Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster dan Wagub Tjok. Oka Sukawati Haturkan Bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih

Krama Bali ‘Applause’ Pelayanan di Besakih Berkat Kerja Gubernur Koster Membangun Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster mundut Ida Bhatara saat upacara bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih pada, Rabu (Buda Paing, Wayang) 26 April 2023. (Foto: ist)

Karangasem, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Ida Dalem Semara Putra menghaturkan bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih yang didampingi oleh Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama RI, I Nengah Duija, Bupati Karangasem Gede Dana, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wabup Bangli I Wayan Diar, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta, Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika beserta Krama Bali pada, Rabu (Buda Paing, Wayang) 26 April 2023 yang ditandai dengan Nuwek Bagia Pula Kerthi.

Bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih dipuput oleh Ida Pedanda Made Jelantik Sidemen dari Griya Sidemen, Karangasem, Ida Pedanda Gede Manu dari Griya Muncan, Karangasem, dan Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun dari Kedatuan Kawista Belatungan Pupuan, Tabanan. Sebelum bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh dilaksanakan, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mesolah Topeng Sidakarya.

gubernur koster
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: ist)

Dalam sambrama wacana-nya, Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Sulinggih, Pemangku, Jajaran Kepolisian, Pecalang yang telah dengan tulus ngaturang ngayah melancarkan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih. Apresiasi pula diberikan untuk pamedek yang telah tertib dan disiplin menjalankan Surat Edaran Nomor: 03 Tahun 2023 tentang Tatanan Baru bagi Pamedek/Pengunjung Saat Memasuki dan Berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih Selama Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

Baca Juga  Bertemu Presiden Rusia di Moskow, Presiden Prabowo Utus Fadli Zon Buka PKB Ke-47, Jubir Gubernur Koster Ungkap Fakta

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan rasa syukurnya dihadapan Hyang Widhi Wasa, karena sebelum Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menjelaskan Program Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih yang dilaksanakannya dengan menggunakan dana APBD Semesta Berencana Provinsi Bali dan APBN Kementrian PUPR telah selesai dibangun dengan terwujudnya fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Sehingga saat Karya ini berlangsung, para Pamedek merasakan nyaman dan aman menuju dan tiba di Pura Agung Besakih, serta kondisi parkir kendaraan juga dirasakan sudah tertata rapi.

Selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, titiang terus memantau setiap hari pelayanan para petugas ke Pamedek yang tangkil ke Pura Agung Besakih melalui CCTV. Dari pagi sampai malam hari Saya ikuti, begitu ada hal yang tidak beres dalam pelayanan di Besakih titiang langsung telepon, termasuk kalau ada kemacetan saat Pamedek membludak tangkil, titiang langsung koordinasikan ke Pak Kapolda Bali, astungkara langsung lancar. “Suksma Bapak Kapolda Bali beserta jajarannya di Polres Karangasem, Polres Bangli dan Polres Klungkung,” ujar orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, jumlah Pamedek yang tangkil ke Pura Agung Besakih sampai hari ini lebih dari 700 ribu orang, dan menurut penuturan Bendesa Adat Besakih bahwa tahun ini lebih banyaknya yang tangkil dari tahun sebelumnya, karena ada yang ingin tahu secara langsung Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Kemudian untuk kendaraan yang datang ke Besakih selama 21 hari, jumlahnya hampir mencapai 125.000, dimana roda dua lebih dari 36.000, roda empat lebih dari 85.000, bus lebih dari 2.000, dan truck hanya 3 yang ke Besakih dengan sirkulasi parkir berjalan dengan lancar. “Jadi, Saya sedang menguji sistem pelayanan ini, sehingga tahun depan harus lebih baik lagi pelayanannya,” kata Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Baca Juga  Gubernur Koster Uraikan Rumusan Bali Tempo Dulu

Untuk kebersihan, Saya pantau langsung ketertiban Pamedek, ada yang sudah tertib, habis makan sampahnya dimasukkan kembali ke tas kantong, tetapi ada juga kasus yang membuang sampah di tangga parkir. Begitu juga mengenai larangan menggunakan tas plastik sekali pakai, tercatat di hari pertama pada tanggal 5 April 2023 cukup banyak ada Pamedek yang menggunakan tas plastik, namun beberapa hari selanjutnya sudah berkurang penggunaan tas plastik setelah panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh menertibkan Pamedek yang membawa tas plastik harus dilepas dari area Manik Mas, sehingga penggunaan tas plastik dan sampah plastik di kawasan suci Beskaih ini sudah mulai berkurang.

Petugas yang terlibat dalam Karya Ida Bhatara Turun Kabeh mencapai 940 orang yang terdiri dari Kepolisian 431 orang, Instansi Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Karangasem, PLN, Perbankan dan Organisasi lainnya yang mencapai 509 orang. Ada juga yang berpartipasi untuk memberikan pelayanan service kendaraan, tercatat sebanyak 387 unit kendaraan yang diservice gratis di Terminal Kedungdung. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan di Pos Pelayanan Kesehatan yang jumlahnya mencapai 1.210 orang.

koster
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayen Danu Putra nuwek Bagia Pule Kerthi rangkaian Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, Rabu (26/4/2023). (Foto: ist)

Dari keseluruhan pelayanan yang didapatkan, Pamedek selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih secara umum menyampaikan telah berjalan lancar, aman, nyaman, damai, tertib, indah dan membahagiakan. “Pamedek juga ada yang memberikan penilaian luar biasa terhadap adanya fasilitas Kawasan Suci di Pura Agung Besakih,” jelas Gubernur Koster seraya menyatakan fasilitas toilet yang disediakan di Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih adalah gratis untuk Pamedek dan Pengunjung, kalau dulu orang yang ke toilet harus bayar dari Rp. 3.000 sampai Rp. 5.000.

Mengakhiri sambrama wacana-nya, Gubernur Bali menegaskan bahwa setelah Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, titiang akan meneruskan sistem yang diterapkan di Besakih ini atau dijadikan model untuk semua Pura Sad Kahyangan, Dang Kahyangan, dan Dang Kahyangan Desa supaya Kita semua tertib. “Sanggup apa tidak?” tanya Gubernur Koster yang dijawab oleh Krama Bali dengan nada sanggup sembari Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mendapat apresiasi dan applause tepuk tangan dari Krama Bali yang hadir sembahyang.

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Bali Siap Sambut World Tourism Day 2022

Ketua Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2023, Jro Mangku Widiartha menyampaikan ucapan terimakasih kepada Sulinggih, Pemangku, Gubernur Bali Wayan Koster beserta Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali yang dengan tulus menghaturkan ngayah selama Karya hingga sukses. “Keseluruhan prosesi sudah berjalan dengan baik dan lancar. Prosesi penyineban yang dipuput oleh Sulinggih secara umum mengandung makna ucapan terimakasih yang luar biasa kepada Ida Bhatara yang ber-stana di Pura Agung Besakih. “Persembahan yang dilakukan diharapkan Ida Sesuhunan sami memberikan suatu limpahan pada umat berupa kesejahteraan, kerahayuan, dan dirgayusa, serta memberikan amertha pada Kita semua,” tutup Jro Mangku Widiartha. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Bertemu Presiden Rusia di Moskow, Presiden Prabowo Utus Fadli Zon Buka PKB Ke-47, Jubir Gubernur Koster Ungkap Fakta

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Gubernur Koster ‘’Mecapatan tur Megagapan’’ Beras di Terminal Tipe A Mengwi

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bali, Gubernur Koster Tegaskan Terus Lakukan Pembenahan dan Optimalisasi Pengelolaan Aset Daerah

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Swasembada Pangan, Pangdam IX/Udayana Tinjau Optimalisasi Lahan Muntig Karangasem

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Tinjau Lahan Pertanian Muntig
TINJAU LAHAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian, hasil panen, sekaligus menyerap aspirasi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, di Banjar Muntig, sebelum dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan dialog bersama para petani. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam melihat langsung potensi lahan serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani Lahar Sari menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikelola memiliki luas sekitar 30 hektare dengan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga yang tergabung dalam satu kelompok tani. Pihaknya berharap adanya dukungan perluasan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya bibit, guna meningkatkan hasil pertanian serta memperluas pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi Kelompok Tani Lahar Sari serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat. Selain itu, kelompok tani tersebut diketahui telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), sehingga diharapkan dapat semakin mempermudah koordinasi dan pendataan dalam mendukung program pertanian pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, menyampaikan harapannya terhadap dukungan yang diberikan. “Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga, kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Baca Juga  Pesan Tegas Gubernur Koster di Jambore Pramuka Bali 2025: Pramuka Jadi Benteng Karakter Generasi Muda Bali dari Bahaya Judi Online dan Budaya Asing

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kunjungan Pangdam merupakan wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di wilayah.

“Melalui pendampingan, koordinasi, dan sinergi dengan instansi terkait serta kelompok tani, Kodam IX/Udayana terus mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian agar lebih produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” demikian tandas Kapendam. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca