Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

DPRD Badung Sampaikan Penjelasan Tiga Ranperda Inisiatif Dewan di Rapat Paripurna

BALIILU Tayang

:

rapat paripurna dprd badung
RAPAT PARIPURNA: Ketua Bapemperda Wayan Sugita Putra saat memberikan penjelasan terhadap tiga ranperda inisiatif DPRD Badung pada rapat paripurna, Senin (9/10/2023). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung pada Senin, 9 Oktober 2023 memberikan penjelasan terhadap tiga ranperda inisiatif Dewan yakni Ranperda tentang Data Dasar Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Berbasis Data Desa Presisi, Ranperda Perubahan Atas Perda No. 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, dan Ranperda tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Penjelasan ketiga Ranperda tersebut disampaikan di rapat paripurna DPRD Badung oleh Ketua Bapemperda Wayan Sugita Putra.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. didampingi Wakil Ketua I Wayan Suyasa dan Wakil Ketua II Made Sunarta, dihadiri Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Sekda Adi Arnawa, pimpinan OPD, segenap Pimpinan dan Anggota DPRD Badung serta undangan lainnya.

Wayan Sugita Putra menjelaskan, Ranperda tentang Data Dasar Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Berbasis Data Desa Presisi, bahwa sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945 tujuan pembangunan ditujukan kepada segenap lapisan masyarakat di mana pun berada baik di desa maupun di kota. “Sejak Indonesia Merdeka tahun 1945, regulasi khusus untuk desa yang kokoh, legitimate dan berkelanjutan belum ada yang memadai sehingga perdebatan tentang hal tersebut berlangsung terus-menerus yang hanya terbatas tentang hakikat, makna dan visi negara atas desa,” ujarnya memaparkan.

Wayan Sugita Putra dalam rapat paripurna dprd badung
Ketua Bapemperda DPRD Badung Wayan Sugita Putra. (Foto: ist)

Politisi PDI Perjuangan Dapil Kuta Selatan ini lanjut membabarkan, beberapa permasalahan terkait dengan kemiskinan, ketertinggalan, keterbelakangan, serta ketergantungan pada pemerintah yang melekat pada desa, pada era digital seperti saat ini banyak juga persoalan yang terjadi terkait desa, termasuk mengenai data desa yang betul-betul sesuai dengan yang terdapat di lapangan. Data dengan presisi tinggi dan dengan sentuhan digital tentu harus dimulai dari desa sehingga memberikan ruang keterbukaan dan kepastian yang dibutuhkan untuk membangunan Indonesia dari desa.

Baca Juga  Warga Miskin Terbelit Kasus Hukum di Badung Dapat Bantuan Hukum

Pendekatan yang digunakan sebelumnya (konvensional) pengumpulan data yang seringkali membuat polemik sehingga program yang dicanangkan menjadi tidak tepat sasaran. Karena itu, sudah saatnya diperbaiki dengan memanfaatkan era digitalisasi. Untuk itu diperlukan pendekatan baru yang mampu mengkombinasikan pendekatan konvensional dengan pendekatan digital berbasis partisipasi warga masyarakat.

Di sinilah pentingnya peran serta warga masyarakat dalam memberikan informasi berkaitan dengan kondisi riil yang terjadi serta didukung dengan teknologi canggih untuk melakukan pemotretan dari udara sehingga data yang disampaikan tidak hanya berupa angka-angka tetapi bukti foto/rekaman.

“Data desa presisi merupakan data yang memiliki tingkat akurasi dan ketepatan tinggi untuk memberi gambaran kondisi aktual desa yang sesungguhnya. Data tersebut diambil, divalidasi, dan diverifikasi,” ungkapnya.

Sedangkan terkait Ranperda tentang Perubahan Atas Perda No. 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Sugita Putra menjelaskan dilatarbelaakangi oleh masih minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani. Petani menghadapi ketidakpastian dalam berusaha sehingga memengaruhi kinerja ketahanan pangan dan stabilitas nasional, padahal stabilitas nasional sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.

Berdasarkan studi pustaka dan pengamatan lapangan, permasalahan berkaitan dengan faktor internal petani yaitu tingkat pendidikan, kompetensi, dan jiwa kewirausahaan petani relatif rendah, kepemilikan lahan relatif kecil, aksesibilitas terhadap informasi pasar, teknologi dan sumber daya lainnya rendah, kualitas produk relatif rendah, kelembagaan ekonomi petani lemah dan mayoritas usaha tani masih belum feasible dan bankable.

‘‘Sedangkan faktor eksternal, meliputi belum adanya jaminan harga bagi produk petani, struktur pasar komoditas pertanian kurang tertata, dukungan lembaga keuangan terhadap sektor pertanian masih terbatas, biaya atau input produksi tinggi, fragmentasi dan konversi lahan pertanian semakin meningkat, dan infrastruktur pertanian belum memadai,‘‘ ucap Sugita Putra.

Baca Juga  Putu Parwata: Ibu Mega Minta Jalannya Pemerintahan Tak Langgar Konstitusi

Berdasarkan hasil analisis situasi serta FGD dengan berbagai pihak, sebut Sugita Putra, berbagai isu yang perlu disempurnakan meliputi pemberian subsidi secara lebih luas meliputi subsisi input (bibit, pupuk, pestisida, hormon pertumbuhan, obat-obatan dan lain-lain), sarana prasarana, harga panen, permodalan, subsidi pengembangan kemitraan dan penguatan kelembagaan.

Selanjutnya pemberian insentif untuk penanganan pascapanen, peningkatan nilai tambah, temu usaha, pengembangan produk olahan dan agroindustri, pemberian insentif bagi petani dan kelompok tani yang mempertahankan lahannya tetap berkelanjutan sesuai kriteria dan insentif promosi dan pemasaran produk pertanian lokal.

‘‘Selain itu, isu lain yang perlu disempurnakan yaitu mengenai asuransi pertanian, tidak hanya pada asuransi gagal panen tetapi juga perlu pengaturan tentang adanya asuransi hasil panen, asuransi tenaga kerja pertanian lokal dan asuransi jenis lainnya,‘‘ ujarnya.

Sementara terkait Ranperda Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, kata Sugita Putra merupakan suatu upaya untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah satu dasar hukum pelaksanaan sistem pemerintahan berbasis elektronik di daerah, dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pengangguran di Badung Turun Jadi 1,57%, Ratusan Pekerja Tembus Pasar Luar Negeri

Published

on

By

kominfo badung
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Badung mencatatkan penurunan signifikan dari 2,72% menjadi 1,57% pada 2026. Capaian ini didorong oleh pemulihan ekonomi lokal serta optimalnya penyerapan tenaga kerja di dalam maupun luar negeri.

​”Data makroekonomi terbaru menunjukkan TPT kita turun drastis ke angka 1,57 persen karena aktivitas ekonomi daerah sudah pulih sepenuhnya. Penurunan ini menempatkan Badung sebagai salah satu wilayah dengan tingkat pengangguran terendah,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, Rabu (21/10/2026).

​Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Disperinaker Badung mencatat sebanyak 726 tenaga kerja telah berhasil disalurkan. Sektor luar negeri menjadi penyerap terbanyak dengan mendominasi sebagian besar total penempatan.

​”Sepanjang delapan bulan pertama tahun ini, kami sudah menyalurkan total 726 pekerja yang terdiri atas 508 laki-laki dan 218 perempuan. Dari jumlah itu, penempatan luar negeri paling mendominasi yaitu mencapai 601 orang, sementara penempatan dalam negeri sebanyak 125 orang,” ujar Ngurah Rai.

​Jika dirinci berdasarkan jenis kelamin, calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang terdaftar mencapai 276 orang, terdiri dari 179 laki-laki dan 97 perempuan. Puncak penempatan tenaga kerja secara keseluruhan terjadi pada April 2026 dengan total 210 orang.

​”Untuk pendaftaran calon pekerja migran tercatat ada 276 orang, di mana 179 orang laki-laki dan 97 orang perempuan. Tren penyaluran tenaga kerja paling tinggi terjadi di bulan April lalu yang mencapai 210 orang dalam satu bulan,” ucapnya.

​Sektor pariwisata seperti perhotelan, restoran, dan katering masih menjadi penyerap tenaga kerja utama di wilayah Badung. Tiga sektor pendukung lainnya yakni perdagangan, jasa, serta industri kreatif dan pengolahan pangan.

Baca Juga  Terkait LKPJ Bupati Tahun 2021, Komisi I DPRD Badung Siapkan 5 Rekomendasi

​”Pariwisata di kawasan Badung selatan memang masih jadi penggerak utama dalam membuka lapangan kerja. Selain pariwisata, sektor perdagangan, jasa transportasi dan hiburan, serta industri kreatif pangan juga menyerap banyak tenaga kerja,” kata mantan Kadis Perhubungan Badung itu.

​Guna mempercepat proses penyaluran tenaga kerja, Disperinaker Badung rutin menggelar bursa kerja terpadu. Pemerintah daerah juga memanfaatkan momentum Hari Buruh untuk memperkuat sinergi antara serikat pekerja dan asosiasi pengusaha.

​”Kami rutin menggelar job fair untuk mempertemukan lulusan sekolah atau kampus lokal langsung dengan pihak manajemen perusahaan. Momentum May Day juga kami manfaatkan untuk menjaga iklim kerja tetap kondusif antara serikat buruh dan pengusaha,” tuturnya.

​Di samping itu, Disperinaker menggelar pelatihan kerja intensif seperti mekanik sepeda motor konvensional dan listrik selama 40 hingga 42 hari menggunakan dana APBD. Pelatihan tersebut juga mencakup manajemen wirausaha makanan untuk meningkatkan daya saing warga lokal.

​”Pelatihan mekanik motor konvensional dan listrik kami gelar selama 40 sampai 42 hari menggunakan dana APBD Badung. Kami juga berikan pelatihan manajemen wirausaha kuliner agar tenaga kerja lokal punya kompetensi tinggi,” beber dia.

​Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80 persen alumni pelatihan tersebut berhasil diterima bekerja di industri atau membuka usaha mandiri. Keberhasilan ini didukung oleh sertifikasi kompetensi yang menguatkan daya saing para peserta.

​”Evaluasi kami mencatat sekitar 80 persen lulusan pelatihan langsung diserap industri atau berhasil membuka usaha sendiri. Sertifikat kompetensi yang mereka pegang menjadi modal penting untuk bersaing,” jelasnya.

​Dari sisi regulasi, Pemkab Badung mengikat komitmen pelaku usaha melalui perjanjian kerja sama penyerapan tenaga kerja ber-KTP Badung minimal 70 persen. Program magang industri juga diterapkan agar peserta dapat langsung diangkat menjadi karyawan tetap.

Baca Juga  Gelar Raker, Pansus DPRD Badung Dorong Percepatan Penyelenggaraan Izin Berusaha

​”Kami buat kesepakatan dengan swasta agar hotel dan restoran baru di Kuta, Nusa Dua, hingga Canggu wajib menyerap minimal 70 persen pekerja lokal Badung. Kami juga jalankan program magang industri yang langsung terhubung ke rekrutmen pegawai tetap,” terang Ngurah Rai.

​Sebagai langkah jangka panjang, Disperinaker fokus menyesuaikan kurikulum pelatihan ke arah keahlian digital dan ekonomi hijau. Pemerintah daerah juga menaikkan target cakupan perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan hingga 59,80 persen untuk pekerja rentan.

​”Ke depan kurikulum pelatihan kami arahkan ke teknologi kendaraan listrik dan manajemen pariwisata berkelanjutan. Perlindungan jaminan sosial pekerja rentan lewat APBD juga kami naikkan targetnya sampai 59,80 persen,” terangnya.

​Strategi penutup diwujudkan melalui pemberian stimulus modal kerja dan pendampingan bisnis bagi lulusan pelatihan. Program ini bertujuan mengubah peran masyarakat lokal dari pencari kerja menjadi penyedia lapangan kerja baru.

​”Lulusan pelatihan yang mau berwirausaha kami berikan bantuan modal kerja dan pendampingan bisnis. Tujuannya agar warga Badung tidak cuma mencari kerja, tapi juga bisa membuka lapangan kerja baru,” pungkas Ngurah Rai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan Beragam Keseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

Published

on

By

pegadaian
Banner Festival TRING Pegadaian. (Foto: Hms Pegadaian)

Denpasar, baliilu.com – PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar menghadirkan Festival Tring! by Pegadaian sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun aplikasi Tring by Pegadaian. Kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Trans Studio Mall Bali ini menghadirkan beragam hiburan, aktivitas interaktif, edukasi, hingga berbagai kegiatan menarik bagi masyarakat.

Festival Tring akan semakin semarak dengan kehadiran sejumlah musisi dan talenta yang siap menghibur pengunjung. Bagus Wirata, Anggis Devaki, Meiska, Nanoe Biroe, KIS Band, dan Jegeg Bulan akan turut meramaikan rangkaian acara melalui penampilan spesial selama Festival Tring berlangsung.

Tidak hanya menghadirkan hiburan musik, Festival Tring juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang dapat diikuti oleh masyarakat. Sejumlah kegiatan tersebut di antaranya Tring! Charm Walk, Tring! Sing & Shine, Tring! Colour Fun, Tring! Little Star, dan Tring! Little Runway.

Pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan lainnya, seperti Bazar Lelang Emas, Cuci Emas Gratis, Music & Dance Performance, Talkshow Investasi Cerdas, Tring Corner, serta berbagai lomba dan games menarik.

Beragam rangkaian kegiatan tersebut dikemas untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan lebih dekat berbagai kemudahan layanan Pegadaian melalui aplikasi Tring. Kehadiran Tring Corner dan Talkshow Investasi Cerdas juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan wawasan mengenai layanan serta pilihan investasi di Pegadaian.

Festival Tring sekaligus menjadi momentum bagi Pegadaian untuk merayakan perjalanan Tring bersama masyarakat. Melalui aplikasi Tring by Pegadaian, berbagai layanan Pegadaian hadir dalam satu platform yang semakin mudah, praktis, aman, dan nyaman untuk diakses.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa Festival Tring menjadi salah satu bentuk apresiasi Pegadaian dalam merayakan ulang tahun Tring bersama masyarakat.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Apresiasi Peran Anak Muda FAD dan Forum GenRe Direkrut Dinas DP2KBP3A Badung Atasi Stunting

“Festival Tring kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan ulang tahun Tring bersama masyarakat. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi dan pengalaman mengenai berbagai kemudahan layanan Pegadaian melalui Tring,” ujar Bapak Edy Purwanto.

Pegadaian mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan Festival Tring! by Pegadaian di Trans Studio Mall Bali pada 21–25 Oktober 2026 dan menikmati berbagai keseruan yang telah disiapkan.

Mari rayakan ulang tahun Tring by Pegadaian dan rasakan berbagai keseruannya bersama! (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gedong Kirtya Gelar Pameran Kawisesan, Kenalkan Warisan Pengetahuan Leluhur Bali

Published

on

By

Pameran Kawisesan di Museum Sunda Ketjil
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.

Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Turnamen Ceki Tingkat Desa di Desa Adat Sedang Abiansemal

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca