Saturday, 3 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Wagub Cok Ace Minta BKKBN Optimalkan Koordinasi Integrasi dan Konvergensi Dalam Menekan Stunting di Bali

BALIILU Tayang

:

de
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Bukan semata-mata karena ukuran fisik pendek tapi lebih kepada konsep bahwa proses terjadinya stunting bersamaan dengan proses terjadinya hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ lainnya, termasuk otak.

Berbagai hambatan yang dihadapi saat pelaksanan kegiatan di lapangan seperti belum optimalnya koordinasi penyelenggaran intervensi gizi spesifik maupaun intervensi gizi sensitif di semua tingkatan hendaknya mampu diminimalisir melalui koordinasi integrasi dan konvergensi.

Dalam mencapai tujuan yang dimaksud, BKKBN memerlukan dukungan, koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan serta stakeholder dan mitra kerja lainnya. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Kemitraan Program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Bali, bertempat di Kantor BKKBN Provinsi Bali, Denpasar pada Selasa (29/3).

Selanjutnya, Wagub Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting di Provinsi Bali mengatakan, melalui Rakornis Kemitraan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum refleksi sekaligus mampu konsisten menurunkan prevalensi stunting dari 14,4% pada tahun 2019 menjdai 10,9% pada tahun  2021 terlebih target stunting pada tahun 2024 Provinsi Bali sebesar 6,15%. Strategi pelaksanaan program Bangga Kencana Tahun 2022 harus disusun dan dikembangkan dalam bentuk operasional nyata serta memiliki output yang terukur, seperti rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting (RAN PASTI), dengan menajamkan intervensi dari hulu melalui prioritas mencegah lahirnya anak stunting, operasional tim pendamping keluarga (TPK) serta target kinerja lainnya.

Wagub Cok Ace foto bersama para peserta rakor Teknis Kemitraan Program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Bali. (Foto: Ist)

“Hadirin sekalian perlu saya ingatkan, Pemerintah Provinsi Bali dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali memiliki lima program prioritas yaitu (1) Pangan, Sandang dan Papan, (2) Kesehatan, (3) Pendidikan, (4) Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya, (5) Pariwisata. Kelima program prioritas  ini diintegrasikan di seluruh Bali termasuk program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) yang dilaksanakan oleh jajaran Perwakilan BKKBN Bali bersama Instansi Lintas Sektor terkait dan terbentuknya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa. Untuk itu mari bersama-sama kita wujudkan bersama, sehingga angka stunting bisa ditekan secara maksimal,” pungkas Wagub Cok Ace sekaligus membuka acara Rakornis tersebut.

Baca Juga  BI Mencatat, Februari 2022 Bali Deflasi -0,44%

Acara Rakornis tersebut juga dihadiri oleh Ketua FKUB Provinsi Bali, Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali, dan Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Sebanyak 25 Orang Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Positif Bertambah 11 Orang

Published

on

By

Satgas Covid
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Meski kasus sembuh Covid-19 di Kota Denpasar terus bertambah, kasus positif juga masih terjadi. Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Jumat (2/12) diketahui kasus meninggal dunia nihil penambahan. Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh sebanyak 25 orang. Sementara itu, kasus positif  bertambah 11 orang.

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 55.593 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 54.265 orang  (97,61 persen), meninggal dunia sebanyak 1.140 orang (2,05 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 188 orang (0,34 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan  Covid -19 di Kota Denpasar masih terkendali, tetapi masih ditemukan kasus penularan baru.  Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus Covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 1 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Baca Juga  Sosialisasi BI-Fast di Bali, Solusi Sistem Pembayaran Ritel yang Cemumuah

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak- anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun,  ibu hamil dan disabilitas. Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau Booster.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus Covid 19, mulai dari peningkatan kapasitas 3 T ( tracing, testing, treatment), menggencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk Booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi, optimalisasi rumah sakit rujukan mulai dari ketersediaan bed, oksigen dan obat- obatan.

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai.  

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 5M,” kata Dewa Rai. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Info Covid-19 di Bali (2/12), Kasus Positif Bertambah 51 Orang, Pasien Sembuh Naik Signifikan 120 Orang

Published

on

By

covid
Data Covid-19 pada Jumat, 2 Desember 2022 di Provinsi Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Bali pada Jumat, 2 Desember 2022 terjadi pertambahan kasus terkonfirmasi positif 51 orang. Di hari yang sama pasien sembuh naik signifikan melampaui kasus positif sebanyak 120 orang dan kasus meninggal dunia bertambah 4 orang.

Made Rentin yang juga menjabat Kalaksa BPBD Provinsi Bali ini juga menginformasikan dengan semakin melandainya kasus Covid-19 di Bali, Pemerintah Pusat telah menetapkan seluruh kabupaten kota di Bali masuk kriteria level 1 atau dalam zonasi risiko rendah.  Penetapan wilayah level 1 ini berpedoman pada indikator transmisi komunitas pada indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan serta pertimbangan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Namun dalam penanggulangan pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Pusat juga menginstruksikan penguatan testing, tracing dan treatment sesuai dengan tingkat positive rate mingguan. Testing perlu ditingkatkan dengan target positive rate <5 persen. Target testing harian adalah jumlah tes harian minimal yang harus dipenuhi kabupaten kota. Orang yang dihitung ke dalam target testing adalah suspek dan kontak dari kasus konfirmasi bukan orang tidak bergejala yang diskrining.

Sementara itu, realisasi vaksinasi suntik 3 (booster) di Bali sudah mencapai 74,68%. Rentin lanjut menyampaikan, Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi kelompok lanjut usia.  Surat Edaran ini disampaikan kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan mulai November dapat dimulai pemberian vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi lansia (usia 60 tahun ke atas). Pemberian vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 diberikan dengan interval 6 bulan sejak vaksinasi dosis booster ke-1. Vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi lansia bisa dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan /atau di pos vaksinasi Covid-19. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Pengembangan Pariwisata Jangan Rusak Alam, Budaya dan Manusia Bali

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Info Covid-19 di Bali (1/12), Pasien Sembuh Naik Signifikan 152 Orang, Kasus Meninggal 4 Orang

Published

on

By

covid
Data Covid-19 pada Jumat, 1 Desember 2022 di Provinsi Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Bali pada Kamis, 1 Desember 2022 terjadi pertambahan kasus terkonfirmasi positif 69 orang. Di hari yang sama pasien sembuh naik melampaui kasus positif sebanyak 152 orang dan kasus meninggal dunia bertambah 4 orang.

Made Rentin yang juga menjabat Kalaksa BPBD Provinsi Bali ini juga menginformasikan dengan semakin melandainya kasus Covid-19 di Bali, Pemerintah Pusat telah menetapkan seluruh kabupaten kota di Bali masuk kriteria level 1 atau dalam zonasi risiko rendah.  Penetapan wilayah level 1 ini berpedoman pada indikator transmisi komunitas pada indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan serta pertimbangan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Namun dalam penanggulangan pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Pusat juga menginstruksikan penguatan testing, tracing dan treatment sesuai dengan tingkat positive rate mingguan. Testing perlu ditingkatkan dengan target positive rate <5 persen. Target testing harian adalah jumlah tes harian minimal yang harus dipenuhi kabupaten kota. Orang yang dihitung ke dalam target testing adalah suspek dan kontak dari kasus konfirmasi bukan orang tidak bergejala yang diskrining.

Sementara itu, realisasi vaksinasi suntik 3 (booster) di Bali sudah mencapai 74,68%. Rentin lanjut menyampaikan, Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi kelompok lanjut usia.  Surat Edaran ini disampaikan kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan mulai November dapat dimulai pemberian vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi lansia (usia 60 tahun ke atas). Pemberian vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 diberikan dengan interval 6 bulan sejak vaksinasi dosis booster ke-1. Vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi lansia bisa dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan /atau di pos vaksinasi Covid-19. (gs/bi)

Baca Juga  Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Bertambah 126 Orang, Kasus Aktif 1.684 Orang

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca