 3 hingga 9 Agustus 2026, dengan Makodam IX/Udayana sebagai Latihan Markas (Latmako), sementara latihan lapangan dilaksanakan di kawasan Pantai Mertasari Sanur dan Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.

Dalam Taklimat Awal yang dibacakan oleh Wadan Kodiklat TNI Marsekal Muda TNI Bambang Gunarto, S.T., M.M., M.Sc. mewakili Panglima TNI, ditegaskan bahwa latihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dalam menghadapi kontinjensi bencana alam melalui operasi gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait.

Kegiatan latihan melibatkan kekuatan lintas matra dan lintas instansi. Dari unsur TNI AD melibatkan Kodam V/Brawijaya dan Kodam IX/Udayana beserta jajaran Korem 161/Wira Sakti, Korem 162/Wira Bhakti, Korem 163/Wira Satya, satuan tempur, bantuan tempur, bantuan administrasi serta Divisi Infanteri 2/Kostrad. Dari TNI AL turut berpartisipasi Koarmada II, Kodiklatal, Lanal Denpasar, dan Lanal Banyuwangi. Sementara dari TNI AU melibatkan Koopsud, Kodiklatau, Lanud I Gusti Ngurah Rai, Lanud Abdulrachman Saleh, Lanud Muljono, serta Kopasgat.

Selain unsur TNI, latihan juga melibatkan Polda beserta jajaran, Pemerintah Daerah, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan sebagai bentuk sinergi nasional dalam menghadapi bencana.

Dalam Taklimat Panglima TNI juga menegaskan bahwa Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) memiliki peran strategis dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana alam, penanganan pengungsi, pemberian bantuan kemanusiaan, serta mendukung stabilitas wilayah sesuai tugas pokok TNI.

Konsep operasi yang diterapkan dalam latihan ini adalah melaksanakan operasi gabungan terpadu dengan mengerahkan seluruh kemampuan personel dan materiil di bawah kendali Kogabwilhan II guna merespons secara cepat, efektif, dan terkoordinasi terhadap skenario bencana alam yang terjadi di wilayah Bali dan Jawa Timur.

Pada simulasi Latihan Markas, Pangkogabwilhan II menerima direktif dari Panglima TNI yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemberian perintah kepada Pangdam IX/Udayana selaku Pangkogasgabpad untuk menyusun Petunjuk Perencanaan (Jukcan) dan Perintah Peringatan. Selanjutnya Pangdam IX/Udayana memimpin briefing Analisa Tugas Pokok sebagai dasar penyusunan rencana operasi bersama seluruh unsur yang terlibat.

Simulasi tersebut dilaksanakan secara tatap muka dan video conference di Ruang Olah Yudha Pendam IX/Udayana, sedangkan rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan berlangsung di Aula Supardi Makodam IX/Udayana.

Sementara itu Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa penyelenggaraan Latihan Kesiapsiagaan Operasi ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan sistem komando, koordinasi, serta interoperabilitas antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat.

“Melalui latihan ini, Kodam IX/Udayana bersama seluruh komponen yang terlibat terus memperkuat sinergi, meningkatkan kemampuan respons, serta memastikan setiap unsur memahami peran dan tanggung jawabnya dalam penanggulangan bencana. Harapannya, apabila terjadi bencana yang sesungguhnya, seluruh kekuatan dapat bergerak secara cepat, terpadu, dan efektif guna melindungi masyarakat serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” ujar Kapendam.

Pelaksanaan Latihan Kesiapsiagaan Operasi Bencana Alam Tahun 2026 diharapkan semakin memperkokoh kesiapan operasional TNI bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, sekaligus mempertegas komitmen TNI untuk senantiasa hadir membantu masyarakat melalui pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang secara profesional, responsif, dan terpadu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkot Denpasar Siapkan Penataan Wajah Pusat Kota

Gajah Mada Jadi Salah Satu Kawasan Prioritas

Loading

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara diskusi Penataan Wajah Pusat Kota bersama seniman
DISKUSI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat diskusi tentang Penataan Wajah Pusat Kota bersama para seniman dan pemilik toko di Jalan Gajah Mada yang berlangsung di Bhineka Djaya, pada Selasa (4/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus mematangkan rencana penataan wajah pusat kota sebagai upaya menghadirkan kawasan perkotaan yang lebih tertata, menarik, nyaman, serta mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal. Saat ini, tahapan persiapan penataan telah mulai dilakukan, termasuk oleh pihak kontraktor.

Penataan akan menyasar sejumlah titik yang menjadi landmark dan bagian penting dari wajah pusat Kota Denpasar. Di antaranya kawasan Catur Muka, penataan kawasan Lonceng, Patung Kuda, Simpang Puri Pemecutan, Simpang Tamrin, serta kawasan Suci. Mengingat kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan karakter yang kuat, penataannya membutuhkan perencanaan yang detail dan matang.

Hal ini disampaikan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Bhineka Djaya, pada Selasa (4/8).

Walikota Jaya Negara juga turut mengundang sejumlah seniman Kota Denpasar, di antaranya Putu Marmar Herayukti atau akrab disapa Marmar Herayukti dan I Komang Gede Sentana Putra, atau yang biasa disapa Kedux, untuk memberikan masukan dan pandangan terkait konsep penataan tersebut.

Pelibatan seniman ini dimaksudkan agar penataan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, namun juga mampu memperkuat karakter, identitas, dan estetika Kota Denpasar.

Pada kesempatan itu, Jaya Negara menekankan, titik-titik strategis di pusat kota diharapkan dapat menjadi landmark baru yang representatif, sekaligus memberikan kesan wajah kota yang lebih segar dan hidup.

“Penataan ini kita harapkan dapat menghadirkan wajah pusat Kota Denpasar yang lebih baru, tetapi tetap memiliki karakter dan tidak meninggalkan sejarah yang sudah ada. Karena itu, masukan dari para seniman sangat penting dalam proses penataan ini,” ujar Jaya Negara.

Penataan Gajah Mada juga akan melibatkan para pemilik toko yang berada di Jalan Gajah Mada. Dalam prosesnya, Pemkot Denpasar juga telah berkomunikasi dan berdiskusi dengan para pemilik toko yang berada di sepanjang kawasan tersebut.

“Penataan akan mencakup wajah kawasan serta pedestrian, dengan harapan kawasan Gajah Mada yang selama ini menjadi salah satu kawasan bersejarah di Denpasar dapat kembali hidup dan menjadi ruang kota yang menarik bagi masyarakat,” ungkap Jaya Negara.

Selama penataan Pemerintah Kota Denpasar juga akan menyediakan Mobil Listrik untuk membantu masyarakat yang berkunjung di Jalan Gajah Mada. Sehingga masyarakat tidak parkir di sepanjang Jalan Gajah Mada. Karena kendaraan listrik tersebut terus keliling.

Secara umum, para pemilik toko pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Salah satunya pemilik Toko Bhineka Djaya, Wirawan Tjahjadi, yang menyambut baik rencana penataan wajah kota, khususnya di sepanjang Jalan Gajah Mada.

“Kami sangat setuju dengan adanya penataan wajah kota ini, terutama di sepanjang Jalan Gajah Mada. Bahkan, untuk menjadi percontohan, bagian depan toko kami siap digunakan,” ungkapnya.

Menurutnya, penataan kawasan tersebut dapat memberikan suasana baru sekaligus mendorong kembali aktivitas masyarakat di pusat kota.

Seniman Kota Denpasar, I Komang Gede Sentana Putra atau Kedux juga menyatakan dukungannya terhadap rencana penataan pusat kota. Menurutnya, wajah kota memang perlu dirawat dan ditata secara berkala, namun tetap harus mempertahankan nilai sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.

“Secara pribadi saya sangat mendukung. Wajah kota wajib di-maintenance, bukan diganti secara total. Karena di dalamnya ada sejarah awal terbentuknya kota. Kalau ada penataan, kami sangat mendukung karena ini bisa mengangkat kota dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menilai, kawasan pusat kota memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi yang mampu menjadi titik perputaran ekonomi baru.

“Harapannya kawasan ini bisa menjadi destinasi dan pusat perputaran ekonomi. Jadi masyarakat tidak hanya lewat, tetapi bisa datang, menikmati suasana, dan berlama-lama di kawasan ini,” katanya.

Kedux menambahkan, konsep penataan saat ini masih terus digali dengan mencari karakter atau ikon yang menjadi ciri khas masing-masing kawasan di Denpasar.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Patung Kuda. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan dapat ditata menggunakan material yang lebih permanen, termasuk unsur logam, serta dilengkapi sejumlah ruang atau spot yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai maupun berfoto.

“Di kawasan Patung Kuda misalnya, akan kita lihat kembali apa yang menjadi karakter daerah tersebut. Bisa diperbarui dengan material yang lebih permanen, menggunakan logam, kemudian diberikan spot-spot agar masyarakat bisa menikmati kawasan, datang, duduk, rileks, dan berlama-lama,” jelasnya.

Selain memperkuat estetika kawasan, fasilitas pendukung juga menjadi bagian penting dalam penataan. Sejumlah fasilitas dasar seperti toilet, ruang duduk, serta spot foto diharapkan dapat tersedia sehingga kawasan pusat kota tidak sekadar menjadi jalur lalu lintas, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman.

Melalui penataan tersebut, dirinya berharap pusat kota dapat kembali menjadi kawasan yang hidup, memiliki daya tarik baru, tetap mempertahankan nilai sejarah, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Penataan wajah pusat Kota Denpasar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang lebih nyaman, berkarakter, dan memiliki ruang publik yang mampu menjadi tempat interaksi masyarakat maupun daya tarik bagi wisatawan. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca