Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Workshop ASEAN-Australia Program Ketangguhan Masyarakat, Tanggapi Radikalisasi dan Ekstremisme Kekerasan

BALIILU Tayang

:

polri
Kadivhubinter Polri Irjen Pol. Krishna Murti, S.I.K., M.Si., (nomor 2 dari kanan) foto bersama para pembicara workshop. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Workshop ASEAN-Australia tentang Program Ketangguhan Masyarakat dalam Menanggapi Radikalisasi dan Kekerasan berbasis Ekstremisme telah berhasil dilaksanakan di Bali, Indonesia pada tanggal 16-17 Mei 2023. Workshop ini merupakan kolaborasi Australia melalui program Kemitraan Keamanan Politik ASEAN-Australia (APSP), bekerja sama dengan The Asia Foundation (TAF) dan SOMTC-Indonesia, dimana Kabareskrim Polri bertindak sebagai Ketua dan Kadivhubinter sebagai Sekretaris SOMTC-Indonesia. Workshop ini menjadi wadah untuk pertukaran praktik dan pengalaman dalam menangani kegiatan radikalisasi dan ekstremisme kekerasan bagi praktisi dan akademisi.

Selama workshop selama dua hari tersebut, pejabat, praktisi, dan ahli dari Badan Sektoral ASEAN, termasuk SOMTC, AICHR, SOMSWD, ACW, SOMRI, dan SOMY, terlibat dalam diskusi proaktif serta berbagi wawasan dan pengalaman mengenai program ketangguhan masyarakat dalam menghadapi Radikalisasi dan Kekerasan berbasis Ekstremism. Peserta membahas topik-topik seperti definisi dan gambaran radikalisasi dan ekstremisme kekerasan (RVE), pentingnya ketangguhan masyarakat dalam menanggapi RVE, serta peran pemerintah lokal, masyarakat sipil, dan organisasi keagamaan dalam mempromosikan ketangguhan masyarakat. Selain itu, workshop juga membahas perspektif gender, hak asasi manusia, kesejahteraan sosial dan pembangunan, perspektif pemuda, dan pendekatan komunikasi dalam membangun ketangguhan untuk menangkal radikalisasi dan ekstremisme kekerasan.

Pada pembukaan Workshop ASEAN-Australia tentang Pertukaran Praktik Program Ketangguhan Masyarakat dalam Menanggapi Radikalisasi dan Ekstremisme Kekerasan, Irjen Pol. Krishna Murti, S.I.K., M.Si., Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri selaku Sekretaris SOMTC Indonesia, menyampaikan salam pembukaan dan apresiasi kepada para peserta. Beliau menyampaikan keyakinannya bahwa workshop ini sangat tepat dan produktif dalam menanggapi tantangan ekstremisme kekerasan di kawasan Asia Tenggara.

Kadivhubinter Polri menjelaskan bahwa workshop ini membahas berbagai isu penting terkait Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Kekerasan (P/CVE), termasuk definisi dan penilaian menyeluruh mengenai ketangguhan masyarakat terhadap radikalisasi dan ekstremisme kekerasan. Selain itu, workshop ini juga memfasilitasi pertukaran praktik terbaik para ahli dan praktisi dan memberikan wawasan mengenai peran pemerintah lokal, masyarakat sipil, dan organisasi keagamaan dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Baca Juga  Pemerintah Thailand Beri Penghargaan Polri atas Penangkapan Buronan Chaowalit

Workshop ini juga diharapkan dapat mendukung implementasi Rencana Kerja Bali 2019-2025, terutama dalam aktivitas yang menekankan pembangunan program kontra-radikalisasi yang berfokus pada masyarakat secara umum dan masyarakat yang rentan terhadap radikalisasi dan ekstremisme kekerasan.

Kadivhubinter Polri menekankan pentingnya kerja sama internasional dan regional dalam mengatasi ancaman ekstremisme kekerasan dan terorisme. Pihaknya berharap workshop akan memperkuat kerja sama dalam membangun program ketangguhan masyarakat untuk mencegah ekstremisme kekerasan dan terorisme. Terakhir, dalam sambutannya Kadivhubinter Polri berharap workshop ini akan menghasilkan hasil yang bermanfaat melalui kontribusi berharga dari peserta dengan beragam latar belakang dan keilmuan.

Setelah pembukaan dari Kadivhubinter, workshop dimulai dengan sesi presentasi dari pembicara terkemuka, termasuk Thomas K. Samuel (Konsultan PBB dalam Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Kekerasan), Jennifer Buan (Penasihat Regional Asia Tenggara di Global Community Engagement and Resilience Fund), Mitra Modaressi (Manajer Proyek Regional dalam Pencegahan Ekstremisme Kekerasan di UNDP Bangkok), serta berbagai perwakilan dari pemerintah lokal, masyarakat sipil, dan organisasi keagamaan.

Selain sesi presentasi, terdapat pula sesi diskusi kelompok yang memberikan kesempatan bagi peserta workshop untuk lebih mendalami praktik memperkuat ketangguhan masyarakat, membahas tantangan hambatan, dan mengeksplorasi cara untuk meningkatkan kerja sama regional dalam mempromosikan dan memperkuat pendekatan ketangguhan masyarakat untuk menangkal radikalisasi dan ekstremisme kekerasan.

Workshop diakhiri dengan penyusunan praktik-praktik terbaik untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat melawan radikalisasi dan ekstremisme kekerasan di ASEAN untuk kemudian disusun menjadi suatu panduan untuk upaya di masa depan dalam menanggulangi ancaman-ancaman RVE.

Workshop ini diharapkan dapat menguatkan komitmen negara anggota ASEAN dan Australia untuk bekerja sama dalam mengatasi tantangan meningkatnya radikalisasi dan ekstremisme kekerasan. Dengan berbagi praktik terbaik dan pengalaman, peserta telah mengambil langkah signifikan menuju pembangunan masyarakat ASEAN yang lebih aman dan tangguh. (gs/bi)

Baca Juga  Divhubinter Polri Pulangkan 69 WNI Pelaku Online Scam dari Filipina

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Demer: Bali Siap Menjadi Wajah Baru Investasi Global Indonesia

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur.
KUNKER: Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026). (Foto: dpr.go.id)

Surabaya, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menilai Bali memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui implementasi Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (UU PFII). Menurutnya, regulasi tersebut akan menjadi instrumen penting untuk menarik investasi langsung dari luar negeri (foreign direct investment/FDI) yang berdampak luas terhadap perekonomian nasional, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai gerbang investasi global.

“Pada prinsipnya kita sangat memerlukan sekali yang namanya foreign direct investment atau investasi langsung dari luar negeri, di mana itu nantinya akan menjadi sebuah kekuatan baru dalam perekonomian kita, untuk pertumbuhan kita, dan juga untuk Bali pada khususnya,” ujar Demer, sapaan akrabnya, di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, kehadiran pusat finansial internasional di Bali akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Selain membuka peluang penyerapan produk-produk dalam negeri, kawasan tersebut juga diyakini mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja serta mendorong masuknya investasi ke berbagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

“Banyak hal nanti produksi yang akan diserap oleh kawasan daripada International Finance Center itu, dan juga tentu sumber daya manusia kita akan terserap. Bahkan investasinya tidak hanya di Bali, tetapi meluas ke seluruh Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya alam maupun manusia,” jelasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Lebih lanjut, Demer menekankan bahwa pengembangan pusat finansial internasional harus menjadi momentum untuk menciptakan pemerataan pembangunan di Pulau Dewata. Ia mengingatkan agar kawasan tersebut tidak kembali terpusat di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan), melainkan diarahkan ke Bali Utara, Bali Timur, atau Bali Barat.

Baca Juga  Presiden Jokowi Hadiri Resepsi KTT Khusus ASEAN-Australia

“Pertumbuhan di Bali saat ini tidak merata, hanya di selatan saja. Saya minta financial center itu keberadaannya jangan di kawasan Sarbagita, tetapi mengarah ke wilayah Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat agar tercipta pertumbuhan yang berkualitas,” tegasnya.

Menurut Demer, pemerataan investasi juga harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur strategis. Ia menilai kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah mendekati batas maksimal sehingga diperlukan bandara baru untuk mendukung mobilitas pelaku bisnis dan wisatawan mancanegara.

“Kapasitas Bandara Ngurah Rai saat ini sudah sangat penuh, sehingga perlu segera ada airport baru untuk menunjang pergerakan bisnis dan wisatawan internasional. Dengan daya tarik pariwisata serta reputasi Bali di kancah dunia, saya sangat optimistis kawasan finance center ini akan dipercaya oleh para pelaku bisnis internasional,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Lovina Festival, Gemarikan Jadi Daya Tarik Pengunjung

Published

on

By

Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian kuliner olahan ikan laut Gemarikan di Pantai Tasik Madu, Lovina, Buleleng.
Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian Gemarikan. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Setelah resmi dibuka oleh Bupati Buleleng kemarin, Hari kedua Lovina Festival digelar Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang menyediakan 500 porsi makanan dari olahan ikan bertempat di Pantai Tasik Madu Lovina. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, Sabtu (25/7).

Kadis Melandrat lanjut menjelaskan bahwa rangkaian Lovina Festival hari kedua menyediakan kuliner laut yaitu olahan ikan berupa bakso, sate, ikan panggang sebanyak 500 porsi dengan tujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar gemar makan ikan laut, karena seperti diketahui gizi ikan laut itu sangat tinggi.

“Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat utamanya anak-anak, ibu hamil dan orang tua, karena kandungan gizi protein ikan laut sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan tentu dapat mencegah stunting,” ujarnya.

Kadis Lingkungan Hidup ini menambahkan, tema Lovina Festival sekarang selaras dengan aktivitas bahari wilayah Buleleng yang memiliki garis pantai terpanjang. Dengan potensi laut yang dimiliki berlimpah, melalui kegiatan inilah kita mengajak seluruh masyarakat untuk gemar makan ikan laut beserta olahannya.

Salah satu pengunjung bernama Sri Yulianti mengatakan acara Lovina sangat keren, konsepnya sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan berbagai inovasi.

Disinggung terkait menu gemarikan, Yuli mengakui sangat suka dengan olahan ikan laut terutama sate.”Masakan Bali sangat suka, karena bumbunya, sate ini sangat menggoda dengan bumbunya enak banget pasti,” imbuhnya.

Di akhir Yulianti menilai suasana Lovina saat ini sudah tertata dengan baik, menurutnya kawasan ini sangat bagus terutama saat sunsetnya, keren sekali. Ia berharap event Lovina Festival makin bagus lagi kedepannya. (gs/bi)

Baca Juga  Presiden Jokowi Hadiri Resepsi KTT Khusus ASEAN-Australia

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya Sampaikan Duka Mendalam atas Peristiwa di Juwuk Legi, Baturiti

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Dirga.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wabup Dirga. (Foto: dok)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, yang mengakibatkan hilangnya nyawa salah seorang warga.

“Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua. Doa dan simpati kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta seluruh pihak yang terdampak,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keamanan, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat yang selama ini menjadi kekuatan Tabanan.

Di tengah suasana duka, Bupati Sanjaya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Indonesia adalah negara hukum. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, etika, dan nilai-nilai susila, mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Berikan ruang kepada aparat yang berwenang untuk bekerja secara profesional sehingga nantinya dapat menghasilkan keputusan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga telah menyiapkan santunan bagi keluarga korban yang terdampak sebagai bentuk tali kasih. Santunan tersebut merupakan ungkapan empati dan perhatian pemerintah kepada keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.

Bupati Sanjaya berharap seluruh masyarakat Tabanan tetap menjaga persatuan, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif, sehingga proses hukum dapat berlangsung dengan baik dan kehidupan bermasyarakat kembali berjalan dalam semangat kebersamaan, kedamaian, dan saling menghargai. (gs/bi)

Baca Juga  Pemerintah Thailand Beri Penghargaan Polri atas Penangkapan Buronan Chaowalit

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca