Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Semangati Pelaku Wisata Karangasem

BALIILU Tayang

:

de
PEMBICARA: Wakil Gubernur yang juga selaku Ketua BPD PHRI Provinsi Bali Prof. Tjokorda Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) tampil sebagai pembicara pada Diskusi Kelompok Terpumpun yang mengangkat tema 'Karangasem Zona Hijau Pariwisata Bangkit' di Taman Surgawi Resort and Spa, Karangasem, Minggu (6/6/2021)

Karangasem, baliilu.com – Wakil Gubernur yang juga selaku Ketua BPD PHRI Provinsi Bali Prof. Tjokorda Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) tampil sebagai pembicara pada Diskusi Kelompok Terpumpun yang mengangkat tema ‘Karangasem Zona Hijau Pariwisata Bangkit’ di Taman Surgawi Resort and Spa, Karangasem,  Minggu (6/6/2021). Selain tampil menjadi pembicara pada acara diskusi, kehadiran Wagub Cok Ace juga bertujuan menyemangati pelaku pariwisata di Kabupaten Karangasem agar tetap menjaga optimisme di tengah situasi pandemi Covid-19.

Mengawali paparannya, Wagub Cok Ace mengapresiasi semangat Pemkab Karangasem yang memberi perhatian begitu besar terhadap sektor pariwisata. Kendati, pendapatan Karangasem selama ini lebih banyak disumbang oleh sektor pertanian. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa pemangku kebijakan menyadari bahwa pariwisata adalah trend dunia yang harus diikuti karena bertalian dengan sektor lainnya.

Terkait dengan situasi prihatin yang saat ini dihadapi oleh pelaku pariwisata, Guru Besar ISI Denpasar ini menyampaikan bahwa Pemprov Bali telah menempuh berbagai upaya untuk pemulihan sektor pariwisata.  Sejatinya, imbuh Cok Ace,  pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara sudah sempat diwacanakan pada tahun 2020 lalu. Namun, pasca-pembukaan Bali untuk wisdom pada bulan Juli, angka kasus positif Covid-19 mengalami trend peningkatan yang signifikan. 

Hal ini kemudian berimbas pada penundaan pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara pada September 2020. Mewakili harapan para pelaku pariwisata, ia ingin rencana pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara pada bulan Juli 2021 mendatang tak ditunda lagi.  Apalagi, jelas Cok Ace,  masifnya program vaksinasi telah berdampak signifikan pada penurunan angka Covid-19 di Daerah Bali. Selain itu, Bali juga dinobatkan sebagai provinsi paling taat pakai masker.

Pada bagian lain, Panglingsir Puri Ubud ini juga mengungkap kerinduan publik mancanegara untuk segera bisa mengunjungi Pulau Dewata. Hal itu tercermin dari sejumlah hasil survei yang menempatkan Bali sebagai destinasi pertama yang akan mereka kunjungi jika pandemi Covid-19 telah berlalu. “Dari hasil survei itu juga dilakukan kajian, apa yang mendorong warga dunia begitu rindu untuk plesiran ke Bali. Salah satu alasan yang mengemuka adalah mereka sudah jenuh diam di rumah,” ucapnya.

Cok Ace mangajak pelaku pariwisata menjadikan kajian itu sebagai dasar untuk persiapan pembukaan pariwisata Bali. “Mereka rata-rata jenuh karena telah lama berdiam di rumah. Nah, dari situ kita tahu apa yang mesti disiapkan untuk menyambut kedatangan mereka,” tambahnya.

Wagub Cok Ace menyebut, wisata alam menjadi salah satu alternatif dan menurutnya Karangasem punya potensi yang sangat besar namun belum digarap sacara optimal. “Ada potensi wisata diving di Tulamben yang belum digarap dengan baik,” imbuhnya. Selain itu, Karangasem juga memungkinkan dikembangkan menjadi objek wisata bagi Camper Van, sebuah komunitas yang mewadahi pecinta camping dalam mobil. Belakangan Camper Van menjadi trend, Karangasem sangat potensial karena banyak memiliki view menarik.

Selain Wagub Cok Ace,  diskusi juga menampilkan tiga pembicara lain yaitu Bupati Karangasem I Gede Dana, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dan Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana (Gus Agung).

Bupati Karangasem I Gede Dana dalam paparannya menyampaikan bahwa pihaknya telah menempuh sejumlah langkah untuk menjadikan seluruh wilayah Karangasem menjadi zona hijau. “Salah satunya menggenjot program vaksinasi. Saya terus minta agar Karangasem diberi lebih banyak alokasi vaksin. Untuk mempercepat vaksinasi, kita gencarkan vaksinasi berbasis banjar,” cetusnya.

Hingga saat ini menurut Bupati Gede Dana, 154 ribu penduduk Karangasem sudah divaksin. Ia menyebut,  jumlah tersebut sudah mencapai 46 persen dari kelompok penduduk Karangasem yang wajib vaksin. Jika zona hijau Karangasem bisa dipercepat, ia optimis pariwisata di Bumi Lahar akan mulai menggeliat.

Berikutnya, Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana (Gus Agung)  memberi gambaran, saat ini dari 500 hotel yang ada di Bali,  hanya 212 hotel yang masih beroperasi secara optimum.  “Itu baru kategori hotel, kalau termasuk jenis akomodasi lain seperti villa, jumlahnya mencapai 2.000 dan yang beroperasi hanya 500,” tambahnya.  Apa yang disampaikan Gus Agung memberi gambaran keterpurukan pariwisata Bali karena dampak pandemi Covid-19.

Disebutkan olehnya, Pemprov Bali didukung pemerintah pusat saat ini tengah berupaya keras memulihkan sektor pariwisata Bali. Sejumlah rencana yang terus dimatangkan antara lain pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara pada bulan Juli dengan alternatif skema travel babble atau karantina. Selain itu, pemerintah juga melaksanakan program Work From Bali melibatkan sejumlah lembaga.

Sedangkan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho memberi gambaran umum mengenai perekonomian Bali yang masih mengalami kontraksi. Menurutnya, pemulihan sektor perekonomian Bali membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua Panitia Diskusi I Gede Nyoman Astawa melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk usaha BPC PHRI Karangsem untuk mencari jalan keluar atas situasi sulit yang saat ini dihadapi oleh pelaku pariwisata. “Sudah lebih dari setahun kami tertatih dengan beban berat serta menghadapi situasi ketidakpastian. Kami tak mau tinggal diam dan berupaya mencari jalan keluar agar sektor pariwisata bisa segera bangkit,” ucapnya. Menambahkan penjelasan Astawa, Ketua BPC PHRI Karangsem I Wayan Kariasa menyampaikan dukungan penuh atas upaya pemerintah untuk menggenjot upaya mewujudkan zona hijau di seluruh wilayah Karangasem. Acara yang diikuti jajaran BPC PHRI Kabupaten Karangasem juga dihadiri Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca