Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Digelar Dua Hari, Aksi Sosial Ketua TP PKK Bali Menyapa dan Berbagi di Jembrana Sasar 400 Warga Kurang Mampu

BALIILU Tayang

:

koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster di kegiatan aksi sosial 'Menyapa dan Berbagi' di Kabupaten Jembrana, pada hari kedua (Sabtu, 4 Maret 2023). (Foto: ist)

Jembrana, baliilu.com – Masih dalam rangkaian ‘Aksi Sosial Ketua TP PKK Provinsi Bali Menyapa dan Berbagi’ di Kabupaten Jembrana, pada hari kedua (Sabtu, 4 Maret 2023), Ketua TP PKK Ny. Putri Suastini Koster secara marathon menyambangi empat desa yang berada di Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan.

Di Kecamatan Mendoyo, kegiatan dilaksanakan di dua desa yaitu Dlod Brawah dan Yeh Sumbul. Sedangkan di Kecamatan Pekutatan, rombongan TP PKK Bali menyapa masyarakat Desa Asahduren dan Desa Pekutatan. Sehari sebelumnya, Ny. Putri Koster telah menyapa dan berbagi dengan warga kurang mampu di Desa Ekasari, Desa Nusasari, Desa Adat Baluk dan Desa Pengambengan. Di setiap desa yang dikunjungi, Ny. Putri Koster menyapa dan berbagi dengan 50 warga kurang mampu, sehingga aksi sosial selama dua hari telah menjangkau 400 warga.

n koster
Ny. Putri Suastini Koster saat menyerahkan bantuan kepada ibu hamil di Jembrana. (Foto: ist)

Bersinergi dengan berbagai komponen, aksi sosial menyasar kelompok masyarakat terbawah yang memerlukan uluran tangan. Di tiap lokasi, Ketua TP PKK Bali menyerahkan bantuan kepada 50 warga kurang mampu, yang terdiri dari lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, kader PKK dan balita. Masing-masing menerima 20 kg beras dan 1 krat telur. Khusus untuk balita, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas dan kader PKK mendapat tambahan susu dengan jumlah bervariasi dan jenis disesuaikan dengan kebutuhan. Balita dan lansia memperoleh masing-masing 8 kotak susu, sedangkan ibu hamil, penyandang disabilitas dan kader PKK mendapat bantuan 2 kotak susu. Selain itu, di tiap lokasi kegiatan aksi sosial, diserahkan pula bantuan berupa bibit tanaman produktif dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, bantuan bibit ayam beserta pakan dan bibit sayur mayur dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menyampaikan rasa gembira karena dalam dua hari kunjungan di Jembrana, ia dapat bertatap muka secara langsung dengan masyarakat. Disebutkan olehnya, aksi sosial di Jembrana menyasar delapan desa. “Di setiap desa, kita kumpulkan 50 warga kurang mampu yang terdiri dari lansia, ibu hamil, balita, penyandang disabilitas dan kader PKK. Jadi ibu sudah bertemu dengan 400 warga,” ujarnya.

Turun menyapa warga, perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini membawa ‘gagapan’ berupa kebutuhan pokok dan makanan tambahan. Kendati jumlahnya tak banyak, ia berharap bantuan ini mampu memenuhi kebutuhan warga kurang mampu dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga  Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Buleleng
n koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. (Foto: ist)

Dalam kunjungan pada hari kedua ke empat desa, pendamping orang nomor satu ini memberi penekanan pada edukasi pencegahan stunting, kewaspadaan terhadap penyebaran rabies, pentingnya merawat kesehatan mata dan pelestarian hutan. Agar lebih optimal, Ny. Putri Koster mempercayakan pemberian edukasi kepada pihak yang membidangi yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Nyoman Gede Anom, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali I Made Teja, Direktur RS Mata Bali Mandara Provinsi Bali dr. Ni Made Yuniti serta, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali Luh Putu Sukarini.

Sebagai pengantar, Bunda Putri menyinggung pentingnya upaya penuntasan angka stunting. Kendati angka stunting di Bali tidak begitu banyak, namun persoalan ini tetap harus mendapatkan atensi agar bisa tuntas secepat mungkin. Ditambahkan olehnya, stunting mesti mendapat perhatian serius karena mengancam keberlangsungan generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, ia meminta kader posyandu proaktif terhadap potensi stunting di lingkungan masing-masing dan sesegera mungkin berkoordinasi serta melakukan upaya pencegahan dengan menggandeng stakeholder terkait.

Selain isu stunting, perempuan yang dikenal memiliki multitalenta ini juga menaruh perhatian terhadap pelestarian hutan. Menurutnya, keberadaan hutan harus dilestarikan agar pengalaman pahit banjir bandang yang melanda kawasan Jembrana di penghujung tahun 2022 lalu tak kembali terulang.

“Hutan di Jembrana sangat luas, mesti dijaga kelestarian dan keamanannya karena selain berfungsi mencegah banjir, hutan adalah paru-paru bumi dan sumber kehidupan. Dengan adanya hutan, kita dapat menikmati oksigen yang tidak terkontaminasi oleh udara yang tercemar dan polusi dari kendaraan bermotor. Semoga di bali khususnya Jembrana kita masih bisa melihat langit yang biru dengan mega putih yang menandakan udara belum tercemar,” ungkapnya.

Masih terkait dengan pelestarian lingkungan, Ny. Putri Koster sangat terkesan dengan wilayah Desa Asahduren dan sekitarnya yang nampak masih asri. “Tempatnya sangat bersih, barangkali bapak kepala desa sudah punya sistem pengelolaan sampah berbasis sumber seperti arahan Bapak Gubernur,” imbuhnya sembari mengimbau warga Asahduren agar selalu menjaga kelestarian lingkungan.

n koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster foto bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana dan warga penerima bantuan. (Foto: ist)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Nyoman Gede Anom dalam paparannya menerangkan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang yang terjadi pada masa 1.000 hari masa awal kehidupan manusia. Faktor penyebabnya adalah kekurangan gizi kronik, baik sesudah bayi lahir atau saat masih dalam kandungan. Oleh sebab itu, pencegahnya harus dilakukan sejak masa persiapan kehamilan hingga melahirkan dan pemberian asupan gizi memadai ketika bayi telah lahir.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Kunker Menyapa dan Berbagi di Buleleng

“Intervensi terhadap remaja merupakan hal yang sangat penting dalam pencegahan stunting,” katanya.

Selain stunting, Kadiskes juga minta masyarakat Bali mewaspadai tiga penyakit yang saat ini menjadi ancaman serius yaitu rabies, demam berdarah dan diare.  Masih dalam paparannya, ia secara khusus menyampaikan tata laksana penanganan gigitan anjing. Disebutkan olehnya, begitu tergigit anjing, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah mencuci luka di air mengalir menggunakan sabun selama 10-15 menit. Setelah itu, korban gigitan harus segera memeriksakan diri ke pusat layanan kesehatan terdekat.

“Gejala awal rabies adalah demam, namun gejala yang mematikan baru muncul dua bulan kemudian. Korban gigitan akan berperilaku seperti anjing gila dan jika sampai sudah muncul gejala itu maka sudah sangat-sangat berbahaya. Saya sarankan tetap waspada, sekecil apapun gigitannya segera periksakan ke pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan secepatnya,” bebernya.

Edukasi terkait bahaya rabies juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali  I Wayan Sunada. Ia menginformasikan, Bali sangat rawan terhadap rabies karena tingginya populasi anjing yang saat ini jumlahnya telah mencapai 650 ribu ekor. Ia mencatat, kasus gigitan anjing di Bali juga relatif tinggi yaitu pada tahun 2023 telah mencapai 3.400 gigitan. “Diantara jumlah gigitan itu, 72 positif rabies. Bahkan, di Jembrana sudah ada satu korban jiwa,” tuturnya.

Oleh sebab itu, pihaknya konsen melakukan berbagai upaya pencegahan rabies. Upaya yang ditempuh antara lain melalui gebyar vaksinasi rabies untuk anjing peliharaan maupun anjing liar. Tidak hanya itu, pemerintah juga telah membentuk tim siaga rabies di tingkat desa guna mempercepat vaksin serta mengedukasi masyarakat agar tidak melepasliarkan binatang peliharaan serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika digigit anjing atau hewan berdarah panas yang berpotensi menularkan rabies. Ia sangat berharap, Daerah Bali bisa segera terbebas dari penyakit rabies.

Selanjutnya Kadis KLH Provinsi Bali I Made Teja menyampaikan edukasi tentang pentingnya gerakan menjaga kelestarian hutan. Ia menyebut, menjaga kawasan hutan sangat penting dilakukan karena perannya yang sangat strategis. Selain itu, ia juga mendorong terwujudnya pengelolaan sampah berbasis sumber di masing-masing desa. Ia menilai, gerakan peduli lingkungan di kawasan Asahduren dan Jembrana umumnya sudah semakin baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kegiatan gotong-royong yang dilakukan  oleh masyarakat setiap bulannya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Dorong Penguatan Sinergitas Dalam Implementasikan Program Kerja

“Kalau bisa ini terus ditingkatkan. Dari sisi kebersihan kami sering lalu lalang menuju kawasan hutan, kami lihat Jembrana sudah luar biasa perubahannya untuk menjaga lingkungannya,” cetusnya. Masih terkait pelestarian lingkungan, Kadis KLH Made Teja meminta masyarakat mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam.

Sementara itu Direktur RSMBM dr. Yuniti mengajak masyarakat Jembrana untuk senantiasa menjaga kesehatan mata, karena mata merupakan indra yang sangat vital. “Jika mata rusak, akan sangat mengganggu aktivitas keseharian kita,” sebutnya.

Cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata adalah dengan mengonsumsi makanan sehat serta banyak makan sayur dan buah. Di samping itu ia juga berpesan agar mata dijaga dari paparan sinar ultraviolet yang terlalu intens. “Kita lindungi dengan memakai kacamata anti ultraviolet, boleh juga melindungi dengan cara sederhana seperti memakai topi  sehingga dapat mengurangi paparan sinar ultraviolet langsung kepada mata,” pungkasnya.

Berikutnya, Ketua IBI Bali Luh Putu Sukarini menyampaikan paparan terkait langkah pencegahan stunting. Ia meminta ibu hamil senantiasa memelihara kesehatan dan memperhatikan kebersihan lingkungan. “Begitu juga kepada anak-anak, adik-adik, ibu-ibu yang punya balita dan anak remaja tolong diperhatikan pola makan. Anak-anak remaja sering sekali mengesampingkan pola makan, padahal pada masa remaja itulah cikal bakal mulai berkembangnya kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksinya tidak akan baik ketika asupan gizi tidak diperhatikan,” ungkapnya.

Aksi Sosial Ketua TP PKK Provinsi Bali Menyapa dan Berbagi juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny. Candrawati Tamba, Ketua GOW Kabupaten Jembrana Ny. Inda Patriana Krisna, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina serta anggota TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten Jembrana.

Masih dalam rangkaian kunker TP PKK Bali di Bumi Makepung, digelar pula layanan IVA Test. Tidak hanya itu, Rumah Sakit Mata Bali Mandara (RSMBM) juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan mata, pemberian kacamata gratis dan operasi katarak secara gratis di Puskesmas I Pekutatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pegadaian Kanwil Bali Nusra Dukung Penuh Kemandirian Nelayan dan Kelestarian Pesisir Lewat Program Nelayan Tangguh di Sumbawa

Published

on

By

nelayan tangguh pegadaian
NELAYAN TANGGUH: PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari secara resmi menutup Program Nelayan Tangguh yang dilaksanakan di Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa pada Kamis (21/5/2026). (Foto: Hms PT Pegadaian)

Sumbawa, NTB, baliilu.com – PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar atau Kanwil Bali Nusra terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan melalui Program Nelayan Tangguh yang dilaksanakan di Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa.

Program yang dijalankan bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari sejak Desember 2025 tersebut resmi ditutup pada Kamis (21/5/2026) dan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Pegadaian dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Program Nelayan Tangguh hadir sebagai upaya mendorong kemandirian masyarakat nelayan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan guna menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Selama pelaksanaan program, PT Pegadaian bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari pemetaan kondisi masyarakat pesisir, pelatihan perikanan berkelanjutan, penguatan kapasitas usaha masyarakat, edukasi pengelolaan sampah pesisir, hingga pembentukan kelompok bank sampah dan forum komunikasi masyarakat pesisir.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa Program Nelayan Tangguh merupakan bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

“Program Nelayan Tangguh diharapkan mampu menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas masyarakat pesisir yang tidak hanya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. PT Pegadaian akan terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi kontribusi Pegadaian dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pelestarian ekosistem laut, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Baca Juga  TP. PKK Provinsi Bali dan TP. PKK Badung Menyapa dan Berbagi di Kelurahan Legian

Sementara itu, Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Pulau Sumbawa, Mustofa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program Nelayan Tangguh, khususnya masyarakat dan tim pendamping program di lapangan.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Labuhan Burung. Potensi desa yang ada diharapkan terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan penutupan program turut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana pendukung kepada kelompok masyarakat sebagai bentuk penguatan keberlanjutan program. Bantuan tersebut meliputi alat monitoring kualitas air, sarana produksi pengolahan hasil perikanan berupa perlengkapan pembuatan pentol ikan, serta perlengkapan pendukung bank sampah untuk edukasi lingkungan di sekolah.

Kegiatan penutupan program dihadiri oleh Kepala Desa Labuhan Burung, Camat Buer, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, BKSDA Wilayah Sumbawa, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah terkait, kelompok masyarakat, serta para penerima manfaat program.

Melalui Program Nelayan Tangguh, PT Pegadaian berharap tercipta masyarakat pesisir yang lebih mandiri, tangguh, dan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai bagian penting dari kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat pesisir. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kembang-Ipat Salurkan Hewan Qurban Merata ke Semua Masjid di Jembrana

Published

on

By

bantuan qurban jembrana
SERAHKAN HEWN QURBAN: Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, Desa Banyubiru, Senin (25/5). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmen dan kehadirannya di tengah masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, Desa Banyubiru, Senin (25/5).

Berbeda dari tahun sebelumnya, formula penyaluran hewan qurban tahun ini sengaja diubah demi mengedepankan asas pemerataan. Jika pada tahun lalu pemerintah daerah membagikan 6 ekor sapi dan 22 ekor kambing untuk 28 masjid, maka tahun ini 69 masjid di Kabupaten Jembrana dipastikan menerima bantuan berupa hewan qurban kambing.

Bupati Jembrana menyampaikan bahwa langkah ini diambil agar kebahagiaan dan perhatian pemerintah dapat dirasakan secara merata oleh seluruh umat muslim di Jembrana. Sejalan dengan perluasan jangkauan tersebut, alokasi anggaran qurban tahun ini juga mengalami peningkatan yang signifikan.

“Pemerintah daerah, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu hadir untuk bisa juga ikut berbagi. Tetapi tahun ini ada yang berbeda. Untuk tahun ini, kita berikan ke semua masjid berupa kambing supaya merata. Dari sisi anggaran tentu naik; kalau dulu Rp 180 juta, sekarang menjadi Rp 246 juta. Ada kenaikan sekitar Rp 66 juta,” ujar Bupati Kembang.

Manfaat dari bantuan ini dirasakan langsung oleh para pengurus masjid. Idrus, perwakilan dari Masjid Nurul Huda Melaya sekaligus penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian berlapis yang diterima umat muslim di Jembrana, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban yang diberikan kepada kami pada Idul Adha 1447 Hijriah ini. Dan juga, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati Jembrana yang telah memberikan sumbangan kambing kepada masjid-masjid di Kabupaten Jembrana,” kata Idrus.

Baca Juga  Dihadiri Gubernur Bali, Ny. Putri Koster Buka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 3 Tahun 2023

Ia menegaskan bahwa bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap umat. Pihaknya berkomitmen untuk mengelola dan mendistribusikan daging qurban tersebut secara adil, tepat sasaran, dan sesuai dengan syariat agama.

Di sisi lain, momentum Idul Adha tahun ini juga membawa berkah tersendiri bagi peternak lokal Jembrana. Ketut Suartini, seorang peternak asal Sumbersari sekaligus pemilik sapi yang terpilih sebagai bantuan qurban Presiden, mengungkapkan rasa bangganya. Sapi yang dirawatnya dengan telaten selama tiga tahun tersebut berhasil mencapai bobot prima.

“Sapi itu saya beli umur sekitar 1 tahun dan saya pelihara selama 3 tahun. Saat awal dicek oleh dinas terkait, bobotnya 630 kg, namun saat penyerahan hari ini timbangannya sudah mencapai 680 kg,” jelas Suartini.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana dalam menjaga kesehatan ternak menjadi kunci keberhasilannya. Berkat rekam jejaknya sebagai penyedia sapi berkualitas, dinas terkait merekomendasikan sapinya untuk dipinang sebagai hewan qurban Presiden RI.

Melalui penyerahan bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap semangat berbagi di hari raya kurban dapat mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta membawa keberkahan bagi kemajuan seluruh masyarakat Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Buleleng Dorong Pengadaan Digital Transparan melalui KKI dan E-Katalog V6

Published

on

By

pemkab buleleng
SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 yang digelar Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Buleleng di Ruang Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (25/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 yang digelar Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Buleleng di Ruang Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (25/5).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan seluruh perangkat daerah agar mampu beradaptasi dengan sistem pengadaan elektronik yang semakin terintegrasi dengan sistem keuangan daerah.

Kepala Bagian PBJ Setda Buleleng, I Made Suwitra Yadnya, mengungkapkan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terkait penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah atau KKI di Buleleng.

“Tujuan dari diselenggarakannya sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan dalam penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) atau KKI di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan KKI menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital di sektor pengadaan barang dan jasa. Sistem pembayaran non-tunai tersebut dinilai mampu mempercepat proses administrasi keuangan sekaligus meningkatkan transparansi penggunaan anggaran daerah.

Melalui sistem yang terintegrasi secara digital, proses transaksi pengadaan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efisien. Selain itu, digitalisasi pembayaran juga dinilai mampu meminimalkan potensi kesalahan maupun penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Pemkab Buleleng juga menjalin sinergi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali serta sejumlah marketplace lokal. Kolaborasi itu diharapkan dapat membangun ekosistem pengadaan digital yang lebih optimal di lingkungan pemerintah daerah.

Baca Juga  Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Buleleng

Keterlibatan marketplace lokal juga membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Buleleng untuk ikut terlibat dalam pengadaan pemerintah. Dengan demikian, belanja pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat lokal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca