Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

WHDI Gianyar Gelar Pelatihan Tata Rias bagi Pakis Desa Adat Bedulu

BALIILU Tayang

:

de
Paiketan Krama Istri (Pakis) Desa Adat Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Gianyar, melaksanakan pelatihan tata rias dan sanggul bagi anggotanya, di Wantilan Pura Pengastulan desa adat setempat, Minggu (30/5/2021).

Gianyar, baliilu.com –  Paiketan Krama Istri (Pakis) Desa Adat Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Gianyar, melaksanakan pelatihan tata rias dan sanggul bagi anggotanya, di Wantilan Pura Pengastulan desa adat setempat, Minggu (30/5/2021).

Pelatihan yang dilaksanakan Wanita Hindu Indonesia (WHDI) Kabupaten Gianyar ini, dibuka Pembina Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, bersama Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun.

Pelatihan ini melibatkan LKP dan Salon Putra Intan yang dipandu Ny. Ni Wayan Sumerthi Pande, di Jalan Kebo Iwa Gianyar. Ny Ni Wayan Sumerthi yang juga Ketua Dua WHDI Kabupaten Gianyar ini, melibatkan 10 orang tata rias profesional yang rutin melakukan pelatihan di lingkungan wanita Hindu di Gianyar.

Pembina WHDI Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, di sela-sela pelatihan, menilai kegiatan yang dilaksanakan Pakis Desa Adat Bedulu ini, memiliki makna strategis bagi wanita Hindu, terutama kaum ibu-ibu yang selalu sibuk dengan kegiatan adat dan budaya Bali yang bernafaskan agama Hindu.

“Sebagai wanita Hindu, kaum wanita Bali yang sudah terbiasa mulai dari membuat dan menghaturkan sesajen, sebisanya harus tetap tampil cantik dengan tata rias yang sewajarnya. Karena itu kaum ibu harus mampu merias diri sendiri. Sehingga mampu tampil cantik tanpa harus mengeluarkan biaya untuk salon,” jelas Pembina WHDI Kabupaten Gianyar Ny.  Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, yang juga istri Bupati Gianyar Made Mahayastra.

Ditambah Ida Ayu Surya Adnyani, sebagai wanita Hindu para ibu belakangan ini juga tampak aktif dalam ngayah menari rejang saat piodalan. Dalam ayah-ayahan ini, tentunya para penari dituntut harus tampil cantik dengan hiasan pantas sesuai desa kala patra. “Pelatihan tata rias ini tyang kira sangat tepat bagi krama istri Desa Adat Bedulu, karena tyang tahu sekaa rejang Desa Adat Bedulu, sempat ngayah di berbagai pura. Baik di beberapa pura di Kabupaten Gianyar dan sekitarnya, juga sempat ngayah di Pura Mandara Giri Agung di Lumajang serta di Pura Parhyangan Agung Jagatkarta, Bogor. Bahkan 23 Juni nanti juga diagendakan ngayah menari rejang di Pura Mandara Giri Agung, Lumajang,  Jawa Timur, serangkaian upacara nganyarin yang dilaksanakan Pemprov Bali,” ucap Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar.

Ketua WHDI Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, juga mengapresiasi kegiatan Paiketan Krama Istri (Pakis) Desa Adat Bedulu, yang baru beberapa hari terbentuk. Bahkan Pakis Desa Adat Bedulu yang akan dilantik 8 Juni 2021, serangkaian piodalan di Pura Dalem desa setempat, diharapkan ikut mendukung dan berperan aktif dalam kegiatan WHDI Kabupaten Gianyar. Termasuk dalam pembinaan kaum wanita dan keluarga di wilayahnya.

Penegasan Ketua WHDI Ny. Ida Ayu Diana Dewi yang juga istri Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gede Mayun ini, mengingat tantangan wanita Hindu Gianyar ke depan semakin berat, terutama dalam mewujudkan sumber daya manusia Hindu yang lebih berkualitas. Karena wanita Hindu dengan berbagai aktivitasnya, diakui Ketua WHDI Gianyar, tampil menjadi garda terdepan dalam membina dan mengasuh anak menuju masa depannya yang lebih baik.

Disebutkan pula, berkenaan dengan itulah WHDI Kabupaten Gianyar selalu berupaya untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, guna menyosialisasikan kegiatan serta pembinaan bagi kalangan wanita Hindu di Kabupaten Gianyar.

Terkait pelatihan yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, diharapkan Ny. Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, dapat diikuti dengan seksama sehingga bermanfaat dalam menjalankan kegiatan adat, maupun budaya yang bernafaskan agama Hindu.

“Dengan pelatihan tata rias dan mesanggul yang diikuti para krama istri Desa Adat Bedulu ini, semoga bermanfaat serta menjadikan dasar bagi peserta dalam menghias diri sendiri. Sehingga dapat tampil dengan dandanan sesuai etika dan tata krama sesuai dengan waktu dan tempat,” jelas Ny. Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, seraya berharap agar kemampuan tata rias yang diperoleh selama pelatihan ini, dapat dikembangkan dan ditularkan kepada lingkungan keluarga maupun kaum wanita lain di desa.

Ketua Paiketan Krama Istri Desa Adat Bedulu Ny. Gusti Nyoman Mudiani Serana, yang didampingi Wakil Ketua Ny. Sri Sudarsana, menuturkan pembentukan Pakis Desa Adat Bedulu dilakukan 21 Mei lalu, selanjutnya akan dikukuhkan serangkaian dengan piodalan Pura Dalem Desa adat Bedulu, tanggal 8 Juni 2021.

Dijelaskan pula, pembentukan Pakis Desa Adat Bedulu ini, untuk memenuhi amanat Perda Provinsi Bali. No. 4/ 2019 tentang Desa Adat di Bali. Pembentukan paiketan krama istri ini dipimpin Bendesa Bedulu, Gusti Ngurah Made Serana, didampingi Panglingsir Sabha Wayan Sudarsana dan Panglingsir Mudita Kerta Desa Komang Yadnya, serta lima kelian adat di Desa adat Bedulu.

Selain paiketan krama istri, Desa Adat Bedulu juga telah membentuk Paiketan Pemangku yang tergabung dalam Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN)  Kabupaten Gianyar, organisasi kepemudaan yang terkoordinir dalam Yowana Eka Citta, Paiketan Werdha, sekaa pesantian, sekaa tari rejang, sekaa tari baris gede, sekaa kecak, sekaa gong anak-anak serta pecalang, di samping membina sejumlah sekaa seni dan yoga yang ada di wewidangan Desa Adat Bedulu. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Swasembada Pangan, Pangdam IX/Udayana Tinjau Optimalisasi Lahan Muntig Karangasem

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Tinjau Lahan Pertanian Muntig
TINJAU LAHAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian, hasil panen, sekaligus menyerap aspirasi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, di Banjar Muntig, sebelum dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan dialog bersama para petani. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam melihat langsung potensi lahan serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani Lahar Sari menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikelola memiliki luas sekitar 30 hektare dengan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga yang tergabung dalam satu kelompok tani. Pihaknya berharap adanya dukungan perluasan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya bibit, guna meningkatkan hasil pertanian serta memperluas pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi Kelompok Tani Lahar Sari serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat. Selain itu, kelompok tani tersebut diketahui telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), sehingga diharapkan dapat semakin mempermudah koordinasi dan pendataan dalam mendukung program pertanian pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, menyampaikan harapannya terhadap dukungan yang diberikan. “Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga, kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kunjungan Pangdam merupakan wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di wilayah.

“Melalui pendampingan, koordinasi, dan sinergi dengan instansi terkait serta kelompok tani, Kodam IX/Udayana terus mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian agar lebih produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” demikian tandas Kapendam. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca