Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Talkshow BJCW IV 2023, BI Bali Edukasi Branding UMKM dan Petani Kopi di Bali

BALIILU Tayang

:

bali jagaditha
Talkshow Kopi serangkaian BJCW IV menghadirkan narasumber dari kanan moderator Komang Kopi Kintamani, owner Akasa Speciality Coffee Anita, perwakilan KSU Buah Ketakasi Sidomulyo Jember Usron, dan Ketua Asosiasi Kopi Indonesia Bali (ASKI) Ir. Dwi Atmika Arya Rumawan, MM, Minggu (17/9/2023) di Living World Mall Denpasar. (Foto; gs)

Denpasar, baliilu.com – Saat ini banyak buyer dunia tertarik dengan kopi Bali, banyak memesan kopi dalam jumlah besar. Namun petani Bali justru tidak siap. Saat membuka Talkshow Kopi rangkaian Bali Jagadhita Culture Week (BJCW) 2023 digelar 15-17 September 2023, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Andi Setyo Biwado menyebut potensi ini harus dicari penyebab dan bagaimana jalan keluarnya.

‘’Apakah benar produksi kopi sangat tergantung dengan cuaca sehingga tak ada jaminan soal jumlah produksi. Tentu ini harus dicari penyebabnya serta bagaimana jalan keluarnya,” ujar Andi Setyo Biwado, di Living World Mall, Denpasar pada Minggu, 17 September 2023. Talkshow Kopi menghadirkan narasumber owner Akasa Speciality Coffee, KSU Buah Ketakasi Sidomulyo Jember, Asosiasi Kopi Indonesia Bali (ASKI) dengan moderator Komang Kopi Kintamani.

Andy Setyo Biwado lanjut memaparkan, perkembangan kopi sangatlah pesat. Banyak kafe bermunculan baik skup nasional maupun Bali. “Kami harap talkshow bisa menjawab segmentasi kopi yang paling pas dalam konteks Bali,” tegas Andy seraya mengatakan lewat talkshow BI ingin melihat kopi dari sisi hulu atau produksi.

Anita selaku owner Akasa Speciality Coffee Kintamani menuturkan Akasa dibuka tahun 2018 dengan berlatar belakang Gunung Batur. Dengan memanfaatkan media sosial Instagram, Akasa mengalami booming. Di tengah eforia, Akasa terus berbenah meningkatkan kualitas kopi, bahwa kopi yang spesial tidak hanya pait tetapi memiliki cita rasa. Anita banyak belajar memanggang kopi dengan para master kopi sehingga Akasa memiliki identitas produk dan branding.

talkshow
Talkshow tentang Kopi serangkaian BJCW IB digelar di Living World Mall, Denpasar pada Minggu, 17 September 2023. Talkshow Kopi menghadirkan narasumber owner Akasa Speciality Coffee, KSU Buah Ketakasi Sidomulyo Jember, Asosiasi Kopi Indonesia Bali (ASKI) dengan moderator Komang Kopi Kintamani, dihadiri petani dan UMKM Kopi di Bali. (Foto: gs)

Namun tantangan datang dengan banyaknya bermunculan coffee shop di wilayah Kintamani dengan menggunakan bahan dari roastery ternama dan ada brand kopi internasional. Bahkan semua sosial media membuat konten tentang kopi. Namun Anita menyebut dengan memulai dari meningkatkan kualitas produk, warna logo produk dan diimbangi dengan self branding serta harus melek digitalisasi, maka Akasa bisa terus berkembang. ‘‘Semua ini karena Akasa memanfaatkan Instagram. Seperti sekarang ada Tiktok yang lagi happening yang bisa menghasilkan cuan. Saya promosi 75 persen dapat cuan, 700 juta per bulan dari Tiktok,’’ ucapnya.

Baca Juga  Bali Sabet Penghargaan BI Award Implementasi QRIS Terbaik Nasional

Komang Kopi Kintamani menggarisbawahi bahwa membangun bisnis kopi harus ada inovasi baik secara produk dan pasar. Kemudian memanfaatkan media sosial seperti Instagram atau Tiktok dan membangun kolaborasi dengan menggandeng petani kopi, prosesingnya, begitu juga master kopi untuk mendevelop kopi yang kita jual.

Usron, perwakilan KSU Buah Ketakasi atau Kelompok Tani Kopi Asli Sidomulya mengatakan bahwa KSU Ketakasi dibentuk tahun 2007 berawal dari kelompok-kelompok petani kopi yang ada di Desa Sidomulyo, Jember. Koperasi dengan luas lahan kebun mencapai 1.372 hektar ini memproduksi kopi Robusta melalui proses pascapanen berstandar internasional untuk menghasilkan mutu biji kopi terbaik. KSU Buah Ketakasi sudah memiliki unit pengolahan hasil kopi sendiri dengan kualitas mesin pengolahan yang baik.

KSU Buah Ketakasi  menerapkan konsep integrated ecofarming system policultur dimana dengan konsep pertanian yang mengintegrasikan beberapa sektor seperti pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan dalam sistem policultur yang dikelola secara terpadu dan berorientasi ekologis. ‘‘Di sini kulit kopi kita proses fermentasi lanjut kita jual untuk pakan ternak dan kotorannya untuk pupuk. Karena dari riset lab bahwa ketika domba dikasi fermentasi kulit kopi menghasilkan lebih dari 2.500 unsur hara untuk tanaman sedangkan tanaman membutuhkan untuk produksitivas maksimal 2.300 unsur hara,‘‘ ujar Usron.

Saat ini omzet KSU Buah Ketakasi dari 500 juta tahun 2007-2010, kemudian 12 miliar tahun 2011-2018, lanjut 48 miliar tahun 2019-2021 dan tahun 2022 mencapai 72 miliar.

Unsron mengungkapkan, apa yang dicapai KSU ini tidak terlepas dari peran Bank Indonesia. Diawali dengan bantuan pipanisasi air bersih sepanjang 4 km dari kaki gunung hingga ke desa tahun 2013, kemudian tahun 2017 bantuan sarana prasarana alat-alat pengolahan kopi, tahun 2019 mendapat bantuan alat transportasi berupa mobil pickup, tahun 2021 mendapat pelatihan enterpreneur Tangguh Jawa Timur dan bantuan mesin roasting untuk proses produksi produk jadi, dan tahun 2022 melakukan pendampingan dan pelatihan intergrated ecofarming total organic MA 11 dan penerapan digital farming.

Baca Juga  Menpora dan Gubernur Koster Kompak Dukung World Beach Games 2023 di Bali Sesuai Amanat Konstitusi Tanpa Kehadiran Tim Israel

Usron menyebutkan tantangan ke depan bahwa perlu adanya pusat basis data informasi seputar traceability kopi, perumusan tata niaga kopi melibatkan pemerinah, praktisi kopi serta Bank Indonesia, kemudian pemerintah daerah penghasil kopi agar memiliki lumbung kopi dan berperan sebagai manajemen logistik kopi melalui pengelolaan persediaan, distribusi dan pengendalian harga dan pemerintah sebagai mercusuar baik regulasi, ekonomi dan pasar untuk ekspor kopi agar melibatkan KBRI.

Sementara itu, Ir. Dwi Atmika Arya Rumawan, MM selaku Ketua Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Daerah Bali mengatakan ASKI Bali hadir bertujuan ingin melindungi, mendata produksi kopi Bali yang sebenarnya.  Karena dari situ orang bisa mengetahui luas kebun kopi di Bali, mengetahui potensi kopi di Bali dan ketika mendatangkan buyer tidak terjadi miskomunikasi. Juga ingin mengedukasi para petani bersama lembaga terkait seperti BI.

Dwi Atmika menegaskan bahwa petani kopi harus diperhatikan dan diberikan subsidi silang. Karena dia menanam kopi walaupun harga kopi tidak tinggi. Dengan nilai subsidi yang diberikan berarti akan memotivasi petani untuk menanam kopi. Karena petani kopi adalah pionir-pionir konservasi, pionir penjaga alam. Dengan petani menanam kopi di daerah pegunungan berarti petani turut melindungi udara, air dan tanah yang dinikmati oleh manusia di daerah dataran rendah, pesisir.

Kalau tanaman kopi masih utuh di daerah pegunungan maka petani menanam pohon penaung. Tanaman penaung akarnya jauh lebih di bawah dari tanaman kopi. Oleh karenanya disana akan terjadi proses konservasi. Tanaman kopi mempunyai fungsi hidrologis dan hidrokospis. Ketika fungsi hidrologisnya dimanfaatkan oleh tanaman kopi, akarnya bisa menyerap air yang ada di tanah dan menyimpan dan ketika musim kemarau bisa melepaskan airnya perlahan-lahan.  

Baca Juga  Wagub Cok Ace Minta BKKBN Optimalkan Koordinasi Integrasi dan Konvergensi Dalam Menekan Stunting di Bali

‘‘Harga kopi 50 ribu sampai 100 ribu per cangkir gak mahal, karena ini akan diberikan kepada petani di pegunungan sebagai konsekuensi melindungi di daerah pegunungan sehingga dengan tanaman kopi ini terjadi simbiose mutualistis,‘‘ ujarnya.

Sedangkan fungsi hidrokospis dimana kopi menyerap bau-bauan sehingga kopi disebutkan mempunyai kekhasan cita rasa tersendiri. Ini fungsi spesifik dari tanaman kopi tidak hanya bijinya tetapi dari akar batang sampai daunnya.

talkshow
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Andi Setyo Biwado menyerahkan kenang-kenangan kepada narasumber dan moderator. (Foto: gs)

Dengan demikian, moderator Komang Kopi Kintamani menekankan, bahwa kopi itu tak perlu abu-abu tetapi perlu tata niaga yang jelas. Kopi tidak melulu tentang cita rasa dan bisnis tetapi ada perlindungan terhadap alam yang menjadi tugas petani kita dan kita menjadi penikmat kopi sudah sewajarnya memberikan apresiasi terhadap kopi itu sendiri.

Di akhir acara dimeriahkan kuis dan ditutup penyerahan kenang-kenangan kepada narasumber oleh Andy Setyo Biwado.

Usai talkshow selanjutnya petang harinya BJCW IV secara resmi ditutup. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Buleleng Perkuat Sinergi Wujudkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana

Published

on

By

Satu Keluarga Satu Sarjana
BEE: Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata saat menyampaikan sekapur sirih dalam talkshow “Satu Keluarga Satu Sarjana” pada rangkaian hari kedua Buleleng Education Expo (BEE) di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Kamis (21/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan komitmennya mendukung program Pemerintah Provinsi Bali “Satu Keluarga Satu Sarjana” melalui penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah, rata-rata lama sekolah, serta kualitas sumber daya manusia di Buleleng dan Bali.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata saat menyampaikan sekapur sirih dalam talkshow “Satu Keluarga Satu Sarjana” pada rangkaian hari kedua Buleleng Education Expo (BEE) di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Kamis (21/5).

Menurut Surya Bharata, program tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan, khususnya terkait angka partisipasi sekolah dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sangat dipengaruhi rata-rata lama sekolah.

“Program ini sangat dinantikan masyarakat karena diharapkan mampu mendorong peningkatan akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas SDM di Buleleng maupun Bali secara umum,” ujarnya.

Melalui Buleleng Education Expo, lanjut dia, pemerintah berupaya membangun sinergi mulai dari jenjang PAUD, pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi guna mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua sekaligus memperkuat Singaraja sebagai kota pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Gede Wesnawa Punia yang hadir sebagai narasumber talkshow mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program “1 KK 1 Sarjana”.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bali, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK.“Program ‘1 KK 1 Sarjana’ merupakan bagian dari grand design pembangunan SDM Bali unggul dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Karena itu, penguatan pendidikan harus dimulai sejak pendidikan dasar hingga menengah,” kata Wesnawa.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Minta BKKBN Optimalkan Koordinasi Integrasi dan Konvergensi Dalam Menekan Stunting di Bali

Dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, Pemerintah Provinsi Bali juga menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu dasar penerimaan siswa baru jenjang SMA dan SMK mulai tahun 2026. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan proses seleksi berjalan lebih objektif dan sesuai kompetensi siswa.

Selain itu, Pemprov Bali juga menerapkan kalender pendidikan berbasis adat, tradisi, dan budaya Bali sesuai visi pembangunan daerah. Penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal dilakukan melalui penyusunan bahan ajar dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, termasuk integrasi nilai budaya Bali dalam mata pelajaran seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan pembenahan tata kelola tenaga pendidik guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Setelah siswa menyelesaikan pendidikan menengah, keluarga kurang mampu yang belum memiliki sarjana akan difasilitasi melalui program “1 KK 1 Sarjana”.

Wesnawa menjelaskan, pada 2025 pemerintah menyiapkan kuota bagi 1.450 mahasiswa, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 2.500 mahasiswa. Program tersebut memberikan bantuan berupa biaya pendaftaran kuliah gratis, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp1 juta per bulan, serta bantuan biaya hidup bagi mahasiswa sesuai wilayah tempat studi.“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga memperkuat kualitas SDM Bali,” ungkapnya.

Pemprov Bali juga menyiapkan konsep link and match dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan program tidak menjadi sarjana pengangguran. Dengan demikian, peningkatan investasi di Bali diharapkan dapat berjalan selaras dengan kesiapan tenaga kerja lokal.

“Mekanisme program dilakukan melalui perguruan tinggi. Mahasiswa mendaftar terlebih dahulu ke kampus negeri maupun swasta, kemudian pihak kampus mengusulkan peserta program kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk proses pembiayaan,” jelasnya.

Baca Juga  Bali Sabet Penghargaan BI Award Implementasi QRIS Terbaik Nasional

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap program “Satu Keluarga Satu Sarjana” dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu sekaligus melahirkan generasi muda Bali yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Dorong SDM Tabanan Siap Bersaing Global

Published

on

By

bupati sanjaya
RESMIKAN GEDUNG: Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menghadiri sekaligus meresmikan Gedung Baru dan Grand Opening ACC Café & Resto milik LPK American Cruise College (ACC) yang berlokasi di Jl. Yeh Ho Sanggulan, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Kamis (21/5). (Foto: Hms Tabanan)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menghadiri sekaligus meresmikan Gedung Baru dan Grand Opening ACC Café & Resto milik LPK American Cruise College (ACC) yang berlokasi di Jl. Yeh Ho Sanggulan, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Kamis (21/5).

Kehadiran gedung baru dengan fasilitas pelatihan dan praktik industri yang representatif tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) Tabanan dan mampu bersaing di industri pariwisata dan perkapalan internasional.

Dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pelaksanaan ACC Fest 2026, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen LPK American Cruise College atas kontribusinya dalam mencetak SDM unggul dan kompeten. Ia menilai, kehadiran gedung representatif tersebut menjadi bukti nyata dukungan dunia pendidikan dan pelatihan terhadap program pembangunan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Bupati Sanjaya yang saat itu turut didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kediri, Direktur American Cruise College, pimpinan partner hotel dan asosiasi, kepala SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan dan Singaraja, tokoh masyarakat serta undangan lainnya, menyampaikan pembangunan di Tabanan harus berjalan dalam satu garis perjuangan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap manajemen LPK American Cruise College atas segala upaya selama ini dalam mencetak SDM yang memiliki kompetensi unggul. Kehadiran gedung ini dengan fasilitas representatif menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung program pemerintah, khususnya menyiapkan SDM yang siap bertarung di industri pariwisata dan perkapalan internasional,” ujar Sanjaya.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Aktif 187 Orang

Keberadaan lembaga pelatihan kerja berkualitas dikatakannya juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, melalui pendidikan dan pelatihan yang baik, pihaknya berharap generasi muda Tabanan akan memiliki peluang kerja lebih luas, sehingga mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Saya melihat generasi muda yang berangkat ke kapal pesiar ini sebagai pejuang devisa bagi Kabupaten Tabanan. Yang mereka dapat bukan hanya dollar atau pendapatan saja, tetapi juga ilmu pengetahuan dan wawasan. Ketika pulang ke daerah, mereka akan ikut membangun masyarakat, membesarkan UMKM dan berkontribusi untuk kemajuan Tabanan,” tegasnya.

Sanjaya juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran ACC Café & Resto yang dinilai turut membantu membuka lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Tabanan. Ia juga berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat menjadi tempat menempa ilmu pengetahuan, dedikasi dan keterampilan generasi muda sebelum terjun ke dunia kerja internasional.

Direktur LPK American Cruise College, Putu Deddy Paryana di kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Tabanan beserta jajaran pemerintah daerah, para kepala sekolah dan seluruh undangan yang hadir dan turut mensukseskan kegiatan ini. Ia juga berharap keberadaan gedung baru dan ACC Café & Resto mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan praktik mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, kompetensi dan semangat berkompetisi generasi muda, khususnya di bidang hospitality, service dan kreativitas pelajar maupun mahasiswa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-54 ST Widya Dharma Banjar Tengah Pecatu

Bupati Adi Arnawa Tekankan Peran Strategis Pemuda Jaga Fondasi Pariwisata Budaya Badung

Loading

Published

on

By

ST Widya Dharma
HADIRI HUT: Bupati Wayan Adi Arnawa hadiri HUT. Ke-54 ST. Widya Dharma Banjar Tengah, Pecatu di Wantilan Murdha Ulangun, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Rabu (20/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen dalam mendukung kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat pelestarian adat dan budaya Bali sebagai pilar utama pariwisata. Komitmen ini ditegaskan kembali dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Sekaa Teruna (ST) Widya Dharma Banjar Tengah Desa Adat Pecatu, Rabu (20/5) yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Baru Periode 2026–2029.

Acara yang berlangsung penuh semangat kebersamaan ini digelar di Wantilan Murdha Ulangun, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung.

Momentum ini terasa semakin istimewa karena diselenggarakan dalam suasana peringatan Hari Kebangkitan Nasional, menjadi simbol kebangkitan dan pergerakan positif generasi muda di ujung selatan Kabupaten Badung.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, secara langsung menyaksikan prosesi pelantikan kepengurusan yang baru. Dalam sambutan dan arahannya, Adi Arnawa menyampaikan pesan mendalam mengenai peran vital yang diemban oleh para pemuda-pemudi di tingkat desa adat.

“Sekaa Teruna bukan hanya sebagai pelengkap dalam struktur masyarakat, melainkan harus mampu menjadi motor penggerak utama untuk melestarikan adat, tradisi, dan budaya kita. Terlebih lagi, Desa Adat Pecatu merupakan salah satu destinasi pariwisata berskala dunia yang magnet utamanya berlandaskan pada keluhuran adat dan kebudayaan Bali,” ujarnya di hadapan sekaa teruna.

Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa wadah sekaa teruna merupakan laboratorium sosial yang sangat efektif bagi generasi muda untuk mulai belajar berorganisasi di tingkat desa.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah awal yang krusial bagi para pemuda untuk mengasah jiwa kepemimpinan (leadership) demi melanjutkan estafet kepemimpinan daerah maupun bangsa di masa mendatang.

“Dari organisasi tingkat desa inilah akan lahir calon-calon pemimpin Badung masa depan. Oleh karena itu, manfaatkan ruang ini dengan baik untuk belajar, berinovasi, dan mempererat tali persaudaraan,” imbuh Adi Arnawa.

Baca Juga  BI Bali Gelar ‘’Capacity Building’’, Menuju Industri KUPVA BB dan PJP LR yang AJEG

Ia berharap, dengan dilantiknya kepengurusan ST. Widya Dharma Pecatu Periode 2026–2029 ini, sinergi antara pemerintah, desa adat, dan generasi muda dapat semakin solid. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pariwisata berbasis budaya di Kuta Selatan.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Badung, Made Sumerta dan Tommy Martana Putra, Perbekel Desa Pecatu Made Karyana Yadnya, serta tokoh masyarakat yang juga mantan Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca