Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Apresiasi Pandangan Umum Fraksi DPRD, Bupati Adi Arnawa Siapkan Langkah Cepat Atasi Kemacetan dan Sampah

BALIILU Tayang

:

bupati adi arnawa
TERIMA DOKUMEN PU FRAKSI: Bupati Wayan Adi Arnawa menerima dokumen pandangan umum fraksi-fraksi dari Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat menghadiri Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga DPRD Kabupaten Badung Tahun Sidang 2025–2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Badung, Senin (13/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga DPRD Kabupaten Badung Tahun Sidang 2025–2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Badung, Senin (13/7). Rapat ini mengagendakan Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2025.

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti didampingi jajaran Wakil Ketua DPRD. Turut hadir Sekretaris Daerah IB Surya Suamba, unsur Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan Instansi Vertikal, Direktur Perusahaan Daerah, serta Tenaga Ahli Fraksi DPRD Badung.

Dalam rapat tersebut, masing-masing Fraksi DPRD menyampaikan pandangan umum, masukan, saran, serta sejumlah catatan strategis terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2025.

Seusai mengikuti rapat, Bupati I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas berbagai pandangan, masukan, dan rekomendasi yang disampaikan oleh seluruh Fraksi DPRD. Menurutnya, setiap pandangan merupakan bentuk kemitraan yang konstruktif dalam menyempurnakan penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah.

“Secara prinsip saya mendengar dari beberapa pandangan umum dari fraksi secara umum menyetujui bahwa ranperda itu disahkan, tentu setelah mendapat evaluasi dan verifikasi dari Gubernur Bali nantinya sehingga setelah itu baru kita tetapkan dalam bentuk peraturan daerah. Yang kedua dari persetujuan yang disampaikan oleh fraksi-fraksi, ada juga beberapa catatan yang kami lihat dan kami perhatikan dari fraksi-fraksi terkait beberapa hal yang memang ini sangat beririsan dengan keberadaan pariwisata kita di Bali secara umum dan Badung khususnya,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa menambahkan, beberapa catatan yang diberikan oleh fraksi-fraksi DPRD mencakup isu-isu krusial. Di antaranya adalah masalah kemacetan, estetika penataan kabel, penanganan sampah, banjir, hingga masalah kriminalitas.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Kukuhkan Pengurus Badung Peduli Kecamatan Mengwi

“Termasuk juga adanya indikasi bahwa banyaknya ojek-ojek online yang liar yang memang harus ditertibkan. Terhadap semua itu, apa yang disampaikan oleh fraksi catatan-catatan tadi tentu saya selaku pemerintah tentu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DPRD. Yang pertama yang sudah menyetujui, yang kedua memberikan beberapa saran-saran kepada kami pemerintah untuk mengambil langkah-langkah cepat. Tentu kami eksekutif akan segera melakukan langkah-langkah seperti itu juga dan terbukti juga mungkin bahwa saat ini sedang on progress beberapa infrastruktur yang kami sedang bangun,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

Published

on

By

MGPSSR
HADIRI LOKA SABHA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri Loka Sabha VII Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Minggu (12/7). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Loka Sabha VII Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Minggu (12/7). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pesemetonan MGPSSR dalam memperkuat organisasi, menyusun arah program kerja, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Acara turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi Provinsi Bali beserta jajaran pengurus, Ida Sulinggih Pandita Mpu Lanang Istri, Jro Mangku Lanang Istri, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Dandim 1619 Tabanan, Kapolres Tabanan, Asisten Setda, serta para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas penataan organisasi pesemetonan MGPSSR di Kabupaten Tabanan yang dinilainya telah berjalan dengan baik. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberadaan Mahagotra Pasek, tidak hanya di Tabanan, tetapi juga di Bali hingga tingkat Nusantara.

Wagub Giri Prasta juga mengajak seluruh pesemetonan untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam merawat keharmonisan kehidupan masyarakat Bali. Menurutnya, semangat persatuan dan kekeluargaan harus terus dipelihara agar Mahagotra Pasek semakin solid serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Bali maupun Nusantara.

Sementara itu, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar MGPSSR Kabupaten Tabanan yang selama ini tetap menjaga eksistensi organisasi sekaligus memelihara semangat kebersamaan, pengabdian, serta nilai-nilai budaya warisan leluhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

Menurut Sanjaya, Loka Sabha bukan sekadar forum organisasi untuk melakukan evaluasi dan memilih kepengurusan baru, melainkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat persaudaraan, menyusun program kerja yang visioner, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata organisasi bagi pembangunan daerah. “Saya berharap kepengurusan yang akan terbentuk nantinya mampu mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan, serta menjadikan organisasi ini sebagai wadah yang inklusif dan mampu merangkul setiap aspirasi seluruh anggota pesemetonan,” tegasnya.

Baca Juga  Komisi I DPRD Badung Setujui Hibahkan Tanah 4,8 Are ke Desa Adat Seminyak

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan meyakini setiap organisasi kemasyarakatan, khususnya MGPSSR, memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial sekaligus melestarikan kearifan lokal Hindu Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga kerukunan, melestarikan budaya, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. “Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan keharmonisan, memperkuat pelestarian budaya, serta mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

D’Youth Fest 6.0, Sukses Wujudkan Kreativitas, Budaya, dan Kepedulian Tumbuh Bersama

Published

on

By

D’Youth Fest
HADIRI D’YOUTH 2026: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara saat menghadiri pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – D’Youth Fest 6.0 resmi berakhir, namun semangat yang ditinggalkan jauh melampaui sebuah perhelatan festival. Mengusung tema Feel the Grow: Eco Culture, D’Youth Fest tahun ini berhasil menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus membangun kepedulian terhadap budaya dan lingkungan.

Selama penyelenggaraan, ribuan masyarakat memadati kawasan festival untuk menikmati beragam pertunjukan seni, musik, ekonomi kreatif, workshop, hingga ruang kolaborasi lintas komunitas. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa D’Youth Fest telah berkembang menjadi salah satu ruang kreatif yang dinantikan anak muda di Kota Denpasar.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah penampilan Ogoh-ogoh Gajah karya STT Yowana Saka Bhuana Br. Tainsiat dengan mentornya maestro yang akrab disapa Kedux dan sukses memikat perhatian pengunjung. Karya G.A.J.A.H (Ganggu Alam Jadi Ancaman Hidup), tidak hanya menghadirkan atraksi visual yang memukau, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan, yang juga selaras dengan tema Eco Culture.

D’Youth Fest 6.0 juga mencatatkan semakin luasnya keterlibatan komunitas kreatif. Berbagai komunitas seni, pelaku UMKM, kreator digital, pegiat lingkungan, hingga petani muda turut mengambil peran dalam festival ini. Kehadiran petani muda menjadi warna baru yang menunjukkan bahwa sektor pertanian juga mampu berkembang melalui inovasi, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan.

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, didampingi Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menjadikan D’Youth Fest sebagai ruang kolaborasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami bersyukur D’Youth Fest kembali mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Yang paling membanggakan bukan hanya tingginya antusiasme pengunjung, tetapi juga tumbuhnya kolaborasi antar komunitas, lahirnya ruang bagi anak-anak muda untuk menampilkan karya terbaiknya, serta semakin kuatnya kesadaran bahwa kreativitas harus berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Walikota Denpasar.

Baca Juga  Bupati dan Wabup Badung Melayat ke Rumah Duka (Alm) IA Istri Yanti Agustini

Menurutnya, tema Feel the Growth bukan sekedar slogan, melainkan ajakan untuk bertumbuh bersama dalam berbagai aspek kehidupan. “Kami ingin anak-anak muda datang ke D’Youth membawa ide dan semangat, menikmati setiap cerita, karya, dan kolaborasi yang hadir, kemudian pulang dengan membawa inspirasi serta nilai berharga untuk bertumbuh lebih baik. Itulah makna Eco Culture, bahwa festival bukan hanya tentang menikmati hiburan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, menjaga budaya, dan keberlanjutan” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa mengatakan D’Youth Fest kini telah berkembang menjadi ekosistem yang mempertemukan berbagai potensi kreatif dalam satu ruang kolaborasi.

“D’Youth bukan hanya sebuah festival, tetapi ruang bertumbuh bagi ide, kreativitas, dan kolaborasi. Tahun ini kami melihat semakin banyak komunitas yang terlibat, termasuk hadirnya petani muda yang membuktikan bahwa kreativitas tidak memiliki batas sektor. Ketika komunitas, pelaku usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat bergerak bersama, maka ekosistem ekonomi kreatif akan tumbuh semakin kuat,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengunjung yang telah mendukung kampanye Eco Culture melalui aksi nyata menjaga kebersihan di kawasan festival.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, yang telah membiasakan diri memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Memang masih terdapat beberapa sampah yang tercecer dan itu menjadi bahan evaluasi kami. Namun yang lebih penting, kami melihat kesadaran baru mulai tumbuh. D’Youth ingin mengajak masyarakat datang menikmati festival, menikmati setiap ceritanya, lalu pulang dengan meninggalkan jejak baik, bukan meninggalkan sampah,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Rama, salah satu Duta Pemuda Kota Denpasar yang merasakan langsung manfaat dari ruang kolaborasi tersebut.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Kukuhkan Pengurus Badung Peduli Kecamatan Mengwi

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Bkraf Denpasar yang terus memberikan ruang bagi organisasi pemuda dan komunitas untuk berkembang. D’Youth bukan hanya menjadi tempat menampilkan karya, tetapi juga mempertemukan kami dengan komunitas lain, membuka peluang kolaborasi, berbagi pengalaman, hingga memperluas jaringan. Ruang seperti ini sangat berarti bagi anak muda untuk terus belajar, berkarya, dan tumbuh bersama,” tuturnya.

Keberhasilan D’Youth Fest 6.0 menjadi bukti bahwa kreativitas, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Melalui semangat Feel the Growth: Eco Culture, Pemerintah Kota Denpasar bersama BKraf Denpasar berharap D’Youth Fest tidak hanya dikenang sebagai sebuah festival, tetapi sebagai gerakan yang terus menginspirasi lahirnya generasi muda yang kreatif, kolaboratif, mencintai budaya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah festival bukan hanya diukur dari ramainya pengunjung atau meriahnya panggung, melainkan dari nilai-nilai baik yang tumbuh dan terus hidup setelah festival usai. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

D’Youth Fest 6.0 Apresiasi Kesadaran Pengunjung Jaga Kebersihan, “Nikmati Festival, Pulang dengan Jejak Baik”

Published

on

By

d youth fest
PELAKSANAAN D’YOUTH 2026: Suasana hari terakhir pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Semangat Feel the Growth: Eco Culture tidak hanya hadir melalui berbagai pertunjukan seni, musik, dan kreativitas anak muda, tetapi juga tercermin dari meningkatnya kepedulian pengunjung dalam menjaga kebersihan selama pelaksanaan D’Youth Fest 6.0.

Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, yang telah menunjukkan kepedulian dengan memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan festival yang tidak hanya meriah, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menyampaikan rasa bangga atas antusiasme masyarakat yang tidak hanya menikmati seluruh rangkaian acara, tetapi juga ikut menjaga kebersihan area festival.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda Kota Denpasar, yang telah menjadi bagian dari perubahan dengan memilah sampah dan membuangnya pada tempatnya. Ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan semakin tumbuh. Tentu masih kami temukan beberapa sampah yang tercecer, namun secara keseluruhan kami melihat semangat gotong-royong dan kepedulian yang luar biasa dari para pengunjung. Ini menjadi modal penting untuk terus membangun budaya yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, D’Youth Fest melalui tema Eco Culture bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan mengajak masyarakat membangun kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kami ingin setiap orang datang menikmati festival, menikmati setiap cerita, karya, dan pengalaman yang dihadirkan, kemudian pulang dengan meninggalkan jejak yang baik. Jejak itu bukan berupa sampah, tetapi berupa kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti mengatakan bahwa keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari tumbuhnya perilaku positif yang lahir selama penyelenggaraan acara.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Pimpin Rapat Teknis Badung Caka Fest 2026

“Kami mengapresiasi seluruh pengunjung yang telah mendukung semangat Eco Culture melalui tindakan nyata. Kesadaran memilah sampah dan menjaga kebersihan merupakan bagian dari pengalaman berfestival yang ingin kami bangun. Memang masih terdapat beberapa titik yang memerlukan perhatian, dan itu menjadi bahan evaluasi kami agar penyelenggaraan ke depan semakin baik,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa menegaskan bahwa D’Youth Fest merupakan ruang kolaborasi yang tidak hanya mengembangkan ekonomi kreatif, tetapi juga membangun budaya baru yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Kami percaya kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan. Karena itu, melalui D’Youth Fest kami mengajak seluruh pengunjung untuk tidak hanya menikmati karya-karya kreatif, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan menjaga kebersihan. Festival ini akan benar-benar bermakna ketika setiap orang pulang tanpa meninggalkan sampah, melainkan meninggalkan inspirasi dan contoh baik bagi yang lain,” ungkapnya.

“Terima kasih untuk komunitas Eling Pertiwi, relawan, dan DLHK Kota Denpasar atas kolaborasinya,” tambahnya.

Melalui semangat Feel the Growth: Eco Culture, D’Youth Fest 6.0 ingin menegaskan bahwa sebuah festival bukan hanya menjadi ruang hiburan dan kreativitas, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun kebiasaan baru. Menikmati festival, menghargai lingkungan, dan pulang dengan jejak yang baik menjadi pesan sederhana yang diharapkan terus tumbuh bersama masyarakat, menjadikan Denpasar sebagai kota kreatif yang bersih, berbudaya, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca