Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Tekan Inflasi, TPID dan TP2DD Buleleng Bersama BI Bali Gelar High Level Meeting

BALIILU Tayang

:

trisno
Pejabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana (Nomor 2 dari kanan) bersama Kpw Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho (Nomor 3 dari kanan), Sekda Buleleng dan perwakilan BPD Bali melakukan sesi foto bersama usai HLM. (Foto: gs)

Buleleng, baliilu.com – Pernyataan Presiden Joko Widodo pada Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda Se-Indonesia bahwa tantangan di tahun 2023 dimana inflasi masih akan menekan Indonesia termasuk Bali, mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Buleleng. Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Buleleng bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggelar High Level Meeting (HLM), Rabu, 18 Januari 2023 di Kantor Bupati Buleleng.

HLM TPID dan TP2DD Buleleng dipimpin langsung Pejabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, dihadiri Sekda Buleleng, Pimpinan OPD terkait, Bank BPD Bali dan undangan lainnya.

Selepas acara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan sejarah mencatat bahwa inflasi di Buleleng atau di Bali di bulan Januari cukup tinggi di atas 0,5 persen. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen melalui TPID dan TP2DD Buleleng melaksanakan high level meeting dalam upaya untuk menekan inflasi.

Trisno Nugroho mengungkapkan, cabai masih merupakan salah satu komoditi yang harus diwaspadai, selain juga ada tomat dan daging ayam ras. ‘’Tadi Pak Bupati sudah menyampaikan cara-cara untuk menjaga inflasi di Januari 2023 seperti operasi pasar setiap hari. Kalau yang bisa kita beli di Bali kita beli seperti di Bangli dan Tabanan pusatnya. Kalau kita ndak punya baru kita lakukan kerja sama dari luar Bali dan Buleleng sudah mencoba kerja sama dengan Jawa Timur,‘‘ ujar Trisno.

Upaya menekan inflasi 0,5 dengan operasi pasar, kata Trisno, juga dengan menetapkan ketersediaan pasokan seperti pasokan cabai, beras, ayam ras, telur, daging sapi, daging babi atau minimal 10 bahan pokok. Selain itu, Bali atau Buleleng yang telah memiliki perumda sangat diperlukan untuk memperluas kapasitas juga kapabilitasnya untuk bisa menjaga harga-harga di Buleleng.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar Rabu Ini, Persentase Sembuh Tembus 93,97 Persen

Yang kedua, lanjut Trisno Nugroho, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Buleleng telah menyandang sebagai juara 1 digitalisasi daerah tingkat kabupaten se-Jawa Bali. Sebagai wakil digitalisasi daerah, tentunya banyak program inovatif kreatif yang masih bisa dipertahankan di tahun 2023 ini.

‘‘Proyeksi di 2023, kita pengen mengarah ke 3,1 atau turun, hanya tantangan di semester I 2023 ini akan lumayan berat. Kita ingin tetap komitmen waspada bahkan Pak Bupati kalau boleh kita berkala untuk memantau bulanan, 3 bulanan semester I. Kalau kita bisa melewati semester I ini rasanya semester II sudah cukup reda,‘‘ ujarnya seraya menegaskan terkait harga-harga yang diatur oleh pemerintah seperti bensin, gas dll, kita hanya menjaga agar jangan terlalu tinggi dampaknya.

trisno
Kpw BI Bali Trisno Nugroho saat berbelanja di DTW Pantai Penimbangan Buleleng menggunakan QRIS didampingi pejabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana. (Foto: ist)

Sementara itu, Pejabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana memaparkan dalam upaya menjaga inflasi, ada langkah jangka pendek dan ada jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti operasi pasar sedangkan jangka panjangnya kita akan mengatur pola produksi dan manajemen produksi sehingga pola panen dan pola produksinya juga bisa dimantapkan. Tidak cukup itu, ternyata manajemen dan pola distribusinya jangan terlalu banyak yang terlibat. Untuk itu kita membutuhkan perusahaan daerah sebagai offtaker, untuk memperpendek rantai pasar.

‘‘Yang ketiga kita juga berbicara soal hilirisasinya, jangan lupa bahwa volatile food untuk hortikultura itu perishable atau mudah rusak maka harus ada adopsi teknologi di bidang pascapanen hortikultura sehingga umur simpan mereka akan lebih panjang,‘‘ pungkasnya.

Usai acara, Pejabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana bersama Kwp BI Bali Trisno Nugroho dan rombongan melakukan kunjungan ke DTW Pantai Penimbangan Buleleng, guna memastikan pendiriannya berjalan dengan baik. Sementara Trisno Nugroho beserta rombongan meninjau penerapan uang digital QRIS di DTW yang menyajikan berbagai macam kuliner Bali, hasil produksi petani, dan hasil kerajinan UMKM Buleleng. (gs/bi)

Baca Juga  Dorong Cinta Produk Dalam Negeri, Dekranasda Denpasar Promosikan Produk IKM Lewat Video Konten 

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Juli 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei sebesar 0,42% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh permintaan barang/jasa akibat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,99% (yoy) pada Mei 2026 menjadi 3,27% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,92% (mtm) atau 3,43% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,46% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,80% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Buleleng yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,46% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,26% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Juni 2026 bersumber dari kenaikan harga bensin, bawang merah, bawang putih, wortel, dan buncis. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, dan telur ayam ras. “Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%,” ujarnya.

Baca Juga  Kunjungi Polda Bali, Ini yang Disampaikan Kapolri

Ke depan, kata Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta potensi peningkatan biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui intensifikasi operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, monitoring serta sidak distribusi LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Terjaga pada Mei 2026

Published

on

By

ikk bali
Infografis indeks konsumen. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp 2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 3-4 juta sebesar 8% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3), sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar 2,7% (mtm).

Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5).

Sementara, kata Achris Sarwani, komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9% (mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (125,5) dan kegiatan usaha (127,5).

Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0. “Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Survei Konsumen Februari 2023, Optimisme Konsumen Bali Tetap Terjaga

Selain itu, inflasi Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penjualan Eceran Bali Tetap Optimis di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Published

on

By

penjualan riil bali
Infografis indeks penjualaan riil. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada April 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 125,3 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,8% (mtm), terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori suku cadang dan aksesori sebesar 5,0% (mtm), bahan bakar kendaraan bermotor 2,2% (mtm), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8% (mtm). Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat pada periode libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah seiring dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Momentum tersebut turut mendorong permintaan pada sejumlah kelompok barang, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas, rekreasi, dan aktivitas konsumsi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan tetap kuat. IPR Mei 2026 diprakirakan sebesar 126,0, atau meningkat 0,6% (mtm) ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori sandang, barang lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau. Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat di tengah periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Dari sisi harga, lanjut Achris Sarwani bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026 dan Oktober 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 dan Oktober 2026 sebesar 200, meningkat signifikan dibandingkan IEH pada Juni 2026 dan September 2026 sebesar 192,0. “Peningkatan ekspektasi harga tersebut perlu terus dicermati ditengah tekanan inflasi tahunan yang masih terkendali,” ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar Rabu Ini, Persentase Sembuh Tembus 93,97 Persen

Pada Mei 2026, katanya, inflasi Bali tercatat sebesar 2,99% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga April 2026 tercatatat tumbuh sebesar 1,99% (yoy).

Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP tiga bulan mendatang yaitu Juli 2026 sebesar 172,0, meningkat dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0.

Sementara itu, sebut Achris Sarwani bahwa IEP enam bulan mendatang, yaitu Oktober 2026 tercatat sebesar 190,0, lebih tinggi dibandingkan IEP September 2026 sebesar 184,0. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100) yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth).

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapa inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca