Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster Resmikan Kawasan Produksi Produk Bedetan Perancak

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster Dorong Olahan Ikan dan Pindang Menjadi Ciri Khas Jembrana

Loading

BALIILU Tayang

:

ny koster
BEDETAN PERANCAK: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama selepas meresmikan Kawasan Produksi Produk Bedetan Perancak Jembrana Kerthi Bali Research Center, di Perancak - Jembrana, Bali, Jumat (2/6). (Foto: ist)

Jembrana, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengajak anggota Kelompok Wanita Tani Bedetan Perancak untuk tetap menjaga sinergitas dan kerja sama dengan nelayan dan stakeholder terkait dalam mengembangkan produksi bedetan (olahan ikan lemuru yang dikeringkan) di Perancak. Hal ini disampaikan dalam sambutannya sesaat sebelum meresmikan Kawasan Produksi Produk Bedetan Perancak Jembrana Kerthi Bali Research Center, di Perancak – Jembrana, Bali, Jumat (2/6).

“Mari kita jaga produksi bedetan dari Perancak ini sebagai ciri khas Jembrana yang hanya bisa ditemukan dan didapatkan di wilayah Jembrana saja. Namun, selain jumlah produksi yang mampu memenuhi permintaan, kualitas rasa, kebersihan dan packaging produk juga menjadi upaya penting untuk dapat mempertahankan pasar,” kata Ny. Putri Koster.

Dijelaskannya lagi, TP PKK Bali tidak bisa bergerak sendiri, oleh karenanya perlu menggandeng segenap stakeholder terkait dalam mengembangkan wilayah dan daerah yang memiliki harapan untuk dikembangkan, salah satunya Kabupaten Jembrana. Dimana Kabupaten yang terletak di ujung barat pulau Bali ini memiliki potensi dalam mengembangkan hasil alam berupa pengolahan ikan dan pindang, yang nantinya dapat dijadikan sebagai bahan dari sumber makanan, baik itu berupa olahan ikan kering, kerupuk bahkan yang bentuk lainnya. Terlebih ikan menjadi salah satu sumber protein dalam tubuh yang berfungsi mencerdaskan otak. Selain pemenuhan gizi, ikan juga diharapkan mampu memberikan efek positif bagi perputaran perekonomian masyarakat setempat, sehingga mampu berdampak bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

ny koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat mendengarkan cara pengolahan produk Bedetan Perancak Jembrana Kerthi Bali Research Center, di Perancak – Jembrana, Bali, Jumat (2/6). (Foto: ist)

“Mengolah sumber daya alam berupa ikan tentu saja sangat bagus untuk memperkuat perekonomian keluarga, namun lebih penting lagi apabila pemenuhan kebutuhan pangan berupa ikan itu terlebih dahulu mampu berfungsi untuk menunjang pemenuhan kebutuhan hidup kita, sehingga apabila kita sudah cukup terpenuhi kebutuhan makanan kita, maka produksi untuk memutar ekonomi keluarga melalui produksi ikan dan kemudian dipasarkan bahkan ekspor tentu sangat baik,” tegas Ny. Putri Koster yang aktif mengawal pengembangan produk UMKM di Bali.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Sosialisasikan Cegah Penyakit dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

“Saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang tidak lain adalah milik warga se-Bali tentu akan memposisikan diri untuk selalu Ing Ngarso Sung Tulodo yakni harus mampu memberikan suri tauladan bagi semua orang. Selain itu untuk memosisikan diri di tengah yakni Ing Madyo Mbangun Karso, mampu menjadi seseorang yang di tengah kesibukannya tetap mampu membangkitkan atau menggugah semangat semua orang, salah satunya mampu menyerap permasalahan yang terjadi sehingga mampu mencari dan memenuhi hal yang diperlukan warga. Dan selanjutnya menjadi  Tut Wuri Handayani dimana saya harus mampu memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang bagi seluruh masyarakat terutama pelaku UMKM se-Bali,” ungkap Ny. Putri Koster.

“Dengan melibatkan para cendekiawan dari Perguruan Tinggi dalam rangka mencari prospek kemajuan yang ada, maka upaya dan cara menghubungkan mereka dengan pihak-pihak yang mampu bersinergi untuk mengerjakan secara bertanggung jawab dapat dilakukan dengan maksimal,” imbuh Ny. Putri Koster.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jembrana Ny. Gusti Ayu Ketut Candrawati Tamba pada kesempatan ini menjelaskan bahwa Perancak yang berada di pesisir laut memiliki potensi penghasil ikan yang memadai, sehingga sebagian besar penduduknya adalah petani dan istri-istri mereka memiliki keahlian dalam mengolah ikan. Saat ini mereka sudah mampu mengolah dan memproduksi bedetan 300 kg atau tiga kuintal per hari. Hal ini tentu memberi angin segar untuk Kabupaten Jembrana menambah jenis UMKM yang ada.

“Sekalipun Jembrana dengan 122 sentra tenun belum mampu menjadi pusat pariwisata, namun dengan diresmikannya kawasan produksi produk yang bersumber dari olahan ikan, diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pengembangan UMKM/ IKM yang ada di Jembrana,” ungkap Bupati Tamba.

Baca Juga  Sambut Hari Raya Nyepi, Ny. Putri Koster Menyapa dan Berbagi kepada Lansia DPD Pepabri

Ditambahkan oleh Ketua Panitia Kegiatan yang juga merupakan anggota Kerthi Bali Research Center Unhi, I Putu Fery Karyada mengatakan bahwa tempat ini merupakan CSR dari BCA dalam bentuk tiga (3) bangunan, yakni berupa bangunan untuk memroses pembersihan dan pengolahan ikan, bangunan Solar Dryer Dome yang berfungsi untuk mengeringkan ikan dengan suhu 70 Derajat Celcius, dan satunya lagi berupa bangunan packaging. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Gubernur Koster bersama Ny. Putri Koster Hadiri Pisah Sambut Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dengan Mayjen TNI Sonny Aprianto

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Harap Puteri Cilik dan Remaja Bali 2021 Jadi Duta Anti Narkoba

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Harap Puteri Cilik dan Remaja Bali 2021 Jadi Duta Anti Narkoba

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Swasembada Pangan, Pangdam IX/Udayana Tinjau Optimalisasi Lahan Muntig Karangasem

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Tinjau Lahan Pertanian Muntig
TINJAU LAHAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian, hasil panen, sekaligus menyerap aspirasi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, di Banjar Muntig, sebelum dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan dialog bersama para petani. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam melihat langsung potensi lahan serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani Lahar Sari menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikelola memiliki luas sekitar 30 hektare dengan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga yang tergabung dalam satu kelompok tani. Pihaknya berharap adanya dukungan perluasan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya bibit, guna meningkatkan hasil pertanian serta memperluas pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi Kelompok Tani Lahar Sari serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat. Selain itu, kelompok tani tersebut diketahui telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), sehingga diharapkan dapat semakin mempermudah koordinasi dan pendataan dalam mendukung program pertanian pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, menyampaikan harapannya terhadap dukungan yang diberikan. “Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga, kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Sosialisasikan Cegah Penyakit dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kunjungan Pangdam merupakan wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di wilayah.

“Melalui pendampingan, koordinasi, dan sinergi dengan instansi terkait serta kelompok tani, Kodam IX/Udayana terus mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian agar lebih produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” demikian tandas Kapendam. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca