Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

WHDI Denpasar Berikan Pelatihan Banten Otonan bagi Ibu-ibu PKK di Lingkungan Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan

BALIILU Tayang

:

pelatihan banten whdi denpasar
PELATIHAN BANTEN: Pelatihan pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu yang menyasar para wanita Hindu di Kota Denpasar, dihadiri langsung Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa digelar di Balai Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Sabtu (9/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar secara berkelanjutan menggelar pelatihan pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu yang menyasar para wanita Hindu di Kota Denpasar.

Pelatihan yang dihadiri langsung Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa itu, kali ini digelar di Balai Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Sabtu (9/5).

Setidaknya, lebih dari 20 orang peserta yang merupakan ibu-ibu PKK Banjar setempat, secara seksama mengikuti setiap materi yang diberikan oleh  narasumber dari WHDI Kota Denpasar

Dalam kesempatan tersebut Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara menyampaikan, pelatihan ini sengaja digelar untuk memberikan pemahaman mengenai makna dan juga tata cara pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu.

Hal ini lantaran jenis Banten Otonan ini sangat dibutuhkan di setiap enam bulan sekali dalam memperingati hari kelahiran secara agama Hindu.

“Pelatihan pembuatan Banten ini dikhususkan  pada pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu. Hal ini agar para peserta yang mayoritas kaum ibu ini paham tidak saja cara membuat banten, tapi juga pengaplikasiannya serta filosofi dari banten tersebut sesuai dengan Sastra Agama Hindu. Tentu saja dengan bimbingan narasumber berpengalaman dari WHDI,” ujar Ayu Kristi.

Sementara Narasumber Pelatihan Banten dari WHDI Denpasar, Ni Wayan Sukerti  menjelaskan materi yang diajarkan dalam pelatihan membuat Banten kali ini adalah Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu. Banten ini sendiri terdiri dari Ulun Banten yakni Pejati, Gebogan, Pengambean, Peras Soda, dapetan Pokok, dan  juga terdiri dari Sesayut (Sesayut Pebersihan, Sesayut Sida Purna, Sesayut Pageh Urip) dan Tebasan Pemiak Kala, juga Segehan  Manca Warna, Bayakaonan dan Prayascita.

“Pelatihan ini juga sekaligus akan menjelaskan filosofi dari masing-masing komponen Banten tersebut serta tata cara pengaplikasian dalam upacara otonan itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga  WHDI Denpasar Kembali Gelar Pelatihan ‘‘Banten Oton Tumpeng Pitu‘‘

Ditambahkan Sukerti, pelatihan banten kepada masyarakat ini merupakan program rutin tahunan sekaligus menjadi media saling bertukar pikiran dan pengetahuan tentang pembuatan Banten.

“Pelatihan pembuatan Banten ini juga sebagai media saling bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan tentang pembuatan Banten,” ucap Sukerti.

Salah satu peserta pelatihan, Nona Debby, menyambut baik dilaksanakannya pelatihan membuat Banten di lingkungannya.

“Kegiatan ini sangat membantu kami para ibu-ibu untuk semakin memahami tata cara pembuatan Banten dan pengaplikasiannya dalam upacara. Karena kita di Bali tidak pernah terlepas dari kegiatan keagamaan,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Ibu Putri Koster Tekankan Pendidikan dan Kesadaran Kolektif dalam Penanganan Sampah Bali

Published

on

By

Putri Koster
PEMBICARA: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster saat hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan RISE Talks Singaraja di Aula Yayasan Dana Punia, Buleleng, Sabtu (9/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa pendidikan karakter dan kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan penanganan sampah yang berkelanjutan di Bali. Hal tersebut disampaikannya saat hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan RISE Talks Singaraja di Aula Yayasan Dana Punia, Buleleng, Sabtu (9/5).

Dalam paparannya, Ibu Putri Koster menekankan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan sistem pengelolaan, tetapi juga menyangkut pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan sejak dari sumbernya.

“Sampah akan menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran bersama dan kebiasaan memilah sampah sesuai jenisnya,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga masing-masing. Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar terhadap kualitas lingkungan di Bali.

Ibu Putri Koster juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber di desa/kelurahan dan desa adat telah diatur melalui Instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah desa didorong menyiapkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, memanfaatkan lahan pemerintah kabupaten/kota untuk pengolahan sampah, serta aktif melakukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Ia memaparkan, pola pengelolaan sampah dilakukan dengan pemilahan menjadi dua jenis utama, yakni sampah organik dan anorganik. Sampah organik basah dimasukkan ke tong komposter, sedangkan sampah organik kering dimasukkan ke teba modern. Adapun sampah anorganik 3R dibawa ke TPS3R, sementara sampah residu diangkut menuju TPST.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan sejak dari sumber akan jauh lebih efektif dibandingkan sampah yang tercampur. Sampah yang tidak terpilah akan membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar dalam proses pengolahannya.

Baca Juga  WHDI Denpasar Bekali PKK Banjar Minggir Pelatihan “Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu”

“Selama kita sadar bahwa lingkungan yang kotor akan berdampak negatif terhadap ekosistem alam, manusia, dan kebudayaan Bali, maka secara otomatis kita akan membiasakan diri melakukan pemilahan sampah sejak awal,” imbuhnya.

Selain menyoroti pentingnya pemilahan sampah, Ibu Putri Koster juga mengingatkan masyarakat terhadap bahaya penggunaan plastik sekali pakai. Ia menyebut pembatasan sampah plastik sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 perlu terus disosialisasikan karena plastik sangat sulit terurai dan dapat merusak lingkungan.

Menurutnya, kebiasaan membakar sampah plastik juga berpotensi menimbulkan polusi racun dioksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama anak-anak.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber kedua, I Gede Sukanaya yang juga Kepala Sekolah SMKN 1 Kubutambahan, menekankan pentingnya pendidikan karakter yang dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. Ia menyebut anak-anak akan lebih mudah membangun kebiasaan disiplin apabila tumbuh di lingkungan yang juga menerapkan kedisiplinan.

Sementara itu, Prof. I Made Yudana selaku akademisi Undiksha menyampaikan dukungannya terhadap program pengelolaan sampah berbasis sumber yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi Bali. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tumbuhnya kesadaran masyarakat.

“Jangan sampai alam marah terlebih dahulu baru kita memulai. Jika kita bersatu dan kompak, maka penanganan sampah diyakini akan terwujud,” ujarnya.

Melalui kegiatan RISE Talks Singaraja ini, diharapkan lahir integrasi pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan yang mampu mencetak generasi muda Bali yang siap bersaing sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua PP PAUD Denpasar Buka Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar

Published

on

By

paud denpasar
GEBYAR KREATIVITAS TK: Ketua Persatuan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya membuka kegiatan Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar bertajuk “Kreasi Tas Ecoprint” yang digelar di areal parkir Taman Kota Lumintang, Sabtu (9/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Persatuan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya membuka kegiatan Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar bertajuk “Kreasi Tas Ecoprint” yang digelar di areal parkir Taman Kota Lumintang, Sabtu (9/5). Pembukaan kegiatan ditandai dengan mengaplikasikan pigmen warna alami daun ke tas ecoprint serta pemukulan kulkul.

Kegiatan yang mengusung tema “Ciptakan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Dengan Bersumber Dari Alam” ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar Ni Made Ayu Agustini, Bunda PAUD Kecamatan Denpasar Utara, Perwakilan PWA Bali, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Denpasar.

Sebelum acara dimulai, Ny. Suwandewi Eddy Mulya tampak berbaur bersama anak-anak dengan mengikuti senam bersama yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Dalam kesempatan itu, Ny. Suwandewi Eddy Mulya mengapresiasi inovasi TK Aisyiyah Kota Denpasar dalam menghadirkan pembelajaran kreatif yang tidak hanya melatih kemampuan motorik dan seni anak, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak dapat belajar mencintai lingkungan, mengenal potensi alam sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas,” ujarnya.

Ketua Panitia, Yuli Dina Rahmawati mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka mengasah dan mengembangkan kreativitas peserta didik PAUD ‘Aisyiyah Kota Denpasar dan PAUD ‘Aisyiyah Badung bersama orang tua atau wali murid.

Ia menjelaskan, Gebyar Tahunan tersebut sebelumnya sempat vakum selama lima tahun akibat pandemi Covid-19 dan akhirnya dapat kembali terlaksana tahun ini.

“Kegiatan ini menjadi wadah ajang kreativitas, pengembangan talenta serta mempererat kedekatan anak didik dengan orang tua. Hari ini kita dapat melihat betapa kreatifnya wali murid yang tergabung dalam PAUD ‘Aisyiyah Kota Denpasar dan Badung,” jelasnya.

Baca Juga  Kota Denpasar Boyong Juara 1 Lomba Gebogan Serangkaian HUT Ke-38 WHDI Bali

Lebih lanjut disampaikan, tema yang diangkat memiliki makna untuk mengajak seluruh peserta hidup harmonis serta berpartisipasi menjaga keseimbangan alam agar generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang sehat, asri dan lestari.

Gebyar Kreativitas tahunan ini diikuti seluruh siswa-siswi bersama orang tua atau wali murid dari PAUD ‘Aisyiyah 1, 2, 3, 4, 5, 6 serta PAUD ‘Aisyiyah Badung dengan jumlah peserta sekitar 442 orang.

Sementara itu, Ketua PAUD Dasmen Kota Denpasar, Hj. Siti Khotjah menambahkan bahwa tema ramah lingkungan sangat penting dikenalkan kepada anak usia dini karena anak-anak merupakan generasi masa depan yang perlu dibiasakan mencintai dan menjaga lingkungan sejak sekarang.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menanamkan nilai-nilai sederhana namun bermakna seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah plastik, memanfaatkan bahan-bahan alami serta mencintai lingkungan sekitar. Alam sudah memberikan manfaat kepada kita sehingga sudah sepatutnya dirawat dan dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengajak anak-anak untuk memulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan barang yang dapat dipakai ulang serta menjaga kebersihan sekolah dan rumah.

“Dengan langkah kecil itu kalian sudah menjadi pahlawan lingkungan,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Buka BBGRM, Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Kebersamaan

Published

on

By

bbgrm
BBGRM: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka Bulan Bhakti Gotong-royong Masyarakat (BBGRM) Kota Denpasar Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong dan simbolis penanaman pohon yang dilaksanakan di Pantai Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Sabtu (9/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kota Denpasar Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan Gong dan simbolis penanaman pohon yang dilaksanakan di Pantai Sidakarya, Denpaaar Selatan, pada Sabtu (9/5).

Pada kesempatan tersebut turut dilaksanakan penyerahan paket sembako kepada anak yatim piatu serta petugas kebersihan Desa Sidakarya oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, Kadis DPMD Kota Denpasar I Wayan Budha, Camat Denpasar Selatan, IB Made Purwanasara, DPD serta LPM Kota Denpasar.

Di sela-sela kegiatan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas sinergitas program pemberdayaan dan pembangunan melalui semangat gotong royong yang diusung dalam kegiatan Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat yang digelar sinergi DPD dan LPM Kota Denpasar.

“Kami turut mengapresiasi atas semangat gotong royong dan sinergitas berbagai instansi ini sejalan dengan nilai Vasudhaiva Khutumbakam yakni semangat menyama braya. Selain mempererat kebersamaan antar sesama kegiatan ini juga meningkatkan hubungan dengan alam dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” pungkas Arya Wibawa.

Sementara Ketua Panitia Bulan Bhakti Gotong-royong, I Made Sutha Atmaja saat ditemui mengatakan pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong-royong Masyarakat (BBGRM) Kota Denpasar Tahun 2026 ini mengambil tema ‘Melalui Bulan Bhakti Gotong-royong Masyarakat Kita Optimalkan Peran LPM Dalam Membangun Kota Denpasar Berlandaskan Semangat Vasudhaiva Khutumbakam’.

Lebih lanjut dikatakannya adapun beberapa kegiatan yang dilaksanakan serangkaian acara ini yakni bersih pantai, penanaman pohon, penyerahan sembako kepada anak yatim piatu dan petugas kebersihan, lomba joged lansia se-Kecamatan Densel, lomba cerdas cermat tingkat SMP dan lomba karaoke se-Kecamatan Densel.

Baca Juga  WHDI Kota Denpasar Kembali Gelar Pelatihan ‘‘Banten Otonan Tumpeng Pitu‘‘

“Tentu kami berharap pelaksanaan Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat dapat menjadi agenda rutin yang menumbuhkan kembali nilai-nilai kebersamaan, partisipasi aktif, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Denpasar,” ungkap Sutha Atmaja. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca