Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

10 Profesor dan Ilmuwan VAST Vietnam Kunjungi FT Unud

BALIILU Tayang

:

kunjungan
Sebanyak 10 profesor dan ilmuwan VAST Vietnam foto bersama saat mengunjungi FT Unud. (Foto: Ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Sebagai langkah awal kerja sama internasional, Fakultas Teknik Universitas Udayana menerima kunjungan dari profesor dan ilmuwan Vietnam Academy of Science and Technology (VAST) pada Kamis, 4 Agustus 2022 di Ruang Sidang 2, Lantai 3, Gedung Dekanat Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Jimbaran. Pada kegiatan ini dibahas mengenai beberapa bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan bersama antara kedua institusi, seperti penyelenggaran conference, joint-research dan publikasi di tingkat internasional.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk sharing dan diskusi terkait informasi kegiatan yang dilaksanakan di masing-masing institusi. Ke depannya dapat dikembangkan ke dalam bentuk kerja sama. 

Pada kesempatan ini, hadir Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Prof. I Nyoman Suprapta Winaya, ST.,MA.Sc.,Ph.D. Mengawali acara dengan pembukaan dan menampilkan video mengenai Fakultas Teknik, Universitas Udayana. Turut hadir dari Program Studi Doktor Ilmu Teknik, Prodi Teknologi Informasi, Prodi Teknik Elektro dan Prodi Teknik Lingkungan juga menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan di prodi masing-masing. Khususnya yang dapat dilakukan melalui kerja sama atau kolaborasi internasional.

Selain itu, disampaikan juga informasi mengenai kesempatan untuk melakukan penelitian di Bali, Indonesia, melalui program Udayana University International Senior Researcher Fellowship (UNISERF) melalui kerja sama dengan salah satu dosen/peneliti di Universitas Udayana.

10 profesor dan ilmuwan VAST foto bersama membelakangi GWK. (Foto: Ist)

Sejumlah 10 profesor dan ilmuwan dari VAST hadir pada kunjungan ini, yaitu Prof. Dr. Nguyen Dai Hung (Former Director, Institute of Physics (IOP) VAST), Prof. Dr. Nguyen Khoa Son (Former Vice President of VAST), Prof. Dr. Nguyen Viet Khoa (Vice-Director, Institute of Mechanics, VAST), Prof. Dr. Pham Hong Quang (Director, Center for Informatics and Computing), Prof. Dr. Nguyen Truong Thang (Vice-Director, Information Technology, VAST), Prof. Dr. Pham Thanh Giang (Information Technology, VAST), Prof. Dr. Nguyen Long Giang (Vice-Director, Information Technology, VAST), Prof. Bui Dinh Tri (Center for Research and Technology Transfer, VAST), Prof. Dr. Nguyen Duc Dung (Vice-Director, Information Technology, VAST), dan Dr. Pham Van Bach Ngoc (Vietnam Space Technology Institute, VAST). 

Baca Juga  <strong>Perkuat Mitigasi Pemanasan Global, FT Unud Gelar Diskusi Panel Wujudkan Bali NZE 2045</strong>

VAST yang berlokasi di Hanoi, Vietnam, memberikan beberapa informasi terkait dengan program-program yang telah dilaksanakan. Seperti program magister dan doktoral, program kolaborasi penelitian, conference dan publikasi internasional. Adapun profesor dan ilmuwan yang hadir dalam kunjungan ini adalah ahli di bidang teknologi informasi dengan pengalaman di tingkat internasional.

Sebagai Ketua Delegasi VAST, Prof. Dr. Nguyen Dai Hung, saat ini aktif sebagai Editor in Chief pada jurnal Communications in Physics VAST dan memiliki keahlian di bidang physics, khususnya optics, laser dan photonics. Sementara itu, profesor lainnya yang turut hadir memiliki keahlian di bidang information technology (IT). Namun, mereka juga melakukan kegiatan untuk mengembangkan aplikasi dari bidang IT ke bidang lainnya. 

Sharing dan diskusi berlangsung selama kurang-lebih 2 jam. Setelah sesi sharing dan diskusi selesai, delegasi VAST mengunjungi salah satu laboratorium teknologi terbarukan yang dikembangkan oleh Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Melalui kegiatan ini, dibahas bentuk-bentuk kerja sama yang dapat dilakukan melalui kolaborasi kedua instansi, seperti penyelenggaran conference, joint-research, maupun publikasi di tingkat internasional. VAST memiki program conference internasional yang telah dilakukan secara berkala dan membuka kesempatan untuk institusi lain, termasuk Universitas Udayana, menjadi co-host dalam penyelenggaraan conference tersebut. VAST juga menyambut baik kesempatan untuk menjadi reviewer pada jurnal yang ada di Fakultas Teknik Universitas Udayana. Pelaksanaan kolaborasi penelitian juga diharapkan dapat dilaksanakan, salah satunya pada bidang pengolahan data yang membutuhkan sistem komputerisasi dengan spesifikasi tinggi.

Prof. Dr. Nguyen Dai Hung selaku Ketua Delegasi VAST, menyampaikan bahwa dengan adanya kunjungan ini, akan menjadi langkah awal terwujudnya kerja sama antara kedua instansi ke depannya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1527-Kunjungan-Dari-Professor-dan-Ilmuan-Vietnam-Academy-of-Science-and-Technology-VAST-.html (gs/bi)

Baca Juga  Prodi Teknik Sipil FT Unud Adakan Pemetaan Pura Kayangan Dalem Desa Adat Buahan Tabanan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pastikan Kompetensi Tenaga Medis & Kesehatan, Dinkes Buleleng Gelar Sosialisasi Kredensial

Published

on

By

Dinkes Buleleng Gelar Sosialisasi Kredensial Tenaga Medis
SOSIALISASI: Kepala Dinas Kesehatan Buleleng yang diwakili oleh Kabid Sumber Daya Kesehatan, Putu Agus Hartawan, SKM.,M.Kes saat membuka Sosialisasi Kredensial Tahun 2026 di Gedung Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (7/9). (Foto: Hms Buleleng)  

Buleleng, baliilu.com – Kredensial bukan sekedar proses pemeriksaan dokumen atau kelengkapan administrasi, melainkan bagian dari system tata kelola pelayanan kesehatan untuk memastikan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar memiliki kompetensi sesuai dengan kewenangan klinis yang diberikan.

Demikian terungkap dalam sambutan Kepala Dinas Kesehatan Buleleng yang diwakili oleh Kabid Sumber Daya Kesehatan, Putu Agus Hartawan, SKM.,M.Kes saat membuka Sosialisasi Kredensial Tahun 2026 di Gedung Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (7/9).

Kabid Agus Hartawan menerangkan kegiatan sosialisasi Kredensial sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 13 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Di dalamnya menegaskan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan tertentu dalam memberikan pelayanan kesehatan harus sesuai dengan kewenangan klinis, dan kewenangan klinis diberikan setelah melalui proses kredensia.

“Pengaturan wewenang klinis itu mencakup fasilitas pelayanan kesehatan termasuk Puskesmas, klinik dan praktik mandiri. Oleh karena itu, kegiatan sosialiasi yang kita laksanakan pada hari ini mempunyai arti yang sangat penting,” ujarnya.

Pihaknya berharap dalam sesi diskusi nantinya melahirkan pemahaman dan persepsi yang sama mengenai pelaksanaan kredensial, baik itu dari persyaratan, pengajuan, verifikasi dan penilaian, penyusunan rekomendasi kewenangan klinis, sampai dengan penetapan serta evaluasi kewenangan klinis. Namun demikian, Kabid Agus Hartawan menekankan kepada Puskesmas dan klinik dalam pelaksanaan kredensial perlu dilakukan secara sistematis melalui mekanisme yang telah ditetapkan, termasuk peran Tim Ad Hoc Kredensial Dinas Kesehatan Buleleng.

“Saya meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, pimpinan klinik, serta tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk mendukung pelakasanaan proses ini secara objektif, transparan, professional dan berintegritas. Jangan sampai Kredensial hanya menjadi pemenuhan dokumen untuk kepentingan administrasi,” pintanya.

Baca Juga  Ni Komang Armaeni Sukses Raih Gelar Doktor Ke-50 FT Unud

Kegiatan Sosialisasi Kredensial Tahun 2026 ini diikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Buleleng, Pimpinan Klinik Pratama se-Kabupaten Buleleng, Ketua Organisasi Profesi (IDI, PDGI, PPNI dan IBI), dan Tim Pusat Kredensial secara luring dan daring. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Rakor TKPK: Bupati Sanjaya Tegaskan Penanggulangan Kemiskinan Harus Terpadu dan Berbasis Data

Published

on

By

Bupati Sanjaya Buka Rakor TKPK Kabupaten Tabanan
RAKOR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Tabanan bersama seluruh unsur TKPK, para donatur Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), serta pemangku kepentingan terkait, yang berlangsung di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Tabanan, Senin (7/9). (Foto: Hms Tbn)  

Tabanan, baliilu.com – Upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tabanan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditegaskan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Tabanan bersama seluruh unsur TKPK, para donatur Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), serta pemangku kepentingan terkait, yang berlangsung di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Tabanan, Senin (7/9).

Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang diwakili Sekretaris I TP PKK, jajaran Forkopimda, Asisten Setda, kepala perangkat daerah dan bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, para camat se-Kabupaten Tabanan, instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, perguruan tinggi, LSM, organisasi kemasyarakatan, pelaku pariwisata, pelaku usaha, serta stakeholder terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah dan memperkuat sinergi penanggulangan kemiskinan di Tabanan.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menekankan bahwa kemiskinan tidak dapat dipandang hanya dari sisi rendahnya pendapatan, melainkan merupakan persoalan multidimensional yang berkaitan erat dengan pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, hingga kesempatan ekonomi. Karena itu, Pemkab Tabanan terus mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penguatan sektor pertanian, pariwisata, infrastruktur, serta pelestarian adat, agama, seni, dan budaya sebagai bagian dari pembangunan kesejahteraan.

“Kemiskinan bukan semata-mata persoalan rendahnya pendapatan. Ini adalah persoalan multidimensional. Kalau lima program prioritas kita dapat dijalankan dengan baik dan fokus, saya yakin angka kemiskinan di Tabanan akan terus menurun,” tegasnya.

Bupati Sanjaya juga menggambarkan kesejahteraan masyarakat melalui tiga indikator utama yang menjadi arah pembangunan selama lima tahun ke depan, yakni masyarakat yang cerdas, sehat, dan sejahtera. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan akan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam memperoleh pekerjaan dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Baca Juga  <strong>Perkuat Mitigasi Pemanasan Global, FT Unud Gelar Diskusi Panel Wujudkan Bali NZE 2045</strong>

“Mari kita ciptakan lapangan pekerjaan sebaik dan sebanyak mungkin di Tabanan. Dengan demikian, masyarakat kita semakin cerdas, sehat, dan sejahtera, sehingga angka kemiskinan dari tahun ke tahun semakin menurun,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2029 telah menjadi landasan dalam mengarahkan penanggulangan kemiskinan agar dilaksanakan secara terpadu, terarah, berbasis data, dan berkelanjutan. Bupati Sanjaya menegaskan pentingnya program Desa Presisi yang telah dikembangkan sebagai basis data akurat dalam mendukung perencanaan pembangunan.

“Pembangunan selalu bergerak. Karena itu, setiap desa harus memiliki data yang presisi. Dengan data yang akurat, Bappeda dapat menyusun perencanaan pembangunan yang tepat guna dan tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya mengingatkan bahwa capaian penurunan kemiskinan tidak boleh hanya dilihat sebagai angka statistik. Di balik data tersebut terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kehadiran pemerintah, mulai dari anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, pekerja, petani, nelayan, hingga kelompok masyarakat lainnya. Berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional yang digunakan dalam penyusunan profil kemiskinan, tercatat sebanyak 6.943 keluarga atau 22.415 individu berada pada desil 1 di Kabupaten Tabanan. Atas kondisi tersebut, ia menegaskan tiga arah utama penanggulangan kemiskinan, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan masyarakat miskin atau kurang mampu, serta mengurangi dan menangani kantong-kantong kemiskinan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan pelaku dunia usaha yang telah berkontribusi melalui TJSP. Ia berharap ke depan TJSP tidak hanya diarahkan dalam bentuk amal atau donasi, tetapi dapat berkembang menjadi investasi sosial yang produktif dan berkelanjutan.

“Saya berharap program pemerintah dan TJSP tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling melengkapi. Rakor ini jangan hanya menjadi forum penyampaian laporan, melainkan harus menghasilkan kesepakatan dan tindak lanjut yang nyata,” ungkapnya, seraya meminta seluruh perangkat daerah menghindari pelaksanaan program secara sektoral.

Baca Juga  FT Unud Lepas 85 Calon Wisudawan pada Yudisium Ke-149

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kabupaten Tabanan, Ida Ayu Agung Windayani Kusumaharani, dalam laporannya menyampaikan bahwa rakor tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, LSM, organisasi kemasyarakatan, pelaku pariwisata, dunia usaha, dan stakeholder lainnya. Rakor dilaksanakan untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, mengidentifikasi hambatan, menyelaraskan dukungan TJSP, serta memperkuat ketepatan sasaran berbasis data dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Ia menambahkan, RPKD menjadi dokumen strategis yang memuat profil kemiskinan, prioritas program, serta lokasi sasaran penanggulangan kemiskinan. Melalui rakor tersebut diharapkan terbentuk komitmen bersama dan rencana tindak lanjut yang konkret sesuai peran dan kapasitas masing-masing pihak. Sebagai capaian, kolaborasi yang terus diperkuat tersebut turut mengantarkan Kabupaten Tabanan meraih peringkat III kategori penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026, sekaligus memperkuat capaian Tabanan dalam memperoleh dana insentif fiskal pada tahun-tahun sebelumnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tandatangani Prasasti Karya di Bualu, Bupati Adi Arnawa: Budaya adalah Garda Pariwisata Bali

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Tandatangani Prasasti Karya Pura Bualu
TANDATANGAN PRASASTI: Bupati Adi Arnawa menandatangani prasasti karya saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi Karya di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu, Wantilan Dadia Bualu, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Senin (7/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Kebudayaan dan spiritualitas Bali bukan sekadar warisan leluhur, melainkan modal sosial yang menopang keberlanjutan pariwisata. Atas dasar itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan ekonomi di Kabupaten Badung tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga eksistensi adat, tradisi, dan tempat ibadah sebagai fondasi identitas daerah.

Pesan bernada optimistis tersebut disampaikan Bupati Adi Arnawa saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi Karya di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu, Wantilan Dadia Bualu, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Senin (7/9).

Dalam kesempatan itu, Bupati Adi Arnawa menandatangani prasasti karya sebagai penanda pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Wraspati Kalpa, Caru Rsi Gana Utama lan Nyurud Ayu di pura tersebut. Puncak pujawali dijadwalkan berlangsung pada Anggara Kliwon Wuku Prangbakat, Selasa, 15 September 2026 mendatang.

Di hadapan krama, Bupati Adi Arnawa memaparkan bahwa aspek spiritual menjadi semakin krusial karena struktur ekonomi Badung sangat bergantung pada sektor pariwisata. Sektor ini memiliki karakter yang sangat rentan terhadap berbagai faktor eksternal, mulai dari bencana alam hingga gangguan mobilitas wisatawan global. “Pariwisata itu sifatnya sangat rentan. Hari ini bisa bagus, besok bisa tiba-tiba tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi Arnawa menyebutkan bahwa Kabupaten Badung saat ini berkontribusi sekitar 74 persen terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali. Posisi strategis ini menuntut pemerintah daerah tidak hanya fokus mengejar pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga wajib menjaga ekosistem budaya dan spiritual yang menjadi magnet utama wisatawan.

“Sekarang ini tiyang sedang fokus membenahi beberapa fasilitas umum pada sejumlah pura Kahyangan Jagat. Ekonomi tidak akan bisa tumbuh tanpa dukungan infrastruktur,” ucapnya.

Baca Juga  FT Unud Lepas 85 Calon Wisudawan pada Yudisium Ke-149

Selain pembangunan fisik tempat ibadah, Pemkab Badung juga tengah mendorong penataan transportasi, jalur pedestrian, dan kantong parkir di kawasan pariwisata. Wilayah Bualu dinilai sebagai salah satu zona strategis yang berfungsi sebagai penyangga utama kawasan pariwisata internasional Nusa Dua.

Langkah pembenahan infrastruktur di beberapa titik ini diharapkan memperlancar aksesibilitas, meningkatkan kenyamanan wisatawan, serta memperpanjang durasi tinggal (length of stay). Semakin lama wisatawan berlibur di Bali, semakin besar pula efek berganda (multiplier effect) yang diterima langsung oleh pelaku usaha dan masyarakat setempat.

“Semoga karya berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan, sida karya, sida purna, sida sidaning don,” pungkas Bupati Adi Arnawa.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya, I Wayan Garta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Bupati Badung yang telah memfasilitasi pembangunan Pura Ibu Panti Dukuh Bualu.

Wayan Garta melaporkan, pelaksanaan karya besar ini membutuhkan biaya yang cukup besar dan bersumber dari swadaya krama (warga). Besarnya kebutuhan anggaran tersebut berkaitan erat dengan tingkatan serta kompleksitas seluruh rangkaian upacara, termasuk hingga tahap pengeremekan.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan DPD RI, jajaran Anggota DPRD Badung di antaranya I Made Rai Wirata, I Wayan Luwir Wiana, I Nyoman Karyana, dan I Wayan Sukses. Hadir pula Sekcam Kuta Selatan bersama unsur Tripika, Lurah Benoa, Bendesa Adat Bualu, Penglingsir Pasemetonan Dukuh Bali I Nyoman Sumerta, serta krama Pasemetonan Dukuh Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca