Connect with us

BUDAYA

Walikota Rai Mantra Hadiri Pujawali di Pura Banjar Badak Sari Desa Sumerta Kelod

BALIILU Tayang

:

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menghadiri pujawali di Pura Banjar Badak Sari, Desa Sumerta Kelod bertepatan dengan Purnama Kelima dan Tumpek Krulut, Sabtu (31/10).

Denpasar, baliilu.com – Pujawali Pura Banjar Badak Sari, Desa Sumerta Kelod dilaksanakan bertepatan dengan rahina Purnama Sasih Kelima dan Tumpek Krulut, Sabtu (31/10). Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra pun turut hadir serta ngaturang sembah bhakti pujawali didampingi Kabag Kesra Kota Denpasar Made Raka Purwantara, Sekretaris Kecamatan Denpasar Timur, Made Tirana serta prajuru Banjar Badak Sari. Pelaksanaan upacara pun digelar secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kelian Banjar Badak Sari I Made Adi Wirajaya dalam kesempatan tersebut mengatakan pujawali di Pura Banjar Badak Sari, Desa Sumerta Kelod dilaksanakan setiap Purnama Kelima. Dimana, mengingat saat ini sedang masa penanganan Covid-19, pujawali dilaksanakan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Lebih lanjut dijelaskan, adapun rangkaian upacara sudah dilangsungkan sejak pukul 06.00 Wita yang diawali dengan ngaturang piodalan. Dilanjutkan dengan persembahyangan oleh masyarakat selaku pengempon pura secara bergiliran. Usai seluruh rangkaian persembahyangan, panyineban akan dilaksanakan pada sore harinya.

“Rangkaian upacara sudah dilaksanakan sejak pukul 06.00 Wita dan untuk penyineban akan dilaksanakan sore hari, untuk menerapkan protokol kesehatan maka persembahyangan dilaksanakan bergiliran dengan menyediakan sarana protokol kesehatan lainya,” jelasnya.

Sementara Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam kesempatan tersebut mengatakan pujawali di Pura Banjar Badak Sari yang dilaksanakan ini merupakan momentum untuk bersama-sama meningkatkan sradha dan bhakti umat kepada sang pencipta. Selain itu, momentum ini juga dapat menjadi ajang mulat sarira sebagai wahana meningkatkan spiritualitas sebagai umat manusia.

“Tentu kami berharap momentum ini dapat menjadi wahana mulat sarira, meningkatkan sradha bhakti serta mohon anugerah untuk dapat menjalankan dan melewati tantangan hidup saat ini, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, keberuntungan dan keselamatan dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini,” ujar Rai Mantra. (eka)

Baca Juga  Webinar Sosialisasi Badung Update Petunjuk Teknis Hibah Pariwisata, Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Taat Aturan

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Doakan Kesucian dan Kerahayuan Jagat, Badung Gelar Upacara Pemahayu Jagat dan Mapekelem di Pantai Seseh

Published

on

By

bt
Upacara Pemahayu Jagat, Medasar Tawur Balik Sumpah Madya lan Mapekelem di Pantai Seseh, Desa Adat Seseh, Kecamatan Mengwi, bertepatan dengan Buda Kliwon Matal, Rabu (25/11).

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan Upacara Pemahayu Jagat, Medasar Tawur Balik Sumpah Madya lan Mapekelem di Pantai Seseh, Desa Adat Seseh, Kecamatan Mengwi, bertepatan dengan Buda Kliwon Matal, Rabu (25/11).

Upacara yang digelar setiap sasih keenam ini sebagai wujud persembahan dan memohon keselamatan bagi alam khususnya jagat Badung. Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Anom Taman Gunung dari Griya Anom Taman Sari Tumbak Bayuh dan Ida Pedanda Gede Buda Shanti Cita dari Griya Buda Jadi Tabanan. Upacara dihadiri Kadis Kebudayaan I Gede Eka Sudarwitha, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana dan Bendesa Adat se-Badung.

Menurut Kadis Kebudayaan I Gede Eka Sudarwitha, upacara pemahayu jagat di Kabupaten Badung rutin digelar pada sasih keenam. Tujuan upacara ini sebagai bagian dari upaya Pemkab Badung untuk mendoakan kesucian jagat Badung dan Bali umumnya agar tetap terjaga keselamatan dan kerahayuannya, terlebih di tengah-tengah pandemi Covid-19. “Upacara pemahayu jagat ini sebagai bagian dari upaya menyucikan jagat Badung secara niskala,” jelasnya.

Mantan Camat Petang ini mengatakan terkait tingkatan upacara menggunakan tingkatan tawur balik sumpah madya, dengan sarana tawur berupa kebo, angsa, kambing, babi, bebek blang kalung, bebek bulu sikep, kuluk bang bungkem dan ayam panca sata. Sedangkan mapekelem dengan sarana kambing, itik dan ayam. “Kami mengharapkan setelah upacara di tingkat kabupaten, dapat dilanjutkan di tingkat desa adat dan di masing-masing rumah krama desa. Dengan harapan semoga merana yang ada menjadi somia dan jagat Badung rahayu,” tambahnya.

Sementara Ketua Panitia Upacara Pemahayu Jagat, Ida Bagus Agung Munika menambahkan, makna upacara pemahayu jagat ini adalah memohon kehadapan Ida Bhatara Baruna agar menganugerahkan kerahayuan dan keselamatan khususnya di jagat Badung dan memohon kehadapan Beliau agar merana, wabah dan penyakit dikembalikan ke tempatnya di tengah segara.

Baca Juga  Bapenda Denpasar Perpanjang Penetapan Jatuh Tempo Pembayaran PBBP2 hingga 31 Desember 2020

Usai upacara di Seseh, Bendesa Adat nunas tirta pemahayu jagat (tirta luhur dan tirta caru) untuk pelaksanaan upacara pemahayu jagat di tingkat desa dan dibagikan kepada krama desa adat untuk upacara di masing-masing rumah. Tirta luhur dipercikan di sanggah/merajan, pekarangan rumah, anggota keluarga termasuk kepada binatang dan tumbuhan. (bt)

Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pengumuman Lomba Utsawa Dharma Gita Serangkaian Denfest 2020, Duta Dentim Raih Juara I Terbanyak

Published

on

By

de
Lomba Utsawa Dharma Gita Serangkaian Denfest ke-13 tahun 2020. Duta Dentim Raih Juara I Terbanyak

Denpasar, baliilu.com – Setelah dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 20-22 November lalu, lomba Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar resmi menetapkan pemenang. Dimana, Duta Kecamatan Denpasar Timur (Dentim) menjadi peraih juara I terbanyak di antara kecamatan lainnya dengan mengantongi empat Juara I. Yakni juara I Katagori  Utsawa Pembacaan Sloka Remaja Putri, Utsawa Pembacaan Sloka Remaja Putra, Utsawa Kekawin Dewasa Putri dan Utsawa Palawakya Dewasa Putra.

Adapun secara rinci pemenang Kategori Lomba Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar serangkaian Denfest ke-13 tahun 2020 yakni Utsawa Macepat Remaja Putri Juara I Duta Kecamatan Denpasar Selatan, Juara II Duta Kecamatan Denpasar Utara, Juara III Duta Kecamatan Denpasar Barat, dan Juara Harapan I Duta Kecamatan Denpasar Timur. Utsawa Macepat Remaja Putra Juara I Duta Kecamatan Denpasar Utara, Juara II Duta Kecamatan Denpasar Selatan, Juara III Duta Kecamatan Denpasar Timur dan Juara Harapan I Kecamatan Denpasar Barat.

Selanjutnya untuk kategori Utsawa Pembacaan Sloka Remaja Putri Juara I Duta Kecamatan Denpasar Timur, Juara II Duta Kecamatan Denpasar Selatan, Juara III Duta Kecamatan Denpasar Utara dan Juara Harapan I Duta Kecamatan Denpasar Barat. Kategori Utsawa Pembacaan Sloka Remaja Putra Juara I Duta Kecamatan Denpasar Timur, Juara II Duta Kecamatan Denpasar Utara, Juara III Duta Kecamatan Denpasar Barat dan Juara Harapan I Duta Kecamatan Denpasar Selatan.

Kategori Utsawa Kekawin Dewasa Putri Juara I Duta Kecamatan Denpasar Timur, Juara II Duta Kecamatan Denpasar Utara, Juara III Duta Kecamatan Denpasar Selatan serta Juara Harapan I Duta Kecamatan Denpasar Barat. Kategori Utsawa Kekawin Dewasa Putra Juara I Duta Kecamatan Denpasar Selatan, Juara II Duta Kecamatan Denpasar Timur, Juara III Duta Kecamatan Denpasar Barat dan Juara Harapan I Duta Kecamatan Denpasar Utara.

Baca Juga  Bapenda Denpasar Perpanjang Penetapan Jatuh Tempo Pembayaran PBBP2 hingga 31 Desember 2020

Kategori Utsawa Palawakya Dewasa Putri Juara I Duta Kecamatan Denpasar Selatan, Juara II Duta Kecamatan Denpasar Timur, Juara III Duta Kecamatan Denpasar Barat serta Juara Harapan I Duta Kecamatan Denpasar Utara.

Kategori Utsawa Palawakya Dewasa Putra Juara I Duta Kecamatan Denpasar Timur, Juara II Duta Kecamatan Denpasar Utara, Juara III Duta Kecamatan Denpasar Selatan serta Juara Harapan I Duta Kecamatan Denpasar Barat.

Ketua Widya Sabha Kota Denpasar Made Suarta Wijaya saat diwawancarai Selasa (24/11) menjelaskan bahwa pelaksanaan Lomba Utsawa Dharma Gita ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan ruang bagi generasi muda yang memiliki hobi dharma gita, terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini juga menjadi ajang pencarian bibit-bibit pelestari seni dharma gita.

Suarta Wijaya lanjut menegaskan, tujuan yang paling utama dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mendukung pelestarian budaya, khususnya sastra Bali.

“Secara umum seluruh penampilan peserta sangat baik, namun inilah yang namanya kompetisi yang memunculkan pemenang, jadi yang menjadi juara I jangan cepat puas dan yang belum mendapatkan juara jangan patah semangat, karena tujuan yang paling utama adalah bagaimana kita berperan aktif dalam mendukung pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali, khususnya sastra Bali sebagai warisan yang adi luhung,” ujarnya. (eka)

Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Buka Mahasabha V Pratisentana Bendesa Manik Mas, Wagub Cok Ace Ajak Umat Hindu Pertebal Keyakinan

Published

on

By

de
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati membuka secara resmi pelaksanaan Mahasabha V Pratisentana Bendesa Manik Mas di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar, Minggu (22/11).

Gianyar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati membuka secara resmi pelaksanaan Mahasabha V Pratisentana Bendesa Manik Mas di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar, Minggu (22/11).

Dalam sambutannya Wagub dengan sapaan akrab Cok Ace ini menyatakan menyikapi permasalahan keyakinan yang belakangan ini mencuat di media khususnya terkait agama Hindu, Pasemetonan sebagai salah satu unsur dari masyarakat Bali, diharapkan bisa memberikan bimbingan khususnya kepada pratisentana masing – masing dan masyarakat umum pemeluk agama Hindu agar meningkatkan sradha bhakti dan keyakinan terhadap agama yang dianut.

“Agar generasi kita tidak mudah terpengaruh untuk mengikuti aliran – aliran atau keyakinan yang sifatnya kekinian karena kurangnya pemahaman tentang agama yang dianut, sebaiknya kita semakin pertebal keyakinan kita, mari sering – sering diadakan dharma wacana untuk memberikan pengertian kepada masyarakat khususnya generasi muda,” cetus Wagub Cok Ace.

Lebih jauh, Cok Ace juga mengajak masyarakat Bali untuk tidak cepat terpancing dan mempercayai isu – isu yang beredar dengan masif di media sosial, yang bisa mengganggu jalannya program pembangunan oleh pemerintah. Namun lebih kepada menelusuri lebih dalam dan mencari kebenaran terkait berita – berita yang beredar tersebut. Ia pun berharap Mahasabha terlaksana dengan baik dan sukses sesuai yang diharapkan para pratisentana Bendesa Manik Mas.

Sementara itu, Panitia Mahasabha Wayan Suwija  menjelaskan Mahasabha yang mengambil tema Meningkatkan Sradha Bhakti Menuju Pratisenthana Mahotama mengagendakan di antaranya menyempurnakan AD-ART, merapatkan program kerja 2021 – 2025, dan memilih pengurus yang baru.  Peserta di antaranya melibatkan utusan pengurus kecamatan, kabupaten, hingga tingkat pusat di antaranya berasal dari Lampung, Lombok, Palu, Sulawesi Tengah dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. (gs)

Baca Juga  Disetujui Perubahan Perda 10/2016, Gubernur Koster segera Bawa ke Mendagri untuk Proses Fasilitasi

Lanjutkan Membaca