Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wabup Suiasa Tebar 10.000 Benih Ikan Nila di Banjar Juwet Abiansemal

BALIILU Tayang

:

de
TEBAR BENIH IKAN: Wabup Suiasa saat melakukan penebaran 10.000 benih ikan nila di Dam Subak Latu Banjar Juwet Abiansemal, Jumat (21/5).

Badung, baliilu.com – Sebagai upaya dalam melestarikan ekosistem perairan tawar sekaligus mendorong program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dalam rangka Bulan Bhakti Gotong-Royong Pemerintah Desa Abiansemal, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa melaksanakan penebaran 10.000 benih ikan nila di Dam Subak Latu Banjar Juwet Abiansemal, Jumat (21/5).

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati I Ketut Suiasa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Desa Abiansemal beserta dengan jajaran BPD dan LPM yang telah melaksanakan kegiatan penting, strategis dan bermanfaat dalam rangka melaksanakan kegiatan amanah konstitusional dari pemerintah yang disebut dengan bulan bhakti gotong-royong.  Di mana prinsipnya adalah untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan wilayahnya sendiri.

“Kegiatan penebaran benih ikan yang dilakukan hari ini termasuk kegiatan yang baik dalam melaksanakan bulan bhakti gotong-royong karena bermanfaat  dari segi aspek lingkungan, kesehatan, ekonomi dan aspek sosial,” ujarnya.

Menurut Suiasa, kalau penebaran ikan ini dilakukan, otomatis akan berpengaruh terhadap lingkungan di mana lingkungan akan menjadi bersih, ikan akan berkembang serta akan berdampak pada kesehatan dan ekonomi masyarakat setempat. “Ini merupakan komitmen kita bersama untuk pelestarian lingkungan yang bersih, menjaga habitat-habitat dan ekosistem air tawar khususnya,” tegasnya.

Untuk itu, Wakil Bupati berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dan dari Pemerintah Kabupaten Badung bibit ikan ini telah disiapkan setiap tahun dan ditargetkan dua juta benih ikan setiap tahunnya di mana per bulan ini sudah 700 ribu yang sudah terealisasikan.

“Ini adalah bentuk komitmen kita kepada masyarakat untuk mencapai aspek-aspek strategis tersebut,” imbuhnya seraya mengajak masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini untuk selalu taat dengan protokol kesehatan dan berharap bisa keluar dari tekanan Covid-19 yang berpengaruh kepada ekonomi masyarakat. “Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir dan kita bisa hidup normal kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Perbekel Abiansemal Ida Bagus Bisma Wiratma mengatakan kegiatan penebaran benih ikan nila ini dalam rangka Bulan Bhakti Gotong-Royong Desa Abiansemal tahun 2021. Adapun kegiatan yang sudah dilakukan di Desa Abiansemal selain penanggulangan Covid-19 juga telah dilakukan gotong royong membersihkan pasar, pura, mempromosikan desa wisata dan sekarang dilaksanakan kegiatan tebar benih ikan sebanyak 10.000 benin ikan nila yang diinisiasi oleh Dinas Perikanan Kabupaten Badung. “Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat nantinya bagi lingkungan, masyarakat setempat serta bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” harapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kadis Perikanan I Nyoman Suardana, Camat Abiansemal Ida Bagus Mas Arimbawa, Kapolsek Abiansemal Ruli Agus Susanto, Ketua BPD, LPM, Kelian Dinas  se-Desa Abiansemal, Pekaseh Subak Blahkiuh serta mahasiswa KKN Unwar Denpasar. (ard)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Olahraga Disabilitas dan Pembinaan Atlet Jangka Panjang

Published

on

By

Presiden Prabowo
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir beserta pelatih sepak bola tim nasional Indonesia John Herdman di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Hambalang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan olahraga nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir beserta pelatih sepak bola tim nasional Indonesia John Herdman usai diterima Presiden Prabowo di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Erick melaporkan sejumlah program prioritas Kementerian Pemuda dan Olahraga, termasuk penguatan pembinaan olahraga disabilitas yang menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo. Menurut Erick, salah satu program yang dilaporkan kepada Kepala Negara adalah pengembangan sertifikasi pelatihan bagi penyandang disabilitas agar mereka memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih dan berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional.

“Yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Makanya salah satu program yang memang kita terus dorong bagaimana masyarakat disabilitas di Indonesia ini kan totalnya hampir 23,9 juta atau 25,9 juta yang gemar berolahraga. Itu hampir 11 persen. Artinya dengan itu Bapak Presiden ingin mendorong para orang disabilitas ini benar-benar diperhatikan. Nah salah satunya kita punya, yang saya sampaikan Bapak Presiden, program bagaimana sertifikasi kepelatihan untuk mereka,” ujar Erick.

Selain membahas olahraga disabilitas, Erick menyebut Kepala Negara juga menyoroti pentingnya pembangunan olahraga nasional yang berorientasi jangka panjang. Dalam kesempatan tersebut, Erick menyampaikan perlunya dukungan kebijakan untuk memastikan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multi years, dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita untuk Olimpiade, SEA Games, Asian Games, apalagi hari ini banyak sekali para atlet kita mulai menunjukkan prestasinya,” kata Erick.

Presiden Prabowo, lanjut Erick, menyatakan dukungannya terhadap skema pembiayaan dan kebijakan yang memungkinkan pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan tersebut dinilai penting mengingat semakin banyak atlet Indonesia yang menunjukkan prestasi di berbagai cabang olahraga dan berpotensi mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.

“Nah ini yang Bapak Presiden dorong karena itu persiapan dari tentu SEA Games, Asian Games, Olimpiade, mesti benar-benar dilakukan. Apalagi Bapak Presiden sudah memperhatikan kebijaksanaan bonus yang cukup baik, baik sekali bahkan. Di mana bonus ini 1 miliar (rupiah), nanti Asian Games dan Olimpiade pasti angkanya lebih baik lagi,” ungkap Erick.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang tersebut, Erick turut memaparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang akan menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia dini, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.

“Bapak Presiden juga mendorong apalagi ada pemusatan yang namanya Akademi Olahraga nanti yang kita dimulai dari SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas). Jadi siapa yang akan menjadi atlet ke depan dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina. Nah ini yang tadi sampaikan, dan tadi saya paparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga,” imbuh Erick.

Selain pembinaan usia dini, Erick menyebut pemerintah juga terus mengkaji skema dana pensiun atlet sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para olahragawan setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di dunia olahraga. “Presiden tanyakan mengenai dana pensiun atlet yang masih kita terus godok bagaimana persiapan ke depannya itu,” pungkas Erick. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Masuk KEN 2026, Bupati Sanjaya Tegaskan Jatiluwih Festival VII sebagai Media Promosi dan Penggerak Ekonomi

Published

on

By

Jatiluwih Festival
BUKA FESTIVAL: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Jatiluwih Festival VII Tahun 2026 di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Sabtu (20/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Hamparan sawah terasering yang membentang hijau di kawasan Jatiluwih kembali menjadi pusat perhatian dunia. Momentum istimewa tersebut ditandai dengan dibukanya Jatiluwih Festival VII Tahun 2026 oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Sabtu (20/6), yang tahun ini untuk pertama kalinya masuk dalam Karisma Event Nasional (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Mengusung tema In Balance with Nature, Inspired by Tradition atau “Selaras dengan Alam, Terinspirasi oleh Tradisi”, festival ini menjadi wadah promosi budaya, pertanian, dan pariwisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara luas, mulai dari pelaku UMKM, petani, seniman hingga pelestari budaya lokal.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata RI yaitu Direktur Politeknik Pariwisata Bali, perwakilan Gubernur Bali, perwakilan Kapolda Bali, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta para asisten Setda Tabanan, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Penebel, para akademisi, perbankan, pelaku pariwisata, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan Jatiluwih Festival yang telah memasuki tahun ketujuh. Menurutnya, festival ini bukan sekadar agenda pariwisata, melainkan sarana strategis untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, budaya, kuliner khas, serta kehidupan masyarakat agraris Jatiluwih kepada khalayak yang lebih luas.

“Sebagai pribadi dan Kepala Daerah Kabupaten Tabanan, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Jatiluwih Festival VII ini. Festival ini menjadi ajang promosi yang menampilkan tradisi, budaya, kuliner tradisional, serta melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari UMKM, pelestari budaya hingga sektor pertanian,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan bahwa Jatiluwih bukan hanya destinasi wisata dengan panorama alam yang memukau, melainkan representasi peradaban agraris Bali yang diwariskan secara turun-temurun melalui sistem Subak yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana. Nilai-nilai tersebut pula yang mengantarkan Jatiluwih mendapat pengakuan dunia sebagai bagian dari Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Menurutnya, keberadaan festival menjadi salah satu upaya nyata untuk menjaga keberlanjutan warisan tersebut. Selain memperkenalkan keindahan alam dan budaya kepada wisatawan, festival juga menjadi media untuk menghidupkan kreativitas seni serta memperkuat eksistensi sektor pertanian sebagai penyangga utama ketahanan pangan Bali.

“Melalui event seperti ini, kita terus memperkuat daya tarik Jatiluwih. Orang datang bukan hanya menikmati panorama alamnya, tetapi juga menyaksikan kekayaan seni dan budaya yang ditampilkan para seniman. Yang paling penting, pertanian tetap terjaga sebagai lumbung pangan Bali, sementara pariwisata menjadi nilai tambah yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” imbuhnya.

Dalam wawancara usai pembukaan acara, Bupati Sanjaya kembali memberikan apresiasi kepada pengelola DTW Jatiluwih yang dinilainya mampu menunjukkan perkembangan yang progresif dari tahun ke tahun. Masuknya Jatiluwih Festival ke dalam KEN 2026 disebut sebagai pencapaian penting yang semakin memperkuat posisi Jatiluwih sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.

“Dedikasi dan kerja keras yang dilakukan pengelola DTW Jatiluwih patut diapresiasi. Festival ini menjadi sarana memperkenalkan kearifan lokal, potensi, dan keunikan Jatiluwih kepada dunia. Ketika semakin banyak orang datang, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata. Karena itu saya selalu mengatakan bahwa event seperti ini adalah media promosi sekaligus penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.

Sanjaya juga memastikan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk terus memberikan dukungan melalui kebijakan dan regulasi yang mampu menciptakan sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dalam menjaga keberlanjutan kawasan Jatiluwih.

Sementara itu, Manajer Operasional DTW Jatiluwih selaku Ketua Panitia, I Ketut Jhon Purna, menyampaikan bahwa Jatiluwih Festival telah menjadi agenda penting dalam upaya pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, serta promosi pariwisata berkelanjutan. Tahun 2026 menjadi tonggak bersejarah karena untuk pertama kalinya festival tersebut masuk dalam program Karisma Event Nasional.

“Masuknya Jatiluwih Festival ke dalam Karisma Event Nasional merupakan hasil perjalanan panjang dan wujud komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan budaya sesuai filosofi Tri Hita Karana. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata RI serta Pemerintah Kabupaten Tabanan atas dukungan, pembinaan, dan kepercayaan yang diberikan. Pencapaian ini menjadi kebanggaan masyarakat Jatiluwih sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda Rai Buka Lomba Peragaan Busana Majapahit Kekinian

Tanamkan Cinta Sejarah dan Budaya di Kalangan Generasi Muda

Loading

Published

on

By

bunda rai
BUKA LOMBA: Bunda Rai membuka Lomba Peragaan Busana Majapahit Kekinian dalam rangka Bulan Bung Karno Tahun 2026 di Museum Majapahit Tanah Lot, Tabanan, Sabtu (20/6). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Semangat melestarikan sejarah dan budaya bangsa mewarnai penyelenggaraan Lomba Peragaan Busana Majapahit Kekinian dalam rangka Bulan Bung Karno Tahun 2026 di Museum Majapahit Tanah Lot, Tabanan, Sabtu (20/6). Kegiatan yang memperebutkan Piala Ibu Bupati Tabanan tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai.

Lomba yang berlangsung sejak pagi itu diikuti 62 peserta dari berbagai jenjang usia, mulai kategori TK sebanyak 7 peserta, SD 23 peserta, SMP 26 peserta, SMA/SMK 3 peserta, hingga kategori umum sebanyak 3 peserta. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang mewakili Bupati Tabanan, Direktur Utama Museum Majapahit Cultural Park, tokoh masyarakat, Para Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kediri beserta unsur Forkopimcam, akademisi, budayawan, serta para undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wakil Bupati I Made Dirga, Pemerintah Kabupaten Tabanan menyampaikan apresiasi kepada Museum Majapahit Tanah Lot Bali beserta seluruh panitia yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari peringatan Bulan Bung Karno. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas dan ekspresi seni, namun juga sarana edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai sejarah, budaya, dan jati diri bangsa kepada generasi muda.

Pihaknya menegaskan bahwa warisan budaya Majapahit mengandung nilai-nilai luhur yang patut dipelajari, dipahami, dan dilestarikan. “Melalui sentuhan inovasi dan kreativitas dalam lomba busana Majapahit kekinian ini, kita menunjukkan bahwa budaya tidak hanya dikenal sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga terus hidup, berkembang, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Saya berharap seluruh peserta menjadikan lomba ini sebagai momentum untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan budaya, serta menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur,” ujarnya.

Sementara itu, Bunda Rai dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba ini merupakan kegiatan yang memiliki nilai sejarah yang sangat penting, sekaligus menjadi wadah yang mampu melibatkan berbagai kelompok usia dalam upaya mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap sejarah serta budaya bangsa.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata merupakan ajang peragaan busana ataupun seremoni belaka, melainkan momentum untuk mengingat dan meneladani perjalanan sejarah bangsa. “Seperti yang selalu digaungkan Bapak Bupati, kita jangan sekali-kali melupakan sejarah, terutama jasa-jasa besar Bung Karno. Saya juga mengajak seluruh sektor untuk senantiasa mengingatkan generasi muda akan peran dan perjuangan beliau, agar di tengah perkembangan zaman kita tidak melupakan jasa para pendiri bangsa,” ungkapnya.

Bunda Rai juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan Museum Majapahit yang dinilainya memiliki peran penting sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya. Menurutnya, banyak pengetahuan dan wawasan sejarah yang dapat dipelajari di tempat tersebut, khususnya mengenai peradaban Majapahit dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno. “Saya mengajak anak-anak muda untuk datang dan belajar di museum ini. Banyak hal yang bisa dipelajari untuk memperluas wawasan sejarah dan budaya kita. Dengan restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Parade Fashion Peragaan Busana Majapahit Kekinian dalam rangka Bulan Bung Karno secara resmi saya buka,” tegasnya sembari membuka kegiatan.

Selain menjadi sarana edukasi budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, termasuk para pelaku seni dan pengrajin yang turut berperan dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah dan nasional. Melalui kegiatan tersebut, warisan budaya Majapahit diperkenalkan kembali kepada generasi muda dalam bentuk yang lebih dekat dengan perkembangan zaman.

Direktur Utama Museum Majapahit, I Gusti Made Suryantha Putra, menyampaikan rasa bangganya atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai semangat Majapahit sejalan dengan gagasan Bung Karno dalam mempersatukan Nusantara melalui konsep Tri Sakti. “Bung Karno mengajarkan kita untuk berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Melalui bidang kebudayaan itulah Museum Majapahit hadir sebagai laboratorium yang menghubungkan warisan masa lampau dengan perkembangan masa kini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan yang telah mendukung terselenggaranya Lomba Peragaan Busana Majapahit Kekinian ini,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca