Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wagub Giri Prasta Ajak Pasemetonan Kawitan Satria Ida I Dewa Kandel Jalankan Semangat Kepemimpinan Raja I Dewa Ketut Ngulesir

Wujudkan Swadharma Agama dan Negara

Loading

BALIILU Tayang

:

Giri Prasta
HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri Karya Padudusan Alit di Pura Penataran Agung, Kawitan Satria Ida I Dewa Kandel, Desa Pejeng, Tampaksiring, Gianyar, pada Rabu (Buda Umanis Prangbakat), 23 Juli 2024 malam. (Foto: Hms Pemprov)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghaturkan sembah bhakti dalam Karya Padudusan Alit di Pura Penataran Agung, Kawitan Satria Ida I Dewa Kandel, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, pada Rabu (Buda Umanis Prangbakat), 23 Juli 2024 malam. Hadir pula Pangelingsir Kawitan Satria Ida I Dewa Kandel, I Dewa Gede Surahardi, anggota DPRD Gianyar, serta Kepala Inspektorat Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama.

Dalam sambrama wacana-nya, Wagub Giri Prasta mengajak pasemetonan Kawitan Satria Ida I Dewa Kandel untuk menjalankan Catur Swadharma sebagai umat se-dharma, yakni dengan tulus ngaturang astiti bhakti ring Hyang Widhi Wasa, tindih ring bhisama, bhakti ring Kawitan, dan guyub ring pasemetonan.

Wakil Gubernur Bali asal Desa Pelaga, Badung, ini juga mendoakan agar pujawali Karya Padudusan Alit dapat berjalan dengan lancar.

“Demogi pujawali ring rahina memargi antar, sida sidaning don lan nemu labda karya, taler ida dane pasemetonan Kawitan Satria Ida I Dewa Kandel sagilik saguluk salunglung sabayantaka, mangda gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujar Wagub Giri Prasta yang disambut dengan apresiasi.

Sementara itu, Pangelingsir Kawitan Satria Ida I Dewa Kandel, I Dewa Gede Surahardi, menyampaikan terima kasih kepada Murdaning Jagat Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dan mendoakan Karya Padudusan Alit di Pura Penataran Agung Kawitan Satria Ida I Dewa Kandel.

Ia juga melaporkan bahwa Karya Padudusan Alit ini seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020, namun karena pandemi Covid-19, pelaksanaannya diundur dan baru dapat diselenggarakan pada tahun 2025 oleh 25 dadia se-Bali secara gotong-royong.

“Astungkara, Karya Padudusan Alit ini dapat berjalan dengan lancar, berkat keyakinan pasemetonan terhadap Ida Bhatara Lelangit serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar,” ujarnya seraya memohon restu kepada Murdaning Jagat Bali, I Nyoman Giri Prasta, agar dapat membantu memperbaiki kondisi tembok penyengker dan pelinggih Pura Penataran Agung Kawitan Satria Ida I Dewa Kandel yang telah mengalami kerusakan.

Baca Juga  Transaksi UMKM Tembus Rp 1,445 Miliar, Wagub Giri Prasta Tutup Karangasem Festival 2026

Mendengar hal tersebut, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan komitmennya untuk terus membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam pembangunan dan perbaikan pura. Untuk itu, ia menyatakan kesiapannya dalam mendukung perbaikan pelinggih maupun tembok penyengker di Pura Penataran Agung Kawitan Satria Ida I Dewa Kandel.

“Kepemimpinan Raja I Dewa Ketut Ngulesir yang sangat mulia dalam mengayomi masyarakatnya harus kita jadikan pedoman dalam melaksanakan swadharma agama dan negara dengan jiwa yang tulus. Berdasarkan semangat itu dan restu dari beliau, titiang siap membantu perbaikan pura ini,” tegas Wagub Giri Prasta seraya menghaturkan dana punia secara pribadi sebesar Rp 25 juta dan dari Pemerintah Provinsi Bali juga sebesar Rp 25 juta untuk Karya Padudusan Alit. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian “Metatah” Massal PHDI Denpasar

Published

on

By

sangging jaya negara

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Sabtu (3/10). Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus kepedulian dalam membantu masyarakat melaksanakan upacara keagamaan.

Metatah massal tersebut diikuti sebanyak 157 peserta. Selain metatah, kegiatan juga dirangkaikan dengan upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta dan Mewinten Saraswati sebanyak 35 peserta. Kegiatan turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang juga turut ngayah sebagai sangging.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan bersama masyarakat dalam pelaksanaan yadnya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong-royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, pelaksanaan metatah massal tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Denpasar, kata Jaya Negara, akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan, adat, dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi Walikota Denpasar yang turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan metatah massal. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Melalui pelaksanaan Metatah Massal, Menek Kelih, dan Mewinten Saraswati, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, dan budaya Bali di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Serahkan Dana Hibah Rp 2,1 Miliar Pembangunan Wantilan Banjar Tampak Gangsul

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Tangkil Ngaturang Bhakti“ di Pura Bukit Mentik, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jaga Peradaban Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Pujawali di Pura Bukit Mentik
HADIRI KARYA: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan peradaban Bali melalui penguatan desa adat dan pelestarian kawasan sakral. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Koster menyebut Pura Bukit Mentik sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang harus terus dijaga.

Menurutnya, kawasan Kintamani memiliki anugerah alam yang sangat besar dengan keberadaan Gunung dan Danau Batur. Kekayaan tersebut, kata Koster, harus dirawat secara berkelanjutan agar tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali.

“Ini harus kita rawat dengan baik,” tegas Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa dirinya memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di Kabupaten Bangli. Pembangunan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam, budaya, adat, dan kehidupan spiritual masyarakat.

Komitmen tersebut, lanjut Koster, menjadi bagian dari haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan. Arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memastikan Bali tetap ajeg dengan kekuatan adat dan budaya sebagai fondasinya.

“Jaga Bali agar tetap ajeg,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan seluruh desa adat di Bali menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Bali ke depan. Desa adat dinilai memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Transaksi UMKM Tembus Rp 1,445 Miliar, Wagub Giri Prasta Tutup Karangasem Festival 2026
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel“ Desa Adat Kesiman

Apresiasi Kolaborasi Ringankan Masyarakat Jalankan Upacara Yadnya

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Angasti Puja Kesiman
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman, Kamis (1/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman yang dilaksanakan pada Wraspati Umanis Ugu, bertempat di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (1/10).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta undangan terkait lainnya.

Di sela rangkaian upacara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Desa Adat Kesiman.

“Sinergitas antara krama adat dengan pemerintah dalam melaksanakan upacara yadnya ini patut diberikan apresiasi. Tentunya pelaksanaan upacara yadnya yang kolaboratif ini dapat meringankan masyarakat dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Hindu di Bali,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat di Kota Denpasar sejalan dengan visi pembangunan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Pemerintah Kota Denpasar juga berharap seluruh rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat berjalan baik dan memberikan kebaikan bagi masyarakat yang melaksanakannya,” tambah Arya Wibawa.

Bendesa Adat Kesiman, Jro Mangku Ketut Wisna di sela acara mengatakan, upacara Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman.

“Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September 2026 lalu, dilanjutkan prosesi Ngingsah pada 16 September 2026 serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September 2026. Dilanjutkan prosesi Nganget Don Bingin pada 24 September 2026, dilanjutkan upacara Mesasap Segara yang diikuti 526 peserta pada 27 September 2026. Lalu dilanjutkan upacara Metatah Massal yang diikuti 345 peserta, dilanjutkan prosesi Ngajum Puspa pada tanggal 29 hingga 30 September 2026,” jelasnya.

Baca Juga  Koster-Giri akan Bangun Asrama Mahasiswa dan Sports Center di Unud

Selanjutnya, Jro Mangku Ketut Wisna mengatakan setelah dilaksanakan rangkaian upacara tadi, dilanjutkan dengan rangkaian upacara lainnya.

“Barulah dilaksanakan puncak Karya yang diikuti 307 puspa pada 1 Oktober 2026 yang dipuput oleh lima sulinggih Siwa-Buddha. Selanjutnya seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober 2026 mendatang,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca