Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wisatawan Domestik Antusias Sambut Gubernur Koster di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Gubernur Bali Check Kondisi Bandara dan Kesenian Mural di Airport Ngurah Rai Sembari Melayani Permintaan Wisatawan Berfoto

Loading

BALIILU Tayang

:

wayan koster
Gubernur Wayan Koster berfoto selfi dengan wisatawan domestik di Bandara Ngurah Rai. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau Terminal Domestik Keberangkatan dan Kedatangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung pada Senin (Soma Wage, Julungwangi) 23 Mei 2022.

Kunjungan kerja Gubernur Bali didampingi langsung oleh Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Putu Eka Cahyadi, General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, Kapolres Kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, AKBP, Ida Ayu Wikarniti, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Darmadi, Manager Teknik dan Fasilitas Airnav serta Perwakilan Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Gubernur Wayan Koster berfoto dengan wisatawan domestik di Bandara Ngurah Rai. (Foto: Ist)

Setiba di Terminal Keberangkatan Domestik, Gubernur Koster langsung meninjau counter pelaporan mandiri (self check-in), di sela-sela keseriusannya untuk memastikan kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah ramai dikunjungi wisatawan dan berjalan dengan tertib serta aman, nampak para Wisatawan Domestik (Wisdom) yang akan pulang ke kotanya masing-masing usai menikmati liburan di Pulau Dewata secara tiba-tiba menyambangi Gubernur Wayan Koster untuk bisa berfoto bersama sambil menunggu antrean di counter check in maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Batik Air, hingga Super Air Jet.

Wisdom itu diantaranya bernama, Cika warga asal Bandung yang meminta foto bersama Gubernur Wayan Koster sambil menyampaikan dirinya sudah 4 hari berada di Bali. Kemudian ada juga Arif yang akan terbang ke Surabaya, Ahmad dari Jakarta, hingga Putu Romi dari Buleleng yang akan terbang ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia meminta Gubernur Bali jebolan ITB tersebut untuk ber-selfie bersama dan disambut dengan ramah oleh orang nomor satu di Pemprov Bali tersebut dengan menggunakan busana Adat Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster Dukung RSUP Prof. Ngoerah Bentuk Unit Pelayanan Stroke

Wisdom yang lainnya, juga beramai-ramai minta berfoto dengan Gubernur Wayan Koster, seperti Pak Samin dari Jakarta menyatakan kepulangannya hari ini ke Jakarta, karena telah menikmati liburan di Bali selama 5 hari dengan memanfaatkan salah satu fasilitas hotel di kawasan Seminyak, Badung. “Sekarang Bali sudah bagus Pak Gubernur, penerbangannya sudah dibuka semua, seneng saya liburan di Bali,” kata Pak Samin usai berfoto.

Kevin dari Palembang usai berfoto dengan Gubernur Wayan Koster juga menyatakan dirinya sudah 8 hari liburan di Bali dan nginep di Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua. “Saya mengenal Pak Wayan Koster di televisi waktu pandemi Covid-19 lalu,” ungkap Bapak Kevin seraya bertanya ke Staff Humas Pemprov Bali, Pak Gubernur partainya PDI Perjuangan ya? Lalu dijawab benar sekali.

Sedangkan Tio warga dari Seririt, Buleleng usai berfoto dengan Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menyatakan dirinya baru dipanggil kerja oleh Lion Group pascakunjungan wisatawan ke Bali meningkat. “Suksma Pak Gubernur, saya sudah bisa kerja lagi dan kunjungan wisatawan mulai meningkat,” kata pemuda asal Seririt ini.

Usai melayani Wisdom berfoto, Mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini kemudian melanjutkan kunjungan kerjanya dengan mengececk satu persatu hasil karya seni mural yang dilukis di bagian dinding Terminal Keberangkatan dan Kedatangan Domestik dengan desain lukisan khas Bali, hingga mencantumkan kalimat Om Swastyastu dan di sampingnya ada yang terdapat lukisan candi bentar, serta ada yang mencantumkan kalimat Titiang Tresna Sareng Ragane, Titiang Lungsur Mepamit Dumun, dan kalimat Matur Suksma yang dilengkapi dengan bahasa asing. Selain mengececk karya seni mural, Gubernur Koster pula menyempatkan waktu memantau kondisi gerai kuliner yang berada di areal terminal keberangkatan dan kedatangan domestik.

Baca Juga  Sekjen Hanura Sebut Gubernur Koster Pimpin Bali dengan Gagasan Brilian
Gubernur Wayan Koster berfoto dengan Poter Bandara Ngurah Rai. (Foto: Ist)

Menuju areal Kedatangan Domestik, I Ketut Sadia warga dari Kabupaten Bangli yang bekerja sebagai Petugas Poter Airpot Ngurah Rai (Orang yang bekerja mengangkut barang di Bandara, red) bersama pegawai Poter lainnya mengajak Gubernur Wayan Koster berfoto bersama seraya mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali tersebut karena dengan kebijakannya di Pemerintah Provinsi Bali, turis – turis sudah terus berdatangan ke Bali. “Bersyukur sekarang sudah bisa kerja kembali, suksma Pak Gubernur,” ujar Ketut Sadia usai berfoto bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali tersebut seraya menyampaikan bahwa dirinya sudah mendapatkan vaksin booster.

Mengakhiri peninjauannya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gubernur Wayan Koster untuk kesekian kalinya menyempatkan diri melayani wisatawan domestik asal Jakarta yang baru tiba di Bali untuk berfoto bersama, sembari meninjau Gerai BPD Bali Madolan yang bekerja sama dengan Balimall.go.id dengan menjual aneka ragam produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Produk Lokal Bali sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Gubernur Wayan Koster saat menyapa wisatawan di Bandara Ngurah Rai. (Foto: Ist)

Dihadapan Gubernur Bali, Kadek Sari selaku kasir di Gerai BPD Bali Madolan mengaku kaget tiba-tiba dikunjungi orang nomor satu di Pemprov Bali tersebut. “Saya kaget dikunjungi Pak Gubernur, dan saya laporkan ke Bapak Gubernur bahwa semenjak Bandara Ngurah Rai normal kembali dikunjungi wisatawan, rata-rata wisatawan yang tiba dari jalur kedatangan itu menyempatkan waktu membeli produk UMKM di Gerai BPD Bali Madolan dengan rata-rata pendapatan per hari dari Rp 200 sampai 300 ribu, bahkan sempat kalau ramai itu pendapatannya per hari mencapai Rp 12 juta,” kata Kadek Sari.

Baca Juga  Program Satu Keluarga Satu Sarjana Didukung Penuh 26 Kampus Negeri dan Swasta

Sementara General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado melaporkan penumpang yang datang di Terminal Kedatangan Domestik dari tanggal 1 Mei 2022 sampai 21 Mei 2022 totalnya mencapai 259.159 orang. Kemudian untuk penumpang yang datang di Terminal Kedatangan Internasional dari tanggal 1 Mei 2022 sampai 21 Mei 2022 totalnya mencapai 83.207 orang.

Aktifnya kembali Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani penumpang untuk datang ke Pulau Bali baik dari Terminal Kedatangan Domestik dan Internasional, pasca-Gubernur Bali Wayan Koster berhasil meloby Pemerintah Pusat untuk memberlakukan kebijakan baru bagi Wisatawan Mancanegara pada tanggal 7 Maret yang lalu, tanpa karantina dan menerapkan kebijakan Visa on Arrival (VoA) dari semula 29 negara, bertambah menjadi 40 negara, dan sekarang bertambah menjadi 60 negara, sampai tercatat tidak ada penambahan kasus Covid-19 di Provinsi Bali atau perkembangan pandemi Covid-19 di Bali semakin baik dan kondusif yang diiringi dengan pencapaian vaksinasi yang semakin tinggi di Provinsi Bali, dimana Vaksinasi Pertama telah mencapai 105 persen, Vaksinasi Kedua mencapai 95 persen dan Vaksinasi Ketiga (booster) sudah mencapai 70 persen atau tertinggi dan tercepat di Indonesia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga  Gubernur Koster: Pecalang, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Harus Kerja Sama Jaga Desa Adat Se-Bali, Maksimalkan Sipandu Beradat

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Sekjen Hanura Sebut Gubernur Koster Pimpin Bali dengan Gagasan Brilian

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Gubernur Koster Instruksikan Tim PSP PSBS Tertibkan dan Tindak Tegas Penggunaan Tas Kresek di Pasar Tradisional

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Program Satu Keluarga Satu Sarjana Didukung Penuh 26 Kampus Negeri dan Swasta

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca