Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Warga Denpasar Selatan Sambut Baik Penyelenggaraan Posyandu Paripurna oleh TP PKK Kota Denpasar

BALIILU Tayang

:

Warga Denpasar Selatan
Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar menggelar Posyandu Paripurna Kecamatan Denpasar Selatan, Sabtu (25/6). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com  – Setelah di 3 kecamatan sebelumnya, yakni Denpasar Utara, Denpasar Timur dan Denpasar Barat, pada Sabtu (25/6) Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar menggelar Posyandu Paripurna Kecamatan Denpasar Selatan. Seperti di wilayah lainnya, layanan Posyandu Paripurna ini juga memfokuskan pada layanan kesehatan berbasis masyarakat bagi Balita, ibu hamil, dan Lansia.

Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara memantau langsung pelaksanaannya di Banjar Tamansari, Kelurahan Sanur. Penyelenggaraan Posyandu ini disambut baik warga dan jajaran pemerintahan kelurahan setempat.

Dalam kegiatan itu, Ny. Antari Jaya Negara didampingi Istri Wakil Walikota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani  Wiradana. Turut hadir Kepala Dinas PMD Kota Denpasar I Wayan Budha, Camat Denpasar Selatan I Made Sumarsana dan Lurah Sanur Ida Bagus Raka Jisnu, serta Ketua DPD PPNI Kota Denpasar I Ketut Sudiarta.

Salah seorang warga Lansia peserta Posyandu Paripurna I Ketut Mertha, warga Banjar Tamansari, Kelurahan Sanur menyambut baik penyelenggaraan Posyandu ini. “Kegiatan ini sangat baik untuk kami para Lansia dan juga Balita serta ibu hamil. Sebagai warga kami ucapkan terima kasih kepada TP PKK Kota Denpasar dan semoga kegiatan ini terus bisa dilakukan berkelanjutan,” ujar Ketut Mertha.

Senada dengan Ketut Mertha, warga lainnya Ni Wayan Sureni yang membawa balitanya Tisya Agustina Putri untuk mengikuti Posyandu ini, sembari menyuapi Tisya mengatakan, dirinya antusias untuk datang ke Posyandu ini.

“Posyandu ini bisa saya manfaatkan untuk menimbang berat badan anak saya dan juga untuk mengecek kesehatannya. Terima kasih juga PKK Kota Denpasar,”  kata Wayan Sureni.

Baca Juga  Desa Dauh Puri Kaja Buka Lahan Program Padat Karya Tunai

Ketua DPD PPNI Kota Denpasar I Ketut Sudiarta selaku pihak pendukung penyelanggaraan Posyandu Paripurna di semua Kecamatan di Denpasar ini mengungkapkan kesiapan pihaknya untuk selalu bisa bersinergi dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat.

“Karena sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat, pihak PPNI siap untuk selalu menjaga kesehatan masyarakat. Kami bertujuan agar pengabdian masyarakat melalui Posyandu Paripurna ini dapat menjadikan Balita, ibu hamil dan Lansia terjaga selalu kesehatannya,” kata Ketut Sudiarta.

Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara di hadapan para peserta Posyandu mengatakan, kegiatan Posyandu Paripurna ini agar bisa dimanfaatkan sebaik- baiknya sebagai deteksi awal kesehatan berbasis masyarakat.

“Bapak dan Ibu sekalian, utamanya para warga lansia saya harapkan tetap rajin nggih datang ke Posyandu. Karena layanan kesehatan ini juga bisa memfasilitiasi untuk mengecek kesehatan kita. Juga kepada para orangtua yang memiliki balita, manfaatkan layanan Posyandu ini untuk mengontrol kesehatan dan gizi anak- anak. Apalagi kita sedang gencar mencegah stunting,” urainya.

Ny. Antari Jaya Negara lalu menambahkan dalam arahan tersebut, kesehatan segala lapisan usia menjadi hal penting di masa sekarang ini. “Walau kasus Covid sudah melandai, kita terus tetap harus menjaga protokol kesehatan. Asupan gizi dan kontrol kesehatan tetap harus diperhatikan, agar kondisi tetap baik,” imbuh Ny. Antari Jaya Negara.

Di lain sisi, Lurah Sanur Ida Bagus Raka Jisnu sebagai tuan rumah Posyandu Paripurna sangat mengapresiasi pelaksanaan posyandu ini.  “Posyandu Paripurna ini bisa dijadikan sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan masyarakat. Karena dengan fisik dan mental yang sehat kita bisa melakukan apapun,” kata Ida Bagus Raka Jisnu.

Posyandu Paripurna ini juga dirangkaikan dengan kegiatan pembagian bantuan Pemberian Makan Tambahan (PMT).

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih Peringkat I Pengelola JDIH Terbaik Tingkat Nasional 2025

PMT berupa susu adalah bantuan dari BKKBN Bali, vitamin dan PMT lainnya dari TP PKK Kota Denpasar dan PPNI Kota Denpasar. Sedangkan biskuit dan susu balita dan ibu hamil adalah bantuan dari TP PKK Provinsi Bali. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Kunjungi Pasar Rakyat TP PKK Bali di Klungkung

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Desa Dauh Puri Kaja Buka Lahan Program Padat Karya Tunai

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih Peringkat I Pengelola JDIH Terbaik Tingkat Nasional 2025

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca