Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Talkshow BJCW IV 2023, BI Bali Edukasi Branding UMKM dan Petani Kopi di Bali

BALIILU Tayang

:

bali jagaditha
Talkshow Kopi serangkaian BJCW IV menghadirkan narasumber dari kanan moderator Komang Kopi Kintamani, owner Akasa Speciality Coffee Anita, perwakilan KSU Buah Ketakasi Sidomulyo Jember Usron, dan Ketua Asosiasi Kopi Indonesia Bali (ASKI) Ir. Dwi Atmika Arya Rumawan, MM, Minggu (17/9/2023) di Living World Mall Denpasar. (Foto; gs)

Denpasar, baliilu.com – Saat ini banyak buyer dunia tertarik dengan kopi Bali, banyak memesan kopi dalam jumlah besar. Namun petani Bali justru tidak siap. Saat membuka Talkshow Kopi rangkaian Bali Jagadhita Culture Week (BJCW) 2023 digelar 15-17 September 2023, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Andi Setyo Biwado menyebut potensi ini harus dicari penyebab dan bagaimana jalan keluarnya.

‘’Apakah benar produksi kopi sangat tergantung dengan cuaca sehingga tak ada jaminan soal jumlah produksi. Tentu ini harus dicari penyebabnya serta bagaimana jalan keluarnya,” ujar Andi Setyo Biwado, di Living World Mall, Denpasar pada Minggu, 17 September 2023. Talkshow Kopi menghadirkan narasumber owner Akasa Speciality Coffee, KSU Buah Ketakasi Sidomulyo Jember, Asosiasi Kopi Indonesia Bali (ASKI) dengan moderator Komang Kopi Kintamani.

Andy Setyo Biwado lanjut memaparkan, perkembangan kopi sangatlah pesat. Banyak kafe bermunculan baik skup nasional maupun Bali. “Kami harap talkshow bisa menjawab segmentasi kopi yang paling pas dalam konteks Bali,” tegas Andy seraya mengatakan lewat talkshow BI ingin melihat kopi dari sisi hulu atau produksi.

Anita selaku owner Akasa Speciality Coffee Kintamani menuturkan Akasa dibuka tahun 2018 dengan berlatar belakang Gunung Batur. Dengan memanfaatkan media sosial Instagram, Akasa mengalami booming. Di tengah eforia, Akasa terus berbenah meningkatkan kualitas kopi, bahwa kopi yang spesial tidak hanya pait tetapi memiliki cita rasa. Anita banyak belajar memanggang kopi dengan para master kopi sehingga Akasa memiliki identitas produk dan branding.

talkshow
Talkshow tentang Kopi serangkaian BJCW IB digelar di Living World Mall, Denpasar pada Minggu, 17 September 2023. Talkshow Kopi menghadirkan narasumber owner Akasa Speciality Coffee, KSU Buah Ketakasi Sidomulyo Jember, Asosiasi Kopi Indonesia Bali (ASKI) dengan moderator Komang Kopi Kintamani, dihadiri petani dan UMKM Kopi di Bali. (Foto: gs)

Namun tantangan datang dengan banyaknya bermunculan coffee shop di wilayah Kintamani dengan menggunakan bahan dari roastery ternama dan ada brand kopi internasional. Bahkan semua sosial media membuat konten tentang kopi. Namun Anita menyebut dengan memulai dari meningkatkan kualitas produk, warna logo produk dan diimbangi dengan self branding serta harus melek digitalisasi, maka Akasa bisa terus berkembang. ‘‘Semua ini karena Akasa memanfaatkan Instagram. Seperti sekarang ada Tiktok yang lagi happening yang bisa menghasilkan cuan. Saya promosi 75 persen dapat cuan, 700 juta per bulan dari Tiktok,’’ ucapnya.

Baca Juga  Survei Penjualan Eceran Juni 2025: Momentum Musim Liburan, HBKN Idul Adha, dan TA Baru Dorong Aktivitas Ritel Bali

Komang Kopi Kintamani menggarisbawahi bahwa membangun bisnis kopi harus ada inovasi baik secara produk dan pasar. Kemudian memanfaatkan media sosial seperti Instagram atau Tiktok dan membangun kolaborasi dengan menggandeng petani kopi, prosesingnya, begitu juga master kopi untuk mendevelop kopi yang kita jual.

Usron, perwakilan KSU Buah Ketakasi atau Kelompok Tani Kopi Asli Sidomulya mengatakan bahwa KSU Ketakasi dibentuk tahun 2007 berawal dari kelompok-kelompok petani kopi yang ada di Desa Sidomulyo, Jember. Koperasi dengan luas lahan kebun mencapai 1.372 hektar ini memproduksi kopi Robusta melalui proses pascapanen berstandar internasional untuk menghasilkan mutu biji kopi terbaik. KSU Buah Ketakasi sudah memiliki unit pengolahan hasil kopi sendiri dengan kualitas mesin pengolahan yang baik.

KSU Buah Ketakasi  menerapkan konsep integrated ecofarming system policultur dimana dengan konsep pertanian yang mengintegrasikan beberapa sektor seperti pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan dalam sistem policultur yang dikelola secara terpadu dan berorientasi ekologis. ‘‘Di sini kulit kopi kita proses fermentasi lanjut kita jual untuk pakan ternak dan kotorannya untuk pupuk. Karena dari riset lab bahwa ketika domba dikasi fermentasi kulit kopi menghasilkan lebih dari 2.500 unsur hara untuk tanaman sedangkan tanaman membutuhkan untuk produksitivas maksimal 2.300 unsur hara,‘‘ ujar Usron.

Saat ini omzet KSU Buah Ketakasi dari 500 juta tahun 2007-2010, kemudian 12 miliar tahun 2011-2018, lanjut 48 miliar tahun 2019-2021 dan tahun 2022 mencapai 72 miliar.

Unsron mengungkapkan, apa yang dicapai KSU ini tidak terlepas dari peran Bank Indonesia. Diawali dengan bantuan pipanisasi air bersih sepanjang 4 km dari kaki gunung hingga ke desa tahun 2013, kemudian tahun 2017 bantuan sarana prasarana alat-alat pengolahan kopi, tahun 2019 mendapat bantuan alat transportasi berupa mobil pickup, tahun 2021 mendapat pelatihan enterpreneur Tangguh Jawa Timur dan bantuan mesin roasting untuk proses produksi produk jadi, dan tahun 2022 melakukan pendampingan dan pelatihan intergrated ecofarming total organic MA 11 dan penerapan digital farming.

Baca Juga  Kinerja Positif Sektor Pendukung Pariwisata Dorong Penjualan Ritel di Bali

Usron menyebutkan tantangan ke depan bahwa perlu adanya pusat basis data informasi seputar traceability kopi, perumusan tata niaga kopi melibatkan pemerinah, praktisi kopi serta Bank Indonesia, kemudian pemerintah daerah penghasil kopi agar memiliki lumbung kopi dan berperan sebagai manajemen logistik kopi melalui pengelolaan persediaan, distribusi dan pengendalian harga dan pemerintah sebagai mercusuar baik regulasi, ekonomi dan pasar untuk ekspor kopi agar melibatkan KBRI.

Sementara itu, Ir. Dwi Atmika Arya Rumawan, MM selaku Ketua Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Daerah Bali mengatakan ASKI Bali hadir bertujuan ingin melindungi, mendata produksi kopi Bali yang sebenarnya.  Karena dari situ orang bisa mengetahui luas kebun kopi di Bali, mengetahui potensi kopi di Bali dan ketika mendatangkan buyer tidak terjadi miskomunikasi. Juga ingin mengedukasi para petani bersama lembaga terkait seperti BI.

Dwi Atmika menegaskan bahwa petani kopi harus diperhatikan dan diberikan subsidi silang. Karena dia menanam kopi walaupun harga kopi tidak tinggi. Dengan nilai subsidi yang diberikan berarti akan memotivasi petani untuk menanam kopi. Karena petani kopi adalah pionir-pionir konservasi, pionir penjaga alam. Dengan petani menanam kopi di daerah pegunungan berarti petani turut melindungi udara, air dan tanah yang dinikmati oleh manusia di daerah dataran rendah, pesisir.

Kalau tanaman kopi masih utuh di daerah pegunungan maka petani menanam pohon penaung. Tanaman penaung akarnya jauh lebih di bawah dari tanaman kopi. Oleh karenanya disana akan terjadi proses konservasi. Tanaman kopi mempunyai fungsi hidrologis dan hidrokospis. Ketika fungsi hidrologisnya dimanfaatkan oleh tanaman kopi, akarnya bisa menyerap air yang ada di tanah dan menyimpan dan ketika musim kemarau bisa melepaskan airnya perlahan-lahan.  

Baca Juga  Sinergi TPID Kabupaten Badung, Jaga Stabilitas Harga 2023

‘‘Harga kopi 50 ribu sampai 100 ribu per cangkir gak mahal, karena ini akan diberikan kepada petani di pegunungan sebagai konsekuensi melindungi di daerah pegunungan sehingga dengan tanaman kopi ini terjadi simbiose mutualistis,‘‘ ujarnya.

Sedangkan fungsi hidrokospis dimana kopi menyerap bau-bauan sehingga kopi disebutkan mempunyai kekhasan cita rasa tersendiri. Ini fungsi spesifik dari tanaman kopi tidak hanya bijinya tetapi dari akar batang sampai daunnya.

talkshow
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Andi Setyo Biwado menyerahkan kenang-kenangan kepada narasumber dan moderator. (Foto: gs)

Dengan demikian, moderator Komang Kopi Kintamani menekankan, bahwa kopi itu tak perlu abu-abu tetapi perlu tata niaga yang jelas. Kopi tidak melulu tentang cita rasa dan bisnis tetapi ada perlindungan terhadap alam yang menjadi tugas petani kita dan kita menjadi penikmat kopi sudah sewajarnya memberikan apresiasi terhadap kopi itu sendiri.

Di akhir acara dimeriahkan kuis dan ditutup penyerahan kenang-kenangan kepada narasumber oleh Andy Setyo Biwado.

Usai talkshow selanjutnya petang harinya BJCW IV secara resmi ditutup. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Proyek Pembangunan PSEL Denpasar Raya Resmi Dimulai

Walikota Jaya Negara Sampaikan Terima Kasih kepada Pemerintah Pusat, Jadi Solusi Penanganan Sampah Berkelanjutan

Loading

Published

on

By

psel denpasar
HADIRI GROUNDBREAKING: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri seremoni peresmian pembangunan (groundbreaking) yang ditandai dengan menuangkan sampah ke tempat pembuangan sampah di Kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan di Bali memasuki babak baru. Proyek Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya resmi dimulai melalui seremoni peresmian pembangunan (groundbreaking) yang ditandai dengan menuangkan sampah ke tempat pembuangan sampah di Kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7/2026). Proyek strategis ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di kawasan aglomerasi Denpasar Raya sekaligus mendukung ketahanan energi melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Peresmian pembangunan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CEO Danantara Investment Management Pandu Patria Sjahrir, Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa.

Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta jajaran kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

Selain peresmian pembangunan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Penandatanganan Sponsorship Agreement antara PLN dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL serta Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) antara PLN dan BUPP PSEL sebagai bagian dari penguatan kerja sama dalam pengembangan energi berbasis pengolahan sampah.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu prioritas pembangunan yang memerlukan dukungan dan sinergi seluruh pihak. Kehadiran fasilitas PSEL Denpasar Raya diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan melalui teknologi modern yang tidak hanya mengurangi timbulan dan timbunan sampah, namun juga menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Survei Penjualan Eceran Juni 2025: Momentum Musim Liburan, HBKN Idul Adha, dan TA Baru Dorong Aktivitas Ritel Bali

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan dan komitmennya sehingga pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat direalisasikan. Ini menjadi angin segar dalam mendukung penanganan persampahan sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi yang bernilai,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut Jaya Negara berharap pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat berjalan sesuai rencana dengan mengedepankan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna. Dengan demikian, keberadaan fasilitas ini nantinya mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Bali yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kami optimistis kehadiran PSEL Denpasar Raya akan menjadi langkah nyata dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung pembangunan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani yang didampingi CEO Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir menegaskan komitmen Danantara dalam menghadirkan investasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Seluruh proses pemilihan mitra dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli independen dan menerapkan tata kelola yang baik guna memastikan keberlanjutan proyek serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Menurut Rosan, proyek PSEL Denpasar Raya merupakan salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi yang telah diterapkan di berbagai negara maju.

“Kami meyakini bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menekankan bahwa keberhasilan dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya tidak lepas dari semangat gotong royong, kolaborasi, dan kebersamaan seluruh pihak. Menurutnya, fasilitas waste to energy tersebut menggunakan teknologi terbaru berstandar emisi rendah dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari.

Baca Juga  Salurkan Bantuan Sembako, PLN Sasar 7.000 Masyarakat Kurang Mampu di Bali

Dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya, lanjut Zulkifli menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem pengelolaan sampah di Bali. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang berwawasan lingkungan.

“Ini merupakan groundbreaking PSEL pertama di Bali. Kami mengucapkan terima kasih kepada Danantara, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan ini. Mudah-mudahan proyek ini dapat selesai sesuai target dan pada akhir tahun 2027 dapat diresmikan sebagai solusi nyata penanganan sampah di kawasan Denpasar Raya,” kata Zulkifli Hasan. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU RI Tekankan Budaya Antikorupsi dalam Monitoring Zona Integritas di KPU Jembrana

Published

on

By

kpu jembrana
KUNJUNGAN MONITORING: KPU Kabupaten Jembrana saat menerima kunjungan monitoring dan pembinaan dari KPU RI dalam rangka percepatan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Jembrana, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jembrana menerima kunjungan monitoring dan pembinaan dari KPU RI dalam rangka percepatan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memantapkan kesiapan KPU Kabupaten Jembrana sebagai salah satu perwakilan Provinsi Bali dalam penilaian pembangunan Zona Integritas oleh Kementerian PANRB pada Rabu (8/7/2026).

Ketua KPU Kabupaten Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya, menegaskan komitmen seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi dan penguatan tata kelola organisasi. Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyampaikan bahwa KPU Kabupaten Jembrana bersama KPU Kabupaten Badung ditunjuk sebagai perwakilan Provinsi Bali dalam penilaian Zona Integritas, sehingga diharapkan mampu menunjukkan komitmen, integritas, dan inovasi dalam mewujudkan reformasi birokrasi.

Dalam arahannya, Anggota KPU RI, Idham Holik, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan wujud nyata good and clean electoral governance. Ia menekankan bahwa budaya antikorupsi harus menjadi karakter kerja seluruh jajaran KPU serta moto “KPU Melayani” harus menjadi landasan dalam memberikan pelayanan yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, keberhasilan Zona Integritas tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh kualitas pelayanan publik yang dirasakan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Jembrana memaparkan berbagai inovasi pelayanan, di antaranya Jegog JDIH, Lentera Hukum, Sipermata Pemilu, SiCoktas, SiDik Jembrana, SOPAN, SiMonika Perjadin, Buku Tamu Digital, serta berbagai fasilitas pendukung pelayanan publik. Di akhir kegiatan, Idham Holik memberikan apresiasi atas capaian KPU Kabupaten Jembrana yang memperoleh hasil penilaian internal yang membanggakan, seraya berharap komitmen tersebut terus dipertahankan dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. (gs/bi)

Baca Juga  Sinergi TPID Kabupaten Badung, Jaga Stabilitas Harga 2023

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU Bali Tetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan Semester I/2026 Sebanyak 3.377.285 Pemilih

Published

on

By

kpu bali
PDPB: Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tingkat Provinsi Bali yang diselenggarakan pada Senin (6/7/2026) di Kantor KPU Provinsi Bali. (Foto: bi)  

Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali menetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Semester I Tahun 2026 sebanyak 3.377.285 pemilih, terdiri atas 1.671.956 pemilih laki-laki dan 1.705.329 pemilih perempuan yang tersebar di 57 kecamatan dan 716 desa/kelurahan. Penetapan tersebut dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tingkat Provinsi Bali yang diselenggarakan pada Senin (6/7/2026) di Kantor KPU Provinsi Bali.

Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyampaikan bahwa Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan merupakan program prioritas nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, data pemilih yang akurat dan mutakhir hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara KPU dengan instansi pemerintah, Bawaslu, TNI, Polri, partai politik, serta masyarakat. Ia juga mengapresiasi dedikasi jajaran mantan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang terus membantu proses pemutakhiran data meskipun telah berakhirnya tahapan pemilu.

Dalam rapat ini, KPU Provinsi Bali bersama KPU Kabupaten/Kota se-Bali memaparkan hasil rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Semester I Tahun 2026. Sejumlah masukan juga disampaikan oleh Bawaslu Provinsi Bali dan perwakilan partai politik, terutama terkait tindak lanjut perubahan status anggota Polri serta mekanisme penyusunan rekapitulasi data pemilih. Seluruh masukan tersebut menjadi bagian dari upaya penyempurnaan kualitas daftar pemilih secara berkelanjutan.

KPU Provinsi Bali juga mendorong penguatan koordinasi dengan Kepolisian Daerah Bali dan Kodam IX/Udayana dalam percepatan pembaruan data administrasi kependudukan bagi anggota Polri dan TNI yang memasuki masa purnatugas. Selain itu, Dalam kesempatan ini, Bawaslu Kabupaten Jembrana turut memaparkan praktik baik (best practice) hasil kolaborasi dengan Polres Jembrana dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana dalam percepatan penerbitan KTP elektronik bagi anggota Polri yang memasuki masa pensiun. Melalui mekanisme tersebut, data calon pensiunan disampaikan kepada Dukcapil sekitar satu bulan sebelum masa pensiun sehingga KTP dengan status sipil telah siap diterbitkan sebelum yang bersangkutan resmi memasuki masa purnatugas. Praktik ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di daerah lain.

Baca Juga  Survei Penjualan Eceran Juni 2025: Momentum Musim Liburan, HBKN Idul Adha, dan TA Baru Dorong Aktivitas Ritel Bali

Sementara itu, Anggota KPU Provinsi Bali Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya, menjelaskan bahwa data Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan diperoleh dari basis data KPU RI yang dipadukan dengan data dari berbagai instansi pemerintah, hasil koordinasi dengan stakeholder, serta tanggapan masyarakat. Perubahan jumlah pemilih dipengaruhi oleh adanya penambahan pemilih baru yang telah memenuhi syarat maupun pencoretan pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat.

Pada akhir rapat, Anggota KPU Provinsi Bali I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya membacakan Berita Acara Nomor 68/PL.01.2-BA/51/2026 tentang Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Semester I Tahun 2026 yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Berita Acara dan Surat Keputusan KPU Provinsi Bali kepada para stakeholder sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka PDPB Semester I Tahun 2026, KPU Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas daftar pemilih yang akurat, mutakhir, komprehensif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai fondasi penting bagi penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang demokratis serta berintegritas. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca