Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

World Marketing Forum 2022 Resmi Dibuka

Intip Sambutan Father of Modern Marketing, Menparekraf, Putra Bali dan Pegadaian Kanwil Bali Nusra

Loading

BALIILU Tayang

:

pegadaian
Hermawan Kartajaya dari Indonesia Marketing Association bersama PT Pegadaian Kantor Wilayah Bali Nusra yang diwakili oleh Pemimpin Wilayah, Hakim Setiawan (kanan). (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.comWorld Marketing Forum ke-2 2022 resmi digelar di Museum Puri Lukisan Ubud, Bali pada Kamis, 6 Oktober 2022, sebagai perayaan utama Ubud Oktoberfest 2022 atas inisiatif Hermawan Kartajaya dari Indonesia Marketing Association (IMA) dan Sadayoshi Fujishige dari Japan Marketing Association (JMA) dan didukung AMF (Asia Marketing Federation) serta didukung oleh ACSB (Asia Council for Small Business).

WMF secara perdana diadakan pada 21-22 Oktober 2021 silam di Kenchoji Temple, Kamakura, Jepang. Setelah menjadi tuan rumah pertemuan Asia Pacific Marketing Federation (APMF) di tahun 1996, yang saat itu berlangsung di Bali, Indonesia Marketing Association (IMA) kembali menjadi tuan rumah pertemuan offline yang mengundang peserta dari berbagai penjuru dunia.

Mengangkat topik sustainable marketing, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno juga menjadi salah satu pembicara. Kata Sandiaga, “Pertumbuhan industri pariwisata di era pascapandemi menyoroti perlunya penerapan sustainable tourism, yang merupakan strategi untuk mempromosikan pariwisata sebagai industri strategis dan mengatasi masalah global.”

Ia menekankan bagaimana saat ini Kemenparekraf berupaya untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak disebabkan oleh fakta bahwa pariwisata berkelanjutan bersifat multidimensi dan melibatkan berbagai komunitas.

“Saya berharap acara ini dapat berjalan dengan lancar dengan membawa bekal yang bermanfaat bagi seluruh peserta yang hadir. Sehingga wawasan tersebut dapat memulihkan pariwisata dan merangsang perekonomian untuk menciptakan peluang usaha dan kerja yang seluas-luasnya dan berkualitas,” tutup Sandi.

Dihadiri oleh ratusan pegiat pemasaran di seluruh dunia, acara ini juga dibuka oleh Hermawan Kartajaya selaku Co-Founder of World Marketing Forum sekaligus Founder & Chairman MarkPlus, Corp. “Berbeda dari yang lain, kami selaku penyelenggara menjaga kemurnian acara ini tanpa komersialisasi. Tahun lalu, kami membawa semangat Kamakura, dan sekarang kami membawa semangat Ubud. Semangat yang sama dengan sentuhan tradisinya,” buka Hermawan Kartajaya pada Kamis, 6 Oktober 2022.

Hermawan kemudian menegaskan bagaimana pemasaran perlu berkontribusi pada manfaat di luar kepentingan komersial, termasuk kesejahteraan sosial dan ketenangan spiritual.

Dilanjutkan oleh Prof. Philip Kotler yang dikenal sebagai The Father of Modern Marketing, ia memaparkan beragam topik menarik termasuk sustainable marketing. Kata Kotler, “Sustainable marketing sangat penting untuk diterapkan. Dua hal yaitu keberlanjutan dan profitabilitas harus diseimbangkan sebagai tujuan utama perusahaan. Sustainability akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang.”

Kotler juga melihat adanya 3 trend pemasaran baru yang perlu diterapkan perusahaan. Yaitu trend ke arah degrowth marketing, peace marketing dan customer science.

Dari empat trend tersebut, yang menarik perhatian luas adalah peace marketing. Bukan hanya karena adanya sejumlah peperangan di dunia saat ini seperti Ukraina dan Rusia, tapi juga karena bisnis akan berkembang bagus dalam suasana damai.

Selain itu, Philip Kotler juga menyatakan bagaimana saat ini strategi pemasaran perusahaan harus didorong bukan oleh pemegang saham, namun oleh pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan agar upaya pemasaran dapat berfokus pada kebutuhan, bukan keinginan. “Pastikan strategi anda berfokus pada Human to Human, meski Anda ingin menggunakan mesin atau AI di masa depan, buatlah AI bekerja dengan manusia, bukan mengganti atau melawan,” ujar Kotler.

Acara ini juga dibuka oleh Taufik selaku Sekretaris Jenderal Indonesia Marketing Association (IMA). Beliau membahas bagaimana filosofi hidup yang berasal dari kearifan lokal Bali ‘Tri Hita Karana’ menjiwai pelaksanaan forum pada tahun ini.

“Filosofi ini menerangkan bagaimana hubungan harmonis antara manusia terhadap Tuhan, dan alam saling melengkapi berbagai upaya penyebaran ilmu, khususnya ilmu pemasaran dalam memberikan manfaat terhadap banyak orang.”

Menutup sambutannya, Deputy Chairman MarkPlus Corp tersebut mengapresiasi upaya Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya yang terus menyuarakan Sustainable Marketing, “Saya juga ingin menghargai kontribusi dalam memajukan konsep “sustainability” dalam dunia pemasaran yang akhir-akhir ini menjadi kata kunci di era pascapandemi.”

Sementara pada sesi kedua, Ida Bagus Gede Sidharta Putra yang akrab disapa Gusde ini menyambut gelaran WMF dengan menyatakan, “Pandemi ini memberi kami banyak pelajaran untuk memikirkan kembali, menyelaraskan, dan menghadapi sustainability.”

Di sisi lain, Tjokorda Gde Putra Sukawati alias Cokorda Putra menyampaikan rasa syukur atas digelarnya WMF di Ubud, Bali, “Ubud adalah destinasi budaya yang mapan, sejak 1920, kolaborasi sudah kami perkuat dengan membangun museum yang mendatangkan seniman asing untuk berkolaborasi dengan seniman lokal.”

PT Pegadaian Kantor Wilayah Bali Nusra yang diwakili oleh Pemimpin Wilayah Bapak Hakim Setiawan menyampaikan bahwa Pegadaian dalam mewujudkan visi perusahaan sebagai The Most Valuable Financial Company terus melakukan inovasi dalam menghadapi perubahaan di era digitalisasi. Inovasi yang telah dilakukan Pegadaian adalah dengan mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan Pegadaian Digital “PDS” dalam melakukan transaksi baik menabung emas, mencicil, maupun menggadai emas agar mempermudah nasabah melakukan transaksi kapan pun dan dimana pun. Keterjangkauan transaksi dimanapun dan kapan pun melalui PDS diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dengan efektif dan efisien serta menciptakan iklim investasi emas yang aman dan nyaman.

Acara ini dilanjutkan dengan berbagai sesi menarik lainnya seperti ‘Technology for Humanity’ yang akan dimoderasi oleh Gwen Albaraccin CEO Center for Pop Music Philippines, Inc., sesi Entrepreneurial Marketing for ASEAN’s SME yang dimoderasi oleh Ardhi Ridwansyah (COO MarkPlus Institute), sesi Practice and Challenges of Entrepreneurial Marketing in Asia yang akan dimoderasi oleh Prof. Kim Boo Jong sebagai Presiden dari AMF dan diawali dengan keynote speech dari Wakil Ketua Asian Council for Small Business (ACSB), Dr. Chatpracha Sonklien.

Forum hari pertama akan ditutup dengan sesi wine testing bersama Hatten Wines yang akan dipimpin oleh Somchat Visitchaichan dan dipandu oleh Ni Nyoman Kertawiyawati sebagai Head of Hatten Education Center and WSET Educator. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bahas Japem, Ketua DPRD Badung: APBD Perubahan 2026 Harus Bermanfaat Nyata bagi Warga Badung

Published

on

By

Rapat Paripurna Bahas APBD Perubahan Badung 2026
RAPAT PARIPURNA: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti pimpin Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung membahas Penyampaian Jawaban Pemerintah (Japem) terhadap Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi terkait Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai IIII Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Kamis, 17 September 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Kamis, 17 September 2026. Rapat membahas Penyampaian Jawaban Pemerintah (Japem) terhadap Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti didampingi Wakil Ketua I, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Wakil Ketua II, I Made Wijaya dan Wakil Ketua III, I Made Sunarta serta dihadiri anggota DPRD Badung.

Dari eksekutif hadir, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, Ida Bagus Surya Suamba, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Badung, Pimpinan Instansi Vertikal Badung, para Direksi Perusahaan Daerah Badung, para tenaga ahli DPRD Badung dan Fraksi DPRD Badung serta para undangan lainnya.

“Jadi, saya kira tadi sudah semuanya dijawab oleh Bapak Bupati tentang apa yang menjadi pertanyaan, apa yang menjadi saran Dewan tentang APBD Perubahan Tahun 2026,” ujar Anom Gumanti kepada awak media usai memimpin rapat paripurna.

Anom Gumanti lanjut menjelaskan, bahwa pelaksanaan rapat paripurna ini juga telah mengacu pada Tata Tertib DPRD Badung Nomor 1 Tahun 2024, khususnya Pasal 9 Ayat 3. Dalam tatib tersebut, setiap saran atau pendapat yang disampaikan Dewan wajib mendapatkan jawaban dari Bupati dalam Rapat Paripurna.

Terkait jawaban pemerintah tersebut dapat diterima oleh masing-masing fraksi, Anom Gumanti mengatakan pimpinan DPRD telah memberikan kesempatan kepada seluruh Ketua Fraksi untuk melakukan penelaahan lebih lanjut.

Menurutnya, hasil penelaahan fraksi tersebut nantinya akan menjadi salah satu referensi dalam pengambilan keputusan pada Rapat Paripurna berikutnya.

“Kami memberikan kesempatan kepada masing-masing fraksi untuk menelaah jawaban pemerintah. Hasilnya tentu menjadi bahan dalam pengambilan keputusan,” ucapnya.

Anom Gumanti berharap proses pembahasan APBD Perubahan 2026 tidak hanya berorientasi pada aspek administratif dan anggaran, tetapi juga mempertimbangkan manfaat nyata bagi masyarakat Badung.

Anom Gumanti menegaskan DPRD Badung akan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam menentukan keputusan terhadap Raperda Perubahan APBD 2026.

“Jika APBD Perubahan ini memang ditujukan untuk kepentingan masyarakat, tentu akan kita sahkan dan putuskan bersama,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gianyar Raih Peringkat Terbaik III Nasional Anugerah Layanan Investasi 2026

Published

on

By

Bupati Mahayastra Terima Penghargaan Layanan Investasi
TERIMA PENGHARGAAN: Bupati Gianyar I Made Mahayastra, menerima penghargaan Anugerah Layanan Investasi (ALI) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Tahun 2026 dari Wamendagri Bima Arya dalam acara yang berlangsung di Auditorium Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Jakarta, Selasa (15/9). (Foto: Hms Gianyar)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar kembali mencatatkan prestasi di Tingkat Nasional. Melalui Anugerah Layanan Investasi (ALI) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Tahun 2026, Gianyar berhasil meraih Peringkat Terbaik III Pemerintah Tingkat Kabupaten atas Capaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) dengan predikat Kategori “Prima”.

Penghargaan tersebut menempatkan Gianyar dalam jajaran tiga besar dari 416 kabupaten se-Indonesia. Gianyar juga menjadi satu-satunya kabupaten dari Provinsi Bali yang berhasil masuk nominasi dalam kategori tersebut. Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra, dari Wamendagri Bima Arya dalam acara yang berlangsung di Auditorium Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Jakarta, Selasa (15/9).

Pada Tingkat Pemerintah Kabupaten, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, meraih Terbaik I, disusul Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sebagai Terbaik II, dan Kabupaten Gianyar, Bali, sebagai Terbaik III.

Bagi Pemkab Gianyar, penghargaan ini menjadi apresiasi atas konsistensi dalam membangun pelayanan investasi yang semakin mudah, cepat, transparan dan memberikan kepastian bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama perangkat daerah teknis yang selama ini turut berperan dalam meningkatkan kualitas pelayanan investasi dan perizinan.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Gianyar. Yang terpenting bukan hanya penghargaan yang kita terima, tetapi bagaimana pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha terus kita tingkatkan,” ujar Bupati Mahayastra.

Menurutnya, pelayanan investasi tidak berhenti pada penyelesaian proses perizinan. Pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik setelah perizinan diterbitkan.

Karena itu, Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) menjadi bagian penting yang terus diperkuat. Percepatan tidak hanya menyangkut proses administratif, tetapi juga bagaimana berbagai kendala dalam realisasi kegiatan usaha dapat ditangani secara cepat, tepat dan terintegrasi.

“Investasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kita ingin investasi yang hadir di Gianyar mampu menggerakkan perekonomian, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Mahayastra.

Dalam upaya tersebut, sinergi antara DPMPTSP Kabupaten Gianyar, perangkat daerah teknis dan pelaku usaha menjadi kunci. Kolaborasi diperlukan agar pelayanan tidak berjalan secara parsial dan setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan usaha dapat segera mendapatkan solusi.

Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Kab Gianyar Dr. Ida Ayu Ketut Surya Adnyani dan Kepala DPMPTSP Kabupaten Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary bersama jajaran turut mendampingi Bupati Gianyar dalam penerimaan penghargaan tersebut. Capaian ini sekaligus menjadi gambaran atas kerja lintas perangkat daerah dalam mendukung terciptanya ekosistem investasi yang kondusif.

Ke depan, Pemkab Gianyar tidak menjadikan penghargaan ini sebagai titik akhir. Predikat Pelayanan Prima justru menjadi dorongan untuk terus melakukan evaluasi, pembenahan dan inovasi agar kualitas pelayanan investasi semakin responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.

Acara Anugerah Layanan Investasi 2026 turut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya turut menyerahkan penghargaan kepada pemerintah daerah penerima ALI 2026.

Penghargaan ALI 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk terus memperkuat pelayanan publik, mempercepat pelaksanaan berusaha dan menjaga iklim investasi yang sehat. Dengan kolaborasi lintas sektor, investasi diharapkan semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat menuju Gianyar maju. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Beri Keringanan PKB, Tunggakan Lebih dari Dua Tahun Cukup Bayar Dua Tahun

Published

on

By

Pelayanan Pajak Kendaraan di Samsat Gerokgak
Kantor Samsat gerai Gerokgak yang ramai dikunjungi pembayar pajak kendaraan. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kabar baik bagi masyarakat yang masih memiliki tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pemerintah memberikan keringanan melalui kebijakan pembebasan pokok pajak dan denda, sehingga masyarakat yang memiliki tunggakan lebih dari dua tahun cukup membayar pokok pajak untuk dua tahun.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 23 Tahun 2026 dan berlaku mulai 9 September hingga 11 November 2026. Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyelesaikan tunggakan pajak kendaraan dengan beban pembayaran yang lebih ringan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Perang Wibawa, Kamis (17/9), mengajak masyarakat memanfaatkan kebijakan tersebut sebaik-baiknya.

“Ketika masyarakat punya tunggakan lebih dari dua tahun, cukup membayar dua tahun pokok pajak saja. Pokok pajak tahun ketiga dan seterusnya dihapuskan sesuai ketentuan, begitu juga dendanya,” jelasnya.

Ia memberikan gambaran, apabila masyarakat memiliki tunggakan PKB selama lima tahun, maka cukup membayar pokok pajak untuk dua tahun. Sementara tunggakan pokok pajak untuk tiga tahun berikutnya mendapatkan pembebasan sesuai ketentuan program.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan kesempatan yang perlu dimanfaatkan masyarakat. Terlebih, pemerintah juga terus mendekatkan pelayanan pembayaran PKB melalui berbagai langkah, mulai dari Samsat Keliling, pelayanan door to door, razia gabungan, hingga pembukaan Gerai Samsat di Kecamatan Gerokgak yang berlokasi di Gedung PATEN Kantor Camat Gerokgak.

“Ini kesempatan emas bagi masyarakat. Mari berbondong-bondong memanfaatkan kanal pembayaran PKB yang tersedia dan jangan sampai kesempatan ini lewat,” ajaknya.

Di sisi lain, berbagai upaya tersebut juga dilakukan Bapenda untuk mengoptimalkan penerimaan PKB Kabupaten Buleleng. Pada tahun 2026, target penerimaan dari sektor PKB yang harus diamankan mencapai 64 miliar.

Perang Wibawa menegaskan, kemudahan pelayanan dan keringanan yang diberikan pemerintah diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat memenuhi kewajiban pajaknya.

“Mari manfaatkan insentif fiskal ini sebesar-besarnya dan sebaik-baiknya. Setelah itu, mari kita dukung pembangunan Buleleng dengan membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca