Sunday, 5 February 2023
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wabup Suiasa Terima Audiensi Widya Sabha Badung

Badung Raih Juara Umum Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Bali 2022

BALIILU Tayang

:

suiasa
Wabup Badung Ketut Suiasa saat menerima audiensi Ketua Widya Sabha Kabupaten Badung terkait Utsawa Dharma Gita tingkat Provinsi Bali Tahun 2022 di Ruang Tamu Wakil Bupati Badung, Puspem Badung, Rabu (2/11). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Badung Gde Eka Sudarwitha menerima audiensi dari Ketua Widya Sabha Kabupaten Badung I Wayan Selat Wirata bersama jajaran terkait Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Bali Tahun 2022 yang memperoleh juara umum. Audiensi ini diterima langsung di Ruang Tamu Wakil Bupati Badung, Puspem Badung, Rabu (2/11).

Seusai menerima audiensi Wabup Suiasa mengatakan, pertemuan dengan jajaran Widya Sabha Badung, melaporkan tentang hasil kegiatan keikutsertaan dalam acara Utsawa Dharma Gita Tahun 2022 di Tingkat Provinsi Bali. Pemkab Badung berterima kasih kepada semua jajaran Widya Sabha sebagai pembina, khususnya kepada para peserta Utsawa Dharma Gita Kabupaten Badung yang sudah ikut berjuang, bekerja keras, berpartisipasi dengan sungguh-sungguh demi suksesnya Utsawa Dharma Gita di tingkat Provinsi Bali.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Badung menerima jajaran pengurus Widya Sabha Kabupaten Badung beserta para pengurus di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Badung. Dan kepada para peserta yang sudah mengikuti Utsawa Dharmagita ini, sudah benar-benar memberikan citra positif buat pemerintah dan masyarakat Kabupaten Badung, dimana dari 7 (tujuh) peserta yang mengikuti Utsawa Dharma Gita, dari segi keseluruhannya mendapatkan juara,” ujarnya.

Dikatakan lebih lanjut, salah satu prestasi yang sangat luar biasa yang patut diberikan apresiasi bersama. 0leh karena itu, atas nama Pemerintah dan masyarakat Badung mengucapkan terimakasih sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Widya Sabha Kabupaten maupun para pembina yang sudah membimbing para peserta Utsawa Dharma Gita di tahun 2022 ini. “Tentu kita bersama-sama telah mengevaluasi, memikirkan apa agenda-agenda kita kedepannya, yang berkaitan dengan meningkatkan kemampuan, maupun memberikan sosialisasi dalam hal Utsawa Dharma Gita di Kabupaten Badung untuk masyarakat maupun kepada generasi muda. Saya sepakat bagaimana Widya Sabha Kabupaten Badung di Utsawa Dharmagita kedepannya bisa menyasar kepada para generasi muda, baik melalui lembaga pendidikan, sekolah, lembaga kepemudaan, yang bersifat nasional, sekaa teruna, dan lembaga kepemudaan lainnya. Kepada generasi muda, mari budayakan Utsawa Dharma Gita, baik dari segi nilai moral maupun segi filosofinya,“ ucap Wabup Suiasa.

Baca Juga  Proyeksikan Silat Sebagai Sport Tourism di Bali, Wabup Suiasa Buka Event Bali Pencak Silat Festival

Wabup menambahkan, Widya Sabha Kabupaten Badung diberikan undangan ke Yogyakarta untuk mengikuti acara pentas seni maupun Utsawa Dharma Gita di bulan Desember. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Badung tetap memberikan support kepada mereka, untuk bisa mengikuti ajang agar menambah wawasan di Widya Sabha, juga untuk bisa mencari perbandingan, studi komparatif, dimana Utsawa Dharma Gita merupakan sentuhan-sentuhan yang berkaitan dengan budaya-budaya di daerah lain, juga bisa diakselerasikan kedepannya.

Sementara itu Ketua Widya Sabha Kabupaten Badung I Wayan Selat Wirata dalam laporannya mengatakan, Widya Sabha Kabupaten Badung bersama Ketua Widya Sabha di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Badung, menghadap kepada Bapak Wakil Bupati Badung, dengan tujuan melaporkan hasil daripada Utsawa Dharma Gita di tingkat Provinsi Bali Tahun 2022 ini yakni 7 perlombaan. “Anak-anak kita dari kabupaten semuanya mendapatkan juara. Adapun 7 peserta ini, 5 mendapatkan medali emas dan 2 mendapatkan medali perak. Pemerintah Kabupaten Badung sudah ikut memperhatikan anak-anak yang ikut Utsawa Dharmagita dan sudah meraih prestasi. Maka dari itu kami Widya Sabha menghadap Bapak Wakil Bupati untuk mohon petunjuk maupun pembinaan lebih lanjut, dikarenakan Widya Sabha ini mempunyai tugas yang sangat berat dalam bidang melestarikan sastra-sastra agama yang ada. Dimana ke depan para generasi muda kita mau mendalami sastra-sastra agama, di samping meningkatkan dan memajukan budaya di Kabupaten Badung, sesuai dengan visi dan misi Bapak Bupati Badung,“ jelasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan natal dprd badung
Advertisements
dprd bali
Advertisements
dprd badung
Advertisements
walikota galungan kuningan
Advertisements
galungan pemprov
Advertisements
ucapan DPC PDI P Badung
Advertisements
imlek dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Sekda I Gede Susila Buka Bulan Bahasa Bali V 2023 Kabupaten Tabanan

Published

on

By

bulan bahasa
Sekda Tabanan I Gede Susila saat membuka pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V tahun 2023 yang dipusatkan di Wantilan Desa Adat Bedha, Desa Wanasara, Tabanan, Kamis (2/2). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan yang diwakili Sekda I Gede Susila, menghadiri pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V tahun 2023 yang dipusatkan di Wantilan Desa Adat Bedha, Desa Wanasara, Tabanan, Kamis (2/2).

Kegiatan ini ditujukan sebagai usaha untuk pelestarian dan pengembangan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. Turut hadir saat itu, Ketua DPRD Tabanan, jajaran Forkopimda, para Asisten dan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Dalam kesempatan itu, Sekda Susila sesuai imbauan Bupati Sanjaya, menegaskan salam Pancasila wajib digaungkan dalam membuka kegiatan. Terlepas dari itu, perayaan Bulan Bahasa Bali merupakan perhatian pemerintah terhadap Bahasa Bali yang merupakan bahasa daerah ataupun bahasa Ibu masyarakat Bali dan merupakan akar dari budaya Bali yang sangat patut dilestarikan bersama.

Susila juga menegaskan bahwa, pariwisata di Bali yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara tidak terlepas dari budaya Bali yang adiluhung. “Budaya Bali tidak terlepas dari Bahasa, Sastra ataupun Aksara Bali. Bali sebagai daerah tujuan wisata budaya, banyak wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke Bali karena adanya budaya yang adiluhung,” ujarnya.

Namun saat ini Susila juga tidak menapikan, bahwa pelaksanaan Bahasa, Sastra maupun Aksara Bali sudah semakin meredup dan terkikis perkembangan jaman. Hal ini tentunya menjadi masalah bersama untuk bagaimana agar mampu melestarikan dan menjaga kearifan lokal Bali yang merupakan warisan dari para leluhur.

Maka dari itu, pihaknya menekankan, bahwa sudah sepatutnya hal itu tetap dijaga serta dilestarikan. “Maka sangat tepat sekali Pemprov Bali, Pemkab Tabanan, dengan pelestarian Bahasa, Sastra dan Aksara Bali sebagai akar budaya Bali ini sudah tersirat dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali,” tegas Susila.

Baca Juga  Wabup Suiasa Ikuti Pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi 2021, Presiden Harapkan Pemulihan Ekonomi dan Stabilitas Harga Pangan

Selain itu, pihaknya juga menyatakan sangat bersyukur dan berbahagia karena dengan adanya kegiatan Bulan Bahasa Bali ini mampu mendukung visi Pemkab, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Dalam 5 skala prioritas pembangunan, tercantum pelestatian seni, adat dan budaya.

Pihaknya juga sangat berharap, di hari yang baik ini, pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 agar bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan bersama. Begitupun juga atas restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa pelestarian Bahasa Bali sebagai akar budaya Bali mampu dilaksanakan dengan baik dan mampu mempercepat terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (gs/bi)

Advertisements
iklan natal dprd badung
Advertisements
dprd bali
Advertisements
dprd badung
Advertisements
walikota galungan kuningan
Advertisements
galungan pemprov
Advertisements
ucapan DPC PDI P Badung
Advertisements
imlek dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Modernisasi Tak Boleh Menggerus Akar Budaya

Sekda Adi Arnawa Buka Bulan Bahasa Bali Kabupaten Badung

Published

on

By

sekda adi arnawa
Sekda Badung Wayan Adi Arnawa saat membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali Kabupaten Badung Tahun 2023 bertempat di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Kamis (2/2). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Pelaksanaan kegiatan Bulan Bahasa Bali merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam rangka melestarikan adat, seni, agama, tradisi dan budaya di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Giri Prasta saat membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali Tahun 2023 di Kabupaten Badung bertempat di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Kamis (2/2).

Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Badung Made Suwardana, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta, Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Parwata, Ketua DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Gde Eka Sudarwitha, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung Gusti Made Dwipayana, Camat Mengwi Nyoman Suhartana, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, serta Majelis Madya Desa Adat dan undangan lainnya.

“Mewakili Bapak Bupati dan Pemerintah saya berharap kepada tim pembina, tim penilai dan jajaran Dinas Kebudayaan bagaimana kedepannya kualitas kegiatan ini bisa terus ditingkatkan, karena bagaimanapun juga hal ini merupakan hal yang sangat mendasar dalam rangka menjaga budaya kita, terlebih pariwisata kita berbasis budaya, untuk ini harus tetap dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan,” ujar Sekda Adi Arnawa.

Dirinya mengungkapkan, selama ini Pemerintah Kabupaten Badung telah banyak memberikan perhatian dan apresiasi dalam hal pelestarian budaya. Bahkan terkait pelaksanaan bulan Bahasa Bali yang diimplementasikan dengan berbagai lomba, yang melibatkan Desa Adat dan anak-anak sekolah. Ditegaskan, Pemerintah Kabupaten Badung komit untuk terus melakukan peningkatan kualitas pelaksanaan sampai kepada peningkatan jumlah hadiah bagi para pemenang lomba.

sekda badung
Sekda Badung Adi Arnawa saat mengamati peserta nyurat Aksara Bali. (Foto: ist)

“Saya juga meminta kepada anak-anak, anak muda dan masyarakat Badung agar jangan sampai melupakan aksara Bali maupun bahasa Bali, meskipun sekarang banyak orang bersekolah di Sekolah Internasional tapi dia tidak boleh melupakan budayanya. Seperti apa yang sering diingatkan oleh Pak Bupati modernisasi jangan sampai menggerus akar budaya kita,” tegasnya.   

Baca Juga  Wabup Suiasa, Buka Lomba Mancing di Mengwi dan Tanam Pohon Cemara di Canggu

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Badung Gde Eka Sudarwitha melaporkan bulan Bahasa Bali Kabupaten Badung tahun 2023 mengambil tema “Segara Kertih Campuan Urip Sarwa Prani” yang bertujuan menjadikan Bulan Bahasa Bali sebagai lingga stana melestarikan aksara Bahasa dan Sastra Bali dalam rangka menjaga kesucian wilayah Kabupaten Badung beserta segenap isinya.

“Aksara, Bahasa dan Sastra Bali sebagai sumber sejarah, sumber ilmu pengetahuan, sumber seni budaya harus tetap dijaga dan dilestarikan oleh anak-anak, anak muda dan masyarakat Kabupaten Badung. Pelaksanaan bulan Bahasa Bali ini menggunakan dana APBD Badung tahun 2023 sebesar Rp 388 juta lebih dengan berbagai lomba seperti menulis Aksara Bali, menulis lontar, membaca lontar, bercerita Bahasa Bali, lomba pidato Bahasa Bali, debat Bahasa Bali serta panggung apresiasi Sastra Bali,” jelasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan natal dprd badung
Advertisements
dprd bali
Advertisements
dprd badung
Advertisements
walikota galungan kuningan
Advertisements
galungan pemprov
Advertisements
ucapan DPC PDI P Badung
Advertisements
imlek dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Gubernur Koster Buka Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023

Angkat Tema Segara Kerthi: Campuhan Urip Sarwa Prani

Published

on

By

gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wagub Tjok. Oka Sukawati dan Sekda Bali membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 pada Rabu (1/2/2023) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Centre Denpasar. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster pada Rabu (Buda Pon Pujut) 1 Februari 2023 membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 yang diselenggarakan sebulan penuh dengan tema Segara Kerthi: Campuhan Urip Sarwa Prani‘ bertempat di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Centre Denpasar.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa kita harus menjaga baik-baik Aksara, Bahasa dan Sastra Bali. Gubernur lanjut mengajak semua krama Bali untuk melihat negara-negara di dunia yang mempunyai aksara itu adalah negara yang kuat dalam bidang budaya, ekonomi dan tata kehidupannya seperti China, Jepang, Korea, Thailand, India, dan Arab.

‘‘Itulah sebabnya di Bali kita haruslah bersyukur kepada leluhur yang telah mampu menciptakan dan mewariskan Aksara Bali. Artinya, Bali ini memiliki peradaban yang kuat. Punya Aksara, Bahasa dan Sastra Bali. Ketiga unsur ini adalah bagian dari unsur peradaban budaya Bali,‘‘ ujar Gubernur seraya mengucap, ‘‘Luar biasa warisan leluhur kita, itulah sebabnya wajib melindungi dan menggunakannya. Kalau melindungi dan menggunakan tak bisa itu kebangetan.‘‘

gubenrur
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Tjok Oka Sukawati foto bersama dengan para penari pada pembukaan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 bertempat di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Centre Denpasar. (Foto: ist)

Gubernur menyebutkan, banyak negara dan banyak daerah bahasa daerahnya punah. Karena generasi ini berubah terus dengan fasilitas baru, kebijakan baru, aktivitas baru, tuntutan baru, tantangan dan masalah baru, serta intervensi terhadap keberadaan Bahasa Bali besar. Maka jika tidak dijadikan satu kesadaran penuh untuk menjaganya lama-lama Bahasa Bali akan ditinggal.

Hal ini karena generasi kita menghadapi tantangan berbeda. Ruang bahasa Bali makin kecil, sempit. Ruang Bahasa Bali base-nya di rumah dan dalam pergaulan yang sifatnya informal. Karena itulah wajib hukumnya untuk digunakan paling tidak di rumah. Boleh bangga berbahasa Inggris, China, Jepang tetapi lebih bangga kalau bisa menggunakan Bahasa Bali secara terus-menerus.

Baca Juga  Proyeksikan Silat Sebagai Sport Tourism di Bali, Wabup Suiasa Buka Event Bali Pencak Silat Festival
gubenrur
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wagub Bali Tjok Oka Sukawati saat meninjau lomba Nyurat Lontar. (Foto: gs)

Begitu juga Sastra Bali, seperti puisi, mesatua, karya sastra Bali yang sangat kaya. Ini harus dipelihara. Kalau Aksara, Bahasa dan Sastra Bali punah di Bali maka identitas kebalian kita ini hilang.

‘‘Apa buin orahang yen sube hilang ne, sing buin nyidaang ngorang kene keto buin. Budaya Bali ini adalah keunggulan utama yang kita miliki yang diwariskan oleh leluhur Bali, wajiblah hukumnya buat kita semua menjaga itu. Itulah yang diharapkan dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali betul-betul mewujudkan tatanan kehidupan yang Balinese,‘‘ tegasnya.

Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini berharap dengan mengeluarkan kebijakan ini agar generasi muda ke depan lebih terampil dengan Bahasa Bali. Gubernur pun membuatkan kebijakan untuk mengadaptasikan Aksara Bali dengan diciptakan keyboard Aksara Bali yang diapresiasi oleh Menko PMK karena lebih cepat melangkah untuk mempolakan kearifan lokalnya dengan digital. ‘‘Keyboard Aksara Bali yang saat ini dilombakan, dibuat supaya teknologi digital yang berkembang pesat tidak menikam atau mematikan kearifan lokal tapi justru kearifan lokal untuk memperkuat dalam membangun kehidupan ke depan dengan sarana teknologi ini. Jadi justru sama-sama harus hidup dan sama-sama dapat ruang,’’ ucapnya.

gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau lomba keyboard Aksara Bali. (Foto: gs)

Gubernur menegaskan, hanya di Bali ada peraturan gubernur tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali dan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. ‘‘Astungkara sudah memasuki lima kali penyelenggaraan bulan Bahasa Bali, bahagia rasanya,‘‘ ucap Gubernur seraya berharap ke depan anak-anak generasi baru dalam segala bentuk komunikasinya tertulis maupun tidak tertulis agar menggunakan Aksara Bali.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah secara bersama-sama Bulan Bahasa Bali menjadi kegiatan yang membanggakan, dan meminta secara bersama-sama melaksanakan di wilayah masing-masing seperti di Desa Adat, Desa Dinas, Lembaga Pendidikan dari PAUD sampai Perguruan Tinggi, Lembaga Swasta, Perbankan dan lainnya. Usai membuka acara Gubernur Wayan Koster berkesempatan menyaksikan anak-anak melaksanakan lomba nyurat lontar dan keyboard Aksara Bali.

Baca Juga  Wabup Suiasa Pimpin Rapat TKPK Bahas Hasil Validasi Data P3KE

Pada pembukaan Bulan Bahasa Bali V ini turut hadir Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Forkopimda Bali, Bupati Klungkung, Sekda Bali Dewa Made Indra, pimpinan OPD dan dapat disaksikan secara live streaming. Susunan acara dapat disaksikan melalui : https://drive.google.com/drive/u/0/mobile/folders/1y-_e7DnGHTF2w8tlje5nQ74C5AqoSbCM?usp=share_link (gs/bi)

Advertisements
iklan natal dprd badung
Advertisements
dprd bali
Advertisements
dprd badung
Advertisements
walikota galungan kuningan
Advertisements
galungan pemprov
Advertisements
ucapan DPC PDI P Badung
Advertisements
imlek dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca