Connect with us

SENI

Workshop Penulisan Puisi Tingkat Nasional 2021, Putri Koster: Gerakan Literasi Ingatkan Generasi Milenial pada Jati diri

BALIILU Tayang

:

de
Ni Putu Putri Suasini Koster (tengah) diapit Wayan Jengki Sunarta (kanan) dan Gede Artawan (kiri) saat workshop penulisan puisi secara virtual dari Gedung Jayasabha Denpasar, Rabu (10/2).

Denpasar, baliilu.com – Salah satu cara kita menuntun generasi milenial agar tak terombang-ambing, terjajah oleh kemajuan teknologi adalah gerakan literasi. Gerakan literasi untuk mengingatkan kembali pada jati diri, bahwa kita sedang mengasah dan menempa diri.

‘’Dengan kita menulis puisi, terbiasa membaca puisi, ketika kita mampu meresapi karya puisi, sesungguhnya kita sedang mengasah budi pekertinya,’’ papar Ni Putu Putri Suastini Koster saat memberikan pengantar secara virtual pada Workshop Lomba Penulisan Puisi Siswa & Mahasiswa Tingkat Nasional 2021, Rabu (10/2) dari Gedung Jayasabha Denpasar.

Workshop Lomba Penulisan Puisi Siswa dan Mahasiswa Tingkat Nasional 2021 dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional yang diinisiasi Dermaga Seni Buleleng ini menghadirkan tiga narasumber yakni penyair Gede Artawan, Dewa Putu Sahadewa, dan Wayan Jengki Sunarta yang dihadiri penyair Bali, siswa dan mahasiswa secara virtual.

Ni Putu Putri Suastini Koster lanjut mengingatkan dalam gerakan literasi kita mesti pintar, rajin, tekun membaca sehingga suatu saat ketika menulis kata hati lewat puisi akan tertuang dengan baik, santun dan beretika sehingga orang dapat memahami apa yang diinginkan.

Seniman multitalenta ini menegaskan bagaimana pun juga generasi kita hari ini berada di situasi pandemi harus menjadi penyambung antara api semangat literasi di jaman sebelumnya dan api semangat literasi di zaman berikutnya. ‘’Kita menjadi penyambungnya. Karenanya kita tak boleh diam. Suasana dan semangatnya harus tetap terjaga. Masalah perkembangan dalam gerakan literasi ada kemajuan sesuai tuntutan zaman, itu memang keniscayaan dan kita tak boleh diam berpangku tangan,’’ ucap wanita pendamping pejabat orang nomor satu di Bali ini.

Apalagi situasi di zaman digital ini orang akan mudah terombang-ambing. Ketika kita memegang teguh budi pekerti kita akan menjadi orang tidak tergoyahkan. Sesuai tuntutan ajaran pengelingsir bahwa harus menjaga pikiran yang baik, perilaku yang tak merugikan orang lain, dan berkata yang tak membuat sakit hati.

‘’Itulah sebabnya ketika Dermaga Seni Buleleng melakukan inisiasi untuk bersemangat bersastra, kita buka ruang dan kesempatan. Kita gairahkan semangat bersastra anak-anak milenial. Hidup ini tidak melulu teori, bahkan teori kita dapatkan setelah bekerja. Teori tak ada gunanya kalau tak kerjakan dan berhasil guna untuk kehidupan. Lebih baik melakukan hal yang kecil dengan cinta yang besar daripada mengatakan hal-hal yang besar tetapi di awang-awang tak ditemukan wujud nyatanya,’’ papar Putri Koster yang biasa disapa Bunda Putri.

Bunda Putri mengharapkan sebagai penjaga masa depan bangsa dan negara, anak-anak mesti memiliki jatidiri, menjadi anak yang berakhlak mulia, bertaqwa kepada Tuhan, kepribadian budi perkerti yang luhur, sehat jasmani rohani. Itulah tugas sejati sesuai dengan visi dari PKK yaitu membawa keluarga, anak-anak masa depan bangsa menjadi anak yang berguna. Mulai dari ranah salah satunya bersastra.

Ketua Dermaga Seni Buleleng Gede Artawan menyampaikan Lomba Penulisan Puisi Siswa dan Mahasiswa Tingkat Nasional 2021, berhadiah total Rp 100 juta dengan tema Semangat Kebangkitan Nasional. Penyerahan hasil karya akan ditutup pada 28 Februari 2021. ‘’Untuk menyamakan persepsi bagaimana menulis puisi dengan gaya masing-masing kita berbagi dari narasumber melalui workshop penulisan puisi ini,’’ terang Gede Artawan yang sekaligus mengucapkan terimakasih kepada Bunda Putri yang selalu membangun ekosistem literasi.

Sementara itu, penyair Dewa Putu Sahadewa dalam paparannya mengawali dengan pertanyaan kenapa menulis puisi? Sebagai puncak dari penciptaan karya sastra, puisi menjadi jalan keluar dari curahan hati atau ungkapan kata.

Menulis puisi, kata Sahadewa bisa didorong dari dalam diri atau dari luar. Inspirasi dari luar bisa melalui tema dan inspirasi internal bisa seperti luapan perasaan yang dipendam, getaran jiwa, kasih sayang.

Ditekankan, menyusun frase, kalimat atau kata dalam puisi bukan biasa-biasa saja. Tidak juga kata-kata yang over, metafora yang berlebihan yang tak masuk akal. Kata dalam puisi itu merdeka, punya kebebasan makna. Kata adalah tanda yang bermakna dan di sanalah kelebihan puisi yang memberikan multitafsir.

Penyair Wayan Jengki Sunarta menyampaikan walau semua berkemampuan menulis puisi, namun perlu ketekunan untuk melatih diri. Dalam teknis menulis ada dua struktur batin dan fisik. Stuktur batin puisi ada tema. Tema sangat penting karena membingkai puisi. Struktur batin ada rasa, perpaduan pikiran dan perasaan. Rasa adalah sikap batin penyair terhadap tema. Juga ada pesan yang disampaikan, pesan tak harus arfiah, menggurui tetapi bisa implisit dengan bahasa metaforis disebut sebagai renungan atau kontemplasi.

Struktur fisik puisi ada perwajahan atau tipografi. Bagaimana membagi bait demi bait, membagi baris menjadi bait. Lainnya ada diksi. Diksi diolah menjadi irama. Puisi bukan muntahan kata-kata, tetapi mesti diedit. Sebaiknya menggunakan kata-kata lebih konkrit diolah menjadi metafora, mengungkapkan yang abstrak menjadi lebih konkrit.

Di pengujung acara Gede Artawan menggarisbawahi bahwa persoalan bahasa bisa biasa tetapi menarik. Rangkaian satu korespodensi yang tidak bisa lepas. Puisi totalitas bukan per segmen. Ia juga menekankan penulis tidak terjebak pada tema, dan teknik menulis puisi  memerlukan referensi bacaan karya-karya yang baik. Antologi lomba cipta puisi untuk siswa dan mahasiswa ini akan dilaunching 20 Mei 2021. (gs)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

Film “Pan Balang Tamak” akan Tayang Perdana di Dharma Negara Alaya

Published

on

By

de
AUDIENSI: Seniman Bali Trio Clekontong Mas melakukan audiensi dengan Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (16/4).

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar mendukung seniman untuk terus berkarya di tengah pandemi Covid-19. Dharma Negara Alaya (DNA) akan menjadi tempat untuk menampilkan hasil karya para seniman.

Hal ini terungkap saat salah satu seniman Bali Trio Clekontong Mas melakukan audiensi dengan Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (16/4). Hasil karya dari Trio Clekontong Mas berupa Film yang bertajuk “Pan Balang Tamak” akan tayang perdana pada bulan Mei 2021 di mini Theater Dharma Negara Alaya (DNA).

Arya Wibawa mengapresiasi karya film Pan Balang Tamak. Karya film ini menunjukkan bahwa pandemi bukan suatu penghalang untuk melakukan kreativitas. Selain itu, film ini dapat menjadi edukasi pelestarian budaya tradisi yang kita miliki.

“Pemkot Denpasar mengapresiasi dan mendorong hasil karya seni dari para seniman. Hal ini sesuai dengan komitmen dan visi kami menjadikan Denpasar kota yang berbasis budaya. DNA akan kami jadikan pusat penampilan hasil karya seni dari seniman,” ucap Arya Wibawa.

I Komang Dedi Diana (Tompel), salah satu pentolan Clekontong Mas menjelaskan lahirnya film ‘’Pan Balang Tamak’’ sebagai salah satu strategi untuk bertahan di tengah pandemi. Di tengah pandemi seniman harus adaptif membuka peluang kegiatan secara digital, meningkatkan kolaborasi dan mengubah strategi komunikasi.

Film ‘’Pan Balang Tamak’’  yang mengangkat kisah rakyat dan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Bali. Kisah Pan Balang Tamak yang terkenal dengan kecerdikannya akan diangkat dalam layar lebar dan tayang perdana di mini Theater DNA. 

“Dalam film ini, kami ingin menampilkan peran ganda dari masing-masing pemain Clekontong Mas, baik sebagai tokoh bondres maupun sebagai tokoh peran dalam cerita itu sendiri. Saya berharap karya film perdana ini akan mendapat sambutan yang baik, khususnya bagi penggemar film,” ucap Dedi Diana. (eka)

Lanjutkan Membaca

SENI

Geliat Perfilman di Tengah Pandemi, Film “Kapandung” Tayang Perdana Trailer di Dharma Negara Alaya

Published

on

By

de
Film karya Gases Films berjudul "Kapandung A Stolen Life" dimana trailer film ini diputar secara perdana di Mini Theater Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar pada Minggu (11/4). Pemutaran trailer perdana ini turut disaksikan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara.

Denpasar, baliilu.com – Dunia perfilman di Kota Denpasar dengan pelakunya yang kreatif tetap bergeliat meskipun di tengah situasi pandemic.

Hal ini ditunjukkan dengan di releasenya sebuah film karya Gases Films berjudul “Kapandung A Stolen Life”, dimana trailer film ini diputar secara perdana di Mini Theater Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar pada Minggu (11/4). Pemutaran trailer perdana ini turut disaksikan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara.

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengapresiasi karya film “Kapandung A Stolen Life’’ karya Gases Films. Karya film ini menunjukkan suatu keberanian orang Bali khususnya seniman tradisi mampu juga menghasilkan karya di luar kebiasaannya. Di samping film ini juga menjadi pusat edukasi pelestarian budaya dan memperkenalkan budaya tradisi yang kita miliki dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk pembentukan karakternya.

“Jadi banyak hal yang kita dapat dari karya film ini dan intinya kami dari Pemkot Denpasar mengapresiasi terhadap karya seni dan pastinya Pemkot Denpasar akan mendukung apalagi ini sangat komitmen dengan visi kita menjadikan Denpasar Kota yang berbasis budaya,” ucap Jaya Negara.

Executive Produser Film Kapandung, Komang Indra Wirawan Gases menjelaskan bahwa lahirnya film “Kapandung A Stolen Life” sebagai salah satu inovasi dalam pelestarian budaya sekaligus menepis anggapan seniman tradisi tidak bisa bersaing di ranah digital terutama di masa pandemi seperti sekarang. Ini merupakan karya film kedua Gases Films setelah Film “Nyungsang” dan disutradarai oleh Johan Wahyudi.

“Kapandung ini adalah sebuah film yang didasarkan atas kisah nyata tentang tradisi ilmu leluhur Bali yang bernuansa filosofi kehidupan dan spiritual. Latar berlakang dari pembuatan film ini adalah tentu didasari atas semangat berkreativitas, dan berupaya untuk memantik semangat perfilman lokal untuk selalu bisa berkarya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Bali khususnya para pelaku perfilmannya diharapkan mampu bersaing dalam situasi apa pun. “Karya film ini juga turut merealisasikan konsep program Pemkot Denpasar dengan visi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangan Menunju Keharmonisan. Ke depan kita juga berupaya menjajaki kepada production house di Jakarta agar film karya – karya sineas Bali bisa diputar di jaringan bioskop luar,” tegasnya lagi. (eka)

Lanjutkan Membaca

SENI

Ny. Putri Koster Kumandangkan ”Sumpah Kumbakarna” pada Peringatan Hari Lahir Ke-417 Kota Singaraja

Published

on

By

Ny. Putri Koster Kumandangkan ''Sumpah Kumbakarna'' pada Peringatan Hari Lahir ke-417 Kota Singaraja, Sabtu (27/3).

Singaraja, baliilu.com – Untuk kedua kalinya kegiatan kompetisi bintang pop Bali yang dirangkai dengan apresiasi pagelaran puisi dharma dilaksanakan. Di tahun kedua ini, kompetisi bintang pop Bali dilaksanakan serangkaian peringatan hari lahir ke-417 Kota Singaraja.

Kompetisi bintang pop Bali akan dijadikan kalender rutin setiap tahunnya, untuk mewadahi talenta-talenta muda, dan berharap talenta yang sedang diasah ini mampu menumbuhkan semangat dan karya seni suara di masa depan.

Kegiatan yang berlangsung live ini dimeriahkan oleh kehadiran seniman senior multitalenta Ny. Putri Suastini Koster. Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster menyampaikan agar kompetisi seperti ini semakin banyak digalakkan untuk menumbuhkan daya saing kreativitas remaja agar senantiasa lahir generasi muda yang penuh kreativitas, sehingga ke depannya mampu memancarkan cahaya bagai bintang. “Mari tetap kita wadahi semangat seni generasi muda agar nantinya akan tumbuh menjadi embrio yang mapan di masa yang akan datang,” tegas Ny. Putri Suastini Koster saat menghadiri sekaligus membacakan puisi pada acara final kompetisi bintang pop Bali dan pagelaran puisi dharma serangkaian perayaan hari kelahiran ke-417 Kota Singaraja dan perayaan hari Nyepi Caka 1943 tahun 2021, di Wantilan RRI Singaraja, Sabtu (27/3).

Pendamping orang nomor satu di Bali ini membawakan puisi yang berjudul “Sumpah Kumbakarna” karya dari Dhenok Kristianti serta diiringi oleh seni gambelan yang dibawakan oleh siswa dari SMK Negeri 5 Denpasar.

Ny. Putri Koster menunjukkan kekuatan dalam sebuah seni puisi dapat dibawakan dengan penuh ekspresi sehingga mampu menggugah para pendengar dan penikmat seni untuk ikut larut ke dalam alunan cerita yang dituangkan melalui syair puisi.

Ketua panitia kompetisi bintang pop Bali Ida Ketut Parta menjelaskan bahwa kegiatan kompetisi kedua bintang pop Bali ini diikuti 47 peserta dari seluruh Bali, yang seleksinya sudah dimulai sejak 25 maret lalu, dan sudah terpilih enam orang finalis yang dinilai secara virtual oleh dewan juri berkompeten. Dari segi kualitas dan kuantitas, di tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 20 persen, dan mereka yang masuk ke enam terbaik dinilai memiliki kualitas di atas rata-rata.

Melalui kompetisi yang sehat dan kekuatan kata-kata dalam sebuah puisi yang lahir dari realitas dan renungan yang mendalam, diharapkan mampu membuat semua pecinta seni untuk hidup lebih berkualitas, sekaligus memberikan ruang seluas-luasnya kepada generasi muda untuk dapat mencintai budaya Bali yang sesuai dengan nilai-nilai keindonesiaan.

Selain Ny. Putri Koster, tampil pula Gede Artawan seorang penyair asal Singaraja dengan membawakan puisi yang berjudul “Tubuhmu Selembar Daun” yang juga diiringi dengan lantunan musik.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota komisi IV DPRD Bali Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng Ni Made Rusmini, Kepala LPP RRI Singaraja Wardi dan sejumlah undangan lainnya, dengan penerapan prokes yang ketat serta didahului dengan tes rapid. (gs)

Lanjutkan Membaca