Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster dan Wagub Tjok. Oka Sukawati Haturkan Bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih

Krama Bali ‘Applause’ Pelayanan di Besakih Berkat Kerja Gubernur Koster Membangun Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster mundut Ida Bhatara saat upacara bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih pada, Rabu (Buda Paing, Wayang) 26 April 2023. (Foto: ist)

Karangasem, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Ida Dalem Semara Putra menghaturkan bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih yang didampingi oleh Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama RI, I Nengah Duija, Bupati Karangasem Gede Dana, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wabup Bangli I Wayan Diar, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta, Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika beserta Krama Bali pada, Rabu (Buda Paing, Wayang) 26 April 2023 yang ditandai dengan Nuwek Bagia Pula Kerthi.

Bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih dipuput oleh Ida Pedanda Made Jelantik Sidemen dari Griya Sidemen, Karangasem, Ida Pedanda Gede Manu dari Griya Muncan, Karangasem, dan Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun dari Kedatuan Kawista Belatungan Pupuan, Tabanan. Sebelum bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh dilaksanakan, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mesolah Topeng Sidakarya.

gubernur koster
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: ist)

Dalam sambrama wacana-nya, Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Sulinggih, Pemangku, Jajaran Kepolisian, Pecalang yang telah dengan tulus ngaturang ngayah melancarkan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih. Apresiasi pula diberikan untuk pamedek yang telah tertib dan disiplin menjalankan Surat Edaran Nomor: 03 Tahun 2023 tentang Tatanan Baru bagi Pamedek/Pengunjung Saat Memasuki dan Berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih Selama Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

Baca Juga  Sekjen Hanura Sebut Gubernur Koster Pimpin Bali dengan Gagasan Brilian

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan rasa syukurnya dihadapan Hyang Widhi Wasa, karena sebelum Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menjelaskan Program Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih yang dilaksanakannya dengan menggunakan dana APBD Semesta Berencana Provinsi Bali dan APBN Kementrian PUPR telah selesai dibangun dengan terwujudnya fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Sehingga saat Karya ini berlangsung, para Pamedek merasakan nyaman dan aman menuju dan tiba di Pura Agung Besakih, serta kondisi parkir kendaraan juga dirasakan sudah tertata rapi.

Selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, titiang terus memantau setiap hari pelayanan para petugas ke Pamedek yang tangkil ke Pura Agung Besakih melalui CCTV. Dari pagi sampai malam hari Saya ikuti, begitu ada hal yang tidak beres dalam pelayanan di Besakih titiang langsung telepon, termasuk kalau ada kemacetan saat Pamedek membludak tangkil, titiang langsung koordinasikan ke Pak Kapolda Bali, astungkara langsung lancar. “Suksma Bapak Kapolda Bali beserta jajarannya di Polres Karangasem, Polres Bangli dan Polres Klungkung,” ujar orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, jumlah Pamedek yang tangkil ke Pura Agung Besakih sampai hari ini lebih dari 700 ribu orang, dan menurut penuturan Bendesa Adat Besakih bahwa tahun ini lebih banyaknya yang tangkil dari tahun sebelumnya, karena ada yang ingin tahu secara langsung Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Kemudian untuk kendaraan yang datang ke Besakih selama 21 hari, jumlahnya hampir mencapai 125.000, dimana roda dua lebih dari 36.000, roda empat lebih dari 85.000, bus lebih dari 2.000, dan truck hanya 3 yang ke Besakih dengan sirkulasi parkir berjalan dengan lancar. “Jadi, Saya sedang menguji sistem pelayanan ini, sehingga tahun depan harus lebih baik lagi pelayanannya,” kata Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Baca Juga  Respons Keluhan Wisatawan Asing, Wagub Cok Ace Cek Langsung Terminal Kedatangan Internasional

Untuk kebersihan, Saya pantau langsung ketertiban Pamedek, ada yang sudah tertib, habis makan sampahnya dimasukkan kembali ke tas kantong, tetapi ada juga kasus yang membuang sampah di tangga parkir. Begitu juga mengenai larangan menggunakan tas plastik sekali pakai, tercatat di hari pertama pada tanggal 5 April 2023 cukup banyak ada Pamedek yang menggunakan tas plastik, namun beberapa hari selanjutnya sudah berkurang penggunaan tas plastik setelah panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh menertibkan Pamedek yang membawa tas plastik harus dilepas dari area Manik Mas, sehingga penggunaan tas plastik dan sampah plastik di kawasan suci Beskaih ini sudah mulai berkurang.

Petugas yang terlibat dalam Karya Ida Bhatara Turun Kabeh mencapai 940 orang yang terdiri dari Kepolisian 431 orang, Instansi Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Karangasem, PLN, Perbankan dan Organisasi lainnya yang mencapai 509 orang. Ada juga yang berpartipasi untuk memberikan pelayanan service kendaraan, tercatat sebanyak 387 unit kendaraan yang diservice gratis di Terminal Kedungdung. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan di Pos Pelayanan Kesehatan yang jumlahnya mencapai 1.210 orang.

koster
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayen Danu Putra nuwek Bagia Pule Kerthi rangkaian Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, Rabu (26/4/2023). (Foto: ist)

Dari keseluruhan pelayanan yang didapatkan, Pamedek selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih secara umum menyampaikan telah berjalan lancar, aman, nyaman, damai, tertib, indah dan membahagiakan. “Pamedek juga ada yang memberikan penilaian luar biasa terhadap adanya fasilitas Kawasan Suci di Pura Agung Besakih,” jelas Gubernur Koster seraya menyatakan fasilitas toilet yang disediakan di Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih adalah gratis untuk Pamedek dan Pengunjung, kalau dulu orang yang ke toilet harus bayar dari Rp. 3.000 sampai Rp. 5.000.

Mengakhiri sambrama wacana-nya, Gubernur Bali menegaskan bahwa setelah Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, titiang akan meneruskan sistem yang diterapkan di Besakih ini atau dijadikan model untuk semua Pura Sad Kahyangan, Dang Kahyangan, dan Dang Kahyangan Desa supaya Kita semua tertib. “Sanggup apa tidak?” tanya Gubernur Koster yang dijawab oleh Krama Bali dengan nada sanggup sembari Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mendapat apresiasi dan applause tepuk tangan dari Krama Bali yang hadir sembahyang.

Baca Juga  Gubernur Koster Uraikan Bali Masa Kini, Nama Ketut Terancam Punah

Ketua Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2023, Jro Mangku Widiartha menyampaikan ucapan terimakasih kepada Sulinggih, Pemangku, Gubernur Bali Wayan Koster beserta Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali yang dengan tulus menghaturkan ngayah selama Karya hingga sukses. “Keseluruhan prosesi sudah berjalan dengan baik dan lancar. Prosesi penyineban yang dipuput oleh Sulinggih secara umum mengandung makna ucapan terimakasih yang luar biasa kepada Ida Bhatara yang ber-stana di Pura Agung Besakih. “Persembahan yang dilakukan diharapkan Ida Sesuhunan sami memberikan suatu limpahan pada umat berupa kesejahteraan, kerahayuan, dan dirgayusa, serta memberikan amertha pada Kita semua,” tutup Jro Mangku Widiartha. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Laksanakan Prosesi ‘’Ngeratep’’ di Pura Maha Widya Mandira Unhi Denpasar

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Respons Keluhan Wisatawan Asing, Wagub Cok Ace Cek Langsung Terminal Kedatangan Internasional

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Respons Keluhan Wisatawan Asing, Wagub Cok Ace Cek Langsung Terminal Kedatangan Internasional

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Paparkan Kesiapan Bali apabila Pariwisata Dibuka untuk Wisatawan Mancanegara Dalam Waktu Dekat

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca