Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wisuda Ke-144 Unud Lepas 736 Wisudawan, Rektor Berharap Wisudawan Sukses Dalam Berkarir

BALIILU Tayang

:

WISUDA: Universitas Udayana (Unud) melaksanakan Wisuda Lulusan ke-144 yang berlangsung secara hybrid kombinasi luring dan daring dengan titik lokasi utama berada di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar, Sabtu (30/10/2021).

Denpasar, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) melaksanakan  wisuda lulusan ke-144 yang berlangsung secara hybrid kombinasi luring dan daring dengan titik lokasi utama berada di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar, Sabtu (30/10/2021).

Jumlah wisudawan yang dilepas pada periode ini sebanyak 736 orang, dengan demikian jumlah alumni Unud yang ada sampai saat ini adalah 106.301 orang.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unud Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP dalam laporannya menyampaikan wisudawan kali ini terdiri dari 3 orang program diploma, 108 orang profesi, 17 orang spesialis, 504 orang sarjana (S1), 88 orang magister (S2) dan 16 orang doktor (S3). Dari keseluruhan wisudawan kali ini 178 orang diantaranya meraih predikat Dengan Pujian atau Cum Laude. Sebanyak 120 orang wisudawan merupakan penerima beasiswa dari 24 penyedia beasiswa. Wisudawan kali ini didominasi oleh kaum perempuan yang jumlahnya 398 orang sedangkan wisudawan laki-laki hanya 338 orang.

Dari sisi prestasi akademik, IPK wisudawan perempuan lebih baik dari pada laki-laki, dimana rata-rata IPK perempuan 3,69 sedangkan rata-rata IPK laki-laki 3,60. Masa studi rata-rata perempuan 7,7 semester sedangkan laki-laki masa studinya lebih lama yaitu 8,9 semester. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan akademik perempuan masih lebih baik daripada laki-laki.

Merujuk Permenristekdikti No. 59 Tahun 2018 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Profesi, Gelar, serta Cara Penuliasannya, PIN hanya diberikan kepada lulusan jenjang Diploma, Sarjana, Magister dan Doktor. Universitas Udayana mulai menerapkan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) sejak wisuda periode ke-139 tahun 2020.

Pada periode wisuda ke-144 ini, dari 736 wisudawan yang dinyatakan eligible PIN sebanyak 521 orang. Total PIN yang sudah diperoleh sampai saat ini sebanyak 3.148 atau 55,7 % wisudawan selama enam periode wisuda. Bagi yang belum memperoleh PIN masih menggunakan nomor ijazah yang dikeluarkan oleh Universitas Udayana yang didaftarkan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). “Kedepannya, saya harapkan semua lulusan yang wajib PIN dapat 100% sudah menggunakan PIN pada penomoran ijazahnya,” ungkap Wakil Rektor.

Baca Juga  Unud Gelar Pencanangan ZI WBK Fakultas dan Pascasarjana, Dirangkaikan Refleksi Akhir Tahun 2023

Wakil wisudawan Ni Nyoman Sri Widiari dari Fakultas Pariwisata dalam pesan dan kesannya menyampaikan wisuda merupakan momen penting yang dinantikan karena sudah menyelesaikan pendidikan tinggi yang membutuhkan perjuangan dalam mencapai gelar akademik. Banyak kesan yang bisa dikenang selama menempuh pendidikan, dimana universitas memberikan ilmu untuk menyongsong masa depan lebih baik dan membentuk pribadi yang bertanggung jawab sesuai visi misi. Banyak hal yang telah digali dan mendapat pengalaman dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Kini saatnya kita menentukan arah kehidupan pada jenjang selanjutnya. Melalui kesempatan tersebut mewakili seluruh wisudawan, Sri Widiari juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen dan civitas lainnya yang telah membimbing hingga menyelesaikan perkuliahan.

Sementara Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU dalam sambutannya menyampaikan keberhasilan mewisuda 736 orang ini menandakan proses pelaksanaan Tridharma berjalan dengan baik walau masa pandemi Covid-19. Lebih lanjut Rektor mengulas mengenai potensi yang dimiliki Universitas Udayana dan mengajak seluruh civitas untuk bersama mengoptimalkan potensi yang ada sehingga pelaksanaan Tridharma juga optimal dan lebih banyak yang diwisuda serta inovasi yang dihasilkan juga semakin banyak. Kita juga harus mampu meningkatkan daya tarik kepada masyarakat dimana loyalitas masyarakat harus dibangun. Ketika sudah kuat kita berubah menjadi PTN BH sehingga mampu bersaing dengan PTN BH lainnya.

Wisuda kali ini merupakan yang kesembilan kalinya di masa pandemi yang berlangsung hybrid dan hanya dihadiri 16 perwakilan wisudawan yang merupakan wisudawan terbaik masing-masing fakultas. Rektor berharap tahun depan wisuda dapat berlangsung seperti biasanya dan proses pembelajaran berjalan seperti sebelum pandemi. Melalui kesempatan tersebut Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Senat Akademik periode 2017-2021 yang akan mengakhiri masa tugasnya. Kepada wisudawan Rektor menyampaikan bahwa ujian sebenarnya adalah setelah wisuda ketika berada di masyarakat dan diharapkan mampu survive untuk bisa sukses dalam berkarir dan memperkuat tempat institusi berkiprah nantinya.

Baca Juga  Program Studi Doktor Ilmu Peternakan Unud Gelar Lokakarya Kurikulum

Rektor Unud mengakhiri sambutannya dengan sebuah kalimat motivasi “Sukses itu tidak ada rahasianya, untuk menjadi sukses tidak lain karena persiapan yang baik, kerja keras, dan selalu belajar dari kegagalan”. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan

Published

on

By

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
RATAS: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Rapat tersebut secara khusus membahas perkembangan terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat dengan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin memperoleh laporan terkini mengenai kondisi karhutla, khususnya di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta perkembangan penanganan secara keseluruhan di Kalimantan dan Sumatra.

“Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra,” ujar Seskab Teddy.

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kemudian melaporkan perkembangan penanganan karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Hingga Rabu sore masih terdapat 209,78 hektare lahan yang terus dalam proses pemadaman oleh tim di lapangan.

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” ungkap Suharyanto.

Pemerintah terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menyelesaikan karhutla ini antara lain dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang terus dilakukan secara masif. Kepala BNPB mengatakan bahwa OMC akan dilakukan setidaknya sampai dengan musim hujan kembali normal.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya di Istana Merdeka. Sementara Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan laporan dari tempat masing-masing melalui konferensi video.

Baca Juga  Program Studi Doktor Ilmu Peternakan Unud Gelar Lokakarya Kurikulum

Rapat ini menegaskan perhatian Presiden terhadap perkembangan karhutla di lapangan. Pemantauan harian terus dilakukan agar upaya pemadaman dapat segera menuntaskan sisa titik kebakaran. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp 218,3 Triliun

Published

on

By

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp 218,3 triliun kepada Bank Indonesia (BI). Dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa pelunasan tersebut menandai berakhirnya kewajiban pemerintah kepada BI atas obligasi yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis keuangan tahun 1997-1998.

“Utang yang obligasi yang Rp 218,3 triliun itu dibayar, sudah selesai. Sudah tuntas kita bayar. Dengan demikian, kita betul-betul menutup lembaran sejarah penerbitan obligasi penanganan krisis tahun 1997-1998 yang diselesaikan di masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucap Menkeu, pada Selasa, 22 September 2026.

Menurut Menkeu, kewajiban tersebut tercatat sebagai utang pemerintah kepada Bank Indonesia dan secara bertahap dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembayaran terakhir dilakukan pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal dari sisa surplus Bank Indonesia.

“Bank Indonesia itu ketika beroperasi bisa jadi mengalami surplus. Ketika dia mengalami surplus, maka surplusnya itu ada ketentuannya berapa besar, itu diserahkan kepada kas negara dan kami mencatat sebagai penerimaan negara bukan pajak,” jelasnya.

“Nah, penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari surplus BI seperti ini, itu digunakan untuk membayar utang yang dibuat ketika penanganan krisis dulu itu,” tambahnya.

Meski kewajiban pemerintah kepada Bank Indonesia telah tuntas, Menkeu menegaskan bahwa pelunasan tersebut tidak menghapus hak negara untuk menagih kewajiban para obligor maupun debitur BLBI. Pemerintah tetap memiliki hak tagih terhadap kewajiban yang belum diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.

“Kalau para debitur itu tercatat sebagai nasabah di bank, bank-nya itu kemudian sudah dilakukan rekap, pernah menerima BLBI atau dilakukan rekapitalisasi, kemudian diambil alih oleh pemerintah, maka pemerintah memiliki hak tagih atas semua debitur yang masih, atas semua kewajiban dari obligor maupun debitur tersebut. Jadi, saya sekaligus pada saat ini ingin menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan penagihan kewajiban kepada debitur dan obligor tersebut,” tegasnya.

Baca Juga  Unud Gelar Pencanangan ZI WBK Fakultas dan Pascasarjana, Dirangkaikan Refleksi Akhir Tahun 2023

Pada kesempatan tersebut, Menkeu turut menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyambut baik penyelesaian kewajiban tersebut. Pelunasan utang obligasi BLBI dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Indonesia dalam menangani dampak krisis sekaligus menjadi pembelajaran bagi pengelolaan kebijakan ekonomi nasional.

“Tentu ini menjadi pembelajaran yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia, bagi kebijakan makroekonomi Indonesia, sehingga menjadi catatan sejarah dan ditutup. Pada hari ini, utang ke BI untuk obligasi BLBI selesai dibayar tuntas lunas,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polri dan Pecalang Perkuat Sinergitas Pengamanan IAWP Ke-63 di Bali

Published

on

By

Polri dan Pecalang Perkuat Pengamanan IAWP di Bali
PENGAMANAN: Pecalang Desa Adat Pedungan ikut terlibat dalam mendukung pengamanan kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara. (Foto: Hms Polri)

Denpasar, baliilu.com – Polri memperkuat sinergitas bersama Pecalang Desa Adat Pedungan dalam mendukung pengamanan rangkaian International Association of Women Police (IAWP) ke-63 di Denpasar, Bali. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memastikan seluruh rangkaian kegiatan internasional berjalan aman, tertib, dan tetap menghormati nilai serta kearifan lokal Bali.

Salah satu keterlibatan tersebut terlihat dalam kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara.

Penyarikan Desa Adat Pedungan Kadek Duwi Cahyadi mengapresiasi langkah Polri yang melibatkan Pecalang dalam pengamanan rangkaian kegiatan IAWP. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan kolaborasi antara aparat keamanan dengan kekuatan pengamanan berbasis desa adat.

“Sinergitas pengamanan antara Pecalang dengan Polri sangat luar biasa. Kami dari Desa Adat Pedungan mengucapkan terima kasih kepada Polri karena sudah melibatkan Pecalang Desa Adat dalam kegiatan ini,” ujar Kadek.

Menurut Kadek, Pecalang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa adat. Karena itu, kolaborasi dengan Polri menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan berskala internasional di Bali.

“Di Bali, eksistensi agama dan budaya itu adalah desa adat. Untuk menjaga eksistensi dan keamanan itu, keberadaan Pecalang menjadi terdepan yang berkolaborasi dan bekerja sama dengan aparatur pemerintah, khususnya Polri,” katanya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026), mengatakan sinergitas dengan Pecalang merupakan bagian penting dalam mendukung pengamanan kegiatan internasional sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan kearifan lokal Bali.

“Polri mengapresiasi sinergitas yang terjalin bersama Pecalang dalam pengamanan rangkaian IAWP ke-63. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keamanan dapat dibangun bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta tetap menghormati kearifan lokal,” ujar Trunoyudo.

Baca Juga  Rektor Unud Terima Salinan Keputusan Pembukaan Prodi Bedah Thorax Kardiak dan Vaskular

Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui Pecalang turut memperkuat upaya Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan IAWP yang diikuti delegasi dari berbagai negara.

“Sinergitas seperti ini merupakan bentuk kebersamaan dalam menjaga keamanan. Polri bersama masyarakat, termasuk Pecalang, dapat hadir dan bekerja sama untuk memberikan rasa aman bagi seluruh peserta dan delegasi yang hadir di Bali,” katanya.

Sinergitas tersebut juga mencerminkan pendekatan Polri dalam membangun pengamanan dengan melibatkan unsur masyarakat dan kearifan lokal. Dalam pelaksanaan IAWP ke-63, keberadaan Pecalang turut mendukung Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi para delegasi dari berbagai negara.

Kadek berharap kolaborasi tersebut dapat terus dipertahankan, khususnya dalam mendukung berbagai kegiatan internasional yang berlangsung di Bali.

“Harapan ke depan, tentu sinergitas ini harus dipertahankan. Budaya tidak bisa dilepaskan dari Bali, sehingga sinergitas pengamanan antara Polri dan desa adat harus terus terjaga,” tegasnya.

Melalui sinergitas Polri dan Pecalang, pengamanan IAWP ke-63 tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat adat sebagai bagian dari kekuatan lokal Bali dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan internasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca