Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara “Pamelaspasan” Situs Kertalangu

Momentum Pelestarian Warisan Leluhur dan Penguatan Nilai Kearifan Lokal

Loading

BALIILU Tayang

:

walikota jaya negara
MELASPAS: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam pelaksanaan upacara melaspas dan mecaru, Selasa (21/10) di kawasan Situs Kertalangu, Jalan WR. Supratman, Denpasar. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri pelaksanaan Upacara Pamelaspasan dan Mecaru di Situs Kertalangu yang digelar bertepatan dengan Tilem Kapat, Selasa (21/10) di kawasan Situs Kertalangu, Jalan WR Supratman, Denpasar.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Forkopimda Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Penglingsir Puri Kesiman, Anak Agung Ngurah Kusuma Wardhana, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar, Anak Agung Ketut Sudiana, Bendesa Adat Kesiman, Jero Mangku Ketut Wisna, Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih, serta jajaran pimpinan OPD dan perangkat daerah Pemkot Denpasar.

Pelaksanaan pamelaspasan dan mecaru ini merupakan rangkaian penyucian dan penyempurnaan kawasan suci setelah dilaksanakan penataan area di sekitar situs. Upacara ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesucian, kelestarian, serta nilai spiritual Situs Kertalangu sebagai salah satu warisan sejarah dan pusat budaya masyarakat Kota Denpasar.

Di sela-sela pelaksanaan rangkaian upacara, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelestarian situs bersejarah tidak hanya dimaknai sebagai pelestarian bangunan fisik, melainkan juga pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual yang diwariskan leluhur.

“Situs Kertalangu memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi. Melalui upacara pamelaspasan ini, kita tidak hanya melakukan penyucian secara niskala, tetapi juga memperkuat rasa bhakti dan kebersamaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat Tri Hita Karana, menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan,” ujar Walikota Jaya Negara.

Lebih lanjut, Walikota Jaya Negara menegaskan komitmen Pemerintah Kota Denpasar untuk terus mendukung upaya pelestarian situs sejarah, budaya, dan kegiatan adat-religius masyarakat.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Terima Kunjungan Walikota Padang Panjang

“Denpasar adalah kota yang tumbuh dari akar budaya yang kuat. Upaya pelestarian seperti ini merupakan bagian dari visi kami mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menyampaikan bahwa pamelaspasan menjadi momentum penting untuk memuliakan kembali kesucian kawasan Situs Kertalangu setelah dilakukan penataan dan pembangunan fasilitas pendukung.

“Upacara pamelaspasan kami laksanakan dengan penuh bhakti agar tempat ini senantiasa suci, teduh, dan menjadi sumber vibrasi positif bagi masyarakat. Semoga situs ini terus menjadi ruang spiritual dan edukatif bagi generasi muda,” ujar Ida Bagus Alit Surya Antara.

Upacara berlangsung khidmat, dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari, Griya Wanasari Sanur, diiringi prosesi banten upakara serta partisipasi aktif warga yang ngayah. Tampak Walikota Jaya Negara bersama tokoh adat, Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih, dan masyarakat turut bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

Sebagai informasi, Situs Kertalangu merupakan kawasan bersejarah yang diyakini telah ada sejak masa Kerajaan Bali Kuno. Berdasarkan catatan sejarah, wilayah ini dahulu merupakan lokasi Kerajaan Kertalangu (sekitar tahun 1350–1615 M) dengan raja terakhirnya Kyai Anglurah Agung Pinatih Mantra. Kini, di lahan eks Balitex Kesiman Kertalangu seluas sekitar 16 are, kawasan ini ditata menjadi ruang napak tilas sejarah dan budaya, dilengkapi wantilan untuk kegiatan paiketan, aktivitas sosial, seni, dan budaya.

