Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wagub Cok Ace Tutup Ubud Campuhan Budaya Tahun 2022 dengan Orasi Kebudayaan

BALIILU Tayang

:

wagub cok ace
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menutup acara Ubud Campuhan Budaya Neoclassic Culture Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Yayasan Janahita Mandala Ubud, di Museum Puri Lukisan Ubud, Minggu (27/11). (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menutup acara Ubud Campuhan Budaya Neoclassic Culture Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Yayasan Janahita Mandala Ubud dengan membacakan Orasi Kebudayaan di hadapan puluhan undangan yang hadir langsung di Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, pada Minggu (27/11/2022) malam. Dalam Orasi Kebudayaannya, Wagub Cok Ace tak henti-hentinya mengapresiasi inisiatif anak-anak muda, terutama yang dari Ubud, Gianyar akan semangatnya menjaga serta melestarikan kebudayaan Bali.

“Saya sangat terharu, perjuangan generasi saya dalam melestarikan kebudayaan, kini diteruskan oleh anak-anak kita, bahkan dengan cara yang lebih hebat lagi,” katanya pada acara yang turut juga dihadiri oleh Penglingsir Puri Ubud, Camat Ubud Ir. Suwija, Lurah Ubud I Gusti Ngurah Suastika, Perbekel di sekitar Kecamatan Ubud, serta puluhan anak muda Ubud.

Wagub Cok Ace yang juga merupakan tokoh Puri Ubud itu pun mengatakan kekaguman serta semangatnya menjadi pendamping Gubernur Bali Wayan Koster pada periode ini, karena semangat Gubernur Bali yang benar-benar ingin memproteksi budaya Bali bahkan menggaungkan hingga ke mancanegara. Dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster ingin membawa Bali menuju era baru tanpa meninggalkan taksu kebudayaan Bali itu sendiri.

“Saat ini kita hanya menggaungkan kebanggaan kita menjadi orang Bali, tinggal di Bali namun lupa menjalankan spirit dan menjaga taksu Bali itu sendiri. Saat ini, banyak anak muda yang sudah terdegradasi akan nilai-nilai budaya Bali, namun saya masih bangga masih banyak anak muda yang bersemangat menjaga alam, budaya dan manusia Bali yang sebenarnya,” jelasnya.

Baca Juga  BBTF Ke-8, Wagub Cok Ace Paparkan Rencana Baru Kepariwisataan Bali

Ke depan, Wagub Cok Ace berharap spirit ini tidak luntur, bahkan makin membara. Ia menggugah anak-anak muda terutama dari Ubud untuk membangkitkan spirit itu mulai dari desa kecil ini, desa yang sudah sangat terkenal akan budayanya bahkan sejak Indonesia belum merdeka. “Desa yang berada di tengah pulau Bali, dan yang akan menyangga Bali dari segi seni, adat dan budaya,” imbuhnya. Ia pun mengajak anak-anak muda untuk lebih kreatif menyelenggarakan kegiatan seni dan budaya. “Ke depan, setelah Pasar Ubud selesai mari kita buat Pesta Kesenian Ubud, atau mungkin kita ubah juga nama-nama jalan di Ubud sesuai dengan nama seniman dan budayawan dari sini,” tandasnya.

Sementara Ketua Yayasan Janahita Mandala Ubud Cokorda Gde Agung Ichiro Sukawati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak akan terselenggaranya acara ini. Menurutnya, Yayasan yang dipimpinnya bertujuan tidak hanya mengenalkan dan melestarikan kebudayaan, namun lebih dari itu pihaknya ingin mengajak anak-anak muda untuk berpikir dan bertindak secara kritis dan kreatif dalam mengembangkan kebudayaan kita. Menurutnya, perjalanan Yayasan ini masih sangat pendek, dan memerlukan dukungan banyak pihak untuk mencapai cita-cita luhur tersebut. Untuk itu, tak henti-hentinya ia berdoa dan berusaha agar semangatnya bersama Yayasan yang dipimpinnya bisa berkembang dan menular ke anak-anak muda lainnya.

Ketua Panitia Ubud Campuhan Budaya tahun 2022 Cokorda Gde Bayu Putra melaporkan bahwa Festival tersebut berlangsung selama tiga hari yaitu dari tanggal 25-27 Nopember 2022. Dalam perjalanannya Yayasan ini telah menerbitkan dua buah karya buku, sehingga acara ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada para penulis, editor dan kontributor buku-buku tersebut. Sama halnya dengan Ketua Yayasan Janahita Mandala Ubud, ia pun menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang pengenalan kebudayaan bagi pemuda, namun juga untuk memberikan ruang inovasi untuk mereka.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Upacara Peringatan 20 Tahun Bom Bali

Pada acara malam tersebut juga dihadirkan karya tabuh bertajuk Jing-Jing yang diciptakan oleh Alm. Cokorda Agung Mas serta Pembacaan Kekawin Gajah Mada yang ditulis oleh Alm. Cokorda Gde Ngurah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Wakili Bali Terima Penghargaan Universal Health Coverage, Program Jaminan Kesehatan Nasional

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Layanan Kas Keliling Bersama Bank Indonesia dan Perbankan

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  BBTF Ke-8, Wagub Cok Ace Paparkan Rencana Baru Kepariwisataan Bali

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca