Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Sebut Hasil ‘Tourism Ministerial Meeting G20’ Sejalan dengan Upaya Menata Kepariwisataan Bali

BALIILU Tayang

:

Wakil Gubernur
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno saat gelaran gala dinner rangkaian acara Tourism Ministerial Meeting G20, Senin (26/9). (Foto : Ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com  – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya pada gelaran gala dinner rangkaian acara Tourism Ministerial  Meeting G20. Menurut Wagub, acara yang digelar di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung pada Senin (26/9) malam tersebut merupakan pertemuan yang sangat penting. Ini memberikan kontribusi langsung dalam upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali, setelah dua tahun lebih dilanda pandemi Covid-19.

Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini secara khusus memberikan ucapan terima kasih atas kedatangan para Menteri Pariwisata negara-negara anggota G20 dan negara-negara undangan ke Pulau Dewata, Pulau Bali untuk menghadiri Pertemuan Tourism Ministerial  Meeting G20.

“Bali dipilih sebagai tempat pelaksanaan pertemuan para Menteri Pariwisata negara-negara anggota G20 serta Menteri Pariwisata beberapa negara undangan fokus membahas sektor pariwisata di masa mendatang,” katanya.

“Hasil akhir yang diharapkan berupa pedoman untuk memperkuat komunitas pelaku pariwisata dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai agen transformasi kepariwisataan (Tourism Transformation Agents) dalam pemulihan yang berfokus pada pelaku pariwisata,” imbuh Guru Besar ISI Denpasar ini.

Wagub Cok Ace yang juga dikenal sebagai praktisi pariwisata ini juga mengatakan, pertemuan akbar ini sangat sejalan dengan kebijakan Provinsi Bali dalam menata kepariwisataan Bali yang lebih baik dan bermartabat, dengan memperkuat penyelenggaraan kepariwisataan berbasis budaya Bali yang berorientasi pada kualitas dan berpihak pada sumber daya lokal Bali.

Dibeberkannya pula sejumlah kebijakan untuk mendukung hal tersebut yaitu Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kontribusi Wisatawan Untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali, Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali, Peraturan Gubernur Bali Nomor 27 Tahun 2020 tentang Penerimaan dan Penggunaan Kontribusi Wisatawan Untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali serta Peraturan Gubernur Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali.

Baca Juga  Bali Tangguh Era Gubernur Koster, Digeser Mendagri Berkompetisi di Regional Jawa-Bali, Tetap Jawara 

“Dalam pemulihan kepariwisataan yang berfokus pada pelaku pariwisata (A People-Centered Recovery), kami juga telah memantapkan penyelenggaraan standarisasi dan sertifikasi kelembagaan dan sumber daya manusia  (SDM) pariwisata,” ujarnya lagi.

Terkait itu pula, Wagub Cok Ace juga mengemukakan sejumlah daya tarik wisata di Bali, serta berbagai infrastruktur untuk menambah destinasi wisata baru berkelas dunia, diantaranya, Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Maritime Tourism Hub di Benoa, Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng, dan Taman Wisata Kerthi Bali Semesta (KBS Park) di Jembrana.

“Arah kebijakan dan program pembangunan Bali termasuk juga pembangunan di sektor kepariwisataan, merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” ungkap Penglingsir Puri Ubud ini.

Menutup sambutannya, Wagub Cok Ace berharap  pertemuan prestisius dengan deretan pengambil kebijakan sektor pariwisata di negara-negara G20 ini mampu menghasilkan terobosan-terobosan serta pemikiran strategis yang bermanfaat bagi sektor kepariwisataan dunia di masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno menyebutkan bahwa rangkaian dan puncak World Tourism Day  ini merupakan momen bersejarah bagi Indonesia. “Setelah puluhan tahun akhirnya Indonesia, Bali, bisa jadi tuan rumah. Terima kasih saya ucapkan pada berbagai pihak yang mendukung,” tandas Menparekraf.

Selain berhasil jadi ajang berkumpul dan berdiskusinya menteri dan pengambil kebijakan pariwisata di negara-negara G20, Sandiaga mengungkapkan pentingnya arti Tourism Ministerial  Meeting G20 ini sebagai bagian pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali setelah dihantam pandemi.

“Saya lihat Bapak Wagub sudah tersenyum bahagia dan senang sekali melihat tingkat hunian hotel di Bali yang terus melonjak. Selamat,” katanya lagi. “Saya mengajak seluruh delegasi untuk menikmati momen World Tourism Day di Bali 27 September besok,” tutupnya.

Baca Juga  PLN Dukung Kebijakan Penggunaan Kendaraan Listrik di Bali, Gubernur Koster: Sejalan dengan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”

Tourism Ministerial Meeting di Bali ini merupakan pertemuan fisik perdana yang dihadiri menteri-menteri setelah pandemi Covid-19. Salah satu hasil yang dicapai pertemuan ini adalah menyepakati beberapa poin Bali Guidelines untuk kebangkitan pariwisata dunia. Hal ini merupakan upaya kontribusi G20 dalam pemulihan ekonomi global yang berpusat pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf).

Serangkaian itu pula, Bali resmi menjadi tuan rumah World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia 2022 yang digelar pada 27 September 2022. Keputusan itu disahkan pada Sidang Majelis Umum ke-24 Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), pada 30 November-3 Desember 2021 di Madrid. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Hadiri Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas LKPP Tahun 2023

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Meriahkan Bulan K3, Pemprov Bali Gelar Donor Darah dan Demo APAR

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Beri Insentif Nyoman dan Ketut Sejak di Kandungan dan Siapkan Pendidikan Gratis
Lanjutkan Membaca