Kawasan Situs Kertalangu juga berdekatan dengan SMP Negeri 14 Denpasar, SMA Negeri 9 Denpasar, yang menjadi pusat pendidikan di wilayah Denpasar Timur. Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi destinasi pariwisata budaya (heritage) unggulan Kota Denpasar yang merefleksikan harmonisasi antara sejarah, hingga budaya. (eka/bi)

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Tinjau Korban Kebakaran di Kawasan Banjar Babakan Sari

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

“Karya Agung“ 10 Tahunan di Kintamani, Bupati Adi Arnawa Ajak Jaga Danau Batur Sebagai Jantung Air Bali

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Tawur Agung di Danau Batur
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri “Karya Tawur Agung Manca Wali Krama“ di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, Selasa (8/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Upacara keagamaan Danu Kertih serangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama digelar megah di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, Selasa (8/9). Karya di salah satu Pura Tri Kahyangan Jagat yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali ini dilaksanakan sebagai momentum penting untuk mendoakan kerahayuan, keselamatan, serta menjaga keharmonisan alam dan spiritual Bali.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir mendampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta. Turut serta Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, dan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, yang bersama-sama mengikuti prosesi sakral mendak tirta amertha dan mulang pekelem di tengah Danau Batur.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan apresiasi mendalam kepada krama Desa Adat Songan atas pelaksanaan karya agung ini. Ia menegaskan bahwa ritual tersebut bukan hanya milik warga setempat, melainkan demi keharmonisan seluruh jagat Bali.

“Puncak Karya Agung akan jatuh pada Saniscara Umanis Bala, 26 September 2026, bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat. Astungkara melalui pelaksanaan karya ini, Pulau Bali senantiasa gemah ripah loh jinawi,” ujarnya.

Senada dengan Wagub Bali, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa turut memuji semangat gotong-royong warga dalam menjaga kelestarian tradisi spiritual dan alam Danau Batur. Baginya, karya agung ini menjadi pengingat penting akan keseimbangan ekosistem (Bhuana Agung) dan spiritualitas (Bhuana Alit).

“Upacara Danu Kertih ini bukan sekadar ritual keagamaan rutin, melainkan wujud nyata penghormatan kita terhadap alam, khususnya Danau Batur sebagai jantung sumber air di Pulau Bali. Harapan kita bersama, melalui kesucian yadnya Manca Wali Krama ini, Bali senantiasa dianugerahi kedamaian, kerahayuan, serta kelimpahan sumber daya alam yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat,” ungkap Adi Arnawa.

Baca Juga  Wakil Dubes Inggris Tawarkan Peluang Kerja Sama dengan Pemkot Denpasar

Jalannya karya keagamaan ini di-puput oleh Yajamana Karya, Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun bersama Ida Istri Nata Nawa Wangsa dari Griya Kedhatuan Kawista, Banjar Munduk Ngandang, Desa Belatungan, Pupuan, Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Sembahyang Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dengan Alam

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati I Made Dirga dan Gubernur Bali Wayan Koster sembahyang Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau
PERSEMBAHYANGAN BERSAMA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta jajaran memaknai perayaan hari suci Tumpek Uye melalui persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukaru, Sabtu (5/9). Turut hadir Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Uye, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta jajaran memaknai perayaan hari suci yang menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga keharmonisan dengan alam dan seluruh makhluk hidup, khususnya satwa, melalui persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukaru, Sabtu (5/9). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Sekda Provinsi Bali beserta Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Bali.

Rahina Tumpek Uye atau yang dikenal dengan Tumpek Kandang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Uye. Hari suci ini menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memuliakan satwa sebagai bagian dari kehidupan sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas manfaat dan keberadaan seluruh makhluk hidup. Nilai tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan satwa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan memberi makan ikan serta pelepasan burung, yakni burung crucuk, titiran, dan kukur, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberadaan dan kelestarian ekosistem dan satwa. Kemudian persembahyangan bersama dilaksanakan di Pura Beji dan di utama mandala Pura Luhur Batukau sebagai wujud syukur dan penghayatan terhadap makna Rahina Tumpek Uye.

Sanjaya menyampaikan bahwa peringatan Rahina Tumpek Uye hendaknya tidak hanya dimaknai melalui pelaksanaan upacara, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata untuk menjaga alam serta seluruh makhluk hidup. Menurutnya, keharmonisan antara manusia dan alam merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya mengapresiasi kebersamaan Gubernur Koster dan jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperingati Rahina Tumpek Uye. Pihaknya berharap semangat untuk menjaga alam dan satwa dapat terus ditumbuhkan serta diwujudkan melalui tindakan nyata, sehingga nilai-nilai keharmonisan dan keseimbangan yang terkandung dalam Rahina Tumpek Uye dapat terus terjaga dalam kehidupan masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri “Pemelaspasan” Candi Bentar dan Penyengker Setra Desa Adat Penatih

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti Pitenget” Tumpek Uye, juga Gelar Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Gratis

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekda Eddy Mulya menghadiri persembahyangan Tumpek Uye di Pura Agung Jagatnatha Denpasar
TUMPEK UYE: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Pitenget Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang yang dipusatkan di kawasan Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (5/9). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Pitenget Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang yang dipusatkan di kawasan Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (5/9). Perayaan Tumpek Uye yang jatuh pada Saniscara Kliwon, Wuku Uye tersebut menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memuliakan dan menghormati keberadaan hewan sebagai bagian dari ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain persembahyangan bersama, kegiatan juga dirangkaikan dengan vaksinasi rabies dan sterilisasi hewan peliharaan secara gratis bagi masyarakat.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan Tumpek Uye memiliki makna penting dalam kehidupan umat Hindu. Momentum tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap hewan, tetapi juga mengingatkan manusia untuk menjaga keharmonisan dengan alam dan seluruh makhluk hidup.

“Melalui Tumpek Uye, kita diingatkan untuk menghormati dan menyayangi seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Vaksinasi rabies gratis yang dilaksanakan hari ini juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan sekaligus bagian dari upaya bersama dalam mencegah penyebaran rabies,” ujar Jaya Negara.

Pihaknya menambahkan, pelaksanaan vaksinasi rabies bertepatan dengan Tumpek Uye diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk semakin bertanggung jawab dalam memelihara hewan peliharaan. Menurutnya, upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung kesehatan masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang aman dan sehat.

Sementara itu, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan bahwa vaksinasi rabies gratis merupakan salah satu kegiatan yang secara rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar. Namun, pelaksanaan kali ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Rahina Tumpek Uye.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri “Pemelaspasan” Candi Bentar dan Penyengker Setra Desa Adat Penatih

“Vaksinasi rabies gratis sudah sering kita laksanakan. Hari ini menjadi spesial karena bertepatan dengan Tumpek Uye, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari semangat memuliakan hewan,” jelas Eddy Mulya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama. Usai persembahyangan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi otonan bagi hewan peliharaan yang dibawa oleh masyarakat.

Selanjutnya, hewan peliharaan yang telah mengikuti prosesi tersebut mendapatkan pelayanan vaksinasi rabies secara gratis di jaba Pura Agung Jagatnatha. Masyarakat juga mendapatkan pelayanan sterilisasi hewan peliharaan sesuai dengan ketentuan dan layanan yang tersedia.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, menjelaskan bahwa Tumpek Uye bukan sekadar momentum untuk memuliakan hewan sebagai bagian dari Bhuwana Agung, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri manusia atau Bhuwana Alit dari sifat-sifat kebinatangan.

“Makna Tumpek Uye sangat luas. Kita diajak untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, serta seluruh makhluk hidup. Karena itu, kegiatan vaksinasi rabies ini sangat relevan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Tumpek Uye,” ungkapnya.

Perayaan Tumpek Uye di Kota Denpasar diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap hewan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang harmonis. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca