Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wellness Tourism di Bali: Pewacakan, Mandi Kembang, hingga Minum Loloh Digemari ‘’Public Figure’’ Dunia

BALIILU Tayang

:

wellness tourism
FGD: Para narasumber saat acara FGD bertajuk Development of Spa & Wellness Tourism in Bali di Kampus Sudirman Denpasar, Sabtu (11/11). (Foto: Hms Unud)

Denpasar, baliilu.com – Wisata kebugaran atau wellness tourism menjadi jenis wisata yang sangat potensial dikembangkan untuk meningkatkan loyalitas wisatawan berkunjung ke Bali. Kearifan lokal Bali seperti pewacakan, mandi kembang hingga minum loloh menjadi kekuatan wellness tourism di Bali sehingga banyak usaha spa yang memiliki pelanggan setia baik dari kalangan rakyat jelata hingga public figure.

Ida Ayu Rusmini dari Usadha Puri Damai, seorang penyelenggara jasa wellness tourism berbagi pengalamannya pada focus group discussion (FGD) bertajuk Development of Spa & Wellness Tourism in Bali di Kampus Sudirman Denpasar, Sabtu (11/ 11). Dijelaskan, public figure yang menjadi pelanggan paket wellness tourism yang ditawarkan Usadha Puri Damai mulai dari perdana menteri negara sahabat hingga actor film Hollywood.

“Mereka sangat menikmati kegiatan pewacakan, atau melukat di pantai dan mereka mengakui dirinya menjadi lebih tenang,” ujar Ida Ayu Rusmini. Wellness tourism yang ditawarkan Usadha Puri Damai berdurasi sekitar 10 hari, seluruh wisatawan yang berkenan mengikutinya akan disambut dan di-treatment dengan sistem pengobatan tradisional Bali dan juga dipadukan dengan kegiatan meditasi dan yoga.

Wisatawan, lanjut Ida Ayu Rusmini, akan diobservasi melalui penerawangan/pewacakan menggunakan intuisi, dan selanjutnya diobati dengan menarik kekuatan yang ada dialam (bhuana agung) ke tubuh manusia (bhuana alit). “98% wisatawan merasakan kepuasan pengalaman mengikuti upacara pembersihan diri dan jiwa  ala Bali yang kami tawarkan. Inilah kekuatan utama wellness tourism di Bali,” tuturnya.

Ketua Pusat Unggulan Pariwisata (Pupar) Unud Dr. Agung Suryawan Wiranatha menjelaskan FGD tersebut diikuti 25 peserta orang terdiri dari pelaku, akademisi dan manajemen hotel. Kegiatan ini kerja sama Unud dengan Universite Bretagne Sud, Prancis melalui skim dana hibah penelitian luar negeri atau UNISERF (Udayana University International Senior Researcher Fellowship). UNISERF ini kerja sama peneliti Pupar Unud Prof. Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt.,Ph.D. dan Guru Besar Universite Bretagne Sud, Prancis Prof. Christine PETR. Dijelaskan, UNISERF dengan tema wellness tourism ini ditujukan untuk meningkatkan diversifikasi dan kualitas daya tarik wisata di Bali sehingga pariwisata Bali dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dan berkesan bagi wisatawan.

Baca Juga  Jadi Keynote Speaker, Sekda Badung Buka FGD Pariwisata

FGD yang dipandu peneliti pariwisata Dr. Irma Rahyuda, A.Par, M.M., M.Par. M.Rech dihadiri pula Spa Director The Westin Resort Nusa  NLP. Sushantini; Guru Besar Unud Prof. Dr. rer.net. Drs. I Made Agus Gelgel Wirasuta, Apt., M.Si.; The owner Puri Bagus Jati Health & Wellbeing Retreat), Rahma Susanti (Jumeirah Hotel), Yunan Sumiati & Yvonne Angraini (Fivelements Retreat Bali), Yanti Rosita Spa Director The St. Regis Hotel), Ni Kadek Eka Citrawati  dan Mamik (Bali Alus), Ranti (PT Jagat Makmur); Putu Ekayani (Balai Besar POM Denpasar), Ngakan Triariawan (Dispar Badung), Ida Ayu Candrawati (Dispar Bali), Agung sri Gayatri dan Ni Putu Aris C. (Dispar Gianyar) serta sejumlah peneliti Pupar Unud.

Sushantini mengakui apapun terkait Bali pasti memiliki branding yang kuat di benak wisatawan. Bali memiliki positioning khusus karena wisatawan akan mampu membedakan pengalaman berwisata termasuk menikmati spa di Bali ketimbang negara lain seperti Thailand dan India. Sementara pelaku bisnis spa lainnya Yunan Sumiati menambahkan bahwa wisatawan menikmati spa tidak tergantung pada brand terkenal tetapi mereka mencari menikmati produk lokal untuk perawatan wajah, kulit dan badan ataupun sekedar melepas lelah. Kendati demikian, Putu Ekayani mengingatkan pengelola spa harus mengurus perizinan untuk pemanfaatan dan distribusi produk spa sebagai upaya perlindungan konsumen dan peningkatan nilai tambah produknya.

“Jangan khawatir BBPOM memiliki program khusus yakni keringanan fasilitas dalam proses pengajuan ijin seperti potongan harga untuk uji laboratorium,” tuturnya. Dia mendukung pengembangan dan pemanfaatan produk lokal dalam meningkatkan kualitas wellness tourism di Bali.

Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Development of Spa & Wellness Tourism in Bali ditutup sesi foto bersama di Kampus Sudirman Denpasar, Sabtu (11/11). (Foto: Hms Unud)

Baca Juga  PUPAR Unud Serahkan Hasil Kajian ‘’Spending Money’’ Wisatawan Kota Denpasar

Kalangan pemerintah daerah baik pemerintah kabupaten dan provinsi di Bali juga menyatakan kegembiraannya atas berkembangnya bisnis spa pada destinasi wisata utama di Indonesia ini. Spa banyak yang dikelola dalam satu manajemen dengan hotel sehingga spa sudah menjadi kebutuhan penting dalam melayani wisatawan. “Hingga September 2023 ada 376 spa di Kabupaten Badung yang sebagian besar dibuka di hotel berbintang,” tegas Triariawan dari Dispar Badung.

Sementara Bagus Sudibya menuturkan pelaku wellness tourism dituntut memiliki pengetahuan lebih terkait penggunaan bahan-bahan lokal untuk kesehatan dan kecantikan. “Peningkatan ketrampilan melakukan treatment dan memberikan penjelasan terkait makna yang terkandung di dalammnya menjadi penting,” tegasnya. Bagus Sudibya menyatakan pihaknya mengundang ahli wellness tourism dari luar negeri untuk meningkatkan kemampuan karyawannya.

Sementara itu Prof. Gelgel Wirasuta mengajak pelaku wisata wellness tourim untuk bersatu membuat brand khusus tentang wellness tourism di Bali. Kadek Citrawati setuju. Dengan harapan itu, hanya saja dia mengajukan syarat agar stakeholder wellness tourism di Bali mengutamakan pemanfaatan produk lokal. “Mari kita mengembangkan wellness tourism dengan bangga memanfaatkan produk spa yang diproduksi di Bali,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  PUPAR Unud Serahkan Hasil Kajian ‘’Spending Money’’ Wisatawan Kota Denpasar
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Demi Bali, Koster Minta Pelaku Usaha Pariwisata Kontribusi dan Terlibat Aktif Sukseskan PWA

Janjikan Imbal Jasa, Koster Buka Peluang Pelaku Usaha Pariwisata Jadi Mitra Manfaat dan Endpoint PWA

Loading

Published

on

By

koster
PENGARAHAN PWA: Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali terkait pengarahan mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com  – Gubernur Bali, Wayan Koster mengumpulkan seluruh pelaku usaha pariwisata se-Provinsi Bali di Art Centre Denpasar, Jumat (15/8). Hal tersebut terkait dengan pengarahan Gubernur Bali mengenai imbal jasa Pungutan Bagi Wisatawan Asing (PWA) untuk pelaku usaha pariwisata yang ikut berpartisipasi menjadi mitra manfaat dan endpoint PWA.

Koster menjelaskan bahwa capaian Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang dilakukan saat ini belum maksimal dimana per tahun 2024 jumlah PWA yang terkumpul hanya mencapai Rp. 318 miliar atau 32% dari total pembayaran yang seharusnya dibayar wisman. Sedangkan di tahun 2025 capaian PWA hingga pertengahan Agustus 2015 sudah Rp. 229 miliar atau 34% dari jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali.

“Belum maksimal. Masih sangat jauh dari harapan kita,” ungkap Koster.

Namun ia menjelaskan, memang dalam penerapannya terdapat beberapa kendala yang dihadapi salah satunya adalah Perda Bali No. 6 Tahun 2023 tentang Pungutan Bagi Wisatawan Asing untuk melindungi kebudayaan dan lingkungan Alam Bali belum mengatur tentang imbal jasa bagi pelaku usaha yang terlibat sebagai mitra manfaat dan endpoint PWA.

“Saat itu intensif dan imbal jasa tidak kita atur dalam Perda karena itulah kita melakukan perubahan Perda menjadi Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2025 dan astungkara disetujui oleh Kemendagri termasuk juga dengan Pergubnya,” kata Koster dihadapan para GM/pimpinan hotel dan stakeholder pariwisata lainnya.

Koster menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh usaha pariwisata di Bali untuk ikut berpartisipasi dengan melakukan Kerjasama menjadi mitra manfaat dan endpoint dalam rangka optimalisasi pungutan wisatawan asing (PWA).

“Mitra manfaat dan endpoint dapat diberikan imbal jasa setingi-tingginya 3% dari perolehan pembayaran dan akan dibayarkan tiap triwulan,” kata Koster.

Baca Juga  Jalan Tol Jagat Kerthi Bali Dibangun, Akademisi Pariwisata Optimis DTW Pantai Soka-Pemuteran Dikunjungi Wisatawan

Ia berharap para pelaku usaha pariwisaha dapat turut berkontribusi dan terlibat aktif dalam mensukseskan program Pungutan bagi Wisatawan Asing (PWA) dengan turut mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint.

Sementara itu, penggunaan PWA nantinya akan difokuskan untuk perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam Bali, peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kepariwisataan Budaya Bali serta penanganan sampah di Bali.

Gubernur Koster juga menjelaskan, para pelaku usaha pariwisata harus berperan aktif dan bekerja sama dengan mendaftar sebagai mitra manfaat atau endpoint agar penyelenggaraan Pungutan Bagi Wisatawan Asing berjalan dengan lancar dan sukses.

“Hasil pungutan dari Wisatawan Asing sungguh-sungguh memberikan manfaat nyata bagi Pemerintah Provinsi Bali dalam penyelenggaraan kepariwisataan Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Hasilnya akan digunakan antara lain untuk melindungi lingkungan Alam, Kebudayaan, dan Aura Spiritual Bali; menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan asing selama berada di Bali; meningkatkan pembangunan infrastruktur dan transportasi ramah lingkungan. Selain itu juga untuk penanganan sampah; dan meningkatkan layanan informasi kepariwisataan. Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan informasi penerimaan serta penggunaan dari hasil Pungutan Bagi Wisatawan Asing secara transparan dan akuntabel,” tegas Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Jembrana Kembali Bangun Objek Wisata Green Cliff

Published

on

By

green cliff jembrana
NGERUAK: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menghadiri upacara ngeruak pembangunan objek wisata Green Cliff dilanjutkan peletakkan batu pertama, Senin (14/7). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Objek wisata Green Cliff, yang berlokasi di Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, dibangun pada tahun 2017 lalu oleh masyarakat setempat sempat menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Jembrana.

Green Cliff menawarkan pesona alam yang indah dengan pemandangan perbukitan hijau dan udara sejuk, menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan suasana yang menenangkan.

Kendati sempat menjadi destinasi wisata favorit, adanya Pandemi Covid-19 memaksa sektor pariwisata mengalami masa sulit. Hal itu juga dialami oleh objek wisata Green Cliff. Sempat tidur cukup lama, sejumlah fasilitas pun sudah mulai rusak sehingga cukup membahayakan bagi para pengunjung.

Dengan potensi besar yang dimilikinya, Green Cliff melalui bantuan dari Aviantion Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Green Cliff akan segera dibangkitkan kembali.

Hal tersebut ditandai dengan upacara ngeruak yang diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Ulun Desa dan dilanjutkan dengan peletakkan batu pertama oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, beserta anggota DPRD Jembrana, Senin (14/7).

Upacara ngeruak juga dihadiri oleh jajaran AFT Ngurah Rai, Balai Perhutanan Sosial Bali Nusra, KHP Bali Barat, Balai DAS Unda Anyar, KTH Wana Sari Asri serta masyarakat dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Kembang mengatakan segala pekerjaan harus dimulai dengan berdoa, agar apa yang akan dikerjakan bisa berjalan dengan baik. Termasuk dengan pembangunan daya tarik wisata Green Cliff ini.

“Tadi kita berdoa bersama, agar seluruh perjalanan terutama pembangunan Green Cliff ini bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan,” ungkapnya.

Baca Juga  Jadi Keynote Speaker, Sekda Badung Buka FGD Pariwisata

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan dengan adanya daya tarik wisata Green Cliff bisa memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat terutama masyarakat di Banjar Bangli, desa Yehembang Kangin.

“Semoga atas doa kita bersama dan restu Tuhan Yang Maha Esa, seluruh upaya keras yang kita lakukan bersama ditambah dengan niat yang kuat, semua kegiatan hari dan ke depan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Aviantion Fuel Terminal Manager Ngurah Rai, I Komang Susila Gosa mengatakan pembangunan kembali Green Cliff diharapkan bisa kembali menjadi salah satu ikon destinasi wisata populer di Jembrana sehingga bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat disekitarnya.

“Hari ini kita ngeruak bukan hanya sebuah lokasi melainkan simbol harapan bersama bahwa sebuah kawasan bisa tumbuh menjadi ikon wisata alam yang lestari jika dikelola dengan kolaboratif dan penuh kesadaran,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya mengatakan pemanfaatan alam khususnya hutan bila dikelola dengan baik juga akan bisa memberikan banyak manfaat. Selain menjaga keseimbangan alam, juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar serimoni, ini adalah langkah awal menanam nilai, bukan hanya pohon. Kita sedang memulai babak baru dari perjalanan panjang pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Yang tidak hanya berbicara tentang konservasi, tapi juga kesejahteraan sosial dan budaya lokal,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca