Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Walikota Rai Mantra Luncurkan Aplikasi BIMA

BALIILU Tayang

:

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra meluncurkan aplikasi BIMA (BaliMed Integrated Mobile Aplicationt), Jumat (8/1) di Kantor Walikota Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra meluncurkan aplikasi BIMA (BaliMed Integrated Mobile Aplicationt), Jumat (8/1) di Kantor Walikota Denpasar. Peluncuran aplikasi ini merupakan rangkaian perayaan HUT ke-13 tahun BaliMed yang dirayakan secara sederhana.

Dalam kesempatan itu Rai Mantra mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar menyambut gembira upaya RS BaliMed menciptakan aplikasi BIMA. Inovasi layanan berbasis IT ini merupakan wujud dukungan terciptanya smart city di Kota Denpasar, khususnya di pelayanan kesehatan. Selain itu aplikasi Bima ini dapat mempermudah pelayanan kesehatan terutama saat menghadapi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, aplikasi BIMA ini juga dapat memberikan informasi yang sangat penting baik informasi kesehatan maupun informasi layanan kepada masyarakat. Jika tidak ada informasi maka akan banyak memakan waktu. Maka dari itu dibutuhkan suatu pemikiran kreatif dan inovatif untuk lebih memperpendek dan juga lebih mengurangi asimetris informasi itu sendiri. ‘’Aplikasi ini sangat bagus dan mendukung dalam menciptakan pelayanan, kualitas pelayanan dan juga tingkat informasi yang masif dan simetris,” ungkap Rai Mantra.

Menurut Rai Mantra, aplikasi BIMA ini tidak hanya sekedar memberikan informasi rumah sakit, karena dalam aplikasi ini juga bisa menjadi database pengembangan kesehatan yang berkelanjutan. Artinya mereka dapat mengetahui problem/masalah penyakit, lokasi dan juga nama dan alamat. Bahkan bisa terklaster atau terkonfirmasi dengan baik, sehingga lebih mempercepat tingkat pencegahan atau penyembuhan. Nantinya bisa bertujuan untuk meningkatkan taraf tingkat derajat kesehatan yang berhubung dengan indek pembangunan manusia.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Denpasar sangat mendorong semua rumah sakit untuk terus berinovasi. Untuk lebih memperbaiki sistem pelayanan dan restorasi dan simetris dari pada informasi. “BaliMed sudah melakukan, dan aplikasinya sangat bagus sekali, karena dalam aplikasi mencakup semua hal baik manajemen kesehatan, perencanaan kesehatan oleh pemerintah maupun swasta dan juga pemberdayaan maupun keterlibatan masyarakat dalam pengentasan, pencegahan dan penyehatan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Presiden Bertemu Pegiat Reforma Agraria Bahas Solusi Sengketa Tanah

Direktur RS BaliMed dr. Oka Darmawan mengatakan, Di usia ke-13 tahun, BaliMed akan terus berupaya menciptakan layanan kesehatan yang inovatif untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan. Perayaan HUT ke-13 berbeda dengan perayaan HUT tahun – tahun sebelumnya yang dirayakan dengan meriah dengan melibatkan seluruh karyawan beserta keluarga karyawan, komisaris, direksi, pemilik serta konsultan RS BaliMed.

Pada perayaan HUT ke-13 kali ini dirayakan secara sederhana mengingat adanya pandemi Covid-19. Perayaan sederhana ini sebagai wujud syukur RS BaliMed selama 13 tahun sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Bali. Di usia yang ke-13 ini pula RS BaliMed ingin terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan guna memenuhi harapan masyarakat. “Kami terus berupaya melakukan inovasi yang akan membantu kemudahan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mempersembahkan aplikasi BIMA,” ungkapnya.

Menurut Oka, nantinya data base yang tercipta, akan menjadi aset yang sangat berharga dalam perencanaan bidang kesehatan bagi bagi pemerintah maupun swasta. Peta lokasi pasien atau peta distribusi penyakit per wilayah dapat diketahui dan dilakukan fokus program pemberdayaan masyarakat untuk perubahan gaya hidup menuju hidup sehat. Termasuk, pengembangan pelayanan kesehatan, khususnya pengembangan rumah sakit. (ayu/eka)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Presiden Bertemu Pegiat Reforma Agraria Bahas Solusi Sengketa Tanah

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  KM Leuser Sandar, Tim Gabungan KKP Benoa dan Polsek Lakukan Pengamanan dan Pemeriksaan Penumpang

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Pjs. Bupati Badung Ketut Lihadnyana Hadiri Deklarasi Pilkada Tertib 2020

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca