Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wabup Suiasa Tinjau Lahan Pembangunan Pura Pancung Segara di Pantai Oberoi

BALIILU Tayang

:

Wabup Suiasa didampingi Anggota DPRD A.A. Anom Gumanti dan OPD terkait saat meninjau aset tanah untuk pembangunan Pura Pancung Segara Seminyak di Kuta, Senin (4/1).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung meninjau aset berupa tanah Pemerintah Kabupaten Badung yang dimohonkan oleh Krama Banjar Basangkasa Seminyak dan Para Pengempon Desa Adat Kerobokan serta Padangsambian yang diperuntukkan untuk pembangunan Pura Pancung Segara Seminyak di Lingkungan Basangkasa, Kelurahan Seminyak Kuta, Senin (4/1).

Turut hadir Anggota DPRD Badung Dapil Kuta A.A. Anom Gumanti, Kabag Pemerintahan Dewa Sudirawan, Camat Kuta I Nyoman Rudiarta, Sekcam Kuta I Kadek Agus Suantara, Kabid Pengelola Aset Daerah BPKAD Badung Nengah Nurjana, Lurah Seminyak Kadek Oka Parmadi, Kelian Adat I Nengah Suarja, Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja, LPM, Kelian Dinas I Nengah Marada serta krama dan pengempon pura.

Pada pertemuan dengan para prajuru dan krama yang dilaksanakan di Wantilan Pura Dalem Kayu Aya, Wabup Suiasa menyampaikan terima kasih kepada krama Banjar Basangkasa dan masyarakat Kelurahan Seminyak yang sudah menjalankan swadarma sebagai warga negara yang baik dalam ikut menjaga kedamaian dan ketentraman wilayahnya pada pagelaran pilkada tahun 2020 lalu.

Terkait surat permohonan krama untuk pembangunan pura, tepatnya pergeseran dan pembangunan Pura Pancung Segara tentu sangat diapresiasi, dan Pemerintah Kabupaten Badung memberikan langkah yang terbaik bagi umat dan pemedek untuk melaksanakan ibadahnya dan Linggih Ida Sesuhunan. Pihaknya secara pribadi tentu tidak akan menolak keinginan krama dan pemedek dalam menjalankan hal-hal yang mulia bagi umat untuk menjalankan ibadahnya dengan damai sepanjang penggunaan lahan yang dimohonkan tidak bertentangan dengan aturan yang ada.

Untuk itu Wabup Suiasa menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti permohonan krama tersebut dan menyiapkan apa yang harus dilakukan dengan OPD terkait di Pemerintah Kabupaten Badung.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Seniman Muda Asah Kemampuan dan Pengalaman

“Agar setelah pembangunan selesai di kemudian hari tidak ada lagi persoalan dan kami ingin krama maupun pemedek dapat melaksanakan upakara, upacara dan persembahyangan dapat berjalan hikmat. Ini juga merupakan langkah kami di Pemerintah Kabupaten Badung untuk mewujudkan kelestarian Adat, Seni dan Budaya tetap ajeg sesuai dengan program PPNSB yang sudah dapat dinikmati oleh masyarakat Badung,” jelas Wabup Suiasa seraya menambahkan jika bulan Januari awal tahun ini administrasinya sudah terselesaikan termasuk penataan lingkungan di sekitarnya agar nampak asri dan nyaman sehingga juga menjadi suatu daya tarik dan kenyamanan bagi wisatawan yang datang ke pantai ini.

Sementara itu Kelian Adat Banjar Basangkasa I Nengah Suarja mengatakan pihaknya beserta krama lan pengempon Pura Pancung Segara Seminyak menyampaikan terima kasihnya kepada Pemkab Badung dan berharap penggeseran Pembangunan Pura yang berada di tengah area Hotel Oberoi dapat cepat terwujud. Penggeseran ini dilaksanakan demi kenyamanan dan kedamaian para pemedek dalam melaksanakan upacara dan upakara dengan pihak management hotel.

“Kami krama banjar Basangkasa Seminyak dan pengempon pura baik yang dari Desa Adat Kerobokan dan Padangsambian mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang yang telah menerima permohonan kami dan menindaklanjuti untuk pembangunan genah Ida Betara Betari yang berstana di Pura Pancung Segara. Dengan diberikan izin oleh Pemkab Badung tentu menjadi kebahagian yang tidak ternilai bagi pengempon dan krama,” katanya.

Untuk itu pihaknya berharap Wakil Bupati beserta jajaran bisa hadir dan melihat secara langsung posisi tanah yang dimohonkan. “Dimana posisi Pura Pancung Segara selama ini sementara masih berada di lingkungan Hotel Oberoi. Adapun tempat yang kami mohonkan kepada Pemkab Badung adalah tanah yang berada dekat dengan letak pura tersebut yaitu di sebelah barat sungai, tepi pantai dekat bangunan Balawista dan wantilan tempat beristirahat para surfer dengan luas tanah permohonan keseluruhan untuk pembangunan pura tersebut kira-kira 70 M2,” jelasnya.

Baca Juga  Kasus Sembuh Covid-19 Melonjak di Denpasar, Hari Ini Bertambah 52 Pasien Sembuh

Setelah mendengarkan penjelasan dari Kelian Adat dan Kaling Basangkasa, Wabup Suiasa melakukan pengecekan dan kunjungan ke lapangan. (bt)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Kasus Sembuh Covid-19 Melonjak di Denpasar, Hari Ini Bertambah 52 Pasien Sembuh

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Jalin Kerjasama Berkelanjutan, FBI Audiensi ke Polda Bali

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Kasus Sembuh Covid-19 Melonjak di Denpasar, Hari Ini Bertambah 52 Pasien Sembuh

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca