Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Bersama Tjok. Oka Sukawati Anugerahi Bali Kerthi Nugraha Mahottama kepada 2 Sastrawan Bali

10 Lembaga Penyiaran Mendapat Penghargaan Pramana Patra Ambara Nugraha Karena Konsisten Gunakan Bahasa Bali Dalam Siaran Radio & Televisi

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Tjok. Oka Sukawati menganugerahkan Bali Kerthi Nugraha Mahottama Tahun 2023 kepada dua Sastrawan Bali, yaitu Drs. I Gede Sura, M.Si dan Drs. Ida Bagus Gede Agastia saat penutupan BUlan Bahasa Bali V, Selasa (28/2) di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Gede Arya Sugiartha memberikan Penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama Tahun 2023 kepada masyarakat Bali yang telah berjasa selama hidupnya melestarikan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali.

Penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama Tahun 2023 ini diberikan kepada dua Sastrawan Bali, yaitu: 1) Drs. I Gede Sura, M.Si; dan 2) Drs. Ida Bagus Gede Agastia dalam acara penutupan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 yang bertema ‘’Segara Kerthi Campuhan Urip Sarwa Prani’’ di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar pada, Selasa (Anggara Kliwon, Tambir) 28 Februari 2023.

Selain memberikan Penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama Tahun 2023, kedua pemimpin di Pemerintah Provinsi Bali yang dikenal dengan pasangan Koster-Ace ini juga memberikan Piagam Penetapan Warisan Budaya Takbenda kepada

: 1) Provinsi Bali, dengan Arak Bali sebagai Kemahiran Kerajinan Tradisional, Lontar Bali sebagai Pengetahuan dan Kebiasaan Perilaku Mengenai Alam dan Semesta, dan Sate Lilit sebagai Kemahiran Kerajinan Tradisional; 2) Kabupaten Jembrana, dengan Berko sebagai Seni Pertunjukan; 3) Kabupaten Tabanan, dengan Jaja Laklak sebagai Kemahiran Kerajinan Tradisional; 4) Kabupaten Klungkung, dengan Serombotan sebagai Kemahiran Kerajinan Tradisional; 5) Kabupaten Karangasem, dengan Uyah Amed sebagai Kemahiran Kerajinan Tradisional dan Karya Pemijilan Ida Bhatara Sakti Ngerta Gumi, karena memiliki nilai Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-perayaan; dan 6) Kabupaten Buleleng, dengan Mejaran-jaranan sebagai Warisan Budaya Takbenda, karena memiliki nilai Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-perayaan.

Selanjutnya, Murdaning Jagat Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Sukawati memberikan Penghargaan Pramana Patra Ambara Nugraha kepada Lembaga Penyiaran Radio dan Televisi yang konsisten menggunakan Bahasa Bali dalam siaran Radio dan Televisi. Penghargaan tersebut diberikan kepada: 1) PT. Bali Ranadha Televisi (BALI TV); 2) Lembaga Penyiaran Republik Televisi Republik Indonesia Stasiun Bali (TVRI BALI); 3) PT. Mediantara Televisi Bali (KOMPAS TV); 4) PT. Bali Musik Channel (INEWS BALI); 5) PT Lativi Mediakarya Bali dan Kepulauan Riau (TV One BALI); 6) PT. Radio Bali Perkasa (Radio Sonora Bali); 7) Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI Denpasar); 8) PT. Radio Gema Merdeka (Gema Merdeka); 9) Radio Publik Kabupaten Bangli (RPKB); dan 10) PT. Radio Nuansa Giri (Radio Nuansa Giri).

Baca Juga  Gubernur Koster Serahkan Penghargaan ‘’Kerthi Bali Sewaka Nugraha’’ kepada Pimpinan Instansi Vertikal di Bali

Gubernur Wayan Koster pula memberikan penghargaan kepada 10 peserta terbaik yang mengikuti Audisi Pergelaran Bondres, diantaranya : 1) Sanggar Seni Rarekual Topeng asal Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng; 2) MKP Super Bondres dari Sanggar Seni Sura Pradnya asal Banjar Maniktawang, Desa Manukaya, Kecamatan, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar; 3) Group Kaki CS dari Yayasan Sanggar Seni Danan Jaya asal Desa Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar; 4) Bondres Komedi dari Sanggar Seni Indra Jagadhita asal Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar; 5) Sanggar Bondres Bolale asal Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar; 6) Sanggar Nongcret Dewata asal Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar; 7) Pabuan Group dari Sanggar Tri Angga Art asal Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar; 8) Comedy Kepo asal Desa Kerambitan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan; 9) Mekenyos Sinar Jaya Abadi dari Sanggar Seni Dharma Wangsa asal Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung; dan 10) Group Sadu Majur asal Banjar Badung, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

Pemenang Juara I yang mengikuti lomba di Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 juga kebagian penghargaan dari Gubernur Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Pemenang Juara I itu, diantaranya adalah : 1) Pemenang Juara I Lomba Menggambar Satua Bali kepada Aisyah Dzakira Khansa AL Ishmata dari Kota Denpasar; 2) Pemenang Juara I Lomba Gending Rare kepada Ni Putu Anandhita Kinanti dari Kabupaten Karangasem; 3) Pemenang Juara I Lomba Ngwacen Puisi Bali Anyar kepada Ni Putu Renaisan Andari Teja dari Kota Denpasar; 4) Pemenang Juara I Lomba Ngripta Prasi kepada Ida Bagus Made Astawa Diputra dari Kabupaten Bangli; 5) Pemenang Juara I Lomba Musikalisasi Puisi Bali kepada Teater Angin dari Kota Denpasar; 6) Pemenang Juara I Lomba Pengenter Acara kepada I Made Naditya dari Kabupaten Badung; 7) Pemenang Juara I Lomba Mewarnai kepada Putu Devandra Kyantara Kenzi dari Kota Denpasar; 8) Pemenang Juara I Lomba Ngripta Kekawin kepada Pande Putu Abdi Jaya Prawira dari Kota Denpasar; 9) Pemenang Juara I Lomba Drama Bali Modern kepada Teater Jungut Sari dari Kabupaten Gianyar; 10) Pemenang Juara I Lomba Baligrafi kepada Ni Nyoman Vrindavani dari Kota Denpasar. 11) Pemenang Juara I Lomba Ngwacen Lontar kepada Ni Luh Listya Purnami dari Kabupaten Gianyar; 12) Pemenang Juara I Lomba Nyurat Aksara Bali kepada Ni Kadek Cintya Putri dari Kabupaten Badung; 13) Pemenang Juara I Lomba Debat Mebasa Bali kepada Ni Luh Gede Ganinda Prameiswary dari Kabupaten Badung; 14) Pemenang Juara I Lomba Nyatua Bali Krama Istri kepada Ni Luh Dewi Puspasari, S.Pd dari Kabupaten Badung; 15) Pemenang Juara I Lomba Pidarta Bendesa Adat kepada I Made Sudiatmika dari Kota Denpasar; 16) Pemenang Juara I Lomba Nyurat Lontar kepada I Wayan Adi Wisnu Semara dari Kabupaten Klungkung; 17) Pemenang Juara I Lomba Foto dengan Caption Berbahasa Bali kepada I Ketut Raka Bujangga dari Kota Denpasar; dan 18) Pemenang Juara I Lomba Membuat Komik Online Berbahasa, Aksara, dan Sastra Bali kepada I Gusti Made Sathya Dharmawan dari Kota Denpasar.

Baca Juga  Tutup Bulan Bung Karno 2025, Gubernur Koster Ajak Generasi Muda Tak Alergi Politik

Atas prestasi yang diraih serta komitmen di dalam melestarikan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Gubernur Wayan Koster mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan dan pemenang lomba. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Buka PICA Fest Tahun 2022

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  Sertifikat IG, Upaya Gubernur Koster Tingkatkan Posisi Tawar Garam di Pasar hingga Pelestarian Warisan Budaya

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Gerak Cepat PLN Atasi Listrik Padam di Bali, Puji Sigap dan Responsif Dirut Darmawan

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca