Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster bersama Ny. Putri Koster Hadiri Pisah Sambut Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dengan Mayjen TNI Sonny Aprianto

BALIILU Tayang

:

de
PISAH SAMBUT: Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ny. Putri Suastini Koster saat acara pisah sambut Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dengan Mayjen TNI Sonny Aprianto pada, Rabu (Buda Wage, Menail) 2 Februari 2022 malam di Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menghadiri acara pisah sambut Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dengan Mayjen TNI Sonny Aprianto pada, Rabu (Buda Wage, Menail) 2 Februari 2022 malam di Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar.

Acara pisah sambut Pangdam IX/Udayana juga dihadiri oleh Gubernur NTB, Sekda NTT, Kejati Bali, Kapolda Bali, Kapolda NTB, Kapolda NTT, dan Forkopimda di Provinsi Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, ‘’Saya menghaturkan terimakasih kepada Bapak Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, karena selama tugasnya sebagai Pangdam IX/Udayana di Bali sangat bagus sekali kerja samanya di dalam  menangani pandemi Covid-19 bersama Kapolda dan Kejati Bali. Astungkara pandemi Covid-19 di Bali bisa ditangani dengan baik, vaksinasinya juga berjalan dengan sangat baik dan lancar, sehingga Bali pencapaian vaksinasinya sangat tinggi.’’

“Saya juga menghaturkan selamat kepada Bapak Maruli, karena sudah dilantik sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad),” ujar Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Gubernur Bali pula menilai Mayjen TNI Maruli Simanjuntak merupakan sosok yang sangat rajin mengurusi air di daerah-daerah yang sulit dijangkau masyarakat, seperti di Buleleng dan di Karangasem. “Jadi beliau telah melakukan tugas yang sangat mulia untuk masyarakat Bali, untuk itu saya atas nama pemerintah dan masyarakat Bali menghaturkan terima kasih kepada Bapak Mayjen TNI Maruli Simanjuntak,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini sembari menyatakan sekali lagi selamat atas jabatan yang baru, semoga dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, dan jangan lupa Bali, selalu ingat Bali, meskipun sudah di Jakarta, seringlah ke Bali, supaya hotel ini bisa ramai kembali.

Baca Juga  Gubernur Koster Tegaskan Bali Harus Dibangun Bersama, Gotong-royong dan Buang Ego Sektoral

Orang nomor satu di Pemprov Bali ini dalam pidatonya kemudian menyampaikan ucapan selamat dan harapan kepada Pangdam IX/Udayana yang baru dilantik, Mayjen TNI Sonny Aprianto. “Selamat, mudah – mudahan Bapak Pangdam sukses menjalankan tugas, dan saya berharap kepada Bapak Mayjen TNI Sonny Aprianto untuk bisa meneruskan apa yang sudah menjadi kultur kerja di Kodam IX/Udayana beserta jajaran untuk bersama-sama membangun Bali sesuai dengan tupoksi kita masing-masing, khususnya menangani pandemi Covid-19, seperti kasus Omicron yang mulai muncul di Bali,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengingatkan kepada Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Sonny Aprianto beserta seluruh Forkopimda di Provinsi Bali untuk secara bersama-sama menyukseskan rangkaian G20 yang ada di Pulau Dewata.  “Ada sejumlah pertemuan internasional di Bali, yaitu bulan Maret akan berlangsung pertemuan Parlemen se-Dunia, hingga ada pertemuan Pengurangan Resiko Kebencanaan Dunia di bulan Mei, dan yang sangat penting serta strategis buat Indonesia dan Bali adalah akan berlangsungnya pertemuan G20. Nah itulah sebabnya, sesuai arahan Bapak Presiden kepada saya sebagai Gubernur, dan juga kepada Bapak Pangdam, Kapolda, dan Kajati agar menjaga Bali supaya pandeminya bisa ditangani dengan baik. Ini tanggung jawab besar, tidak saja dari segi pandemi, namun dari berbagai bentuk permasalahan, tantangan yang mungkin terjadi, baik secara internal maupun eksternal supaya diantisipasi secara bersama-sama dan memastikan agar Bali ini kondusif, sehingga pertemuan G20 bisa berjalan dengan lancar, nyaman, aman, damai, dan sukses. Karena ini akan menentukan tingkat kepercayaan peserta dalam mengikuti rangkaian G20,” jelasnya.

Sementara itu, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dalam sambutannya menyatakan kami merasa nyaman sekali bekerja di Bali – Nusra (Nusa Tenggara) ini, walaupun di tengah pandemi luar biasa, tapi justru itu menciptakan kedekatan kami dengan Forkopimda dalam bekerja. “Saya mengucapkan terima kasih banyak. Mungkin katanya, saya bisa mendapatkan jabatan baru karena prestasi. Tapi saya yakin, itu semua berkat dukungan Bapak/Bapak semua yang ada di Forkopimda Bali – Nusra, sehingga saya bisa menjalankan tugas dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Gelar Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi Secara Marathon di Karangasem

Sedangkan Mayjen TNI Sonny Aprianto dalam sambutannya memperkenalkan diri sebagai Pangdam IX/Udayana. Saya di sini meneruskan tongkat estafet Pangdam IX/Udayana, dimana sebelumnya saya menjabat di Badan Intelijen Negara dan bertugas sebagai Komandan Pusat Intelijen Angkatan Darat. Untuk itu, saya memohon kepada Bapak Gubernur Bali, NTB, dan NTT agar dapat menerima kami sebagai warga Bali – Nusra. “Saya berharap apa yang telah diberikan oleh Bapak Maruli selama ini, dapat kita lanjutkan dengan bekerja sama antar-Pemerintah Daerah Provinsi dengan jajaran Kodam IX/Udayana untuk kemajuan daerah Bali, NTB, dan NTT,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gedong Kirtya Gelar Pameran Kawisesan, Kenalkan Warisan Pengetahuan Leluhur Bali

Published

on

By

Pameran Kawisesan di Museum Sunda Ketjil
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.

Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)

Baca Juga  Pesan Tegas Gubernur Koster di Jambore Pramuka Bali 2025: Pramuka Jadi Benteng Karakter Generasi Muda Bali dari Bahaya Judi Online dan Budaya Asing

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Evaluasi Progres APBD 2026, Bupati Badung Minta Perangkat Daerah Fokus Solusi Isu Strategis, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Published

on

By

Rapat Evaluasi APBD Badung 2026
RAPAT EVALUASI: Bupati Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba dan Asisten II Made Agus Aryawan saat rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan agar seluruh jajaran perangkat daerah tidak sekadar mengejar angka realisasi anggaran secara administratif. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut harus mampu menyentuh langsung dan menuntaskan berbagai isu strategis yang dihadapi oleh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wayan Adi Arnawa seusai memimpin rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 Periode Januari – September 2026. Rapat kerja ini berlangsung di Ruang Rapat Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (20/10). Kegiatan evaluasi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB Surya Suamba, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, serta Camat se-Kabupaten Badung.

Berdasarkan paparan dalam rapat, realisasi penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPD) pada triwulan ketiga tahun 2026 tercatat cukup baik dengan capaian 89,23%. Kendati mengapresiasi capaian kuantitatif tersebut, Bupati mengingatkan bahwa kualitas dan dampak langsung program kerja jauh lebih krusial.

“Jangan hanya disuguhkan pada angka-angka realisasi seperti sekarang ini, tetapi nyatanya beberapa isu tidak tersentuh. Kita bergerak untuk mengatasi isu, bukan hanya membuat kegiatan yang sekadar mengulang apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” tegas Adi Arnawa.

Bupati juga membeberkan sejumlah isu strategis mendasar yang kini menjadi atensi utama Pemkab Badung demi mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Isu-isu prioritas tersebut meliputi penanganan kemacetan lalu lintas, pemenuhan akses air bersih, pengelolaan sampah, pengendalian alih fungsi lahan, hingga penanganan kriminalitas dan keamanan daerah.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah daerah sudah sangat jelas. Karena itu, dibutuhkan kepekaan serta pemahaman mendalam dari seluruh aparatur untuk merespons persoalan riil di lapangan. Ia meyakini, penanganan optimal pada isu dasar ini otomatis akan menaikkan kualitas daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Pesan Tegas Gubernur Koster di Jambore Pramuka Bali 2025: Pramuka Jadi Benteng Karakter Generasi Muda Bali dari Bahaya Judi Online dan Budaya Asing

Untuk mengawal jalannya instruksi ini, Bupati Adi Arnawa memerintahkan Sekda beserta para Asisten Setda Badung untuk melakukan pemantauan dan evaluasi komprehensif. Hasil evaluasi ini wajib menjadi landasan utama dalam penyusunan APBD 2026 berjalan hingga perancangan APBD 2027 mendatang, agar alokasi anggaran benar-benar berfungsi sebagai pemecah masalah (problem solver).

“Untuk apa kita membuat kegiatan anggaran di dalam APBD di dalam tahun berikutnya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tujuannya kita kan menyelesaikan masalah,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa evaluasi ini mencakup progres pengadaan barang/jasa, pelaksanaan fisik, hingga realisasi keuangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh capaian kinerja selaras dengan target serta anggaran kas yang telah ditetapkan.

“Selanjutnya kami mohon arahan Bapak Bupati terkait dengan terkait dengan identifikasi dan evaluasi deviasi fisik dan keuangan. selanjutnya langkah-langkah pemenuhan deviasi fisik dan deviasi keuangan. Serta pada bulan November kami agendakan untuk kunjungan kerja di triwulan keempat untuk melihat langsung progres di lapangan. Sebagai laporan, tim pengadaan pembangunan secara rutin sudah melakukan monitoring dan pengawasan lapangan, terutama terhadap program dan kegiatan strategis yang menjadi prioritas Pemkab. Badung,” papar I Made Agus Aryawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua TP PKK Badung Serahkan Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba

Published

on

By

Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dinas Perikanan Kabupaten Badung mengembangkan program Kampung Lele di Desa Darmasaba untuk mendukung pengembangan potensi perikanan budidaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini disinergikan dengan program BERLIAN (Beternak Lele untuk Kemandirian dan Nutrisi Anak) guna mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta memenuhi gizi anak.

Sebagai bentuk dukungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). Penyerahan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan mengoptimalkan potensi desa.

Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa budidaya ikan lele memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga. “Melalui bantuan sarana budidaya ikan lele ini, kami berharap kelompok pembudidaya dapat semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Potensi lokal yang dimiliki desa perlu terus dioptimalkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Badung, Pemerintah Desa Darmasaba, dan Pokdakan dalam menjalankan program Kampung Lele yang terintegrasi dengan program BERLIAN. “Program BERLIAN tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha budidaya ikan lele, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi contoh pemanfaatan potensi desa yang produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Perbekel Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dinilai membuka peluang kerja baru tersebut. Ia menjelaskan, pembudidaya setempat juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah daging tidak terpakai sebagai bahan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi.

Baca Juga  Gubernur Koster dan Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Mamungkah Desa Adat Peguyangan

Pihaknya berharap dukungan pemerintah ke depan dapat mencakup bantuan peralatan pembuatan pakan serta koordinasi dengan sektor koperasi dan perindustrian. Hal ini penting agar pengembangan Kampung Lele mencakup seluruh rantai usaha dari budidaya, pasca panen, hingga pemasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Perikanan Badung Nyoman Suardana, Pengurus TP PKK Kabupaten Badung, perwakilan Kecamatan Abiansemal, TP PKK dan kader Posyandu Desa Darmasaba, serta jajaran terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca