Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wamen Keuangan RI Hadiri Kongres AFEBI Ke-10

BALIILU Tayang

:

wamenkeu
Hari kedua Kongres AFEBI ke-10 di Ballroom Prime Plaza Sanur – Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Hari kedua pelaksanaan Kongres AFEBI ke-10, dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara, Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si, Ketua DPN AFEBI periode 2020-2022, Pengurus DPN AFEBI periode 2020-2022, Gubernur Bali yang pada kesempatan ini diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, para narasumber berasal dari kalangan akademisi dan swasta, Dewan Eksekutif  LAMEMBA, Ketua ISEI wilayah Bali, Ketua Wilayah IAI Bali, para pimpinan Universitas Udayana, para Koordinator Program Studi dan Koordinator Unit, para Ketua Lembaga Mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana serta delegasi dari 78 Universitas anggota AFEBI,  bertempat di Ballroom Prime Plaza Sanur – Bali.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., Ph.D selaku tuan rumah Kongres AFEBI ke-10, dalam laporannya menyampaikan informasi tentang jumlah peserta Kongres AFEBI ke-10 sebanyak 387 peserta, 70  FE, FEB dan FEBI khususnya dari perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia, 79 anggota AFEBI, 65 Dekan FEB seluruh Indonesia, dan dalam laporannya juga menyampaikan untuk pertama kalinya dalam kongres AFEBI pemilihan DPN AFEBI dilakukan secara digital.

Ketua DPN AFEBI periode 2020-2022, Prof. Dr. Suharnomo, SE., M.Si. menyampaikan AFEBI merespon adanya digitalisasi dan diharapkan untuk terus berlanjut. Hal yang terkait dengan tracer study dan digitalisasi dapat dikembangkan dari program studi lama untuk terus di-upgrade. Banyak pilihan yang dapat ditentukan dalam bentuk manajerial sehingga diharapkan pengurus DPN AFEBI periode 2023-2025 agar tetap menjaga solidaritasnya.

Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU, dalam sambutannya mengharapkan tetap terjalin kerja sama dan strategi dalam meningkatkan kapabilitas dalam tantangan global secara fleksibel yang merujuk kepada green economic, digitalisasi dan ekonomi berkelanjutan. Acara dibuka secara resmi dengan memindai sidik jari dari Rektor Universitas Udayana, didampingi oleh Ketua DPN AFEBI periode 2020-2022 dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

Baca Juga  Cegah Banjir saat Intensitas Hujan Meningkat, Jaya Negara Resmikan Pengerjaan Normalisasi Tukad Pangrarungan
Kongres AFEBI ke-10 hari kedua ditutup sesi foto bersama. (Foto: ist)

Plenary session dimoderatori oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Dr. Ni Made Asti Aksari, SE.,M.Bus, dengan pembicara dari Dekan FEB UI, Teguh Dartanto, Ph.D dan Direktur Masyarakat dan Perikanan Indonesia, Yasmine Simbolon dan dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara.

Wakil Menteri Keuangan RI, menyampaikan keynote speech bahwa pemerintah akan terus mencari imbangan yang pas, antara kegiatan ekonomi dan kesehatan. Awal pandemi Covid-19 satu grafik yang paling kita lihat adalah hubungan antara penularan dan mobilitas manusia. Kewaspadaan harus terus dijaga seiring agar proses pemulihan ekonomi berjalan dengan baik. Pembelajaran dari macroeconomics harus di-manage ketika seseorang tidak boleh melakukan mobilitas. Menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, kegiatan ekonomi dengan kesehatan, karena ini bukan hanya masalah sosial melainkan masalah ekonomi.

APBN menjadi the only player in town mendorong pemulihan ekonomi nasional untuk meningkatkan pembelanjaan negara. Indonesia sudah mendevelop, transisi menuju ekonomi hijau untuk mengurangi kegiatan yang mengakibatkan emisi karbon. Sebuah mekanisme yang terkoordinasi dan terintegrasi dengan menggabungkan fasilitas de-risking yang diperlukan dengan pembiayaan yang dibutuhkan. Dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada Wakil Menteri Keuangan dan sesi foto bersama dengan seluruh delegasi Kongres AFEBI ke-10.

Sesi paralel session/Breakout Room Workshop 1 “Leader’s Talk – Narrowing The Gaps antara sekolah Unggul, Baik Sekali dan Baik”, terdiri dari 3 (tiga) narasumber  Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si.,Ak., CMA., CA (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR), Dr. Hawignyo (Dekan Fakultas Ekonomi UNSIKA), Muhamad Fajrin Rasyid (Direktur Digital Bisnis PT. TELKOM Indonesia (Persero) Tbk). Workshop 2 “Akreditasi pada Bidang EMBA”, dengan narasumber  Prof. Dr. Ina Primiana, S.E., M.T. (Ketua Dewan Eksekutif LAMEMBA). Workshop 3 “Akreditasi Internasional AACSB” dengan narasumber Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T. (Guru Besar Sekolah Bisnis Manajemen ITB), dan Prof. Popy Rufaidah, S.E., MBA., Ph.D. (Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Periode Desember 2018 – September 2022). Workshop 4 “Professorship”. dengan narasumber Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D. (Guru Besar FEB Undip)

Baca Juga  Wabup Suiasa Terima Kunja Menparekraf, Serap Masukkan Pemda dan Pelaku Pariwisata Guna Percepat Pemulihan Pariwisata di Bali

Beranjak ke acara penutupan, dilakukan presentasi tuan rumah sidang pleno AFEBI 2023 oleh Dekan FEB Universitas Brawijaya, Abdul Ghofar, SE., MSi, MAcc., DBA., Ak., CA, Presentasi tuan rumah Kongres AFEBI 2023 oleh Dekan FEB Universitas Yogyakarta, Dr. Siswanto, M.Pd, kemudian dilanjutkan dengan thanking remarks oleh Dekan FEB Unud, Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., Ph.D. Berikutnya Sesi Pengenalan 5 DPN AFEB 2023 – 2025, dan diakhiri dengan sambutan penutup oleh Ketua DPN AFEBI 2020-2022, Prof. Dr. Suharnomo, SE., M.Si.

Penyerahan apresiasi dari Ketua DPN AFEBI dan Sekjen AFEBI 2020-2022 kepada Dekan FEB Unud, didampingi ketua panitia Kongres AFEBI Ke-10 tahun 2022, Dr. Made Dwi Setyadhi Mustika, S.E.,M.Si. Dilanjutkan dengan penyerahan sertijab kepada pengurus DPN AFEBI 2023-2025 disaksikan oleh seluruh delegasi dan diakhiri dengan sesi foto bersama. 

Diharapkan kegiatan kongres AFEBI ke-10 ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi digitalisasi dan green economics untuk seluruh FE, FEB dan FEBI Universitas Negeri di seluruh Indonesia dengan mengedepankan prinsip tetap duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2339-Wakil-Menteri-Keuangan-RI-saat-Hadiri-Kongres-AFEBI-ke-10-Pentingnya-Keseimbangan-Kegiatan-Ekonomi-dan-Kesehatan-Pasca-Pandemi-.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Bangkitkan Spirit Sunda Kecil, Satukan Perbedaan Perkuat NKRI

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Gubernur NTT Melkiades Laka Lena dalam pertemuan kerja sama regional
KERJA SAMA REGIONAL: Gubernur Wayan Koster (tengah) bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kanan) dan Gubernur NTT Melkiades Laka Lena (kiri) dalam sebuah pertemuan menyepakati pentingnya membangun kerja sama regional. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gagasan Gubernur Bali Wayan Koster membangun kerja sama regional Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak lahir dalam semalam. Konsep itu disusun melalui rangkaian pertemuan yang berlangsung selama beberapa bulan, dimulai di Bali, kemudian berlanjut di NTB, hingga dipertegas di NTT sebagai fondasi kolaborasi jangka panjang kawasan Sunda Kecil.

Langkah pertama dimulai pada 3 November 2025 di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar. Dalam pertemuan itu, tiga kepala daerah menyepakati pentingnya membangun kerja sama regional sebagai respons terhadap tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Kesepakatan tersebut kemudian diperkuat dalam pertemuan 25 November 2025 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dan kembali ditegaskan pada 28 Januari 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebagai komitmen bersama membangun kawasan Sunda Kecil secara berkelanjutan.

Bagi Koster, kerja sama ini bukan sekadar hubungan antarpemerintah daerah. Lebih dari itu, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Bali, NTB, dan NTT sebagai satu kawasan strategis yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

“Kerja sama ini dibangun dengan semangat baru sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini, namun tetap menjaga spirit historis Sunda Kecil sebagai fondasi membangun kemajuan bersama,” ujar Koster, Minggu (19/7/2026).

Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pengembangan energi bersih, transportasi yang saling terintegrasi, penguatan sektor pariwisata, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur. Menurut Koster, seluruh program itu dijalankan dalam koridor memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan membentuk blok kewilayahan yang berdiri sendiri.

Secara historis, Bali, NTB, dan NTT memang pernah berada dalam satu kesatuan wilayah berdasarkan Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958. Kini masing-masing telah memiliki undang-undang tersendiri, tetapi hubungan sejarah tersebut dinilai tetap menjadi modal penting untuk membangun sinergi yang lebih kuat di tengah dinamika nasional dan global.

Baca Juga  Presiden Jokowi Menerima Vaksin Covid-19 Perdana

Yang menarik, kolaborasi ini justru lahir dari keberagaman. Bali merupakan provinsi dengan mayoritas masyarakat beragama Hindu, NTB mayoritas Islam, sedangkan NTT mayoritas Kristen. Dari sisi politik pun ketiganya berasal dari partai yang berbeda. Wayan Koster merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal merupakan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB, sedangkan Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menjabat Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun bagi Koster, perbedaan agama maupun afiliasi politik tidak pernah menjadi penghalang untuk membangun kepentingan yang lebih besar.

“Perbedaan agama maupun latar belakang politik tidak menjadi penghalang. Justru keberagaman itu menjadi energi untuk membangun sinergi. Yang dikedepankan adalah kepentingan rakyat, memperkuat NKRI, dan mendorong kemajuan Indonesia,” tegasnya.

Koster menilai tantangan pembangunan saat ini tidak lagi dapat diselesaikan melalui ego sektoral maupun ego kewilayahan. Transisi energi, perubahan iklim, konektivitas transportasi, daya saing pariwisata, hingga peningkatan kualitas birokrasi menuntut adanya kolaborasi yang lebih erat antarprovinsi.

Karena itu, semangat Sunda Kecil yang dibangun Bali, NTB, dan NTT diharapkan menjadi contoh bahwa perbedaan identitas, agama, maupun warna politik dapat dipersatukan dalam satu tujuan besar, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat persatuan nasional, dan mendorong kemajuan Indonesia secara berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Lepas Jalan Sehat HUT Ke-79 Koperasi

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa melepas peserta Jalan Sehat HUT ke-79 Koperasi di Lapangan Lumintang
LEPAS JALAN SEHAT: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, saat melepas peserta Jalan Sehat serangkaian HUT ke-79 Koperasi, di area Lapangan Lumintang, Minggu (19/7) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, melepas peserta Jalan Sehat serangkaian HUT ke-79 Koperasi, yang pada tahun ini mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya“, di area Lapangan Lumintang, Minggu (19/7) pagi.

Menempuh rute 2 km lebih, jalan sehat ini diikuti berbagai kalangan. Dari mulai jajaran pengurus koperasi, OPD Pemerintah Kota Denpasar, siswa sekolah, hingga masyarakat lainnya tampak antusias mengikuti kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 pagi tersebut.

Pada kesempatan itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, jalan sehat ini bukan hanya tentang berolahraga, tetapi juga tentang mempererat semangat gotong-royong dan kekeluargaan yang menjadi dasar utama gerakan koperasi. Di usia ke-79 ini, kata Jaya Negara, koperasi harus terus menjadi pilar ekonomi kerakyatan.

“Pemerintah Kota Denpasar, terus mendorong koperasi yang modern, sehat, dan mampu mensejahterakan anggota serta masyarakat,” kata Jaya Negara.

Lebih jauh, Jaya Negara juga berharap pada momentum HUT ke-79 ini, peran koperasi dapat semakin ditingkatkan untuk menghadapi tantangan ekonomi global, sekaligus mewujudkan Denpasar Maju.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Ida Bagus Benny Pidada Rurus menjelaskan, selain jalan sehat, berbagai kegiatan diselenggarakan pada peringatan HUT ke-79 tahun ini. Antara lain, donor darah, beragam seminar, pameran, dan aneka hiburan yang disuguhkan untuk masyarakat.

“Malam nanti akan juga ada malam apresiasi yang digelar sebagai puncak rangkaian HUT ke-79 Koperasi di Kota Denpasar,” jelasnya.

Malam apresiasi ini sendiri kata IB Benny Pidada, akan diikuti oleh Gerakan Koperasi, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan masyarakat Kota Denpasar. Selain itu, pada kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada koperasi berprestasi, dan pelantikan Dekopinda Kota Denpasar. (eka/bi)

Baca Juga  Polri Sebut Pihak Keluarga sudah Ketahui Penyakit yang Diderita Ustaz Maaher

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Upaya Tingkatkan Mitigasi Bencana, Pemkot Denpasar Bentuk Relawan Pemadam Kebakaran di 4 Wilayah Desa

Published

on

By

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar melatih Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) perwakilan desa se-Denpasar
REDKAR: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar secara resmi membentuk dan melatih Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang berbasis pada perwakilan desa di seluruh kecamatan se-Kota Denpasar. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar secara resmi membentuk dan melatih Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang berbasis pada perwakilan desa di seluruh kecamatan se-Kota Denpasar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Damkar Kota Denpasar, I Made Tirana, Minggu (19/7), di Denpasar. Pihaknya menjelaskan, pelatihan yang melibatkan sedikitnya 50 peserta yang merupakan perwakilan dari empat desa antara lain Desa Sumerta Kelod, Desa Dauh Puri Kauh, Desa Padangsambian Kaja Dan Desa Sidakarya, dilaksanakan pada Jumat (17/7) lalu.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat, khususnya dalam penanganan bahaya kebakaran secara dini.

Made Tirana kemudian mengatakan, bahwa maksud dan tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat di tingkat paling dasar. Melalui pelatihan ini, para relawan dibekali keterampilan teknis agar mampu melakukan tindakan pemadaman awal sebelum armada pemadam tiba di lokasi, sehingga potensi kerugian besar dapat ditekan secara signifikan.

“Kita ingin membentuk sistem ketahanan kota yang responsif. Relawan ini adalah garda terdepan yang paling dekat dengan lingkungan warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan, selain pelatihan serta edukasi teori dan simulasi pemadaman konvensional, pada kesempatan itu, para peserta juga diperkenalkan dengan inovasi terbaru bernama Pompa Sisupit.

Inovasi ini dirancang khusus untuk mengatasi kendala geografis Kota Denpasar yang memiliki banyak kawasan padat penduduk dan gang-gang sempit. Pompa Sisupit hadir sebagai solusi alat pemadam portable yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga tetap efektif menyuplai air secara cepat meskipun medan lokasi kebakaran sulit dijangkau oleh mobil pemadam berukuran besar.

“Dengan terbentuknya 50 relawan baru, Pemerintah Kota Denpasar berharap sinergi antara petugas profesional dan masyarakat dapat berjalan beriringan demi mewujudkan Denpasar yang aman, nyaman, dan tangguh bencana,” pungkas Made Tirana. (eka/bi)

Baca Juga  Wabup Suiasa Terima Kunja Menparekraf, Serap Masukkan Pemda dan Pelaku Pariwisata Guna Percepat Pemulihan Pariwisata di Bali

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca