Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Wujudkan Zona Hijau di Badung, Vaksinasi Sudah Sasar Masyarakat Umum di Kuta Utara

BALIILU Tayang

:

de
VAKSINASI: Wabup Suiasa saat memantau pelaksanaan vaksinasi di tiga tempat yakni di Wantilan Pura Desa Padang Luwih, GOR Bhinus Br. Bhineka Nusa Kauh, Dalung dan Canggu Dream Village, Desa Tibubeneng, Kamis (6/5).

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus bergerak melakukan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Hal ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 dan mewujudkan zona hijau di Badung.

Selain vaksinasi secara reguler bagi petugas pelayanan publik, guru dan lansia, Badung kini memperluas cakupan vaksinasi dengan menyasar masyarakat umum usia 18-60 tahun. Setelah di Kecamatan Kuta Selatan dan Kuta, saat ini tim vaksinasi sudah bergerak ke utara melakukan pelayanan vaksinasi bagi masyarakat umum di Kecamatan Kuta Utara.

Saat pemantauan oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kamis (6/5) di tiga tempat yakni di Wantilan Pura Desa Padang Luwih, GOR Bhinus Br. Bhineka Nusa Kauh, Dalung dan Canggu Dream Village, Desa Tibubeneng tampak antusias masyarakat untuk vaksin cukup tinggi.

Menurut Wabup Suiasa keberlanjutan vaksinasi di Kecamatan Kuta Utara sebagai rangkaian perluasan zona hijau di Kabupaten Badung. Dalam percepatan vaksinasi diakui menggunakan teori gelombang dan dengan skema khusus. Dengan upaya ini tampaknya antusias masyarakat di Kecamatan Kuta Utara untuk mendapatkan vaksin sangat tinggi, sama seperti masyarakat di Kecamatan Kuta Selatan dan Kuta.

“Ini berarti masyarakat ingin secepat-cepatnya keluar dari wabah Covid-19. Tentunya dengan percepatan ini juga kita meyakinkan masyarakat bahwa kita bisa keluar dari zona yang sifatnya dalam kondisi berat saat ini,” jelasnya.

Suiasa juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak baik masyarakat, prajuru dinas maupun adat yang telah bersinergi dengan pemerintah sehingga vaksinasi di Badung terlaksana dengan baik. “Kita berharap di Kuta Utara dalam rentang waktu tiga minggu sudah bisa kita selesaikan untuk dosis satu. Setelah itu kita buat skema berikutnya pada kecamatan yang lain, ” imbuhnya.

Baca Juga  Ny. Seniasih Giri Prasta Bagikan Masker kepada Pelaku Usaha dan Masyarakat Kuta

Pihaknya juga berharap suplay vaksin dari pemerintah pusat dapat berjalan lancar dan mencukupi. Karena vaksinasi di Badung secara mobiling tetap berjalan dan terus dilakukan dengan dukungan 56 tim dari Dinas Kesehatan. Sedangkan kepada masyarakat diharapkan meskipun sudah divaksin agar tetap taat, tertib dan mematuhi protokol kesehatan, wajib memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Karena menurutnya, kekebalan tubuh dari vaksin ini perlu waktu yang cukup lama. Tidak serta merta setelah vaksin tubuh menjadi kebal. “Meskipun sudah divaksin, resiko terkena Covid masih ada, karena butuh waktu bagi tubuh agar memiliki kekebalan maksimal. Untuk itu jangan lalai dengan prokes,” pesan Suiasa.

Pemantauan pertama dilakukan di Wantilan Pura Desa Padang Luwih, Desa Dalung. Disana Wabup Suiasa didampingi Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana dan Perbekel Dalung I Putu Gede Arif Wiratya. Wantilan ini menjadi pusat vaksinasi bagi masyarakat Desa Adat Padang Luwih dengan sasaran per hari sebanyak 450 orang. Vaksinasi yang akan berlangsung selama lima hari dengan menerjunkan 3 tim Diskes Badung, sasaran keseluruhan 2.250. Dilanjutkan pemantauan di GOR Bhinus, Br. Bhineka Nusa Kauh, Dalung dengan jumlah sasaran 450 per hari, selama sepuluh hari vaksinasi. Terakhir di Canggu Dream Village, Desa Tibubeneng yang dilaksanakan selama 4 hari dengan sasaran 300 orang per hari.

Sementara itu Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta mengatakan secara keseluruhan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Badung yang dilaksanakan pada Kamis kemarin selain di tiga tempat di atas juga dilaksanakan di 16 tempat lainnya di antaranya Centro 2, Legian Beach, Seminyak, Oberoi, Swiss Bell Resort Pecatu Graha, Savaya, Br. Kelod Ungasan, Br. Wana Giri, Br. Giri Darma, Br. Santi Karya, Beach Walk, GOR Segara Perancak Tibubeneng, LV 8 Hotel, Wantilan Pura Dalem Dalung, Gereja Tuka dan Balai Budaya. ‘’Untuk keenam belas tempat tersebut jumlah sasaran keseluruhan mencapai 7.085 orang,” jelasnya. (bt)

Baca Juga  Siswa SMAN 1 Mengwi Lolos Jadi Paskibraka Nasional, Bupati Giri Prasta: Jaga Kondisi Kesehatan dan Fisik

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Jadi Narasumber KIK, Bupati Giri Prasta: Badung Sudah Lakukan Perlindungan terhadap HCKI

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Siswa SMAN 1 Mengwi Lolos Jadi Paskibraka Nasional, Bupati Giri Prasta: Jaga Kondisi Kesehatan dan Fisik

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri "Karya Pitra Yadnya" di Banjar Ubud, Desa Getasan Petang

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca