Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster di kegiatan aksi sosial 'Menyapa dan Berbagi' di Kabupaten Jembrana, pada hari kedua (Sabtu, 4 Maret 2023). (Foto: ist)
Jembrana, baliilu.com – Masih dalam rangkaian ‘Aksi Sosial Ketua TP PKK Provinsi Bali Menyapa dan Berbagi’ di Kabupaten Jembrana, pada hari kedua (Sabtu, 4 Maret 2023), Ketua TP PKK Ny. Putri Suastini Koster secara marathon menyambangi empat desa yang berada di Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan.
Di Kecamatan Mendoyo, kegiatan dilaksanakan di dua desa yaitu Dlod Brawah dan Yeh Sumbul. Sedangkan di Kecamatan Pekutatan, rombongan TP PKK Bali menyapa masyarakat Desa Asahduren dan Desa Pekutatan. Sehari sebelumnya, Ny. Putri Koster telah menyapa dan berbagi dengan warga kurang mampu di Desa Ekasari, Desa Nusasari, Desa Adat Baluk dan Desa Pengambengan. Di setiap desa yang dikunjungi, Ny. Putri Koster menyapa dan berbagi dengan 50 warga kurang mampu, sehingga aksi sosial selama dua hari telah menjangkau 400 warga.
Ny. Putri Suastini Koster saat menyerahkan bantuan kepada ibu hamil di Jembrana. (Foto: ist)
Bersinergi dengan berbagai komponen, aksi sosial menyasar kelompok masyarakat terbawah yang memerlukan uluran tangan. Di tiap lokasi, Ketua TP PKK Bali menyerahkan bantuan kepada 50 warga kurang mampu, yang terdiri dari lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, kader PKK dan balita. Masing-masing menerima 20 kg beras dan 1 krat telur. Khusus untuk balita, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas dan kader PKK mendapat tambahan susu dengan jumlah bervariasi dan jenis disesuaikan dengan kebutuhan. Balita dan lansia memperoleh masing-masing 8 kotak susu, sedangkan ibu hamil, penyandang disabilitas dan kader PKK mendapat bantuan 2 kotak susu. Selain itu, di tiap lokasi kegiatan aksi sosial, diserahkan pula bantuan berupa bibit tanaman produktif dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, bantuan bibit ayam beserta pakan dan bibit sayur mayur dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali.
Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menyampaikan rasa gembira karena dalam dua hari kunjungan di Jembrana, ia dapat bertatap muka secara langsung dengan masyarakat. Disebutkan olehnya, aksi sosial di Jembrana menyasar delapan desa. “Di setiap desa, kita kumpulkan 50 warga kurang mampu yang terdiri dari lansia, ibu hamil, balita, penyandang disabilitas dan kader PKK. Jadi ibu sudah bertemu dengan 400 warga,” ujarnya.
Turun menyapa warga, perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini membawa ‘gagapan’ berupa kebutuhan pokok dan makanan tambahan. Kendati jumlahnya tak banyak, ia berharap bantuan ini mampu memenuhi kebutuhan warga kurang mampu dalam beberapa waktu ke depan.
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. (Foto: ist)
Dalam kunjungan pada hari kedua ke empat desa, pendamping orang nomor satu ini memberi penekanan pada edukasi pencegahan stunting, kewaspadaan terhadap penyebaran rabies, pentingnya merawat kesehatan mata dan pelestarian hutan. Agar lebih optimal, Ny. Putri Koster mempercayakan pemberian edukasi kepada pihak yang membidangi yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Nyoman Gede Anom, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali I Made Teja, Direktur RS Mata Bali Mandara Provinsi Bali dr. Ni Made Yuniti serta, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali Luh Putu Sukarini.
Sebagai pengantar, Bunda Putri menyinggung pentingnya upaya penuntasan angka stunting. Kendati angka stunting di Bali tidak begitu banyak, namun persoalan ini tetap harus mendapatkan atensi agar bisa tuntas secepat mungkin. Ditambahkan olehnya, stunting mesti mendapat perhatian serius karena mengancam keberlangsungan generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, ia meminta kader posyandu proaktif terhadap potensi stunting di lingkungan masing-masing dan sesegera mungkin berkoordinasi serta melakukan upaya pencegahan dengan menggandeng stakeholder terkait.
Selain isu stunting, perempuan yang dikenal memiliki multitalenta ini juga menaruh perhatian terhadap pelestarian hutan. Menurutnya, keberadaan hutan harus dilestarikan agar pengalaman pahit banjir bandang yang melanda kawasan Jembrana di penghujung tahun 2022 lalu tak kembali terulang.
“Hutan di Jembrana sangat luas, mesti dijaga kelestarian dan keamanannya karena selain berfungsi mencegah banjir, hutan adalah paru-paru bumi dan sumber kehidupan. Dengan adanya hutan, kita dapat menikmati oksigen yang tidak terkontaminasi oleh udara yang tercemar dan polusi dari kendaraan bermotor. Semoga di bali khususnya Jembrana kita masih bisa melihat langit yang biru dengan mega putih yang menandakan udara belum tercemar,” ungkapnya.
Masih terkait dengan pelestarian lingkungan, Ny. Putri Koster sangat terkesan dengan wilayah Desa Asahduren dan sekitarnya yang nampak masih asri. “Tempatnya sangat bersih, barangkali bapak kepala desa sudah punya sistem pengelolaan sampah berbasis sumber seperti arahan Bapak Gubernur,” imbuhnya sembari mengimbau warga Asahduren agar selalu menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster foto bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana dan warga penerima bantuan. (Foto: ist)
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Nyoman Gede Anom dalam paparannya menerangkan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang yang terjadi pada masa 1.000 hari masa awal kehidupan manusia. Faktor penyebabnya adalah kekurangan gizi kronik, baik sesudah bayi lahir atau saat masih dalam kandungan. Oleh sebab itu, pencegahnya harus dilakukan sejak masa persiapan kehamilan hingga melahirkan dan pemberian asupan gizi memadai ketika bayi telah lahir.
“Intervensi terhadap remaja merupakan hal yang sangat penting dalam pencegahan stunting,” katanya.
Selain stunting, Kadiskes juga minta masyarakat Bali mewaspadai tiga penyakit yang saat ini menjadi ancaman serius yaitu rabies, demam berdarah dan diare. Masih dalam paparannya, ia secara khusus menyampaikan tata laksana penanganan gigitan anjing. Disebutkan olehnya, begitu tergigit anjing, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah mencuci luka di air mengalir menggunakan sabun selama 10-15 menit. Setelah itu, korban gigitan harus segera memeriksakan diri ke pusat layanan kesehatan terdekat.
“Gejala awal rabies adalah demam, namun gejala yang mematikan baru muncul dua bulan kemudian. Korban gigitan akan berperilaku seperti anjing gila dan jika sampai sudah muncul gejala itu maka sudah sangat-sangat berbahaya. Saya sarankan tetap waspada, sekecil apapun gigitannya segera periksakan ke pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan secepatnya,” bebernya.
Edukasi terkait bahaya rabies juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada. Ia menginformasikan, Bali sangat rawan terhadap rabies karena tingginya populasi anjing yang saat ini jumlahnya telah mencapai 650 ribu ekor. Ia mencatat, kasus gigitan anjing di Bali juga relatif tinggi yaitu pada tahun 2023 telah mencapai 3.400 gigitan. “Diantara jumlah gigitan itu, 72 positif rabies. Bahkan, di Jembrana sudah ada satu korban jiwa,” tuturnya.
Oleh sebab itu, pihaknya konsen melakukan berbagai upaya pencegahan rabies. Upaya yang ditempuh antara lain melalui gebyar vaksinasi rabies untuk anjing peliharaan maupun anjing liar. Tidak hanya itu, pemerintah juga telah membentuk tim siaga rabies di tingkat desa guna mempercepat vaksin serta mengedukasi masyarakat agar tidak melepasliarkan binatang peliharaan serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika digigit anjing atau hewan berdarah panas yang berpotensi menularkan rabies. Ia sangat berharap, Daerah Bali bisa segera terbebas dari penyakit rabies.
Selanjutnya Kadis KLH Provinsi Bali I Made Teja menyampaikan edukasi tentang pentingnya gerakan menjaga kelestarian hutan. Ia menyebut, menjaga kawasan hutan sangat penting dilakukan karena perannya yang sangat strategis. Selain itu, ia juga mendorong terwujudnya pengelolaan sampah berbasis sumber di masing-masing desa. Ia menilai, gerakan peduli lingkungan di kawasan Asahduren dan Jembrana umumnya sudah semakin baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kegiatan gotong-royong yang dilakukan oleh masyarakat setiap bulannya.
“Kalau bisa ini terus ditingkatkan. Dari sisi kebersihan kami sering lalu lalang menuju kawasan hutan, kami lihat Jembrana sudah luar biasa perubahannya untuk menjaga lingkungannya,” cetusnya. Masih terkait pelestarian lingkungan, Kadis KLH Made Teja meminta masyarakat mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam.
Sementara itu Direktur RSMBM dr. Yuniti mengajak masyarakat Jembrana untuk senantiasa menjaga kesehatan mata, karena mata merupakan indra yang sangat vital. “Jika mata rusak, akan sangat mengganggu aktivitas keseharian kita,” sebutnya.
Cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata adalah dengan mengonsumsi makanan sehat serta banyak makan sayur dan buah. Di samping itu ia juga berpesan agar mata dijaga dari paparan sinar ultraviolet yang terlalu intens. “Kita lindungi dengan memakai kacamata anti ultraviolet, boleh juga melindungi dengan cara sederhana seperti memakai topi sehingga dapat mengurangi paparan sinar ultraviolet langsung kepada mata,” pungkasnya.
Berikutnya, Ketua IBI Bali Luh Putu Sukarini menyampaikan paparan terkait langkah pencegahan stunting. Ia meminta ibu hamil senantiasa memelihara kesehatan dan memperhatikan kebersihan lingkungan. “Begitu juga kepada anak-anak, adik-adik, ibu-ibu yang punya balita dan anak remaja tolong diperhatikan pola makan. Anak-anak remaja sering sekali mengesampingkan pola makan, padahal pada masa remaja itulah cikal bakal mulai berkembangnya kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksinya tidak akan baik ketika asupan gizi tidak diperhatikan,” ungkapnya.
Aksi Sosial Ketua TP PKK Provinsi Bali Menyapa dan Berbagi juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny. Candrawati Tamba, Ketua GOW Kabupaten Jembrana Ny. Inda Patriana Krisna, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina serta anggota TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten Jembrana.
Masih dalam rangkaian kunker TP PKK Bali di Bumi Makepung, digelar pula layanan IVA Test. Tidak hanya itu, Rumah Sakit Mata Bali Mandara (RSMBM) juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan mata, pemberian kacamata gratis dan operasi katarak secara gratis di Puskesmas I Pekutatan. (gs/bi)
SERAHKAN TROFI: Wakil Ketua Kwarcab Denpasar Dewa Gede Rai, menyerahkan trofi kejuaraan saat penutupan Lomba Tingkat (LT) III Kwartir Cabang Pramuka Denpasar Tahun 2026 pada Minggu (12/7) di Bumi Perkemahan SMP Negeri 2 Denpasar. (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – Semangat, disiplin, dan kerja sama yang ditunjukkan para Pramuka Penggalang terbaik Kota Denpasar membuahkan hasil membanggakan dalam Lomba Tingkat (LT) III Kwartir Cabang Pramuka Denpasar Tahun 2026 yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di Bumi Perkemahan SMP Negeri 2 Denpasar. Kegiatan berlangsung selama 4 hari tersebut resmi ditutup oleh Wakil Ketua Kwarcab Denpasar Dewa Gede Rai, Minggu (12/7).
Pada ajang bergengsi tersebut, bagian putra Regu Rayap dari SMP Negeri 14 Denpasar dan bagian putri Regu Hortensia dari SMP Negeri 5 Denpasar berhasil dinobatkan sebagai Regu Berprestasi Tinggi, sekaligus memperoleh kehormatan menjadi wakil Kwartir Cabang Denpasar pada Lomba Tingkat (LT) IV Kwartir Daerah Bali yang akan digelar pada Oktober 2026.
Keberhasilan ini menjadi buah dari proses pembinaan yang berkesinambungan, kerja keras para peserta, dukungan para pembina, serta semangat pantang menyerah yang terus ditanamkan dalam kegiatan kepramukaan di masing-masing gugus depan.
Regu Rayap tampil impresif dengan raihan 8 medali emas, 3 medali perak, dan 7 medali perunggu, sehingga berhak menyandang predikat Regu Berprestasi Tinggi. Sementara itu, Regu Hortensia menunjukkan konsistensi luar biasa dengan mengoleksi 6 medali emas, 11 medali perak dan 1 medali perunggu yang juga mengantarkan mereka meraih predikat Regu Berprestasi Tinggi.
Selain dua regu terbaik tersebut, persaingan pada LT III tahun ini juga berlangsung sangat kompetitif. Regu Garuda meraih 7 emas, 8 perak, dan 3 perunggu sehingga dinobatkan sebagai Regu Berprestasi Baik, disusul Regu Hoya dengan 6 emas, 8 perak, dan 6 perunggu yang juga memperoleh predikat Regu Berprestasi Baik.
Predikat Regu Berprestasi Cukup diraih oleh Regu Flaminggo dengan perolehan 6 emas, 7 perak, dan 7 perunggu, serta Regu Jepun Bali dengan raihan 6 emas, 1 perak, dan 8 perunggu. Sementara itu, Regu Badak mengumpulkan 1 emas, 4 perak, dan 5 perunggu, sedangkan Regu Mawar memperoleh 4 emas, 2 perak, dan 6 perunggu.
Ketua Panitia LT III Kwarcab Denpasar Tahun 2026, I Putu Suartika, mengatakan seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat kompetisi yang sehat selama pelaksanaan kegiatan.
“Lomba Tingkat bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi wahana pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kerja sama. Selamat kepada seluruh regu yang telah memberikan penampilan terbaik, khususnya Regu Rayap dan Regu Hortensia yang akan membawa nama Denpasar ke tingkat daerah. Semoga mampu mempertahankan semangat dan terus berprestasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Kwartir Cabang Denpasar, Putu Andi Surya Prayoga. Ia berharap kedua regu terpilih dapat mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
“Prestasi ini merupakan awal dari tantangan yang lebih besar. Kami optimistis Regu Rayap dan Regu Hortensia mampu menjadi duta terbaik Kwarcab Denpasar pada LT IV Kwarda Bali. Teruslah berlatih, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Humas, Data dan Digital (HDD) Kwarcab Denpasar Dewa Gede Rai, dalam amanatnya sebagai Pembina Upacara dalam penutupan Lomba Tingkat III Kwarcab Denpasar menyampaikan bahwa keberhasilan Regu Rayap dan Regu Hortensia merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkesinambungan serta dedikasi seluruh unsur pembina di gugus depan.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan Pramuka Penggalang di Kota Denpasar berjalan dengan baik. Kami berharap Regu Rayap dan Regu Hortensia terus meningkatkan kemampuan, menjaga kekompakan, dan tampil percaya diri sehingga mampu memberikan hasil terbaik serta mengharumkan nama Kwarcab Denpasar pada Lomba Tingkat IV Kwarda Bali mendatang,” ujarnya, Minggu, 12 Juli 2026.
Keberhasilan Regu Rayap dan Regu Hortensia menjadi bukti bahwa pembinaan kepramukaan di Kota Denpasar terus berkembang dan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, serta siap menjadi teladan.
Seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Denpasar pun menaruh harapan besar agar kedua regu terbaik tersebut mampu kembali mengukir prestasi pada Lomba Tingkat IV Kwartir Daerah Bali pada Oktober 2026, sekaligus mengharumkan nama Kota Denpasar di tingkat provinsi. (gs/bi)
SERAHKAN SERTIFIKAT: Tokoh pendidikan nasional, Seto Mulyadi (Kak Seto) menyerahkan sertifikat kepada tokoh sahabat anak di Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Ratusan tenaga pendidik di Kabupaten Buleleng mengikuti Workshop Mandiri – Buleleng Excellent Teacher 2026 yang diselenggarakan oleh ASTA Global, Sabtu (11/7). Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era Generasi Alpha.
Acara yang dipandu oleh Puteri Indonesia 2026, Firsta Yufi Amarta Putri, ini menghadirkan tokoh pendidikan nasional, Seto Mulyadi (Kak Seto), serta Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, sebagai narasumber utama.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan terbesar pendidikan saat ini adalah kesenjangan antara metode mengajar guru dengan cara belajar murid yang merupakan digital native.
“Jika kita masih mengajar dengan cara 10 tahun yang lalu, maka kita kehilangan murid kita. Saya menitipkan pesan kepada para guru agar menjadi pendidik yang melek digital namun tetap berakar pada budaya lokal Buleleng,” pesan Surya Bharata.
Dirinya menyarankan teknologi seperti Canva, Quizizz, atau AI untuk membuat pembelajaran menarik, namun perlu ditanamkan pula nilai-nilai karakter dan cinta tanah air.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang sehat dan bebas dari perundungan. Menurutnya, kepala sekolah harus berperan sebagai pemimpin yang mengayomi agar murid dapat tumbuh secara optimal baik secara akademik maupun mental.
Senada dengan hal tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menyoroti pentingnya penanaman karakter dan literasi digital sejak dini pada Generasi Alpha yang sangat kritis dan cerdas.
“Anak-anak Generasi Alpha memiliki kemampuan berpikir kritis dan emosional yang tinggi. Tugas kita, para pendidik dan orang tua, bukan sekadar melarang, tetapi membimbing mereka menggunakan teknologi dengan bijak. Kita harus memastikan mereka mengakses konten yang positif dan mampu mengelola emosi mereka dengan baik,” ujar Ny. Wardhany.
Ny. Wardhany juga mengingatkan para guru agar memberikan contoh nyata dalam penggunaan gawai. Ia berpesan agar tenaga pendidik dapat lebih fokus memberikan perhatian dan bimbingan langsung kepada siswa saat jam pelajaran berlangsung, daripada sibuk dengan gawai pribadi.
Kegiatan Buleleng Excellent Teacher 2026 ini diharapkan oleh Ny. Wardhany dapat menjadi momentum perubahan bagi para guru di Buleleng untuk lebih inovatif, adaptif terhadap teknologi, namun tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya dalam membentuk karakter generasi masa depan. (gs/bi)
HADIRI PUNCAK HKG PKK Ke-54: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama jajaran pengurus menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama jajaran pengurus menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7).
Peringatan tersebut dihadiri, Pelindung TP PKK Nyonya Selvi Gibran Rakabuming didampingi oleh jajaran Seruni Kabinet Merah Putih, Ketua Umum TP. PKK Pusat Nyonya Tri Tito Karnavian, Ketua TP PKK Provinsi se-Indonesia, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Indonesia dan undangan lainnya.
Dalam peringatan HKG PKK tahun ini, salah satu kader/pengurus TP PKK Badung menorehkan prestasi tingkat nasional dan berhasil meraih penghargaan Adhi Bhakti Utama dari PKK Pusat. Beliau adalah Ni Wayan Kencanawati. Penghargaan Adhi Bhakti Utama diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada kader dan pengurus yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa, konsistensi dalam melaksanakan program, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga dan lingkungan sekitar. Nyonya Rasniathi menambahkan, penghargaan ini sekaligus menjadi tantangan dan motivasi baru untuk bekerja lebih giat lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kehadiran TP PKK Badung bukan sekedar mengikuti seremonial, melainkan membawa misi penting sekaligus kebanggaan tersendiri.
“TP PKK Badung tidak hanya hadir di kegiatan ini, tetapi juga mengantar pengurus TP PKK Kabupaten Badung Ni Wayan Kencanawati yang menerima penghargaan Adhi Bhakti Utama dari PKK Pusat. Ini adalah suatu kebanggaan besar bagi kita semua di Kabupaten Badung, sebagai bukti nyata bahwa kerja keras, pengabdian tulus, dan semangat ngayah yang kami jalankan di tengah masyarakat telah mendapat pengakuan tingkat nasional,” ujarnya.
Pencapaian ini akan dijadikan cambuk semangat. Dengan terus memperkuat seluruh jajaran, memaksimalkan setiap poin dalam 10 Program Pokok PKK, dan selaras mendukung arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung serta program Asta Cita.
“Kami ingin menjadikan keluarga sebagai benteng utama pembangunan, agar Badung semakin maju, masyarakatnya sejahtera, dan turut serta mewujudkan cita-cita luhur Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Hari Kesatuan Gerak PKK yang diperingati setiap tanggal 4 Maret merupakan momentum bersejarah dan menjadi titik tolak gerakan bersama bagi segenap jajaran Tim Penggerak PKK mulai dari tingkat Pusat hingga Daerah. Pada momen ini, seluruh unsur PKK bersatu padu untuk melaksanakan 10 Program Pokok PKK secara konsisten, sekaligus mendukung berbagai program dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, demi terwujudnya kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” yang mengandung makna mendalam, yaitu Gerakan PKK menegaskan komitmen utamanya untuk terus memperkuat, menyempurnakan, dan mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai landasan utama serta jantung dari seluruh upaya pemberdayaan keluarga di Indonesia. Melalui penguatan yang terarah dan berkelanjutan ini, PKK berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung sepenuhnya pelaksanaan Asta Cita. Kontribusi ini diwujudkan melalui pembangunan yang berbasis pada keluarga yang bersifat berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan sehingga menjadi pondasi kokoh menuju tercapainya visi besar Indonesia Emas 2045. (gs/bi)