Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster bersama DANA-DIPA melakukan kampanye virtual dengan para Yowana se-Kabupaten Karangasem dari Sekretariat DPC PDI Perjuangan Karangasem, Sabtu (21/11).
Karangasem, baliilu.com – Paslon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa, kian hari terus mendapatkan amunisi dukungan politik untuk memenangkan pertarungan di Pilkada 9 Desember 2020.
Setelah mendapatkan dukungan dari kaum wanita, kini dukungan serupa datang dari para Yowana (Sekaa Teruna Teruni/STT, red) se-Kabupaten Karangasem di saat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster bersama DANA-DIPA melakukan kampanye virtual dari Sekretariat DPC PDI Perjuangan Karangasem, Sabtu (21/11).
Sebanyak 30 STT yang tersebar di 8 kecamatan, Kabupaten Karangasem sangat antusias mengikuti dialog dengan Wayan Koster dan DANA-DIPA. Bahkan, dengan nada tulus, semua yowana bersemangat menyuarakan kebulatan tekad untuk solid 100 persen memenangkan DANA-DIPA dari Nomor Urut 1 yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Hanura dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Kami STT Lingkungan Jasri, Kelurahan Subagan 100 persen siap memenangkan DANA-DIPA,” ucap salah seorang perwakilan STT Lingkungan Jasri seraya memekikkan menang, menang, menang.
Bahkan dari dialog bersama Wayan Koster dan Gede Dana, semua yowana menginginkan adanya perubahan kepemimpinan di Karangasem. Karena itu mereka berbulat tekad mewujudkan perubahan itu dengan semangat dan totalitas hadir ke TPS mencoblos nomor 1 pada Pilkada 9 Desember nanti.
“Kami berharap, jika Pakde Dana dan Pak Wayan Artha Dipa terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati, mohon tingkatkan sarana dan prasarna olahraga di desa, yang selama ini luput dari perhatian pemerintah,” ucap perwakilan STT Putra Wiguna Sidemen.
Kemudian Arak Bali asal Karangasem yang kini sedang naik daun juga menjadi usulan Yowana di Karangasem. Mereka berharap agar Bapak Wayan Koster bisa lebih melestarikan keberadaan minuman tradisional khas Karangasem itu di tingkat nasional hingga internasional.
“Rancangan UU Anti Alkohol sangat meresahkan perajin arak di Karangasem, kami berharap Pak Wayan Koster bisa memperjuangkannya,” harap perwakilan STT Putra Manik Mas, Sidemen.
Wakil Yowana Karangasem saat mengikuti kampanye virtual DANA-DIPA dari Sekretariat DPC PDI P Karangasem
Dialog antara Calon Bupati Karangasem, I Gede Dana dan Wayan Koster bersama para Yowana Karangasem yang berlangsung cair ini juga mencatat beberapa usulan sarana dan prasarana olahraga yang diinginkan para yowana, yang kemudian usulan itu langsung direspons oleh Gede Dana.
“Bukan hanya sarana dan prasarana olahraga saja, bahkan jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, saya bersama Pak Wayan Artha Dipa akan menghidupkan kembali kegiatan Pordes (Pekan Olahraga Desa, red) yang sudah lama menghilang,” kata Gede Dana, yang disambut dengan salam satu jalur dari yowana.
Menurut Gede Dana, Pordes bukan semata-mata untuk mencari dan mencetak atlet di Karangasem. Tetapi yang lebih penting dari itu, ialah adanya interaksi para pemuda antar-banjar ketika kegiatan itu dilaksanakan.
“Interaksi dan komunikasi yang bagus antar-pemuda banjar dalam Pordes akan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam membangun kemajuan desa. Di tangan adik-adik (Pemuda, red) inilah pembangunan Karangasem ke depan akan dilanjutkan,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali I Wayan Koster mengaku bangga bisa bertemu dengan para Yowana Karangasem, kendati pertemuan tersebut dilakukan secara virtual. “Saya benar-benar sangat bahagia dengan pertemuan ini, bisa berdialog langsung dengan anak-anak muda yang memiliki pemikiran jernih dalam membangun kemajuan Karangasem ke depan,” ucap Koster sembari mengatakan mengenai RUU Mikol, saya siap berjuang agar RUU ini tidak dibahas di DPR-RI, karena sangat merugikan Bali.
Demi Bali, Wayan Koster menegaskan di Kabupaten Karangasem ini sangat membutuhkan pemimpin yang baik, dan berintegritas tinggi dalam memajukan daerahnya. Karena itu, saya mengajak para Yowana di Karangasem ikut terlibat aktif untuk memenangkan DANA-DIPA.
“Yowana Karangasem harus bisa menjadi generasi muda yang tangguh, sehat, berkualitas, tidak terlibat narkoba dan kekerasan. Mari bersama-sama wujudkan Karangasem Era Baru dengan datang ke TPS pada 9 Desember dan coblos Nomor Urut 1, I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa,” tutup Koster yang disambut menang, merdeka. (*/gs)
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.
Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.
Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.
“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.
Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.
“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.
Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.
“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.
De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.
Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.
De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.
Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.
“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.
Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.
Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.
Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.
“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)