Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau Terminal Domestik Keberangkatan dan Kedatangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung pada Senin (Soma Wage, Julungwangi) 23 Mei 2022.
Kunjungan kerja Gubernur Bali didampingi langsung oleh Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Putu Eka Cahyadi, General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, Kapolres Kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, AKBP, Ida Ayu Wikarniti, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Darmadi, Manager Teknik dan Fasilitas Airnav serta Perwakilan Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Gubernur Wayan Koster berfoto dengan wisatawan domestik di Bandara Ngurah Rai. (Foto: Ist)
Setiba di Terminal Keberangkatan Domestik, Gubernur Koster langsung meninjau counter pelaporan mandiri (self check-in), di sela-sela keseriusannya untuk memastikan kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah ramai dikunjungi wisatawan dan berjalan dengan tertib serta aman, nampak para Wisatawan Domestik (Wisdom) yang akan pulang ke kotanya masing-masing usai menikmati liburan di Pulau Dewata secara tiba-tiba menyambangi Gubernur Wayan Koster untuk bisa berfoto bersama sambil menunggu antrean di counter check in maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Batik Air, hingga Super Air Jet.
Wisdom itu diantaranya bernama, Cika warga asal Bandung yang meminta foto bersama Gubernur Wayan Koster sambil menyampaikan dirinya sudah 4 hari berada di Bali. Kemudian ada juga Arif yang akan terbang ke Surabaya, Ahmad dari Jakarta, hingga Putu Romi dari Buleleng yang akan terbang ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia meminta Gubernur Bali jebolan ITB tersebut untuk ber-selfie bersama dan disambut dengan ramah oleh orang nomor satu di Pemprov Bali tersebut dengan menggunakan busana Adat Bali.
Wisdom yang lainnya, juga beramai-ramai minta berfoto dengan Gubernur Wayan Koster, seperti Pak Samin dari Jakarta menyatakan kepulangannya hari ini ke Jakarta, karena telah menikmati liburan di Bali selama 5 hari dengan memanfaatkan salah satu fasilitas hotel di kawasan Seminyak, Badung. “Sekarang Bali sudah bagus Pak Gubernur, penerbangannya sudah dibuka semua, seneng saya liburan di Bali,” kata Pak Samin usai berfoto.
Kevin dari Palembang usai berfoto dengan Gubernur Wayan Koster juga menyatakan dirinya sudah 8 hari liburan di Bali dan nginep di Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua. “Saya mengenal Pak Wayan Koster di televisi waktu pandemi Covid-19 lalu,” ungkap Bapak Kevin seraya bertanya ke Staff Humas Pemprov Bali, Pak Gubernur partainya PDI Perjuangan ya? Lalu dijawab benar sekali.
Sedangkan Tio warga dari Seririt, Buleleng usai berfoto dengan Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menyatakan dirinya baru dipanggil kerja oleh Lion Group pascakunjungan wisatawan ke Bali meningkat. “Suksma Pak Gubernur, saya sudah bisa kerja lagi dan kunjungan wisatawan mulai meningkat,” kata pemuda asal Seririt ini.
Usai melayani Wisdom berfoto, Mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini kemudian melanjutkan kunjungan kerjanya dengan mengececk satu persatu hasil karya seni mural yang dilukis di bagian dinding Terminal Keberangkatan dan Kedatangan Domestik dengan desain lukisan khas Bali, hingga mencantumkan kalimat Om Swastyastu dan di sampingnya ada yang terdapat lukisan candi bentar, serta ada yang mencantumkan kalimat Titiang Tresna Sareng Ragane, Titiang Lungsur Mepamit Dumun, dan kalimat Matur Suksma yang dilengkapi dengan bahasa asing. Selain mengececk karya seni mural, Gubernur Koster pula menyempatkan waktu memantau kondisi gerai kuliner yang berada di areal terminal keberangkatan dan kedatangan domestik.
Menuju areal Kedatangan Domestik, I Ketut Sadia warga dari Kabupaten Bangli yang bekerja sebagai Petugas Poter Airpot Ngurah Rai (Orang yang bekerja mengangkut barang di Bandara, red) bersama pegawai Poter lainnya mengajak Gubernur Wayan Koster berfoto bersama seraya mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali tersebut karena dengan kebijakannya di Pemerintah Provinsi Bali, turis – turis sudah terus berdatangan ke Bali. “Bersyukur sekarang sudah bisa kerja kembali, suksma Pak Gubernur,” ujar Ketut Sadia usai berfoto bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali tersebut seraya menyampaikan bahwa dirinya sudah mendapatkan vaksin booster.
Mengakhiri peninjauannya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gubernur Wayan Koster untuk kesekian kalinya menyempatkan diri melayani wisatawan domestik asal Jakarta yang baru tiba di Bali untuk berfoto bersama, sembari meninjau Gerai BPD Bali Madolan yang bekerja sama dengan Balimall.go.id dengan menjual aneka ragam produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Produk Lokal Bali sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.
Gubernur Wayan Koster saat menyapa wisatawan di Bandara Ngurah Rai. (Foto: Ist)
Dihadapan Gubernur Bali, Kadek Sari selaku kasir di Gerai BPD Bali Madolan mengaku kaget tiba-tiba dikunjungi orang nomor satu di Pemprov Bali tersebut. “Saya kaget dikunjungi Pak Gubernur, dan saya laporkan ke Bapak Gubernur bahwa semenjak Bandara Ngurah Rai normal kembali dikunjungi wisatawan, rata-rata wisatawan yang tiba dari jalur kedatangan itu menyempatkan waktu membeli produk UMKM di Gerai BPD Bali Madolan dengan rata-rata pendapatan per hari dari Rp 200 sampai 300 ribu, bahkan sempat kalau ramai itu pendapatannya per hari mencapai Rp 12 juta,” kata Kadek Sari.
Sementara General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado melaporkan penumpang yang datang di Terminal Kedatangan Domestik dari tanggal 1 Mei 2022 sampai 21 Mei 2022 totalnya mencapai 259.159 orang. Kemudian untuk penumpang yang datang di Terminal Kedatangan Internasional dari tanggal 1 Mei 2022 sampai 21 Mei 2022 totalnya mencapai 83.207 orang.
Aktifnya kembali Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani penumpang untuk datang ke Pulau Bali baik dari Terminal Kedatangan Domestik dan Internasional, pasca-Gubernur Bali Wayan Koster berhasil meloby Pemerintah Pusat untuk memberlakukan kebijakan baru bagi Wisatawan Mancanegara pada tanggal 7 Maret yang lalu, tanpa karantina dan menerapkan kebijakan Visa on Arrival (VoA) dari semula 29 negara, bertambah menjadi 40 negara, dan sekarang bertambah menjadi 60 negara, sampai tercatat tidak ada penambahan kasus Covid-19 di Provinsi Bali atau perkembangan pandemi Covid-19 di Bali semakin baik dan kondusif yang diiringi dengan pencapaian vaksinasi yang semakin tinggi di Provinsi Bali, dimana Vaksinasi Pertama telah mencapai 105 persen, Vaksinasi Kedua mencapai 95 persen dan Vaksinasi Ketiga (booster) sudah mencapai 70 persen atau tertinggi dan tercepat di Indonesia. (gs/bi)
MELEPAS PENERIMA BANTUAN: Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. Program ini merupakan salah satu implementasi misi keempat Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing melalui pendidikan yang maju dan berkualitas.
Dalam arahannya, Bupati Mahayastra menegaskan bahwa kebutuhan akan tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan memiliki keahlian khusus terus meningkat seiring perkembangan dunia kerja. Salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah melalui pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
“Kebutuhan atas tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan ahli saat ini semakin meningkat. Salah satu solusinya adalah dengan mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja,” ujar Bupati Mahayastra.
Bupati asal Payangan itu juga menyoroti perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), yang berlangsung sangat cepat di era revolusi industri. Menurutnya, lembaga pelatihan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri agar dapat melahirkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Perubahan ini telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi para pekerja dan pengusaha. Namun, kami yakin pada sektor hospitality masih banyak fungsi dan pekerjaan yang tidak akan tergantikan oleh tenaga mesin,” imbuhnya.
Selain kompetensi teknis, Bupati Mahayastra menekankan pentingnya membangun mental yang kuat dan keberanian dalam menunjukkan kemampuan diri. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tidak akan berkembang secara optimal apabila tidak dibarengi dengan keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan.
“Setinggi apapun pengetahuan yang dimiliki, apabila tidak berani menunjukkan kemampuan dan tampil di depan, maka kita akan tetap berada pada titik yang sama. Karena itu, tunjukkan kemampuan yang dimiliki. Jika melakukan kesalahan, kita masih bisa memperbaikinya,” tegasnya.
Bupati Mahayastra juga mengungkapkan rasa syukurnya karena program bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pada hari ini saya merasa sangat berbahagia karena proses bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi sudah dapat berjalan dengan baik. Ini juga menjadi hari yang membahagiakan bagi adik-adik sekalian karena telah memperoleh kesempatan untuk mengakses program pemerintah daerah guna meningkatkan kompetensi sehingga siap bersaing dan diterima di pasar kerja,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Mahayastra juga berpesan kepada para pengelola LPK agar terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan agen pemberangkatan maupun perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Saya berharap LPK fokus pada tugas utamanya, yaitu memberikan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas serta menjalin kerja sama dengan agen atau perusahaan penempatan untuk mempercepat proses penyaluran lulusan ke dunia kerja. Kepada adik-adik yang telah diterima di LPK, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Raihlah masa depan melalui pendidikan berbasis kompetensi, fokus pada tujuan, sehingga tahun depan dapat lulus dengan sertifikat kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Gede Suardana Putra, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing. Program ini juga memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi.
“Peserta penerima manfaat merupakan lulusan SMA/SMK sederajat yang termasuk dalam angkatan kerja produktif dengan batas usia maksimal 25 tahun, serta berasal dari masyarakat Kabupaten Gianyar yang masih memerlukan bantuan pemerintah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suardana Putra menjelaskan bahwa dari target 400 penerima bantuan yang dicanangkan pada tahun 2026, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 345 orang.
“Setelah melalui sosialisasi yang dilakukan pada berbagai media, jumlah pendaftar mencapai 345 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang tidak lolos seleksi administrasi karena melebihi batas usia dan ber-KTP di luar Kabupaten Gianyar. Pada tahap wawancara, 26 orang dinyatakan tidak lolos, terdiri atas enam orang tidak mengikuti wawancara, enam orang memilih beasiswa program S1 dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, dan 14 orang mengundurkan diri. Selanjutnya, pada tahap seleksi akhir melalui visitasi rumah, ditetapkan sebanyak 204 penerima manfaat. Sebanyak 20 calon penerima mengundurkan diri, sedangkan sisanya berada pada kelompok desil 6–10 berdasarkan data Kementerian Sosial,” pungkasnya. (gs/bi)
SABA POL PP: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng meluncurkan program inovasi teranyar bertajuk "SABA POL PP" (Satu Hari Bersama Satpol PP). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng melakukan terobosan berani untuk mengikis stigma negatif di masyarakat. Melalui program inovasi teranyar bertajuk “SABA POL PP” (Satu Hari Bersama Satpol PP), korps penegak peraturan daerah (Perda) ini membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat untuk merasakan langsung dinamika bertugas di lapangan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng Komang Kappa Tri Aryandono dikonfirmasi, Rabu (3/6) selaku penanggung jawab utama menegaskan bahwa inovasi ini lahir sebagai jawaban atas tantangan komunikasi publik. Selama ini, sebagian masyarakat masih memandang Satpol PP dengan sudut pandang lama—sebagai aparat yang kaku, galak, dan konfrontatif.
“Melalui SABA yang menawarkan pengalaman langsung ini, kepatuhan hukum masyarakat diharapkan tumbuh secara tulus atas dasar kesadaran internal (commitment), bukan lagi karena takut dihukum (compliance),” tambah Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng.
Menariknya, peluncuran program ini sengaja diselenggarakan dalam momentum memperingati Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026. Langkah ini diambil bukan sekadar seremonial, melainkan untuk mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya nilai “Berkepribadian dalam Kebudayaan”. Semangat nasionalisme dan kemanusiaan sang Proklamator diadopsi untuk membentuk pola penegakan hukum yang berkarakter, sopan, serta mengutamakan musyawarah dan gotong-royong.
Program ini menyasar berbagai elemen masyarakat di Wilayah Kabupaten Buleleng, mulai dari masyarakat umum, anggota Satlinmas desa/kelurahan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan pelajar dan mahasiswa.
Langkah berani ini diharapkan mampu meruntuhkan tembok pembatas yang selama ini memisahkan petugas dengan masyarakat. Dengan mengubah pendekatan dari yang semula berbasis kekuasaan (power-based) menjadi berbasis hubungan (relationship-based), wajah penegakan hukum di Gumi Denbukit kini selangkah lebih maju—berkarakter, berbudaya, dan yang terpenting: humanis. Pada akhirnya, ketertiban wilayah yang damai tidak akan bisa tegak jika hanya mengandalkan anggota Satpol PP di lapangan, melainkan harus lahir dari kesadaran kolektif masyarakat yang merasa memiliki kotanya sendiri. (gs/bi)
MARGA FESTIVAL II 2026: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. (Foto: Hms Tbn)
Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. Pembukaan festival ditandai dengan prosesi nepak punggelan Barong Ket oleh Bupati Sanjaya sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival yang akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 2 hingga 6 Juni 2026.
Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, unsur Forkopimcam Marga, para Perbekel, Bendesa Adat se-Kecamatan Marga, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya.
Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Camat Marga, unsur Forkopimcam, para Perbekel, Bendesa Adat, tokoh masyarakat, serta seluruh panitia yang telah berhasil menyelenggarakan Marga Festival untuk kedua kalinya. Festival Kecamatan dikatakannya merupakan gagasan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya berbagai potensi desa melalui ruang-ruang kreativitas yang dapat diaktualisasikan oleh masyarakat.
Menurutnya juga, festival tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni budaya, melainkan juga sarana menggerakkan berbagai potensi daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif hingga pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. “Festival kecamatan ini digagas untuk memantik munculnya potensi-potensi terbaik dari desa. Jika kegiatan lahir dari bawah dan berasal dari kebutuhan masyarakat, maka manfaatnya akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas Sanjaya.
Selain itu, Ia juga menaruh harapan besar agar Marga Festival terus berkembang menjadi agenda kebanggaan masyarakat Kecamatan Marga sekaligus menjadi sarana pelestarian seni budaya, peningkatan prestasi generasi muda, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif seluruh komponen daerah.
“Saya yakin Marga Festival akan semakin semarak dari tahun ke tahun. Dengan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat, Kecamatan Marga mampu menunjukkan kualitas dan potensi terbaiknya sebagai kebanggaan Kabupaten Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” imbuh Sanjaya.
Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan potensi daerah yang dimiliki. “Kita tunjukkan bahwa Kecamatan Marga tidak kalah saing dengan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Tabanan. Melalui festival ini, seni budaya, pendidikan, ekonomi masyarakat hingga potensi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas politisi asal Dauh Pala Tabanan tersebut.
Sementara itu, Camat Marga, I Gede Putu Adhi Putra Adiksa selaku Ketua Panitia Marga Festival II Tahun 2026, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini mengusung tema “Melestarikan Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dan Pariwisata” yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).
Selama lima hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari desa dinas, desa adat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku UMKM. Beragam atraksi seni budaya seperti tari, baleganjur, barong, gong kebyar, dolanan tradisional, lomba aksara Bali, pidarta Bahasa Bali, lomba bahasa Inggris, hingga penampilan kreativitas siswa sekolah turut meramaikan festival.
Tidak hanya itu, sebanyak 70 pelaku UMKM dilibatkan dalam festival guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Berbagai kegiatan sosial juga diselenggarakan, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata gratis, donor darah, serta vaksinasi rabies gratis melalui kolaborasi bersama instansi terkait. Puncak kegiatan festival akan dimeriahkan dengan Lomba Barong Bangkung se-Kabupaten Tabanan yang diikuti 30 peserta dengan total hadiah pembinaan sebesar Rp 15 juta. (gs/bi)