Friday, 29 March 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wagub Cok Ace Buka Rakor dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Semester I 2022

BALIILU Tayang

:

cok ace
Wakil Gubernur Bali dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Semester I Tahun 2022 di ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/9/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) membuka secara resmi Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Semester I tahun 2022 di Ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/9/2022).

Mengawali sambutannya, Wagub Bali menyampaikan, stunting yang merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal dan berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa.

Berdasarkan riset kesehatan dasar tahun 2018, prevalensi stunting di Provinsi Bali sebesar 21,7% sedangkan hasil studi status gizi Indonesia 2021 prevalensi stunting di Provinsi Bali sebesar 10,9% dan Provinsi Bali merupakan provinsi dengan prevalensi stunting terendah secara nasional. Prevalensi stunting tertinggi berada di Kabupaten Karangasem sebesar 22,9% dan terendah di Kabupaten Gianyar 5,1%. Di tahun 2022, Provinsi Bali menargetkan penurunan stunting di angka 9,28% dan di tahun 2024 target prevalensi stunting balita sebesar 6,15%. Untuk itu diperlukan kerja sama, komitmen dan sinergitas semua pemangku kepentingan untuk menurunkan angka stunting dan menjadikan percepatan penurunan angka stunting sebagai salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan baik di tingkat provinsi hingga tingkat desa.

Wagub Bali yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bali menambahkan pentingnya optimalisasi Posyandu untuk mendeteksi dini permasalahan gizi dan memantau pertumbuhan dan perkembangan balita khususnya di 1000 hari pertama kehidupan yang dimulai dari ibu hamil sampai anak berusia dua tahun. Optimalisasi pelaksanaan posyandu membutuhkan dukungan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat agar mengajak balitanya rutin ke posyandu setiap bulan sebagai bentuk upaya deteksi dini permasalahan gizi. Terlebih baru 40% data yang masuk ke posyandu sehingga kita sangat minim akan data di lapangan. Untuk itu sinergitas semua komponen sangat diperlukan dalam menghimpun data di lapangan serta menentukan langkah serta kebijakan selanjutnya yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Baca Juga  Pisah Sambut Pangdam IX/Udayana

Orang nomor dua di Bali ini berharap kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan mobilisasi sumber daya, menguatkan koordinasi, pemantauan, serta evaluasi. Komitmen yang kuat sangat penting untuk memastikan sinergitas seluruh pelaksana hadir dan melakukan sinkronisasi dalam melaksanakan upaya terbaiknya untuk percepatan penurunan stunting di Provinsi Bali.  

Di akhir arahannya, Wagub Cok Ace menginstruksikan kepada Kepala OPD dan lintas sektor terkait untuk dapat memastikan dan mensinergikan berbagai sumber daya yang ada sehingga setiap intervensi dapat sampai ke seluruh sasaran yang meliputi remaja, calon pengantin/calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-59 bulan.

Rapat koordinasi pada pagi hari ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan I Nyoman Gede Anom, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina, perwakilan dari BKKBN Provinsi Bali, OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali serta tim percepatan penurunan stunting Provinsi Bali serta Kabupaten/Kota se-Bali. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
pemprov
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Awal September 2024, ITB STIKOM Bali dan DNUI-China Bakal Buka Program ‘’Dual Degree International’’

Published

on

By

dual degree ITB Stikom Bali
MEDAI GATHERING: Acara Media Gathering Pascasarjana ITB STIKOM Bali dan Program Dual Degree International Dalian Neusoft University of Information (DNUI-China) di Aula ITB STIKOM Bali, Denpasar, Kamis, 28 Maret 2024. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – ITB STIKOM Bali bakal membuka program Dual Degree International yang bekerjasama dengan Dalian Neusoft University of Information atau DNUI-China.

“Pada 2024-2025, yang akan start di awal September 2024, kita bakal membuka program Dual Degree International bersama DNUI-China. Pada awal ini, target kita 10 orang saja dan sudah ada beberapa yang daftar,” kata Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, saat acara Media Gathering Pascasarjana dan Program Dual Degree International Dalian Neusoft University of Information (DNUI-China) di Aula ITB STIKOM Bali, Denpasar, Kamis, 28 Maret 2024.

Tak hanya itu, Dadang Hermawan juga menyebutkan, bahwa ITB STIKOM Bali sudah ada program Pascasarjana S2 Program Studi Sistem Informasi dengan gelar Magister Komputer atau M.Kom.

“Nanti juga ada beberapa konsentrasi di program S2. Program ini adalah satu-satunya di Bali, program Sistem Informasi S2 di Negeri juga belum ada. Namun, di Undhiksa memang ada, tapi kan kelas jauh atau kelas PSDKU dan itu di Undhiksa adalah Ilmu Komputer, lebih ke teori ilmiahnya. Kalau di Sistem Informasi ini fifty fifty-lah diantara teori dan praktek,” tambahnya.

Oleh karena itu, diakui belum ada Fakultas atau Prodi Sistem Informasi S2 yang mengeluarkan ijazah Magister Komputer atau M.Kom. Selain itu, juga diluncurkan program Dual Degree yang saat ini ada 3 program di luar negeri ditambah 1 program yang terbaru ini.

“Yang pertama dulu sudah lama sekali, yaitu dengan HELP University. Hal ini adalah Dual Degree, tapi mahasiswanya hampir 4 tahun belajar di ITB STIKOM Bali. Jadi, kurikulum disamakan atau disetarakan, kemudian belajar disini dalam bahasa Inggris, kadang-kadang bahasa Indonesia dan juga bahasa Bali, jika dosennya keseleo lidah,” sebutnya.

Ditambahkan, usai kuliah, para mahasiswa akan mendapatkan dua gelar, saat lulus, yaitu Sarjana Komputer (S.Kom) dan Bachelor of IT dengan wisuda dilakukan dua kali.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Jadi Pembicara FGD Naskah Akademik Perda Kawasan Suci Gunung dan Danau di Unhi

“Itu Dual Degree yang pertama sudah berjalan lama sekitar 15 tahun dengan alumni berjumlah ratusan orang dan sekarang ada yang sedang belajar 125 orang. Itu Dual Degree yang pertama,” jelasnya.

Selanjutnya, ada Dual Degree kedua yang sudah berjalan adalah Dual Degree dengan Binus University yang mendapat gelar Sarjana Komputer (S.Kom) dan Sarjana Manajemen di Binus University.

“Itu sudah berjalan, sekarang ada 15-20 orang yang sedang kuliah di Dual Degree dengan Binus University,” ungkapnya.

Berikutnya, Dual Degree ketiga itu adalah Dual Degree dengan STT Bandung dulu, yang kini disebut Universitas Teknologi Bandung atau UTB dengan gelar Sarjana Komputer (S.Kom) dari ITB STIKOM Bali dan Sarjana Desain dari UTB. “Itu sudah berlangsung mau angkatan ke-3. Jadi, sudah 2 angkatan sedang belajar,” imbuhnya.

Media Gathering Pascasarjana ITB STIKOM Bali dan Program Dual Degree International DNUI-China di Aula ITB STIKOM Bali, ditutup sesi foto bersama. (Foto: gs)

Menurut Dadang, terbaru dengan Dual Degree lagi namanya dengan DNUI-China. Bahkan, disebutkan, para mahasiswa bakal dua tahun kuliah di ITB STIKOM Bali dan dua tahun di DNUI-China, dengan mendapatkan dua gelar meliputi Sarjana Bisnis (S.Bns) dari ITB STIKOM Bali dan Bachelor of Manajement in Electric Commerce (B.M.) dari Dalian Neusoft University of Information (DNUI-China).

Adapun mekanismenya, lanjutnya adalah dua tahun belajar di ITB STIKOM Bali dan setahun lagi belajar di DNUI-China secara online. Kemudian, pada tahun keempat, para mahasiswa kuliah ke DNUI-China.

“Anak-anak pergi ke China itu, disana domintornya gratis setahun disana, tapi biaya tadi sudah termasuk Rp 15 juta per semester, sehingga anak-anak mendapatkan pengalaman yang berbeda dengan HELP University yang sudah lama disini, karena mereka belajar disini  semua. Kalau ini ada setahunnya disana dan setahun online, tapi semua dari sana,” terangnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace: KSPAN Salah Satu Cara Paling Efektif Hindarkan Remaja dari AIDS, Narkoba dan Kenakalan Remaja

Mengenai keuntungan jalinan kerja sama ITB STIKOM Bali dengan DNUI-China, Dadang Hermawan menyebutkan, bahwa pihaknya dari ITB STIKOM Bali menyediakan sarana dan prasarana sebagai jembatan bagi anak-anak Indonesia, khususnya anak Bali untuk bisa menggapai karier secara global.

Dengan adanya dua gelar ini, kata Dadang Hermawan, anak-anak Bali dapat bekerja dimanapun, bahkan di seluruh dunia. “Namun, jika dia jadi ASN atau PNS bisa dipakai gelar dari ITB STIKOM Bali saja sudah cukup. Jadi, tidak usah pakai gelar dari DNUI-China,” paparnya.

Meski demikian, jika mahasiswa berkeinginan mendunia seperti sudah terlaksana, pada program Dual Degree Help University dapat bekerja di seluruh dunia, seperti Australia dan Singapura dengan menggunakan ijazah dari luar negeri. Hal tersebut dilakukan, agar alumni ITB STIKOM Bali bisa bekerja dan berkarier di seluruh dunia.

“Karena seperti di Australia itu, kalau misalnya memakai ijazah dari ITB STIKOM Bali, dia perlu score island itu 6,5. Namun, jika memakai ijazah dari HELP University dia tidak perlu lagi score island,” pungkasnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., mendukung adanya program Dual Degree International antara ITB STIKOM Bali dengan DNUI-China. Diharapkan, ITB STIKOM Bali menjadi kampus yang berstandar skala internasional yang bisa dibanggakan, bukan hanya civitas akademik ITB STIKOM Bali, tapi juga seluruh masyarakat Bali hingga masyarakat Indonesia.

“Kami berkeinginan muncul satu kampus yang berstandar internasional, ada bertengger di 200 atau 300 dunia. Sampai saat ini, sudah puluhan tahun Indonesia bercita-cita mempunyai kampus khusus skala dunia, itu belum ada. Kalau sekarang UI, ITB dan UGM itu baru 400-an dunia. Padahal sudah ratusan triliun dikeluarkan oleh Pemerintah, tapi begitulah. Mudah-mudahan ITB STIKOM Bali mencapai hal ini dan bisa melesat dari Bali untuk dunia internasional,” harapnya.

Baca Juga  Wagub Paparkan Pariwisata Bali yang Berkelanjutan dan Berkualitas kepada Mahasiswa IPB Internasional

Sementara dipandang dari filsafat ilmu, ITB STIKOM Bali memiliki kekhasan di bidang IT. Dengan matrikulasi  yang dilaksanakan, setiap jurusan ITB STIKOM Bali bersama kampus lainnya bisa mengikuti program S2.

“Inilah yang ingin disosialisasikan oleh pengelola pascasarjana dan juga para Wakil Rektor yang menangani program S2 semacam ini. Suatu saat pasti kami akan mengembangkan kampus ini menjadi Universitas ITB STIKOM Bali,” harapnya.

Selain itu, pihaknya juga  berhasil meningkatkan status Sekolah Tinggi Teknologi Bandung yang bernama STTB bekerjasama dengan LPPIP Yayasan Widya Dharma Shanti dengan membuka Universitas Teknologi Bandung atau UTB dengan 4.000 mahasiswa.

“Harapan kami juga, bahwa apa yang disampaikan Bapak Rektor ITB STIKOM Bali dengan turunnya SK pada tahun 2020 tentang program S2 ini sebagai salah satu meningkatkan kualitas kita, membuat sekolah memiliki kurikulum yang relevan dengan perkembangan di masa mendatang,” tandasnya.

Selain Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, juga hadir Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Drs. IB Dharmadiaksa, Ak. M.Si, Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Roy Rudolf Huizen, S.T., M.T., Wakil Rektor III Bidang Pemasaran, Kemahasiswaan, Kerjasama dan Urusan Internasional, Yudi Agusta, Ph.D., Direktur Pemasaran dan Humas, Dra. Ni Made Astiti, M.M., Kom., Direktur Urusan Internasional, Dedy Panji Agustino, S.Kom., M.MSI., dan para undangan lainnya.

Sementara, Dalian Neusoft University of Information (DNUI-China) langsung dihadiri oleh Rong Yidan selaku Dean of School of Internasional Education, Director of International Office didampingi Professor Song Ping selaku Program Head Electronic Commerce. Acara ditutup buka puasa bersama. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
pemprov
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Penertiban Parkir Liar di Denpasar Tertibkan Puluhan Kendaraan

Published

on

By

penertiban parkir liar denpasar
PENERTIBAN: Personel polisi bekerja sama dengan dinas terkait melaksanakan penertiban parkir liar di wilayah Denpasar, Kamis (28/3/2024). (Foto: Hms Polresta)

Denpasar, baliilu.com – Kegiatan penertiban parkir liar kembali dilakukan di wilayah Denpasar pada Kamis, 28 Maret 2024. Kali ini berfokus di sepanjang Jalan Cok Agung Tresna, Jalan Raya Puputan, dan Jalan Kamboja.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kanit Turjagwali Iptu I Wayan Warda, S.H. dengan didampingi Kasubnit 1 Turjagwali Ipda Helmi Iskandar, S.H. Mereka bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Denpasar, yang diwakili oleh Kasi Gakkum Putu Eddy Candra Ningrat, serta melibatkan personel TNI, Polri dari Satuan Lalulintas Polresta Denpasar dan Direktorat Lalulintas Polda Bali, serta personel Dinas Perhubungan Kota Denpasar.

Kegiatan ini bertujuan untuk menertibkan parkir liar serta memberikan imbauan kepada pengendara yang memarkirkan kendaraannya di tempat yang tidak semestinya. Hasil penertiban menunjukkan bahwa di sepanjang Jalan Cok Agung Tresna hingga Jalan Raya Puputan terdapat 29 kendaraan yang diparkir melanggar, sementara di Jalan Kamboja terdapat 25 kendaraan.

Dalam upaya memberikan teguran kepada pemilik kendaraan yang melanggar aturan, petugas memberikan stiker sebagai tanda peringatan. Sebanyak 18 stiker dipasang di sepanjang Jalan Cok Agung Tresna hingga Jalan Raya Puputan, sedangkan di Jalan Kamboja dipasang sebanyak 24 stiker.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menyampaikan bahwa kegiatan penertiban dan imbauan parkir ini berjalan lancar. Masyarakat diberikan himbauan agar tidak lagi memarkir kendaraannya di tempat yang dilarang, sebagaimana tertera pada rambu-rambu yang telah dipasang sepanjang Jalan Raya Cok Agung Tresna, Jalan Raya Puputan, dan Jalan Kamboja.

Dengan terus dilakukannya kegiatan penertiban semacam ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban parkir akan semakin meningkat, sehingga dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar arus lalulintas di wilayah Denpasar. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Silaturahmi dan Berkah Ramadhan Bersama Perbankan

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
pemprov
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bappeda Gianyar Gelar Musrenbang RPJPD dan RKPD 2025

Published

on

By

bappeda gianyar
MUSRENBANG: Bappeda Gianyar saat melaksanakan Musrenbang RPJPD Tahun 2025-2045 dan RKPD Gianyar Tahun 2025 dan ditutup sesi foto bersama di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Kamis (28/3) pagi. (Foto: gianyarkab.go.id)

Gianyar, baliilu.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gianyar melaksanakan Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gianyar Tahun 2025 di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Kamis (28/3) pagi.

Musrenbang dihadiri Pj. Bupati Gianyar I Dewa Tagel Wirasa, Sekda Gianyar I Dewa Gede Alit Mudiartha, dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Gianyar I Dewa Tagel Wirasa menyampaikan, permasalahan pembangunan di daerah menjadi kewajiban pemda untuk mencarikan solusi, penyelesaiannya agar tidak berulang-ulang dan menjadi permasalahan klasik. Diantaranya kemiskinan dan pengangguran, kesehatan, kesenjangan pendapatan antarwilayah dan golongan, alih fungsi lahan, buta aksara pada tingkat usia lanjut yang berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia (IPM), kemacetan pada kawasan pariwisata, bencana, kebersihan lingkungan, dan optimalisasi pelayanan birokrasi serta masalah-masalah lainnya perlu dituntaskan melalui pembangunan berkelanjutan.

“Menyusun RPJPD mengusung visi, Kabupaten Gianyar yang maju, inklusif, berdaya saing, berbudaya dan berkelanjutan, sedangkan penyusunan RKPD sebagai dokumen perencanaan tahunan mengusung tema percepatan transformasi ekonomi dan daya saing daerah menuju masyarakat Gianyar yang bahagia, sejahtera, aman dan damai, mandiri, berintegritas,” terang Dewa Tagel Wirasa.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan tujuan Pembangunan Daerah Kabupaten Gianyar meliputi meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mewujudkan penguatan kehidupan adat, budaya dan kerukunan hidup masyarakat, meningkatkan perekonomian daerah yang berkelanjutan, mewujudkan stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat Gianyar, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Kepala Bappeda Gianyar Anak Agung Dalem Jagadhita menyampaikan, dokumen perencanaan merupakan dokumen yang digunakan untuk menentukan arah, tujuan, dan masa depan yang hendak dicapai secara komprehensif. Dokumen perencanaan menjadi perangkat penting bagi organisasi untuk menjelaskan apa yang hendak dicapai dan bagaimana dalam mencapainya.

Baca Juga  Raih Prevalensi Stunting Terendah Nasional, Provinsi Bali Menjadi Lokus Studi Banding Pemprov Sumbar

“Musrenbang ini bisa dikatakan menyamakan persepsi dan tindakan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan yang berkualitas dari segi materi, sinergis dan membangun keselarasan, serta harmonisasi dalam kesatuan perencanaan dan penganggaran,” tegas Anak Agung Dalem Jagadhita. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
pemprov
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca