Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi Desa Adat Renon

BALIILU Tayang

:

HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi.

Turut mendampingi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Lurah Renon I Gede Suweca, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, serta tokoh masyarakat setempat.

Wawali Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan karya yang dipuput oleh Sri Mpu Griya Taman Punggul, Abiansemal tersebut.

“Semoga dengan lancarnya pelaksanaan karya ini yang dilaksanakan dengan kebersamaan dan rasa tulus ikhlas, dapat memberikan berkah kerahayuan bagi masyarakat pengempon, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ucapnya.

Ia menambahkan, sinergi Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau semangat gotong-royong inilah yang membingkai jati diri Kota Denpasar sebagai kota berbasis kebudayaan.

Ketua Panitia Karya, Made Budana, menjelaskan rangkaian karya dimulai sejak 30 September 2026 melalui Nuasen Karya. Dilanjutkan 11 Oktober 2026 Mendak Nuntun Dewa Hyang ring Pura Dalem Puri, dan 13 Oktober 2026 Melasti ke Segara.

Puncak karya dilaksanakan hari ini, Rahina Buda Wage Klawu, 14 Oktober 2026. Sementara upacara Nyineb Karya dan Nyegara Gunung di Pura Goa Lawah akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 mendatang.

“Kami berharap pelaksanaan karya dengan rasa tulus ikhlas ini dapat memberikan kebaikan bagi warga kami dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Ramah Tamah Peringatan Hari Pahlawan

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian “Pengratep Karya Mamungkah” di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori Desa Adat Tonja

Published

on

By

HADIRI KARYA MAMUNGKAH : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10).

Di sela upacara, Wawali Arya Wibawa menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gede Batur Sari ini merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pasemetonan dan desa adat, hal ini perlu diapresiasi sebagai upaya membangun sradha bhakti melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat untuk membangun kesadaran, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat diwujudkan melalui Tri Guna Karya dan Satwika Karya.

Arya Wibawa juga berharap, setelah dilaksanakannya Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari ini, seluruh umat, terutama warga dan pengempon, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara itu, Panitia Karya, I Made Oka Bagiartha, mengatakan rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari telah dimulai sejak 13 Oktober 2026 dan puncaknya dilaksanakan hari ini, 14 Oktober 2026, yakni Upacara Puncak Pengratep Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Made Karang dari Griya Gede Karang Tampakgangsul.

Baca Juga  Siapkan 2500 Lowongan Kerja, Wawali Arya Wibawa Buka Festival Pasar Kerja Kota Denpasar

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang sudah hadir menyaksikan upacara puncak pengratep karya dan ngaturang punia kepada kami. Semoga karya ini labda karya lan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong-royong Krama Kembang Merta dalam Pelaksanaan Karya Pitra Yadnya

Published

on

By

Bupati Tabanan Hadiri Karya Pelebon dan Memukur
HADIRI KARYA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta jajaran saat menghadiri pelaksanaan Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur di Desa Adat Kembang Merta di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Semangat gotong-royong dan ketulusan dalam menjalankan kewajiban beragama menjadi wujud nyata keharmonisan sekala dan niskala di tengah masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur di Desa Adat Kembang Merta, yang dihadiri Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta jajaran di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10).

Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Sekda Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, kepala perangkat daerah terkait, Camat Baturiti beserta unsur Forkopimcam, pimpinan DTW Ulun Danu dan The Blooms, perbekel, bendesa adat, serta masyarakat setempat. Karya Pitra Yadnya ini diikuti 26 sawa dengan biaya Rp 16 juta per sawa, termasuk 14 sawa ngelangkir dan 4 sawa ngelungah. Rangkaian upacara juga mencakup Manusa Yadnya yakni metatah yang diikuti 58 orang dengan biaya Rp 300 ribu per orang, serta nelubulanin/mepetik sebanyak 16 orang. Kegiatan yang melibatkan masyarakat dari 480 kepala keluarga ini mencapai puncaknya pada Selasa (13/10), dengan upacara dipuput oleh Ida Pedanda Griya Bukit Kembang Merta.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengapresiasi krama Desa Adat Kembang Merta yang telah melaksanakan kewajiban beragama melalui Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tabanan senantiasa mendukung pelaksanaan yadnya sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan daerah dan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Esensi yadnya tidak diukur dari besarnya materi yang dihabiskan, melainkan dari ketulusan, keikhlasan, dan semangat gotong-royong krama dalam melaksanakannya. Seberat apa pun yadnya, jika dilaksanakan bersama-sama, pasti dapat diselesaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menjelaskan bahwa pelaksanaan yadnya merupakan wujud tanggung jawab umat Hindu dalam menjalankan ajaran Tri Rna, khususnya membayar utang kepada leluhur dan orang tua. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya sebagai bagian dari keharmonisan sekala dan niskala serta implementasi nilai Tri Hita Karana.

Menurutnya, yadnya yang dilaksanakan dengan tulus, didukung semangat gotong-royong, serta dipuput oleh sulinggih dan disaksikan murdaning jagat dalam hal ini, unsur pemerintah, akan menjadi karya yang satwika, utamaning utama. Komitmen tersebut senantiasa diwujudkan melalui kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak ‘’Karya Ngusaba’’ di Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya

Sementara itu, Ketua Panitia I Nyoman Widastra, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Tabanan beserta jajaran dalam pelaksanaan karya tersebut. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang senantiasa hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan beserta jajaran yang telah hadir sebagai murdaning jagat sekaligus memberikan dukungan dalam pelaksanaan Karya Pitra Yadnya ini,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Puncak Karya di Desa Punggul, Wabup Bagus Alit Sucipta Apresiasi Kebersamaan Krama

Published

on

By

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Karya Atma Wedana dan Manusa Yadnya Desa Punggul
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta, bersama anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, saat menghadiri Karya Atma Wedana dan Manusa Yadnya Desa Adat Punggul di Balai Budaya Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Jumat (9/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ikatan kebersamaan dan tradisi gotong-royong krama dalam menjalankan swadharma agama kembali mendapat dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kabupaten Badung. Hal itu terlihat saat Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, bersama anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Yunita Oktarini, menghadiri puncak Karya Atma Wedana dan Manusa Yadnya (Nyekah dan Metatah Massal) Desa Adat Punggul di Balai Budaya Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Jumat (9/10).

Rangkaian karya ini dipuput oleh Ratu Pedanda Griya Gede Punggul, Ratu Pedanda Griya Gede Sangeh, Ratu Pedanda Griya Padang Kerta Punggul, serta Walaka Sami. Prosesi ini turut dihadiri oleh anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Desa Punggul Kadek Sukarma, serta krama Desa Adat Punggul.

Setibanya di lokasi acara, Wabup Bagus Alit Sucipta meninjau langsung tempat sawa sekaligus menyerahkan bantuan dana stimulan dari Pemerintah Kabupaten Badung secara simbolis kepada Prawartaka Karya, I Gusti Ngurah Wedastra, senilai lebih dari Rp 199 juta.

Dalam sambramanya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi mendalam dan terima kasih kepada krama Desa Adat Punggul yang telah bersatu melaksanakan karya tersebut sebagai wujud bhakti dan tanggung jawab luhur kepada para leluhur yang telah mendahului. Pelaksanaan karya secara bersama-sama ini diharapkan dapat meringankan beban krama serta memperkuat sradha keagamaan.

“Kami mengapresiasi semangat kebersamaan krama Desa Adat Punggul dalam melaksanakan Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya ini. Selain sebagai wujud bakti kepada leluhur dan pelaksanaan kewajiban adat serta agama, karya yang dilaksanakan secara bersama-sama juga mencerminkan kuatnya nilai gotong-royong dan menyama braya di tengah masyarakat. Pemkab Badung tentu mendukung kegiatan keagamaan dan adat seperti ini agar dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Pemkot Denpasar ‘’Launching’’ Pelayanan Cetak Adminduk di Desa/Lurah

Wabup juga berpesan agar semangat gotong-royong dan tradisi menyama braya senantiasa dijaga serta diwariskan dalam kehidupan bermasyarakat agar segala beban krama menjadi lebih ringan.

“Saya berharap semangat gotong-royong dan menyama braya ini terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda. Dengan kebersamaan, berbagai kegiatan adat, agama, dan sosial akan lebih mudah dilaksanakan. Nilai-nilai inilah yang menjadi kekuatan masyarakat Bali dalam menjaga keharmonisan, melestarikan tradisi, dan memperkuat persatuan,” tambah Bagus Alit Sucipta.

Sementara itu, Prawartaka Karya sekaligus Bendesa Desa Adat Punggul, I Gusti Ngurah Wedastra, menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemkab Badung atas kehadiran dan dukungan dana yang diberikan demi kelancaran upacara tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan karya massal ini merupakan hasil kesepakatan bersama melalui rapat krama Desa Punggul.

Rangkaian upacara panjang telah dimulai sejak 26 September 2026, yang diawali dengan upacara matur piuning di Pura Kahyangan Tiga, nyukat karang suci, nanceb tetangunan, linggih tirta, nunas don bingin, ngulapin sekah, metatah hingga ngulapin sekah tunggal.

Ngurah Wedastra melaporkan, jumlah sawa yang mengikuti rangkaian Atma Wedana sebanyak 21 sawa, sedangkan untuk peserta upacara metatah berjumlah 18 orang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca