Monday, 20 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wawali Arya Wibawa Buka Lomba Sketsa dan Pameran Tapel Ogoh-ogoh ST Tunas Muda Banjar Dukuh Mertajati Sidakarya

BALIILU Tayang

:

wawali
Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa membuka lomba skesta dan pameran tapel ogoh - ogoh yang digelar ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Desa Sidakarya, Sabtu (11/3). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa membuka lomba skesta dan pameran tapel ogoh – ogoh yang digelar ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Desa Sidakarya, Sabtu (11/3).

Hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Kota Denpasar, Wayan Suadi Putra, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Camat Denpasar Selatan, Made Sumarsana, Bendesa serta tokoh masyarakat setempat.

Menuju pergantian Tahun Baru Saka 1945 atau menjelang Perayaan Nyepi di Pulau Dewata, sebanyak 52 peserta dari kalangan umum unjuk gigi, dalam lomba dan pameran tapel dan sketsa ogoh-ogoh ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Desa Sidakarya yang berlangsung 11-13 Maret 2023.

Ketua ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Wayan Pageh Wedhanta  mengatakan, lomba sketsa ogoh-ogoh tahun ini merupakan yang keempat kalinya. Sekaligus diadakan lomba tapel ogoh-ogoh ketiga dan lomba tapel ogoh-ogoh tradisional pertama ST Tunas Muda Banjar Dukuh Mertajati.

“Lomba sketsa ogoh-ogoh ini dilaksanakan untuk memberikan wadah bagi pelaku seni dua dimensi dan tiga dimensi, untuk tetap bisa menuangkan serta memamerkan karya seninya kepada masyarakat luas,” ucap Wayan Pageh.

Begitu juga untuk lomba tapel ini, dilaksanakan mengingat banyaknya karya seni tapel yang tidak terpakai usai pelaksanaan ngerupuk, dan tapel ini juga merupakan bagian terpenting dari ogoh-ogoh, sehingga karya-karya yang bernilai seni dan ekonomis ini dapat dipamerkan kembali.

“Kami berinisiatif untuk melaksanakan lomba ini. Sehingga masyarakat khususnya anak muda tetap bisa berkarya dan tetap mengasah kreativitasnya membuat seni,” kata Pageh.

Dalam perlombaan itu, mendapat perhatian khusus dari Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, yang turut hadir menyaksikan lomba pameran tapel dan sketsa ogoh-ogoh ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan.

Baca Juga  Dishub Denpasar Gelar Penertiban Angkutan Barang

“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan pameran serta lomba sketsa dan tapel ogoh-ogoh ini. Semangat dari para generasi muda ini, tetap membara dalam berkreativitas dan menjalankan budaya,” kata Arya Wibawa.

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan ini sudah sejalan dengan visi dan misi Kota Denpasar yakni kota kreatif berwawasan budaya. Diharapkan, kedepannya para pemuda pemudi khususnya generasi muda di Kota Denpasar, dapat bersinergi dengan pemerintah,  guna membangun Denpasar yang lebih maju dan berbudaya.

“Saya berharap, kegiatan ini dapat memberikan efek yang positif bagi masyarakat dalam memajukan budaya di Kota Denpasar,” ucapnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Indonesia Dorong Empat Inisiatif Konkret di World Water Forum Ke-10

Published

on

By

empat inisiatif world water forum
PIMPIN PERTEMUAN: Presiden Joko Widodo memimpin Pertemuan Tingkat Tinggi World Water Forum Ke-10 2024 di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/5/2024). (Foto: Media Center WWF 2024)

Badung, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan pentingnya peran air dalam kehidupan manusia. Tata kelola air yang bermasalah, selain dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, juga berpotensi memicu perang dan menjadi sumber bencana. Oleh karena itu, Indonesia mendorong empat inisiatif konkret dalam World Water Forum ke-10 di Bali pada 18 – 25 Mei 2024.

“Too much water maupun too little water, keduanya dapat menjadi masalah bagi dunia,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka Pertemuan Tingkat Tinggi World Water Forum Ke-10, yang dihadiri 48 negara dan organisasi internasional di Bali, Senin (20/5/2024).

Untuk pertama kalinya sejak World Water Forum digelar, persoalan air dunia dibahas di tingkat kepala negara atau High Level Meeting.

Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia telah memperkuat infrastruktur air dengan membangun 42 bendungan, 1,18 juta hektare jaringan irigasi, 2.156 km pengendali banjir dan pengamanan pantai, serta merehabilitasi 4,3 juta hektar jaringan irigasi.

Indonesia juga telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata sehingga didapuk sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara.

Presiden Joko Widodo menegaskan World Water Forum Ke-10 sangat strategis untuk merevitalisasi aksi nyata dan komitmen bersama dalam mewujudkan manajemen sumber daya air terintegrasi.

Tiga hal yang konsisten didorong Indonesia antara lain, pertama meningkatkan prinsip solidaritas dan inklusivitas untuk mencapai solusi bersama, terutama bagi negara-negara pulau kecil dan yang mengalami kelangkaan air.

Indonesia juga mendorong pemberdayaan hydro-diplomacy untuk kerja sama konkret dan inovatif, menjauhi persaingan dalam pengelolaan sumber daya air lintas batas.

Bagi Indonesia memperkuat political leadership merupakan kunci sukses berbagai kerja sama menuju ketahanan air berkelanjutan.

Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan empat inisiatif baru yang diusung oleh Indonesia dalam World Water Forum Ke-10 yakni penetapan World Lake Day, pendirian Center of Excellence di Asia Pasifik, tata kelola air berkelanjutan di negara pulau kecil dan penggalangan proyek-proyek air.

Baca Juga  Kelurahan Peguyangan Gelar Pendataan Penduduk Non Permanen

“Air bukan sekedar produk alam, tapi merupakan produk kolaborasi yang mempersatukan kita sehingga butuh upaya bersama untuk menjaganya,” pungkas Joko Widodo yang dikutip dari laman infopublik.id. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Indonesia Maksimalkan Tata Kelola Air untuk Sektor Pariwisata

Published

on

By

pengelolaan air sektor pariwisata
HADIRI WWF Ke-10: Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (tengah jas hitam) saat menghadiri ‘’opening ceremony’’ World Water Forum Ke-10 di Mangupura Hall, Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali, (20/5/2024). (Sumber Foto : Kemenparekraf)

Badung, baliilu.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno menegaskan jika Indonesia terus melakukan upaya kolaboratif untuk memaksimalkan pengelolaan air di sektor pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut diungkap Sandiaga saat menghadiri opening ceremony World Water Forum Ke-10 yang dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo di Mangupura Hall, Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali, Senin (20/5/2024).

“Sektor pariwisata banyak sekali bersinggungan dengan air, ada yang menyampaikan no water no tourism. Saat ini kita telah berkolaborasi bagaimana sektor pariwisata dapat memaksimalkan penggunaan air di sektor pariwisata yang dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Sandiaga Uno yang dikutip dari laman infopublik.id.

World Water Forum merupakan forum internasional yang menghimpun para pemangku kepentingan di bidang air. Forum global yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali sejak 1997 ini mengajak semua pihak untuk berdiskusi, berbagi ilmu dan berpraktik nyata dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya air yang berkelanjutan.

“Forum air sedunia ini menjadi ajang di mana Indonesia menunjukkan kepemimpinannya dalam pengelolaan air. Juga bagaimana kita memastikan air sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita dan akan terus kita jaga di masa yang akan datang untuk anak cucu kita,” kata Menparekraf Sandiaga.

Sebelumnya, Presiden dikatakan Sandiaga mengatakan bahwa Indonesia ke depan akan terus mengambil peran strategis dan berperan penting dalam pengelolaan air dunia. Hal ini karena 72 persen permukaan bumi yang tertutup air, hanya 1 persen yang bisa diakses dan digunakan sebagai air minum dan keperluan sanitasi.

Baca Juga  Pemkot Dukung Percepatan Akses Keuangan Daerah

“Oleh karena itu tugas kita bersama untuk mengambil peran, apalagi Indonesia 65 persen wilayahnya adalah air,” kata Menparekraf Sandiaga.

Hal lain yang menjadi perhatian dikatakan Sandiaga adalah pemanfaatan teknologi dikatakan Sandiaga, akan menjadi bagian penting dalam pengelolaan air ke depan.

“Seperti yang disampaikan Elon Musk yang hadir sebagai prominent speaker, bahwa dengan teknologi maka pengelolaan air dan energi untuk menghadirkan kesejahteraan bersama akan semakin dimudahkan,” ujar Sandiaga.

World Water Forum Ke-10 masih akan berlangsung hingga 25 Mei 2024. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun memberikan dukungan dengan menghadirkan sejumlah kegiatan di antaranya World Water Forum Fair and Expo serta Bali Street Carnival.

“Kami berharap kegiatan ini dapat sekaligus mempromosikan budaya Bali dan Indonesia untuk seluruh peserta (World Water Forum) yang per pagi ini terkonfirmasi sudah mencapai angka 20 ribu peserta. Kita prediksi dengan rombongan delegasinya, sudah mencapai angka hampir 40 ribu sampai 50 ribu, jauh melebihi target,” kata Menparekraf Sandiaga.

Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu; serta Staf Ahli Pengembangan Bidang Usaha Kemenparekraf/Baparekraf Masruroh. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Pertemuan WWF Ke-10, Presiden Tekankan Solidaritas Global dalam Tata Kelola Air

Published

on

By

high level meeting ktt wwf
PIMPIN PEMBUKAAN: Presiden Joko Widodo memimpin pembukaan Pertemuan Tingkat Tinggi World Water Forum ke-10 2024 di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/5/2024). (Foto: Media Center WWF 2024)

Badung, baliilu.com – Presiden Joko Widodo membuka Sesi Pertemuan Tingkat Tinggi atau High Level Meeting Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum Ke-10 dengan menekankan urgensi kolaborasi global dalam mengelola sumber daya air untuk menghadapi tantangan yang makin kompleks di masa depan.

Dalam sambutannya, Presiden menggambarkan air sebagai the next oil, menyoroti pentingnya air untuk keberlanjutan ekonomi dan ekologi global.

“Bank Dunia memperkirakan, kekurangan air bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen hingga tahun 2050,” ungkap Presiden Joko Widodo di Bali International Convention Center (BICC), Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Senin (20/5/2024).

“Kelangkaan air juga dapat memicu perang serta bisa menjadi sumber bencana. Too much water maupun too little water, keduanya dapat menjadi masalah dunia,” lanjut Presiden Jokowi dikutip dari laman infopublik.id.

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi memaparkan upaya Indonesia dalam memperkuat infrastruktur airnya selama dekade terakhir, termasuk pembangunan 42 bendungan, 1,18 juta hektare irigasi, 2.156 kilometer pengendali banjir dan pengaman pantai, serta merehabilitasi 4,3 juta hektare jaringan irigasi.

“Air juga kami manfaatkan untuk membangun PLTS Terapung Waduk Cirata sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Forum Air Sedunia ke-10 ini sangat strategis untuk merevitalisasi aksi nyata dan komitmen bersama dalam mewujudkan manajemen sumber daya air terintegrasi.

Untuk itu, Presiden Jokowi mendorong tiga hal secara konsisten, yakni meningkatkan prinsip solidaritas dan inklusivitas, berdayakan hydro-diplomacy yang konkret dan inovatif, serta memperkuat kepemimpinan politik dalam kerja sama internasional terkait air.

Indonesia juga mengusulkan empat inisiatif baru dalam forum ini, yakni penetapan World Lake Day, pendirian Center of Excellence di Asia Pasifik untuk ketahanan air dan iklim, tata kelola air berkelanjutan di negara pulau kecil, dan penggalangan proyek-proyek air. Inisiatif-inisiatif tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam memimpin upaya global dalam tata kelola air yang berkelanjutan.

Baca Juga  Pelajari Program Ekonomi Kreatif dan Kerajinan, Pemkot Tangsel Kunjungi Kota Denpasar

Acara ini dihadiri oleh para pemimpin negara, pimpinan organisasi internasional, dan delegasi dari berbagai negara, menandai pentingnya kerja sama internasional dalam mengatasi tantangan pengelolaan sumber daya air di masa depan. Presiden Jokowi menutup sambutannya dengan mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

“Air bukan sekedar produk alam, tapi merupakan produk kolaborasi yang mempersatukan kita sehingga butuh upaya bersama untuk menjaganya,” tandasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca