Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Unud Bantu Pemprov Sumatera Barat Kembangkan Daerah Wisata

BALIILU Tayang

:

unud
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes dan Wakil Gubernur Sumbar dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM., ASEAN. Eng menunjukkan dokumen kerja sama. (Foto: ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) pada Jumat, 10 Februari 2023 memulai kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama, bertempat di Ruang Bahasa Gedung Rektorat Kampus Unud Bukit Jimbaran, Badung.

Acara penandatanganan dihadiri oleh Rektor Unud diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes serta dihadiri Dr. I Wayan Suardana, SST.Par.,M.Par (Dekan Fakultas Pariwisata), Prof. Dr. drh. I Nyoman Suarsana, M.Si (Ka. LPPM), Ir. AA. Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc.,Ph.D (Koordinator Pusat Unggulan Iptek Pariwisata), Putri Kusuma Sanjiwani, S.H.,M.H. (Tim Kerja Sama Fakultas Pariwisata), dan dari Pemprov Sumatera Barat hadir Wakil Gubernur dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM., ASEAN. Eng beserta Tim SKPD.

unud
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes bersama Wakil Gubernur Sumbar dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM., ASEAN. Eng dalam pertemuan realisasi kerja sama. (Foto: ist)

Prof. Adiatmika dalam kesempatan ini menyampaikan suatu kebanggaan bisa melakukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam rangka mendukung program-program yang sudah dirancang oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat terkait dengan pengembangan pariwisata, khususnya pengembangan Kepulauan Mentawai. Dengan SDM yang dimiliki Unud di bidang pariwisata melalui pusat unggulan Iptek Pariwisata, dan melalui Fakultas Pariwisata baik S1, S2 dan S3 Unud akan mendukung untuk pengembangan pariwisata dengan pendekatan ilmiah, sehingga program-program yang dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di Sumatera Barat akan mampu untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan.

unud
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes dan Wakil Gubernur Sumbar dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM., ASEAN. Eng tanda tangani dokumen kerja sama. (Foto: ist)

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy menyampaikan apresiasinya kepada Universitas Udayana karena telah menerima rombongan dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman sekaligus silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dengan Unud. Ia juga menyampaikan konsep besar dalam kegiatan ini adalah Universitas Udayana yang telah membantu pengembangan pariwisata di Sumatera Barat dalam artian membantu mengembangkan banyak hal seperti Sumber Daya Manusia (SDM) dan Masterplan, dimana salah satu kabupaten di Sumbar yakni Kepulauan Mentawai tersebut turisnya paling banyak dari negara Australia sama seperti di Bali.

Baca Juga  FK Unud Kembangkan Kerja Sama dengan Stanford University
unud
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes dan Wakil Gubernur Sumbar dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM., ASEAN. Eng bersama rombongan foto bersama usai melakukan pertemuan. (Foto: ist)

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan nantinya dapat menarik turis-turis Australia yang ada di Bali untuk datang ke Kepulauan Mentawai. “PKS pada kali ini memang difokuskan terhadap pengembangan pariwisata dengan melibatkan Unud yang terdapat dasar akademiknya,” ujar Wakil Gubernur. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5351-Universitas-Udayana-Bantu-Pemerintah-Provinsi-Sumatera-Barat-Kembangkan-Daerah-Wisata.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/dpr.go.id)

Mactan Expo, Cebu, Filipina, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.

“Kita harus memberi contoh, kita harus benar-benar berkomitmen untuk memiliki ASEAN yang solid dan ASEAN yang menjaga perdamaian, menjaga stabilitas, yang menghargai dialog dan kolaborasi,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai bahwa konflik dan rivalitas geopolitik hanya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menghambat pembangunan kawasan. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa ASEAN harus terus mengedepankan dialog dan kerja sama sebagai fondasi utama hubungan antarnegara.

“Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini dan masa depan kita. Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik,” tutur Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa ASEAN harus mampu menjaga independensi dan tidak terpengaruh oleh rivalitas geopolitik global yang dapat memecah persatuan kawasan. “Sekali lagi, kita tidak boleh terbawa dan tidak boleh terpengaruh oleh arus persaingan geopolitik dan ego saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus memperkuat budaya damai dan kerja sama kawasan di tengah meningkatnya berbagai tantangan global. Menurutnya, ASEAN harus mampu menjadi contoh kawasan yang stabil, harmonis, dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.

“Di tengah makin dalamnya perpecahan, budaya perdamaian ASEAN tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga harus kita majukan agar menjadi contoh global. ASEAN harus benar-benar menjadi zona perdamaian,” ucap Presiden Prabowo. (gs/bi)

Baca Juga  Dorong Peningkatan Prestasi Mahasiswa, LSCC FH Unud Gelar Pilmapres 2023

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KSSK Pastikan Stabilitas Fiskal dan Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Published

on

By

stabilitas fiskal
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5). (Foto: Hm Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan nasional pada triwulan I tahun 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5).

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan I-2026 tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah,” ujar Menkeu Purbaya.

Menkeu menjelaskan, memasuki April 2026 dinamika konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar keuangan global, terutama melalui lonjakan harga energi. Oleh karena itu, KSSK akan terus melakukan asesmen secara forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan guna memitigasi berbagai risiko ketidakpastian global.

Di sisi domestik, Menkeu menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat cukup baik. Meski demikian, Menkeu menyampaikan akan terus waspada terhadap semua kendala  yang mungkin timbul

“Untuk ekonomi domestik kita lihat triwulan pertama pertumbuhan cukup bagus, 5,61 persen. Tapi kita akan lihat seperti apa di triwulan kedua tahun ini. Kita waspadai semua kendala yang mungkin timbul,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

“Kalau kita lihat di APBN kan targetnya 6,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun ini,” imbuhnya.

Pada penutup konferensi pers, KSSK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga  FK Unud Kembangkan Kerja Sama dengan Stanford University

“KSSK berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dan memperkuat coordinated policy response serta kewaspadaan untuk memitigasi berbagai risiko yang dapat berdampak terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan,” tutup Menkeu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Legislator Dorong Pengakuan Konstitusional Masyarakat Adat

Published

on

By

RUU Masyarakat Adat
KUNKER: Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta dalam kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Bali guna menyerap masukan langsung terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat. Kunjungan ini krusial mengingat Bali memiliki struktur sosial masyarakat adat yang sangat stabil dan telah diakui secara tradisional namun masih kerap menghadapi tantangan dalam sinkronisasi regulasi nasional.

Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta, menjelaskan bahwa pemilihan Bali sebagai lokasi kunjungan didasari oleh sistem desa adatnya yang sudah tertata dengan baik. Di Bali, terdapat sekitar 1.500 desa adat yang memiliki institusi stabil, lengkap dengan konstitusi adat (Awig-awig), pemerintahan adat, serta kekayaan sendiri.

“Bali kita jadikan tempat untuk kita kunjungi berkaitan dengan persoalan penyusunan undang-undang tentang masyarakat adat. Karena kita tahu Bali memiliki struktur sosial yang memang sudah ada sejak dulu. Di Bali ini ada tiga desa; desa dinas administratif, dan desa adat dengan institusi yang sudah sangat stabil,” ujar Nyoman Parta di sela pertemuan dengan pemangku kepentingan di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026).

Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti bahwa meskipun Bali sudah memiliki peraturan daerah dan gubernur tentang perlindungan desa adat, posisi masyarakat adat sering kali masih terabaikan ketika berhadapan dengan kebijakan investasi atau perizinan negara. Ia menekankan bahwa RUU ini harus mampu memberikan kepastian hukum agar masyarakat adat tidak selalu menjadi pihak yang kalah dalam konflik agraria atau perizinan.

“Sering sekali ketika modal datang, ketika peraturan-peraturan datang, sering sekali mengabaikan posisi masyarakat adat, mengabaikan desa adat, terutama sekali berkaitan dengan persoalan perizinan dan politik perizinan negara. Ini sering sekali masyarakat adat merasa diabaikan dan akhirnya konflik yang berkembang,” tegas Nyoman Parta.

Baca Juga  Dorong Peningkatan Prestasi Mahasiswa, LSCC FH Unud Gelar Pilmapres 2023

Lebih lanjut, Nyoman Parta memaparkan tiga alasan utama mengapa RUU Masyarakat Adat ini mendesak untuk segera disahkan. Pertama, proses pembahasannya yang sudah berjalan sangat lama hingga 22 tahun. Kedua, masyarakat adat merupakan ciri asli Indonesia yang sudah eksis jauh sebelum kemerdekaan. Ketiga, peran vital masyarakat adat dalam isu lingkungan global.

“Dalam konteks kekinian, jika kita bicara tentang urusan perubahan iklim, kita bicara tentang tabungan karbon, yang paling berjasa dalam merawat alam dan lingkungan adalah masyarakat adat. Maka dengan undang-undang ini, mungkin nanti masyarakat adat itu cukup deklarasi saja, selanjutnya dilakukan verifikasi untuk mendapatkan pengesahan,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini juga membahas integrasi RUU Masyarakat Adat dengan urgensi Satu Data Indonesia. Nyoman Parta meyakini bahwa dengan adanya undang-undang ini, pendataan wilayah adat, hutan adat, dan wilayah administrasi akan menjadi lebih rapi dan sinkron, sehingga dapat menunjang sektor pariwisata yang berbasis pada kelestarian budaya masyarakat adat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca