Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bali Jagadhita VII Tahun 2026 Sukses Perkuat Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Berkelanjutan di Bali

BALIILU Tayang

:

Bali Jagadhita
BALI JAGADHITA 2026 DITUTUP: Bank Indonesia Provinsi Bali menutup rangkaian Bali Jagadhita VII Tahun 2026 pada Minggu, 7 Juni 2026, di Mal Bali Galeria, Denpasar. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bank Indonesia Provinsi Bali menutup rangkaian Bali Jagadhita VII Tahun 2026 pada Minggu, 7 Juni 2026, di Mal Bali Galeria, Denpasar. Kegiatan yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 ini diselenggarakan melalui sinergi Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian UMKM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Dekranasda Provinsi Bali.

Penyelenggaraan Bali Jagadhita VII 2026 mencatat berbagai capaian dalam penguatan perdagangan, pariwisata, dan investasi sebagai tiga pilar utama perekonomian Bali yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang promosi terintegrasi untuk memperkuat akses pasar UMKM, mendorong pariwisata berkualitas, serta memperluas promosi peluang investasi unggulan di Bali dan Nusa Tenggara.

Penutupan Bali Jagadhita VII 2026 dihadiri oleh Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Kerajaan Bahrain, Duta Besar Kesultanan Oman, Duta Besar Republik Armenia, Duta Besar Republik Islam Pakistan, Duta Besar Rumania, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Konsulat Jenderal dan Atase Perdagangan Perwakilan Negara Sahabat, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM, pimpinan Forkopimda Provinsi Bali, Bupati/ Walikota di Provinsi Bali, kepala satuan kerja dan pimpinan Bank Indonesia, pimpinan instansi vertikal Provinsi Bali, serta investor dari berbagai negara.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa Bali Jagadhita VII Tahun 2026 merupakan program strategis yang mengintegrasikan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bali Jagadhita berhasil mencatat sejumlah capaian, antara lain transaksi penjualan serta potensi ekspor berhasil mencapai Rp 30 miliar, potensi kesepakatan bisnis sektor pariwisata Bali-Nusra sebesar Rp 6,9 triliun, serta perluasan promosi aset potensial daerah di Bali dan Nusa Tenggara untuk mendukung optimalisasi pendapatan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga  GNPIP Balinusra 2023: Sinergi dan Inovasi Ketahanan Pangan Melalui Penguatan Kelembagaan dan Digitalisasi

“Bali Jagaditha diharapkan menjadi momentum penting dalam mendukung visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan daerah dan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bali Jagadhita turut mempertemukan 22 pemilik proyek investasi di Bali dan Nusa Tenggara dengan enam duta besar negara sahabat serta 35 investor potensial. Menurut Achris, dukungan berbagai pihak, termasuk para konsul dan duta besar negara sahabat, menjadi faktor penting dalam memperluas jejaring kerja sama ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang hadir mewakili Gubernur Bali, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Bali Jagadhita yang kini memasuki tahun ketujuh. Menurutnya, Bali Jagadhita terus berkembang sejak penyelenggaraan pertama, baik dari sisi cakupan kegiatan maupun jumlah pemangku kepentingan yang terlibat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Dewa Indra. Ia menambahkan, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berkelanjutan. Bank Indonesia dinilai terus memainkan peran strategis dalam mengorkestrasi berbagai kegiatan yang mampu menggairahkan perekonomian daerah.

Dewa Indra juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tetap terbuka terhadap investasi yang masuk, sepanjang memperhatikan kepentingan masyarakat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudy Brando Hutabarat, yang hadir mewakili Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, menilai Bali layak menjadi teladan nasional dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Pada triwulan I 2026, ekonomi Bali tumbuh sebesar 5,58 persen, sementara inflasi tetap terkendali pada level 2,91 persen pada 2025. Rudy juga mengajak para calon investor dan duta besar negara sahabat untuk berinvestasi di Bali karena Bali merupakan destinasi investasi yang memiliki daya saing kuat, didukung pertumbuhan ekonomi yang solid, stabilitas harga yang terjaga, ekosistem pariwisata berkelas dunia, serta komitmen pemerintah daerah terhadap investasi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Tingkatkan Kapasitas Ekonomi UMKM, BI Bali Serahkan Bantuan PSBI

Lebih lanjut, Rudy menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh mitra strategis atas sinergi yang telah terbangun dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Pada pilar perdagangan, penutupan Bali Jagadhita VII 2026 menghadirkan peragaan busana desainer muda dan fesyen berkelanjutan untuk mendorong praktik bisnis hijau serta pelestarian wastra Nusantara. Rangkaian kegiatan juga mencatat nilai transaksi dan potensi ekspor sebesar Rp 30 miliar sejak Road to Bali Jagadhita.

Selain itu, penutupan ditandai dengan penyerahan piagam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali untuk kategori pembuatan tote bag bermotif lukis endek Bali dengan jumlah peserta terbanyak. Pada kesempatan yang sama, dilakukan seremoni business matching ekspor UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, yaitu Macha Home Living, yang mencatat potensi penjualan ekspor sebesar Rp 3,3 miliar ke berbagai negara.

Acara penutupan juga diisi dengan penandatanganan komitmen nota kesepakatan antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Bali terkait sinergi program dan kegiatan pengembangan ekonomi dan keuangan daerah di Provinsi Bali.

Pada pilar pariwisata, Bali Jagadhita VII 2026 turut mendukung penguatan pariwisata berkualitas melalui rangkaian Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 pada 28–30 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh delapan desa wisata Bali-Nusra dan berhasil menghadirkan 286 seller serta 407 buyer dari 44 negara, dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp 6,9 triliun. Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperluas promosi desa wisata dan memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di Bali dan Nusa Tenggara.

Pada pilar investasi, Bali Jagadhita VII 2026 turut menghadirkan Bali Investment Forum 2026 yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali melalui Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS). Forum ini menjadi wadah promosi proyek investasi unggulan pemerintah daerah, sekaligus mempertemukan pemilik proyek investasi dengan duta besar negara sahabat dan investor potensial.

Baca Juga  BI Bali Gelar Vaksinasi Booster Massal, Dukung Pemulihan Ekonomi Bali

Pada kesempatan tersebut, katalog peluang investasi juga diserahkan kepada sejumlah duta besar yang hadir sebagai bentuk penguatan promosi investasi dan perluasan jejaring kerja sama ekonomi dengan negara sahabat. Melalui sinergi strategis berbagai pihak dalam Bali Jagadhita, Bank Indonesia berharap kegiatan ini dapat semakin mendorong lahirnya karya kreatif yang bernilai tambah lebih besar dan memberi manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi Bali. Upaya tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan rasa bangga dan cinta masyarakat terhadap produk lokal Bali, sekaligus mendukung kemajuan pariwisata agar Bali tetap menjadi salah satu destinasi wisata terbaik dunia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali

Published

on

By

Prajurit Kodam IX/Udayana Perbaiki Pagar Saluran Air Antisipasi Cuaca Ekstrem di Bali
PERBAIKAN: Prajurit TNI Kodam IX Udayana saat melakukan perbaikan pagar saluran air mengantisipasi cuaca ekstrem ke depan. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Provinsi Bali sejak Minggu (1/11/2026) mengakibatkan sejumlah bencana alam di berbagai daerah. Bencana tanah longsor dan pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kabupaten Karangasem, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, dan Badung, bahkan berdampak terhadap keselamatan warga serta aktivitas masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa segera mengerahkan satuan jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk bergerak cepat melakukan penanganan bencana. Pangdam menekankan agar seluruh satuan kewilayahan senantiasa tanggap terhadap perkembangan situasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, serta mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap langkah penanganan.

Menindaklanjuti perintah tersebut, prajurit TNI AD jajaran Kodam IX/Udayana langsung bergerak bersama pemerintah daerah, BPBD, Polri, relawan, dan masyarakat untuk menangani dampak bencana di sejumlah wilayah. Upaya tanggap darurat dilakukan melalui pembersihan material longsor, evakuasi pohon tumbang, pengamanan lokasi rawan bencana, hingga pemulihan akses jalan yang terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit bersama unsur terkait turut membantu memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi bencana tetap aman, sekaligus mendukung kelancaran proses penanganan dan evakuasi. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko lanjutan akibat kondisi cuaca yang masih berpotensi membahayakan masyarakat.

Langkah cepat tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI AD di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Sinergi lintas instansi yang didukung semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana, meminimalkan risiko, serta meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.

Baca Juga  Penjualan Eceran Bali Tetap Tumbuh di Tengah Normalisasi Aktivitas Pariwisata

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa pengerahan prajurit jajaran Kodam IX/Udayana merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana alam, mulai dari tahap tanggap darurat hingga pemulihan kondisi wilayah.

“Pangdam IX/Udayana telah memerintahkan seluruh satuan jajaran, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk senantiasa siaga dan bergerak cepat membantu masyarakat. Penanganan dilaksanakan secara terpadu melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait, dengan prioritas utama keselamatan warga,” ungkap Kapendam.

Lebih lanjut, Kapendam menegaskan bahwa kehadiran Babinsa dan satuan kewilayahan tidak hanya difokuskan pada penanganan dampak fisik bencana, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat tetap aman, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Kapendam juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat diharapkan menghindari kawasan rawan longsor, lereng perbukitan, serta area yang berpotensi tertimpa pohon tumbang dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan kondisi yang membahayakan.

Kodam IX/Udayana akan terus mengoptimalkan kesiapsiagaan satuan jajaran serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menghadapi perkembangan situasi di lapangan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan wilayah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pimpin Rapat Terbatas, Presiden Prabowo Bahas Stabilitas Ekonomi hingga Efisiensi APBN

Published

on

By

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bersama Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka
RATAS: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. Rapat tersebut membahas perkembangan terkini perekonomian nasional, mulai dari inflasi, penguatan sektor manufaktur, arus modal asing, hingga pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjelang akhir tahun.

Dalam keterangan pers seusai rapat, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih menunjukkan perkembangan positif. Hal ini tercermin dari inflasi yang tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah serta meningkatnya aktivitas sektor manufaktur nasional.

“Kita tadi menyampaikan kepada Bapak Presiden mengenai perkembangan ekonomi terkini. Kemarin kan keluar data rilis dari BPS mengenai inflasi 3,23 persen itu di dalam range yang memang menjadi sasaran target dari inflasi Indonesia. Jadi ini on track inflasinya,” ujar Suahasil kepada para awak media usai pertemuan.

Ia menjelaskan, pemerintah menetapkan sasaran inflasi sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen, atau berada pada rentang 1,5 hingga 3,5 persen. Dengan demikian, inflasi sebesar 3,23 persen masih sesuai dengan proyeksi dan target pengendalian harga yang telah ditetapkan.

“1,5 persen sampai dengan 3,5 persen angka inflasi kita kemarin 3,2 persen artinya itu di dalam range yang memang kita bayangkan sejak kita melakukan estimasi atas perekonomian Indonesia itu yang kita sebut dengan on track,” ungkapnya.

Selain inflasi, Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang menunjukkan tren penguatan pada Oktober 2026. Suahasil mengungkapkan bahwa indeks PMI meningkat dari kisaran 52 menjadi 54.

“Jadi meningkat, ini menunjukkan bahwa para pengusaha kita membayangkan bahwa akan ada peningkatan permintaan karena itu pengusaha mulai siap-siap untuk meningkatkan produksi dengan membeli input lebih banyak,” jelasnya.

Baca Juga  GNPIP Balinusra 2023: Sinergi dan Inovasi Ketahanan Pangan Melalui Penguatan Kelembagaan dan Digitalisasi

Dalam rapat tersebut, pemerintah turut mencermati perkembangan arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik. Suahasil melaporkan bahwa aliran modal asing masih tercatat masuk melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Sedangkan terkait pengelolaan keuangan negara, Suahasil melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa realisasi pendapatan dan belanja APBN hingga penutupan Oktober 2026 masih berjalan sesuai rencana. Meski demikian, pemerintah menghadapi agenda besar dalam dua bulan terakhir tahun anggaran, terutama untuk mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memastikan pelaksanaan belanja pemerintah berjalan efektif.

“Kemudian saya juga tadi sempat melaporkan APBN untuk tutup bulan Oktober dimana semuanya on track untuk pendapatan dan belanja. Dan kira-kira untuk pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi November-Desember ini sekitar 600 triliun lebih dan untuk belanja negara masih sekitar 990 triliun akan dibelanjakan,” kata Suahasil.

Presiden Prabowo pun secara khusus memberikan arahan agar seluruh kementerian dan lembaga tetap menjaga efisiensi belanja negara, meskipun penyerapan anggaran biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Suahasil menegaskan, percepatan realisasi anggaran tetap diperbolehkan sepanjang dilaksanakan dengan tata kelola yang baik dan menghasilkan keluaran sesuai target yang telah direncanakan.

“Dua bulan terakhir seperti biasa namanya operasi APBN itu kalau di akhir tahun biasanya itu ngegas lebih cepat, lebih besar itu silahkan tetapi harus tetap efisien. Harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Jembrana Creative Festival 2026, Kolaborasi Lolot x Bagus Wirata Bikin Main Stage Benar-benar Pecah

Published

on

By

Kemeriahan Main Stage Hari Kedua Jembrana Creative Festival Senin 2 November
Kemeriahan di main stage hari kedua Jembrana Creative Festival, Senin (2/11). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Hari kedua Jembrana Creative Festival berlangsung semakin meriah dengan berbagai rangkaian aktivitas dan hiburan yang tersebar di beberapa area festival. Setiap panggung menghadirkan pengalaman berbeda yang menyuguhkan kreativitas, hiburan, serta ruang ekspresi bagi komunitas dan masyarakat.

Di area Red Zone 18+, pengunjung disuguhkan aktivitas live cooking yang menghadirkan keseruan memasak secara langsung, penampilan mixology yang memadukan kreativitas, keterampilan, dan atraksi meracik minuman penuh gaya, dilanjutkan dengan penampilan DJ Erik yang menambah semarak suasana melalui alunan musik dan irama yang energik.

Sementara itu, Community Stage menjadi ruang bagi komunitas untuk menunjukkan kreativitas dan bakatnya. Berbagai penampilan turut memeriahkan area ini, mulai dari stand up comedy, penampilan Jembrana Drum Community, hingga Sunaren yang menghadirkan kegiatan lomba sketsa ogoh-ogoh sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan kreativitas generasi muda.

Tidak kalah meriah, Main Stage menjadi pusat ledakan energi pada hari kedua Jembrana Creative Festival. Penampilan berbagai grup musik lokal maupun luar daerah sukses membakar semangat penonton. Suasana semakin menggila saat Jangar naik ke panggung menimbulkan crowd yang pecah dan disusul penampilan yang paling ditunggu-tunggu, Lolot x Bagus Wirata. Kolaborasi keduanya sukses membuat Main Stage benar-benar pecah! Ribuan energi seolah menyatu dalam lantunan musik, suara penonton yang ikut bernyanyi, hingga sorak sorai yang menggema memenuhi area festival. Dari awal hingga akhir penampilan, atmosfer semakin panas, penuh euforia, dan membuat pengunjung larut dalam kemeriahan malam Jembrana Creative Festival.

Untuk menutup rangkaian penampilan di Main Stage, suasana yang sebelumnya penuh energi dan membara perlahan beralih menjadi lebih santai dan enjoy. Pemoeda Soeka Karokoe hadir sebagai penampil pamungkas yang mengajak pengunjung menikmati alunan musik dengan nuansa yang lebih rileks, hangat, dan penuh kebersamaan. Setelah dibuat bergemuruh oleh penampilan sebelumnya, pengunjung diajak menikmati suasana malam dengan bernyanyi bersama dan larut dalam irama musik yang menyenangkan. Sebuah penutup yang pas untuk mengakhiri keseruan hari kedua Jembrana Creative Festival! (gs/bi)

Baca Juga  April 2023, Kinerja Penjualan Eceran Bali Meningkat

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca