Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wamenlu Arif Havas: Indonesia Harus Cermat Bermain di Tengah BRICS dan Barat

BALIILU Tayang

:

Indonesia BRICS
FOTO BERSAMA: Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno berfoto bersama dalam forum internasional Ambassador Talks Cakrawala Volume 6 yang digelar LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) di Jakarta, Kamis (2/10). (Foto: Hms LSPR)

Jakarta, baliilu.com – Indonesia dituntut memainkan peran strategis di tengah rivalitas dua kekuatan global: kelompok BRICS dan Aliansi Barat. Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno, dalam forum internasional Ambassador Talks Cakrawala Volume 6 yang digelar LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) di Jakarta, Kamis (2/10), bertepatan dengan Hari Batik Nasional.

Dengan tema “Multipolaritas dan Global South: Di Mana Posisi Indonesia antara Ambisi BRICS dan Aliansi Barat?” forum ini menjadi sorotan karena membedah arah politik luar negeri Indonesia di tengah dunia yang semakin multipolar. Diskusi diadakan di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall, Kampus LSPR Jakarta, dengan dihadiri mahasiswa, akademisi, dan praktisi hubungan internasional.

Rektor LSPR Institute, Associate Professor Dr. Andre Ikhsano, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya ruang diskusi akademik seperti ini. “Kehadiran Bapak Wakil Menteri Luar Negeri akan memperkaya pemahaman mengenai tantangan dan peluang Indonesia di tengah konstelasi multipolar dunia,” ujarnya.

Strategi Dolar AS: Kisah Inspiratif dari Wamenlu

Dalam paparannya, menjawab pertanyaan peserta, Arif Havas mengaitkan dinamika global dengan sebuah cerita inspiratif tentang bagaimana Amerika Serikat membangun kekuatannya pasca-Perang Dunia II.

“Pada tahun 1950-an,” tutur Havas, “Penasehat Khusus Presiden AS Richard Nixon pernah mengajukan pertanyaan sederhana tapi mendasar: Amerika sudah unggul secara geopolitik, tapi ekonominya lemah. Bagaimana caranya agar bisa menjadi global power?”

Jawaban datang dari ekonom Paul Volcker – belakangan Gubernur Bank Sentral AS (The FED) – yang kelak dikenal sebagai arsitek kebijakan moneter AS. Gagasannya sederhana: Amerika harus menciptakan defisit perdagangan sebanyak mungkin, tetapi semua perdagangan itu wajib menggunakan dolar AS.

Baca Juga  Perkuat Kerja Sama Indonesia dan Rusia, Gubernur Koster Terima Delegasi Parlemen Saint Petersburg

Strategi inilah yang membuat dolar mendominasi. Negara-negara dengan surplus dagang menumpuk dolar, lalu menggunakannya untuk membeli produk dan jasa Amerika, dari McDonald’s hingga Mastercard. Surplus itu kembali ke Amerika melalui investasi di obligasi, properti, dan bank-bank AS. “Dengan cara itu,” jelas Havas, “dolar menjadi tulang punggung ekonomi dunia. Amerika bukan hanya berkuasa lewat militernya, tetapi juga melalui dominasinya atas sistem keuangan global.”

Havas kemudian memberi contoh nyata. “Di Indonesia saja, kita bisa merasakan kekuatan dolar. Nilainya berbeda di setiap money changer, bahkan dolar lusuh sering tidak diterima. Itulah bukti the power of the US dollar yang jarang kita sadari,” ungkapnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa perdagangan langsung dunia dengan Amerika hanya sekitar 15 persen, sementara lebih dari 80 persen perdagangan global terjadi antarnegara lain. “Dalam konteks multipolaritas saat ini, banyak negara mulai mencari sistem baru di luar dominasi dolar,” tegasnya.

Relevansi untuk Indonesia

Menurut Havas, kisah strategi dolar memberi pelajaran penting: kekuatan global lahir bukan hanya dari militer, tetapi juga dari strategi ekonomi cerdas. Pelajaran itu relevan bagi Indonesia yang kini menghadapi tarik-menarik antara BRICS dan Barat.

“Indonesia tidak boleh terjebak dalam blok-blok besar, tetapi harus cermat memainkan perannya sebagai jembatan antara Global South dan kekuatan besar dunia,” ujarnya. Dengan populasi besar, pertumbuhan ekonomi stabil, dan posisi strategis di Indo-Pasifik, Indonesia memiliki modal untuk menjadi kekuatan penyeimbang.

“Diplomasi kita harus tetap bebas-aktif. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa berperan aktif tanpa kehilangan jati diri politik luar negeri Indonesia,” kata Havas.

LSPR Pertegas Komitmen

Melalui Ambassador Talks, LSPR Institute menunjukkan konsistensinya menghadirkan dialog akademik yang relevan dengan isu-isu global. Forum ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk memahami bahwa isu geopolitik berhubungan langsung dengan masa depan Indonesia.

Baca Juga  Indonesia Fokus Dorong Implementasi Lima Poin Kesepakatan untuk Bantu Myanmar

Kisah strategi dolar yang dibagikan Havas menjadi pengingat bahwa sejarah penuh dengan pelajaran. Sama seperti Amerika yang membangun kekuatannya melalui ekonomi, Indonesia pun bisa merancang strategi cerdas untuk memperkuat posisi di tengah percaturan multipolar dunia.

Selain Rektor, acara ditutup oleh Associate Professor Dr. Rino F. Boer, Direktur Program Pascasarjana LSPR Institute, dengan Rudi Sukandar, Ph.D., Direktur LPPM dan Dosen Hubungan Internasional LSPR, bertindak sebagai moderator. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Pingsan di Gunung Agung

Published

on

By

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pendaki yang pingsan di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.

Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.

“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.

Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.

Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.

Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Presiden Jokowi Resmikan WHOOSH, Kereta Cepat Pertama di Indonesia dan Asia Tenggara

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Proyek Strategis Pengendali Banjir di Kuta

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pengendali banjir di Kecamatan Kuta
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).

Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.

“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.

Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.

Baca Juga  Indonesia Fokus Dorong Implementasi Lima Poin Kesepakatan untuk Bantu Myanmar

Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.

“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati dan Wabup Badung Tinjau Proyek Jalan Lingkar Barat

Percepat Solusi Kemacetan Badung Selatan dan Tengah

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Badung
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.

Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.

Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.

Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Dorong Pengusaha Mebel Terbuka dan Berpartner dengan Perusahaan Lain

“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.

“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca