Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Wayan Koster Buka Acara Gebyar PMHD Unwar Ke-12

Gubernur Koster Diapresiasi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Rektor Unwar hingga para Mahasiswa karena Berperan Besar di Bidang Pendidikan dan Jadikan Budaya Bali Sebagai Haluan Pembangunan

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
BUKA GEBYAR PMHD: Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka acara Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa ke-12 pada, Selasa (Anggara Paing, Watugunung) 16 Mei 2023 di Ruang Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Warmadewa. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster diapresiasi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. hingga para mahasiswa di Universitas Warmadewa, karena hadir langsung memberikan motivasi ke para mahasiswa untuk melestarikan budaya Bali yang ditandai dengan membuka acara Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa ke-12 pada, Selasa (Anggara Paing, Watugunung) 16 Mei 2023 di Ruang Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Warmadewa.

Gubernur Bali dalam sambutannya mengapresiasi acara Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa ke-12 ini yang dilaksanakan penuh dengan nuansa budaya Bali, seperti ditampilkannya seni tari lengkap diiringi oleh gamelan hingga para mahasiswa menerapkan penggunaan busana Adat Bali yang sangat sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Penggunaan busana Adat Bali ini juga sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Dalam Pergub Nomor 79 Tahun 2018 ini mengatur penggunaan busana Adat Bali pada Kamis, Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota serta Provinsi Bali. “Busana Adat Bali merupakan salah satu unsur Adat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali yang harus Kita jaga, karena ini merupakan warisan adi luhung dari leluhur Bali,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Fashion busana Adat Bali sangat bagus, elegan dan tidak kalah dengan busana Adat yang ada di daerah Indonesia, sehingga busana Adat Bali harus terus didorong penggunaannya sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 maupun hari – hari penting lainnya di Bali. Dengan menggunakan busana Adat Bali, tidak saja identitas budaya Bali yang ditampilkan menjadi fashion, tetapi berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat Bali sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster Uraikan Bali Masa Kini, Nama Ketut Terancam Punah
koster
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: ist)

“Sekarang fashion busana Adat Bali mulai berkembang, dimana – mana sekarang toko busana Adat Bali semakin banyak dengan menjual produk yang berkualitas,” kata Gubernur Bali jebolan ITB ini seraya menyatakan busana Adat Bali yang dipasarkan harus menggunakan produk lokal Bali.

Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng, lebih lanjut dalam pidatonya mengajak mahasiswa untuk memiliki kepribadian dalam kebudayaan dengan membangkitkan budaya Bali dan mendukung Bali berdikari secara ekonomi dengan memanfaatkan berbagai macam produk lokal branding budaya Bali. “Bali terkenal bukan karena sumber daya alam, tetapi Bali terkenal karena kekayaan, keunikan, keunggulan Adat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali secara Niskala dan Sekala yang harus Kita jaga dan rawat dengan sebaik – baiknya untuk menjadi sumber penghidupan Krama Bali agar Kita bisa berkualitas dan bersaing menghadapi perkembangan dunia global di masa yang akan datang sesuai dengan visi pembangunan Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, dengan menjadikan kebudayaan sebagai Haluan Pembangunan Bali dari hulu sampai hilir,” tegas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini yang disambut tepuk tangan.

Dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, semua kekayaan, keunikan, dan keunggulan budaya Bali Saya bangun agar warisan adi luhung leluhur Bali tersebut secara utuh bisa Kita jaga. Karena ini akan menjadi modal utama Bali dalam pembangunan, sehingga Kita harus sadar, apa yang harus Kita jaga secara bersama – sama di Bali dan tidak boleh Kita lepas dari budaya Bali, apalagi sampai punah. Kalau budaya Bali sampai hilang di Pulau Bali, jangan harap Kita bisa eksis secara berkelanjutan dan bersaing di masa yang akan datang.

Baca Juga  Buka Bazar Pelayanan Publik Kejati Bali di Kuta, Koster Tegaskan Kualitas Layanan Publik Demi Jaga Citra Pariwisata Bali

Saya perlu ingatkan Bali merupakan satu – satunya Provinsi di Indonesia yang masih utuh memiliki Desa Adat sampai sekarang dengan jumlah mencapai 1.493 Desa Adat. Desa Adat inilah yang menjadi benteng untuk menjaga Adat Istiadat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali. “Bali juga merupakan pulau kecil yang memiliki luas sekitar 5.590,15 km2, dengan jumlah penduduk 4,3 juta lebih terdiri atas 8 kabupaten dan 1 kota, 57 kecamatan, 636 desa dan 80 kelurahan,” jelas Gubernur Wayan Koster yang tercatat telah mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali serta Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

koster
Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa dengan mengacungkan dua jari tanda mendukung program yang sudah dilaksanakan Gubernur Bali dan melanjutkan kembali program yang belum tuntas saat membuka acara Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa ke-12 pada, Selasa (Anggara Paing, Watugunung) 16 Mei 2023 di Ruang Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Warmadewa. (Foto: ist)

Mengakhiri sambutannya, Mantan Peneliti Balitbang Depdikbud Republik Indonesia ini mengungkapkan, populasi masyarakat Bali saat ini sedang menurun, karena itu Gubernur Bali mengajak para mahasiswa di Universitas Warmadewa untuk meningkatkan kualitasnya agar memiliki jati diri, integritas dengan harapan di usia mendatang (saat menikah, red) ikut berpartisipasi meningkatkan populasi masyarakat Bali dengan tetap menjaga identitas anak pertama (Putu, Wayan, Gede), anak kedua (Made, Kadek, Nengah), anak ketiga (Komang, Nyoman) dan anak keempat (Ketut).

Rektor Universitas Warmadewa, I Gde Suranaya Pandit mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah melaksanakan pembangunan Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan menjadikan budaya Bali sebagai haluan pembangunan. “Sehingga kegiatan Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa ini harus betul – betul dilaksanakan sebagai langkah nyata untuk melestarikan budaya Bali sesuai dengan visi Bapak Gubernur Bali Wayan Koster,” jelasnya.

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Anak Agung Gede Oka Wisnumurti menyampaikan Universitas Warmadewa sebagai salah satu kampus terbesar di Bali memiliki komitmen untuk terus meningkatkan sumber daya manusia dengan melestarikan kebudayaan Bali yang adi luhung ini, seperti apa yang menjadi harapan Bapak Gubernur Bali. “Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster bukanlah orang baru bagi Universitas Warmadewa. Ketika beliau duduk sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, hanya Bapak Wayan Koster yang bisa mewujudkan Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa ini. Hal itu terbukti, ketika di tengah kesulitan Kita saat itu, ternyata Universitas Warmadewa dengan dukungan Bapak Wayan Koster mampu mendapatkan izin operasional Fakultas Kedokteran. Selanjutnya ada Program Studi Magister Manajemen, Magister Ilmu Hukum, dan Magister Linguistik yang juga dibantu oleh beliau dalam proses kelancaran di Pemerintah Pusat. Sehingga peran Bapak Wayan Koster di bidang pendidikan sangat banyak memberikan kontribusi. Untuk itu, mari Kita dukung program dan kebijakan Bapak Wayan Koster sebagai pemimpin Bali yang betul – betul bekerja nindihin Bali,” tegas Anak Agung Gede Oka Wisnumurti yang disambut tepuk tangan.

Baca Juga  Gubernur Koster Ajak Mahasiswa Pascasarjana FH Unud Perkuat Keilmuan Hadapi Persaingan Global

Ketua Umum PMHD Universitas Warmadewa, I Wayan Sudana dalam laporannya menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan dan bantuan dari Bapak Gubernur Bali Wayan Koster di dalam menyukseskan Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa ke-12. “Acara ini dilaksanakan dari tanggal 16 sampai 19 Mei 2023 dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan serta lomba, diantaranya lomba Utsawa Dharma Gita yang terdiri atas 2 kategori yakni Sloka dan Palawakya untuk tingkat nasional. Selanjutnya debat budaya tingkat nasional, serta lomba Tari Jauk tingkat umum se-Bali dan lomba Nyurat Lontar tingkat SMP dan SMA se-Bali,” lapornya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala BRAN, dan Dua Wakil Kepala Badan

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik Empat Pejabat Negara di Istana Negara
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto melantik empat pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026, yakni Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik empat pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Mereka yakni Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Pengangkatan Listyo Sigit Prabowo dan Dedi Prasetyo didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 105/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Sementara itu, pengangkatan Ariyanto Wibowo dan Muhammad Fadil Imran didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40/M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Kedua Keputusan Presiden tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.

Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan para pejabat yang dilantik. Para pejabat mengucapkan sumpah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada para pejabat yang dilantik.

Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh para pejabat yang dilantik. Rangkaian acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, untuk selanjutnya diikuti oleh para undangan yang hadir.

Baca Juga  Tindaklanjuti Arahan Gubernur Koster, Telkomsel Serahkan Bantuan IOT untuk Pelestarian dan Pengawasan Hutan Mangrove

Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia menggantikan Dudung Abdurachman yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Sementara itu, Dedi Prasetyo sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Ariyanto Wibowo dilantik sebagai Wakil Kepala BPKP dan Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut para pimpinan lembaga negara, Menteri Kabinet Merah Putih, dan sejumlah tamu undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat sebagai Kapolri dan Wakapolri

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pelantikan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat dilakukan dengan berlandaskan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan 97/POLRI Tahun 2026 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Keppres tersebut ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Oktober 2026.

Pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen para pejabat yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.

“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Tribrata dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada pejabat yang dilantik.

Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta, 14 Juli 1973. Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sebelum dilantik sebagai Kapolri, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional sejak 25 Agustus 2025.

Sementara Wahyu Hadiningrat lahir di Bandung, 4 Juni 1970. Wahyu merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1992. Sebelumnya, Wahyu menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena Kapolri).

Baca Juga  Koster Genjot PWA, Ajak Stakeholder Jangan Cuek, Mari Gotong-royong Wujudkan Pariwisata Bali Tangguh dan Berkelanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi turut mendapat kenaikan pangkat dalam golongan perwira tinggi Polri. Suyudi memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal Polisi. Selanjutnya, Suyudi akan langsung bertugas sebagai Kapolri untuk menggantikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Pelantikan para pejabat dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh pejabat yang dilantik. Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk selanjutnya diikuti para undangan yang hadir.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut para pimpinan lembaga negara dan sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Denpasar

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Pimpin Apel Hari Kesaktian Pancasila di Denpasar
SAPA VETERAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyapa para anggota veteran usai memimpin apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Denpasar yang digelar di Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (1/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Denpasar yang digelar di Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (1/10).

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, LVRI Kota Denpasar, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta peserta apel yang berasal dari berbagai unsur. Rangkaian apel diawali dengan mengumandangkan lagu-lagu perjuangan. Kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila oleh Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.

“Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian kutipan akhir Ikrar Hari Kesaktian Pancasila yang dibacakan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede di hadapan seluruh peserta apel.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila merupakan refleksi dan bentuk penghormatan terhadap seluruh pejuang yang telah gigih mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Pelaksanaan peringatan ini diharapkan mampu menanamkan ajaran Pancasila sebagai dasar negara serta sebagai ideologi bangsa.

“Saya berharap para generasi muda mampu mengimplementasikan ajaran Pancasila sebagai ideologi negara dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Arya Wibawa.

Pihaknya juga mengajak semua pihak untuk menjadikan Pancasila sebagai panduan dalam menciptakan persatuan bangsa. Hal ini sesuai dengan spirit Pemerintah Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.

Baca Juga  Gubernur Koster Uraikan Bali Masa Kini, Nama Ketut Terancam Punah

“Sehingga secara berkelanjutan dapat mewujudkan Denpasar Maju yang sejalan dengan Pancasila sebagai perekat bangsa menuju Indonesia Emas,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca