Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wawali Arya Wibawa Tinjau Pelayanan KB MKJP di Desa Tegal Harum Denpasar Barat

BALIILU Tayang

:

KB
Wawali Arya Wibawa Tinjau Pelayanan KB MKJP di Desa Tegal Harum Denpasar Barat, Rabu (8/2). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Setelah berlangsung di tiga Kecamatan, pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) hari ini dilaksanakan di Kecamatan Denpasar Barat. Kegiatan ini merupakan program Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB).

Kegiatan kali ini di tinjau langsung Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa , Rabu (8/2) bertempat di Kantor Desa Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat.

Turut hadir  dalam kesempatan tersebut, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa serta Kepala Dinas P3AP2KB I Gusti Agung Sri Wetrawati, Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih dan Perbekel Desa Tegal Harum I Komang Adi Widiantara.

“Pelayanan KB MKJP ini merupakan salah satu langkah untuk mencetak keluarga berkualitas dan melalui pengaturan jarak kelahiran anak serta usia ideal melahirkan, bisa dilakukan dalam mempersiapkan kehamilan sehingga nantinya akan melahirkan generasi berkualitas dan tercegah dari stunting,” kata Wawali Arya Wibawa saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut dikatakan untuk kasus stunting, Pemkot Denpasar terus melakukan pemantauan dan mencarikan solusi, yang mana di tahun 2022 penurunan angka stunting di Denpasar sudah menurun drastis dari target 7 %, Denpasar tahun 2022  lalu mencapai 5,8 % penurunan.

Dan tahun 2023 ini akan terus digencarkan dengan inovasi-inovasi salah satunya dengan kegiatan KB ini yang dari awal pernikahan sampai kelahiran nantinya.

Sementara Kepala Dinas P3AP2KB I Gusti Agung Sri Wetrawati menjelaskan, Gebyar Pelayanan KB serangkaian HUT ke-235 Kota Denpasar ini dilaksanakan di 4 titik kecamatan, dan hari ini yang terakhir di Kecamatan Denpasar Barat. Selain itu setiap harinya secara rutin juga di buka di 37 titik fasilitas kesehatan yang ada di Kota Denpasar.

Baca Juga  Desa Sumerta Kaja Bersih Sungai Lewat Program PKTD

Terdata dari 4 kecamatan secara keseluran yang sudah melaksanakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang dalam kegiatan selama empat hari ini sebanyak 50 orang yang di bagi dua katagori pemasangan KB yakni IUD dan implan dengan jumlah IUD 32 orang dan implan 18 orang. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Kompak Terima Aspirasi BEM Se-Kota Denpasar

Siap Tindaklanjuti Usulan dan Kritik Mahasiswa Sebagai Evaluasi, Wujudkan Pelayanan Optimal bagi Masyarakat

Loading

Published

on

By

Walikota Jaya Negara
TERIMA ASPIRASI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Kota Denpasar dalam acara bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Kota Denpasar dalam acara bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4). Sesuai dengan judulnya, kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan keluhan, masukan, saran hingga kritik tajam mahasiswa terhadap Pemerintah Kota Denpasar.

Berdasarkan data undangan, sebanyak 22 BEM Perguruan Tinggi turut diundang. Dimana, seluruh peserta diberikan kesempatan luas untuk menyampaikan pendapat, kritik hingga saran untuk kemajuan Kota Denpasar. Tampak hadir Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, OPD terkait, Ketua Forum Perbekel/Lurah, I Gede Wijaya Saputra serta Komunitas Eling Ring Pertiwi.

Berbagai isu terkini turut menjadi bahan diskusi hangat dan mendalam. Yakni penanganan sampah, tata ruang perkotaan, banjir, kekerasan seksual hingga transparansi program pemerintah. Tak jarang, silih berganti mahasiswa menyampaikan kritik dan saran untuk berdiskusi langsung dengan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, BEM Universitas Udayana turut menyerahkan hasil penelitian sekaligus rekomendasi kepada Pemerintah Kota Denpasar.

Presiden BEM Universitas Mahasaraswati, Gede Erawan Kusuma Putra Widana dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa persoalan sampah di lingkungan perkotaan memang menjadi isu yang mendesak. Namun, ia menilai bahwa perhatian tidak boleh hanya terfokus pada sampah semata, melainkan juga harus mencakup pembenahan tata kelola ruang yang hingga kini masih memerlukan perbaikan secara menyeluruh.

“Bukan hanya sampah, banyak isu perkotaan yang menjadi atensi, termasuk banjir, pelecehan seksual hingga tata ruang yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih Peringkat Pertama Capaian IPKD MCP 2024 Tingkat Nasional

Ia juga menyoroti bahwa selain isu lingkungan, masih terdapat berbagai persoalan lain yang tak kalah penting untuk segera ditangani, seperti keterbukaan informasi publik.

“Transparansi menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola yang baik, sehingga berbagai kebijakan yang diambil dapat diawasi dan dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan, Presiden BEM Univerditas Udayana, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa (Gung Pram) menyoroti terkait penanganan sampah yang menjadi publik isu saat ini. Dimana, pihaknya mendorong reformasi kebijakan pengelolaan sampah di lingkungan perkotaan melalui pendekatan sistemik dan transparan. Ia menekankan pentingnya sistem informasi yang terbuka agar seluruh masyarakat dapat memantau alur pengolahan sampah secara real time.

Selain itu, pihaknya juga menginisiasi transformasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) menjadi TPS-3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan menggandeng komunitas pecinta lingkungan guna memperkuat partisipasi publik dan edukasi berkelanjutan. Menurut Gung Pram, upaya ini juga akan diperkuat dengan pengembangan kanal pelaporan dan pengaduan yang responsif, serta pelaksanaan audit terbuka terkait penanganan dan inovasi persampahan di kampus.

“Kami ingin memastikan setiap kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi juga dapat diawasi bersama secara transparan oleh mahasiswa,” ujarnya.

Gung Pram menambahkan bahwa BEM Unud akan mendorong pembentukan sentra pengolahan sampah di kampus yang digawangi langsung oleh mahasiswa sebagai pusat inovasi dan praktik nyata pengelolaan lingkungan.

“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan kolektif untuk menciptakan kampus yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas partisipasi BEM se-Kota Denpasar dalam acara Dengar Mahasiswa ini. Dimana, forum ini merupakan momentum untuk berdiskusi serta menyampaikan kritik dan saran untuk pembangunan Kota Denpasar yang berkelanjutan.

Baca Juga  IKAYANA dan Pemkot Denpasar Gelar Refleksi UU Kepariwisataan dan Strategi Implementasinya

“Kami sangat terbuka, dan membuka ruang yang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan kajiannya, kritik serta saran untuk kemajuan Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Terkait sampah, Jaya Negara menjelaskan bahwa saat ini Pemkot Denpasar terus berjibaku dalam penanganan di hulu. Hal ini dilaksanakan dengan pemilahan sampah, pengolahan berbasis sumber melalui teba modern dan tong komposter, hingga optimalisasi TPS-3R. Sementara di tengah, Pemkot Denpasar juga terus mengoptimalisasi operasional TPST di tiga lokasi. Sedangkan di hilir, pengiriman sampah residu diarahkan menuju TPA Suwung dan cacahan kompos dikirim ke Kawasan Pusat Kebudayaan Bali.

“Untuk sampah saat ini kita masih berjibaku, dan peran masyarakat juga sangat penting untuk pemilahan dan pengolahan berbasis sumber, sembari menunggu operasional PSEL di Tahun 2027 mendatang,” ujarnya.

Jaya Negara juga sepakat dan siap menindaklanjuti usulan, saran dan kritik mahasiswa di dalam program kerja pemerintah. Hal ini terkait pengawasan tata ruang, penanganan dan antisipasi pelecehan seksual hingga banjir dan keterbukaan informasi publik.

“Saran dan masukan mahasiswa sangat kami perlukan, sehingga sinergi dan kolaborasi ini dapat menajamkan program pembangunan di Kota Denpasar yang tentunya memberikan kemanfaatan secara berkelanjutan,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

WHDI Kota Denpasar Gelar Pelatihan Kecakapan Hidup Pembuatan “Banten Otonan Tumpeng Pitu”

Published

on

By

whdi denpasar
PELATIHAN: WHDI Kota Denpasar saat menggelar Pelatihan Kecakapan Hidup dengan tema pembuatan Banten Otonan Tumpeng Pitu yang dilaksanakan di Banjar Tatasan Kaja, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Jumat (24/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar secara berkelanjutan menggelar Pelatihan Kecakapan Hidup dengan tema pembuatan Banten Otonan Tumpeng Pitu. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Banjar Tatasan Kaja, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Jumat (24/4), dengan menyasar kaum perempuan atau Wanita Hindu di wilayah setempat.

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus menyamakan persepsi masyarakat terkait makna Banten Otonan Tumpeng Pitu serta tata cara pembuatannya sesuai dengan sastra agama Hindu.

Menurutnya, banten otonan merupakan sarana upacara yang rutin digunakan setiap enam bulan sekali dalam rangka memperingati hari kelahiran berdasarkan kalender Bali. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk mengetahui cara pembuatan dan maknanya.

Banten otonan sangat sering digunakan di dalam keluarga. Jika masyarakat bisa membuat sendiri dan memahami maknanya, tentu dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga,” ujar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari program kerja WHDI Kota Denpasar di bidang keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap banjar pada empat kecamatan se-Kota Denpasar. Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi dalam setiap pelaksanaan pelatihan.

“Antusias masyarakat sangat besar, sehingga WHDI merespons positif dengan terus mengadakan pelatihan seperti ini secara berkelanjutan,” tambahnya.

Ia berharap, melalui pelatihan ini para ibu rumah tangga tidak hanya mampu membuat banten otonan untuk kebutuhan keluarga sendiri, tetapi juga dapat mengaplikasikannya di lingkungan yang lebih luas.

Sementara itu, narasumber dari WHDI Kota Denpasar, Ni Wayan Sukerti, menjelaskan bahwa kehadirannya dalam pelatihan tersebut bukan untuk menggurui, melainkan untuk menyamakan persepsi terkait makna Banten Otonan Tumpeng Pitu sesuai dengan ajaran yang diperoleh dari nabe atau sulinggih.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan otonan sebaiknya dilakukan di merajan, bukan di balai rumah. Hal ini dikarenakan merajan merupakan tempat berstana Ida Sang Hyang Widhi beserta para leluhur. Namun kalau merajan milik banyak keluarga beliau tidak mempermasalahkan.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih Peringkat Pertama Capaian IPKD MCP 2024 Tingkat Nasional

“Setiap pelaksanaan otonan sebaiknya dilakukan di merajan, karena saat mengaturkan banten, para dewa dan leluhur diyakini hadir di sana,” jelasnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami tata cara pembuatan banten otonan yang benar sesuai sastra agama Hindu, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta Ni Nyoman Rikin Ariani mengucapkan terima kasih kepada WHDI Kota Denpasar karena telah melaksanakan pelatihan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat bagus untuk menyamakan persepsi. Bahkan dia baru mengetahui bahwa ngotonan harus dilaksanakan di merajan.

“Melalui pelatihan ini saya baru mengetahui hal ini, semoga kegiatan ini terus berlanjut agar masyarakat banyak yang mengetahui makna dari otonan maupun banten otonan-nya,” harapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Yunita Alit Sucipta Kunjungi Perajin Disabilitas di Carangsari

Published

on

By

gow badung
HOME VISIT: Ketua GOW Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, kunjungi kediaman I Ketut Tirtayasa melalui kegiatan “home visit“ di Banjar Beng, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Jumat (24/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, melakukan aksi nyata dukungan terhadap kaum disabilitas melalui kegiatan home visit di Banjar Beng, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Jumat (24/4).

Kunjungan ini secara khusus menyasar kediaman I Ketut Tirtayasa, seorang warga disabilitas yang memiliki keterampilan luar biasa dalam mengolah limbah kertas koran menjadi anyaman bernilai seni tinggi, seperti bokor, tempat tisu, tas, hingga wadah bunga.

Dalam kunjungannya, Nyonya Yunita Alit Sucipta menyampaikan rasa kagumnya atas semangat kemandirian yang ditunjukkan oleh Ketut Tirtayasa. Menurutnya, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan berdaya secara ekonomi.

“Pak Ketut adalah sosok yang mengajarkan kita bukan tentang keterbatasan, melainkan tentang kekuatan dan kemandirian. Beliau mampu mengubah koran bekas menjadi kerajinan yang sangat bernilai,” ujarnya di sela-sela kunjungan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Yunita Alit Sucipta yang didampingi jajaran GOW Badung memberikan bantuan dana motivasi serta pasokan bahan baku berupa kertas koran. Tak hanya itu, ia juga langsung memesan 50 buah tempat tisu hasil karya Ketut Tirtayasa untuk mendukung keberlangsungan usahanya.

“Kami dari GOW Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UMKM seperti Pak Ketut agar terus maju dan berkembang. Semoga sosok beliau menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tidak menyerah dalam keadaan apa pun,” tegasnya.

Aksi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap potensi warga disabilitas dan mendorong munculnya produk-produk kreatif berbasis lingkungan di Kabupaten Badung.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Petang A.A. Ngr Darma Putra, Ketua WHDI Kecamatan Petang dan Wakil Ketua WHDI Kecamatan Petang, Ketua TP PKK Desa Carangsari, serta pengurus GOW Kabupaten Badung. (gs/bi)

Baca Juga  Pemkot Denpasar Serahkan Hibah dan BKK Tahun 2022

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca